
Diva mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali, mengucek-ucek matanya dengan sangat menggemaskan.
Farah membelai lembut pucuk kepala Diva, sambil sesekali menorehkan senyum kearahnya. Diva yang mendapati senyuman ibunya pun membalasnya.
"Masih sakit nak?" tanya Farah lirih seraya menunjuk luka yang ada di pelipis Diva.
"Diva udah nggak sakit mommy," jawab Diva polos.
"Lain kali kalo main sepeda hati-hati ya sayang, kan mommy udah sering bilang." tutur Farah.
"Iya mommy, Diva janji main sepedanya hati-hati." balas Diva sambil mengacungkan jari kelingkingnya yang mungil.
"Janji ya!" ucap Farah seraya menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Diva.
"Iya mommy!" balas Diva.
"Oya sayang, ini tante Lucy yang udah ngobatin kamu. Ayo disalam dulu nak," ucap Farah.
"Hallo tante dokter!" sapa Diva dengan suara imutnya seraya mencium punggung tangan Lucy.
"Hallo juga sayang," balas Lucy "semoga lekas sembuh ya sayang!" ungkap Lucy seraya membelai pucuk kepala Diva.
"Terimakasih tante dokter!" balas Diva tersenyum lebar menampakkan gigi kelincinya.
"Sama-sama Diva sayang," balas Lucy.
Usai memeriksa keadaan Diva, Lucy berpamitan karena ia harus segera menuju ke tempat prakteknya.
"Aku pulang ya Far, hari ini aku ada jadwal buka praktek!" ucap Lucy seraya membereskan peralatan medisnya.
"Iya Luc, sekali lagi terimakasih banyak. Dan sukses selalu untuk kamu, aku bangga sama kamu!" balas Farah menatap lekat sahabatnya itu.
" Aku lebih bangga sama kamu Far!" tutur Lucy menggenggam tangan Farah.
"Apa yang harus dibanggakan dariku Luc?" tanya Farah heran.
"Kamu merawat Diva dengan sangat baik tanpa ada sosok Leo ataupun Gio disampingmu!" ungkap Lucy bangga kepada Farah.
"Tapi aku tidak bisa seperti ini terus Luc! Aku butuh seorang pendamping untuk menemaniku mendampingi Diva." balas Farah "Dan yang aku butuhkan adalah Daddynya Diva, Leonardo!" imbuh Farah dengan lirih.
Lucy hanya diam, ia tau betapa dua insan itu saling mencintai yang kini telah berpisah.
Lucy menjadi saksi cinta antara Farah dan Leo, saat mereka saling mengenal untuk pertama kali Lucy lah orang yang menjadi media untuk berkabar diantara Leo dan Farah karena hanya Lucy yang dekat dengan Farah.
Sampai pada akhirnya Lucy menyarankan Leo untuk melamar Farah pujaan hatinya, dan Leo pun mengikuti saran Lucy untuk melamar Farah.
Tepat di depan Eiffel Tower Leo menyematkan cincin berlian putih dijari manis Farah, dan setelah mereka menyelesaikan pendidikannya Leo menikahi Farah.
"Kamu ingin kembali sama Leo?" tanya Lucy hati-hati.
"Hm," gumam Farah mengalihkan pandangannya.
"Aku sebagai sahabatmu, mendoakan yang terbaik untukmu dan juga Diva!" ungkap Lucy haru.
"Terimakasih banyak Luc!" balas Farah menatap kembali sahabatnya itu.
"Kamu harus semangat!" ucap Lucy memberi semangat kepada sahabatnya itu.
"Yes!" sahut Farah.
__ADS_1
"Sayang, tante permisi ya nak. Kamu harus lebih hati-hati main sepedanya, dan juga istirahat." ungkap Lucy seraya mengusap lembut pucuk kepala Diva.
"Terimakasih tante dokter, Diva janji akan hati-hati main sepedanya." ucap Diva.
"Anak pintar!" puji Lucy mengelus pipi chubby Diva.
"Baiklah Farah, aku permisi. Jangan lupa oleskan cream ini di luka Diva!" ujar Lucy mengingatkan kembali perihal obat untuk Diva.
"Baiklah bu dokter!" sahut Farah.
Farah dan Lucy beranjak dari ranjang Diva, menuruni anak tangga dan berjalan menuju pintu gerbang tinggi yang mengitari rumah mewah itu.
Lucy memasuki mobil sedan berwarna hitam pekat itu, lalu melaju dengan kecepatan sedang. Farah terus mengamatinya, sampai bayangan mobil Lucy menghilang dipersimpangan.
Setelah mengantar Lucu, Farah memasuki rumahnya kembali dengan langkah gontai sambil sesekali menghirup oksigen yang tersebar lalu menghembuskannya lagi dengan kasar.
Dari dalam terdengar suara Diva memanggilnya dan berlari memeluk kakinya, dan terlukis rona ceria di wajah gadis kecil itu.
"Mommy," ucap Diva pelan.
"Iya sayang," balas Farah sembari mencium pipi putrinya.
"Diva.." gadis kecil itu menghentikan ucapannya lalu mengaitkan kedua tangannya dileher Farah.
"Diva kenapa sayang? Diva mau apa?" tanya Farah yang kini sedang menapaki anak tangga untuk naik ke atas.
"Diva ingin Daddy!" ucap Diva lirih yang membuat tubuh Farah berdesir.
