
Disebuah rumah mewah
Nampak seorang gadis kecil tengah menaiki sepeda mininya dengan sangat gembira dan berputar-putar dipekarangan rumah itu, dengan rambutnya yang berwarna cokelat terang dan diikat kuncir dua.
Gadis kecil dengan manik mata yang indah berwarna abu-abu, dilengkapi dengan bulu mata lentik yang menghiasi kelopak matanya. Hidungnya mancung serta bibir tipisnya yang berwarna merah seperti buah cherry, tak lupa mengenakan jumpsuit berwarna merah dengan motif polkadot menambahkan kesan menggemaskan pada dirinya.
"Diva, ayo buka lagi mulutnya sayang!" ucap seorang baby sitter yang sedang memegangi sebuah piring berwarna pink berisikan nasi serta lauk pauknya tengah berlari kecil mengejar-ngejar gadis kecil itu.
Ladiva Amanda Timotty, sebuah nama yang disematkan oleh kedua orang tuanya yang memiliki makna yang sangat berarti. Kelak Diva akan tumbuh menjadi wanita yang sangat berarti dan ceria serta penuh kasih sayang sesuai namanya.
Diva mengayuh sepeda mininya lalu berputar arah dan mendekati sang baby sitter, dengan lahap menyantap suapan demi suapan yang diberikan oleh baby sitter tersebut.
Di sebuah gazebo terlihat seorang wanita muda berusia 29 tahun tengah duduk santai memperhatikan dengan seksama, dan sesekali melontarkan senyuman indah kearah gadis kecil itu ketika ia memanggilnya.
"Mommy!" teriak Diva dari kejauhan diatas sepeda mininya memanggil wanita itu.
"Iya sayang, hati-hati main sepedanya ya, Nak!" balasnya melambaikan tangannya ke arah gadis kecilnya itu.
Diva melanjutkan kembali mengayuh sepeda mininya, mengitari pekarangan rumah yang sangat luas itu, dengan penjagaan yang maksimal disetiap sudut pekarangan berdiri seorang bodyguard untuk berjaga-jaga bila Diva kehilangan kendalinya saat bermain sepeda.
Sangking semangatnya bermain sepeda, membuat para bodyguard tidak dapat meraih Diva saat kehilangan keseimbangan dan 'BUUGH'.
Ia menabrak sebuah pot besar berwarna cokelat yang berada ditengah pekarangan itu dan 'BRAAK!' ia terjatuh, kepalanya terbentur dan mengeluarkan darah segar dari pelipisnya.
Semua yang melihat kejadian itu histeris terlebih Farah lalu berlari ke arahnya, bodyguard yang sedang berjaga segera meraih lalu membopong tubuh mungil gadis kecil itu ke kamarnya yang diikuti oleh Farah dan baby sitternya.
Farah dengan sigap menghubungi sahabatnya sekaligus dokter keluarga dan memintanya untuk segera datang kerumah mereka, tak lama kemudian seorang dokter wanita cantik bernama Lucy pun datang dan segera memeriksa keadaan Diva.
Diva hanya mendapat penanganan ringan, dahinya yang terluka hanya dibersihkan dan dioleskan cream pereda nyeri. Karena lukanya yang tidak begitu serius, hanya luka ringan dan akan segera sembuh.
"Gimana anakku Luc?" tanya Farah dengan wajah cemas.
"Kamu tenang aja Far, luka anak kamu nggak parah kok. Dia cuman kegores dikit aja, dua hari lagi pasti sembuh. Asal kamu rajin ngolesin cream ini!" jelas Lucy sambil memberikan sebuah cream sebagai obat untuk Diva.
__ADS_1
"Makasih ya, Luc!" ucap Farah seraya memeluk Lucy.
"Iya sama-sama, Far!" balas Lucy membalas pelukan Farah.
"Lalu kenapa dia belum sadar, Luc?" tanya Farah khawatir karena setelah accident itu mata Diva terus terpejam hingga sekarang.
"Kamu tenang aja Far, anak kamu hanya shock aja. Nggak sampai trauma dan pingsan, sebentar lagi pasti dia bangun!" terang Lucy memberikan pengertian kepada Farah.
"Oh gitu ya, makasih banyak ya, Luc. Aku khawatir banget sama anakku," ucap Farah parau seraya mengelus kepala Diva.
"Kamu nggak usah khawatir ya, aku bakal nunggu disini sampe Diva sadar." usul Lucy agar Farah sahabatnya itu tidak merasa cemas lagi.
