Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu

Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu
Dia lagi


__ADS_3

Mobil mewah yang membawa Farah dan Diva tiba di bandara. Mereka segera turun, dan Pak Hadi dengan sigap menurunkan satu koper berwarna biru metalic berukuran besar, dan satu koper warna pink bermotif kuda pony berukuran kecil milik Diva.


"Terimakasih, Pak!" ungkap Farah seraya tersenyum.


"Sama-sama, Nyonya. Berhati-hatilah selama dalam perjalanan, tetap berdoa meminta perlindungan dari Sang Semesta." nasihat Pak Hadi membuat Farah mengembangkan senyumnya.


Farah dan Diva segera memasuki bandara, melewati petugas untuk mengecek tiket penerbangan mereka, lalu memasukkan koper mereka melalui mesin x-ray.


Mereka kini sudah mengantre untuk check-in, memilih kursi untuk mereka duduk. Farah memilih kursi untuk duduk di pinggir dekat jalan, dan Diva persis disamping kanannya dekat jendela.


Kini mereka berada diruang tunggu untuk penerbangan domestik, sangat ramai kala itu. Banyak dari mereka yang melakukan penerbangan bisnis, terlihat dari pakaian yang mereka pakai.


Saat Farah sedang mengedarkan pandangannya, dia tertuju pada seseorang yang sedang duduk dikursi menghadap mereka.


Sedang apa dia disini?? gumam Farah dalam hatinya.


Sedang apa dia disini? Bukankah dia berada di Paris? Dan, hendak kemana dia pergi? Pertanyaan demi pertanyaan melayang dibenak Farah, namun ia enggan menghampiri dan tidak akan mau lagi berurusan dengan orang yang sudah menghempaskan dirinya dan merusak rumah tangga nya bersama Leo.

__ADS_1


Farah lebih memilih duduk berjarak jauh dari tempat pria itu berada. Setelah menanti panggilan selama 30 menit, semua panumpang yang akan menaiki pesawat sama dengan Farah mengantre di gate yang telah ditentukan.


Farah tidak lagi mendapati sosok lelaki itu duduk di kursinya maupun didalam barisan. Ia lega tidak melihatnya lagi, dan juga tidak satu pesawat dengannya.


Namun, kemana dia pergi? Apa dia menyadari kehadiran Farah dan bersembunyi? Entahlah, Farah pun sudah tidak peduli lagi. Yang ia pikirkan saat ini adalah untuk membawa Diva berlibur, membuat putri kecilnya senang dan bahagia.


Setelah berada diatas pesawat, Farah dan Diva disambut hangat oleh para pramugari dan pramugara yang cantik dan tampan. Para crew mengarahkan menuju kursi kepemilikan mereka yang berada di kelas bisnis.


"Silahkan, Bu!" ajak pramugari cantik dengan ramah tamahnya.


Tiba-tiba dari arah pintu muncul seorang pria, dengan mengenakan jas berwarna navy dan kemeja peach yang dimasukkan ke dalam celana berwarna putih. Tak lupa dengan sepatu pantofel nya berbahan kulit yang berwarna cokelat.


Dia? batin Farah dengan memasang raut wajah kesal.


Pria itu duduk di sebrang Farah, manik mata mereka saling bertemu. Dia adalah Gio, pria yang sedari tadi diperhatikan oleh Farah.


Sungguh sial pikir Farah, harus bertemu dan satu penerbangan dengan orang yang paling dia benci. Wanita itu memalingkan wajahnya menatap luar jendela, mengalihkan pikirannya dengan berbincang dengan Diva.

__ADS_1


"Diva senang, Nak?" tanya Farah.


"Seneng banget, Mommy!" cicit Diva antusiasnya.


Gio memperhatikan gerak-gerik Farah dari belakang, ia mengulum senyum melihat ekspresi yang ditampakkan oleh Farah.


Farah kembali menatap kedepan, berusaha mengalihkan pandangannya dan melupakan keberadaan Gio. Beberapa menit kemudian, terdengar suara sang pramugari menginformasikan pesawat sebentar lagi siap terbang.


Farah menegakkan kursinya dan juga Diva, mengeratkan seat-belt yang terpasang dipinggang mereka.


"Baca Doa dulu ya, Nak!" ucap Farah mengintruksi Diva untuk berdoa.


Mereka mulai berdoa, meminta keselamatan selama dalam perjalanan. Gio yang duduk bersebrangan terus memperhatikan mereka, terbayang kembali masa itu.


Sang pilot memberi aba-aba bahwa pesawat akan siap lepas landas, saat pesawat mulai naik Farah menggenggam tangan kecil putrinya. Dari sebelah kiri Gio menggenggam tangan Farah, membuat wanita itu terkejut dan refleks menepisnya.


Kini pesawat sudah terbang tinggi, siap mengantarkan mereka yang memiliki tujuan ke John Wayne Airport, California.

__ADS_1


__ADS_2