Langkah wanita cantik yang sedang menggendong gadis kecil itu terhenti, seketika kakinya menjadi lemah tak berdaya untuk melangkah lagi.
Dengan perlahan Farah menurunkan tubuh Diva, lalu menggenggam tangan mungil itu dan menuntunnya menuju kamarnya.
Dengan perlahan Farah membuka lembaran pertama album foto itu, dan tampaklah sebuah gambar dirinya dan Leo sedang berpose dengan romantis.
"Ini daddy nak!" ucap Farah parau.
"Diva inginnya daddy ada disini mommy!" rengek Diva.
"Ini daddy kamu nak!" ucap Farah sedikit meninggikan suaranya.
"Tapi ini hanya gambar mommy! Diva inginnya daddy ada disini, disamping Diva..hiks..hiks.." rengek Diva lagi dengan tangisannya.
Farah tak menyangka bahwa Diva akan secepat ini mengharapkan seorang daddy disampingnya, yaitu Leonardo.
Lalu dengan segala bujuk rayuan untuk menenangkan Diva, hingga akhirnya Diva mau mengerti dan diam.
"Anak mommy cantik, nanti kalau nangis cantiknya hilang kan sayang." bujuk Farah agar Diva berhenti menangis.
"Diva ingin daddy, mommy!" ucap Diva kembali dengan lirih, yang tetap menginginkan kehadiran Leonardo.
"Suatu hari nanti Diva akan ketemu sama daddy nak, mommy janji!" ucap Farah menjanjikan pertemuan Diva dengan Leo.
Diva tersenyum bahagia mendengar janji sang mommy, ia tak sabar untuk segera bertemu dengan daddy nya yang entah kapan akan dipertemukan dengan Leo oleh Farah.
Farah yang merasa resah segera mengalihkan pembicaraannya, karena ia takut jika Diva terus-terusan menanyakan perihal sang daddy.
Ia sendiri tidak tau kapan akan bisa membawa Diva untuk bertemu dengan Leonardo.
"Sayang, kamu istirahat ya nak." ucap Farah menyuruh putri semata wayangnya untuk istirahat.
__ADS_1
"Diva nggak mau mommy, maunya main." bantah Diva yang tidak ingin istirahat.
"Diva harus banyak istirahat nak, dengar kan tadi apa kata tante dokter?" ungkap Farah mengingatkan gadis kecilnya.
Diva berpikir sejenak mengingat perkataan Lucy, lalu "Iya mommy," balas Diva dengan wajah cemberutnya.
"Em..anak mommy menggemaskan kalo cemberut gitu, tapi akan lebih menggemaskan lagi dan cantik kalo tersenyum." tutur sang mommy memberi pujian.
"Iya mommy, Diva nggak cemberut lagi." ujar Diva tersenyum lebar menampakkan kembali gigi kelincinya.
"Gitu dong! ya udah sekarang Diva bobok ya nak, mommy masih ada kerjaan yang harus diselesaikan." ucap Farah merebahkan tubuh Diva dan menyelimuti gadis kecilnya itu.
"Iya mommy, Diva sayang mommy!" ungkap Diva seraya mengecup pipi sang mommy.
"Mommy lebih sayang sama Diva nak!" ucap Farah lirih mengecup kening mulus putri kecilnya.
Setelah dirasa Diva sudah memasuki peraduannya disiang hari, Farah berjalan keluar dan menuju kamarnya yang berada disebelah ruang tidur Diva.
Farah menghempaskan tubuhnya diatas ranjang berukuran king size itu, diatas kepala ranjang terpampang jelas sebuah foto dengan bingkai berwarna gold.
Didalam foto itu tergambar dirinya dan juga Leo sedang mencium Diva yang berada ditengah-tengah mereka, Farah memandangi foto itu dengan sendu dan sesak didadanya.
Ia sungguh menyesal atas apa yang sudah diperbuatnya dimasa lalu, yang kini hanya meninggalkan luka batin pada dirinya.
Aku menyesal! Andai waktu bisa kuputar kembali, aku tidak akan mengikuti egoku! batin Farah menangis.
Farah beringsut dan duduk ditepian ranjang, ia menatap nanar pantulan dirinya dalam cermin yang berada didepannya.
Lalu ia bangkit dan berjalan menuju sebuah ruang kecil yang berisikan pakaian dan juga sepatu serta tas miliknya, ia meraih sebuah coat hitam berbahan kulit kepemilikan Leonardo.
Farah memeluknya dengan erat, tak terasa tubuhnya kini sudah lolos dan terduduk dilantai. Deraian air mata penyesalan mengalir deras di pipinya, mengenang kembali segalanya tentang dirinya dan juga Leo saat bersama dulu.
"Pardonne moi Leo. Tu me manques, et je t'aime vraiment bebe!" ucapnya lirih yang masih memeluk coat milik Leonardo.
♡♡♡♡♡
Noted :
Pardonne moi \= maafkan aku
Tu me manques \= aku merindukanmu
et je t'aime vraiment bebe\= aku sangat mencintaimu
♡♡♡♡♡
**Hay Readers 😍
Selamat membaca, maafkan jika ceritaku membosankan.
Jika kalian berkenan mampir ke novelku lainnya, yang berjudul :
-Guru itu Imamku!
-Cinta Yang Tak Berujung
Gumawo 🙏 saranghae 😍💕**
__ADS_1