"Iya Lucy, sekali lagi makasih ya!" ujar Farah.
"Iya sama-sama sahabatku!" balas Lucy "Oya, gimana perkara kamu sama suami kamu?" tanya Lucy kepada Farah perihal perkara perceraian dengan Leonardo, suaminya.
"Aku sudah resmi berpisah dengannya Luc, dan hak asuh Diva jatuh ke tanganku!" kenang Farah saat berdebat masalah hak asuh Diva setelah perpisahannya dengan Leonardo.
"Syukurlah Far hak asuh Diva jatuh ke kamu," ucap Lucy "karena Diva masih kecil dan butuh kamu, Mommynya!" imbuhnya.
Lucy merupakan sahabat Farah, mereka bersahabat sudah sangat lama. Dari kecil hingga dewasa dan akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di negara yang dikenal sebagai negara penuh cinta, Prancis.
Flashback On
Selama menempuh pendidikannya di negara itu, Farah sering bertemu dengan Leonardo yang juga menempuh pendidikan di universitas yang sama seperti Farah dan Lucy. Sehingga membuat pria berkewarganegaraan Prancis itu menjatuhkan hatinya pada Farah begitu juga sebaliknya.
Tanpa ada ikatan pacaran sebelumnya, Leonardo langsung melamar sang pujaan hati tepat dibawah Eiffel Tower.
Usai menyelesaikan study mereka, Farah dan Leonardo memutuskan untuk menikah. Setelah menikah dua bulan, Farah dinyatakan hamil. Setelah sembulan bulan mengandung, mereka dikarunai seorang bayi mungil dan cantik yaitu Ladiva Amanda Timotty dengan nama kecilnya Diva.
Leonardo sangat mencintai dan menyayangi istri dan anaknya, ia sebagai kepala keluarga menjaga dengan baik keluarga kecilnya itu. Namun seiring berjalannya waktu, ada rasa jenuh pada diri Farah terhadap Leonardo dan entah apa yang merasuki Farah kala itu.
Sehingga membuat Farah berpaling ke lain hati, dan meminta Leonardo untuk menceraikannya. Namun prinsip Leonardo yang akan selalu memperjuangkan miliknya, membuat Farah jemu dan menjalankan misinya sendiri.
__ADS_1
Farah mengajukan perceraian antara dirinya dan Leonardo, dan memilih untuk pergi bersama laki-laki lain dengan mendapatkan hak asuh Diva.
Kecewa dan sedih melanda Leonardo, kehilangan dua orang sekaligus yang sangat ia cintai dan sayangi. Ingin sekali ia mengajukan hak asuh Diva terhadap dirinya, namun ia menepiskan egonya dan mengalah untuk memberikan hak asuh Diva kepada Farah. Karena ia tau, bahwa Diva akan lebih membutuhkan ibunya daripada ia ayahnya.
Flashback Off
Lucy merasa iba dengan keadaan Farah saat ini, harus berjuang merawat dan membesarkan Diva seorang diri. Laki-laki itu meninggalkan Farah setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, yaitu sebagian harta yang ditinggalkan Leonardo untuk Diva dan juga Farah.
Saat dua sahabat itu sedang berbincang tentang masalah masalalunya, tiba-tiba Diva mengigau menyebut-nyebut sang ayah membuat Farah teriris.
"Maafin mama nak!" ucap Farah parau seraya membelai dan mengecup kepala Diva.
"Kamu yang sabar ya Far, semoga semua ini segera berlalu." ungkap Lucy menatap lekat sahabatnya itu yang hanya diangguki oleh Farah.
"Semoga saja Luc!" jawab Farah lirih.
Setelah setengah jam menanti akhirnya Diva terbangun, Lucy merasa lega terlebih Farah yang merasa khawatir sedari tadi. Farah sangat takut kehilangan putri semata wayangnya. Hanya Diva harta satu-satunya paling berharga yang ia miliki, setelah ia berpisah dari Leonardo segala yang menjadi hak Diva sudah di ruahkan olehnya namun tetap Divalah yang berharga baginya.
***♡♡♡♡♡
Hay Readers 😍
Selamat membaca, maafkan jika ceritaku membosankan.
Jika kalian berkenan mampir ke novelku yang berjudul :
Guru itu Imamku!
Cinta Yang Tak Berujung
Berikan like dan comment kalian ya!
Aku tidak berharap vote, cukup tinggalkan jejak positif kalian.
__ADS_1
Terimakasih! 😍😘💕***