Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu

Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu
Gerbang Hati


__ADS_3

Di tengah riuhan, terdengar panggilan bagi para penumpang yang akan menaiki pesawat tujuan California.


Leo dan Hana segera ikut mengantre, dan berjalan menuju pesawat airbus itu. Mereka terus bersama, sampai duduk pun mereka bersebelahan.


"Kamu mau di deket jendela, atau deket jalan, Han?" tanya Leo.


"Aku mau di deket jendela, apa boleh?" Hana balik bertanya.


"Silahkan!" Leo mempersilahkan wanita itu duduk dikursinya, dan bertukar posisi.


Mereka mengaitkan seat-belt, dan saling diam tanpa ada pembicaraan. Hana membaca majalah yang disediakan dalam pesawat, mengusir rasa bosan dan juga rasa gugup yang dirasanya saat bersama Leo.


Leo bermain dengan ponselnya, ia mengirimkan surel pada Farah, menanyakan perihal apakah Hans masih tinggal di tempat yang dulu. Namun, ia tidak mendapat jawaban. Itu semua dikarenakan Farah sedang dalam penerbangan.


Leo fokus menatap ke depan, mengusap kasar wajah tampannya. Ia kembali melihat ponselnya, namun balum ada juga jawaban dari Farah. Ia pun akhirnya menghubungi Hans melalui surelnya, menanyakan hal sama yang ia tanyakan pada Farah.


Leo menyinggung senyum saat mendapat balasan dari mantan adik iparnya itu, ia menyimpan ponselnya kembali lalu memejamkan matanya, mencoba untuk tidur lebih awal. Ia ingin segera sampai, agar bisa bertemu dengan Diva dan juga Farah.


Hana memperhatikan Leo dari sudut matanya, ia merindukan masa-masa seperti dulu saat mereka berkencan ketika usia masih sangat belia.

__ADS_1


Kamu tidak pernah hilang dari ingatanku, Leo. Dan kini aku kembali bertemu denganmu, membuatku ingin memilikimu lagi seperti dulu. batin Hana.


Ia tidak mengetahui bahwa Leo sudah pernah menikah dan memiliki anak, karena saat berpisah mereka tidak sempat bertukar nomor telepon maupun surel, sehingga membuat mereka benar-benar kehilangan kesempatan untuk saling berkomunikasi.


Mereka berpacaran semenjak duduk dikelas 2 SMP hingga kelas 3 SMP, namun sayang saat kelulusan keluarga Hana pindah ke Indonesia, untuk mengurus usaha papa Hana yang berada di negara yang terkenal dengan banyak budayanya ini.


Leo merelakan Hana untuk pindah ke Indonesia, ia sedih harus berpisah dengan sang cinta monyet sekaligus cinta pertamanya.


Sampai-sampai Leo enggan untuk mencinta lagi, hingga pada akhirnya bertemulah dia dengan Farah. Wanita yang berhasil menghancurkan gerbang menuju hati Leo, yang pada saat itu sudah berusia 32 tahun.


***


"Enak banget dia tiduran begitu, sungguh nggak sopan!" gumam Farah kesal.


Farah mencoba untuk tidur kembali, karena saat tiba di Tokyo ia dan penumpang lainnya yang juga akan menuju California harus turun dan berpindah ke pesawat yang menuju California, Amerika Serikat.


***


Pukul 8 pagi crew menginformasikan bahwa pesawat akan segera mendarat, mengisyaratkan para penumpang yang akan transit maupun yang tujuannya berhenti di Tokyo untuk bersiap-siap.

__ADS_1


Farah dan Diva telah terbangun, mereka bersenda gurau tanpa menghiraukan kehadiran Gio yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Farah!" panggil Gio membuat Farah menghentikan aktifitasnya dengan Diva.


Diva melongokkan kepalanya, melihat ke arah Gio lalu beralih menatap Farah.


"Mommy, itu siapa?" tanya Diva "Itu daddy ya, Mommy?" tanya nya lagi.


"Bukan, Nak! Itu, itu teman mommy!" jawab Farah ragu.


Diva hanya mengangguk pelan, ada raut kecewa pada wajahnya. Ia pikir Gio adalah ayahnya, karena sedari kemarin Gio terus memperhatikan dirinya dan juga Farah.


"Maafkan aku, Farah!" lanjut Gio membuat Farah menoleh kearahnya.


"Setelah sekian lama, baru ini kamu meminta maaf! Setelah semua hancur berantakan, kau mengambil semua dariku! Kau menghancurkan rumah tanggaku dengan Leo! Dimana pikiranmu? Dimana akal sehatmu, Gio?!" ujar Farah dengan meninggikan suaranya.


"Maafkan aku! Aku tulus meminta maaf, aku ingin menebus kesalahanku pada kalian!" lirih Gio.


Farah mendengus kesal, sorot matanya yang tajam membuat Gio terus menangkupkan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2