Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu

Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu
Nasi Goreng


__ADS_3

Setelah menempuh penerbangan selama lima jam, Farah merenggangkan seat-belt yang melingkar dipinggangnya. Ia melihat ke sisi Diva, terlihat wajah tenangnya sudah memasuki alam bawah sadar.


Farah melirik kebangku Gio, namun terlihat kosong tak ada penumpangnya. Kemana dia? Sungguh misterius sekali pria jangkung bermanik mata biru itu. Sebentar hilang, sebentar muncul. Sudah seperti jailangkung yang datang tak dijemput, pulang tak diantar.


Farah bergidik, melongokkan kepalanya melihat kearah depan dan belakang. Ada rasa penasaran juga ketika pria itu tidak ada dibangkunya.


Tiba-tiba,


"Hai! Kamu mencariku, Farah?" suara pria yang sempat menarik perhatian Farah dulu.


"Kepedean sekali kamu!" elak Farah berpura-pura melongokkan kembali kepalanya.


"Lalu kamu mencari siapa?" tanyanya dengan santai.


"Mbak pramugari!" jawab Farah ketus.


"Mau aku bantu panggilkan?" tanya Gio seraya melambaikan tangannya memanggil salah satu pramugari cantik.


"Can I help you, Sir? You need something?" tanya pramugari itu dengan ramah tamahnya.


"Tidak, bukan saya. Wanita ini membutuhkanmu," jawab Gio menunjuk kearah Farah.


"Oh baik, Tuan." balasnya "Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?" tanya pramugari itu beralih kepada Farah.


"Eh! Saya bu.butuh plastik! Ya, plastik!" jawab Farah tergagu.

__ADS_1


"Baik, Nyonya. Mohon di tunggu sebentar!" jawab pramugari itu lalu berlalu meninggalkan mereka untuk mengambil kantong plastik.


Bodohnya aku! Kenapa terbata-bata dan malah minta kantong plastik! Farah merutuki dirinya, yang terlihat bodoh didepan Gio.


Gio menarik garis disudut bibirnya, lalu kembali pada posisinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya kembali.


"Menyebalkan sekali!" gumam Farah kesal.


Matahari sudah mulai menampakkan cahaya orangenya, menandakan matahari akan segera memasuki peraduannya. Para pramugari dan pramugara mendorong troli yang berisikan cemilan beserta minuman.


Diva yang sudah terbangun mencium bau harum khas dari minuman coklat panas, ia merengek kepada Farah untuk membelinya.


"Mommy, Diva mau hot chocolate!" rengek Diva.


"Iya, iya sayang. Ini mommy beli," jawab Farah seraya memesan minuman yang diminta Diva.


"Mommy, itu kan minuman Diva!" rengek gadis kecil itu ketika melihat Farah menyeruput minuman miliknya.


"Hehe, maaf ya, Nak. Mommy nyobain sedikit, rasain masih panas banget atau enggak." jelas Farah meletakkan cup berisikan hot chocolate diatas meja lipat yang berada didepan Diva.


Gio yang juga sudah terbangun memperhatikan ibu dan anak itu, ingin sekali rasanya ia nimbrung bercanda dengan mereka. Namun, keadaan tidak sedang baik. Farah sangat membencinya, terlihat dari Farah refleks menepis tangannya dan mencoba menghindar.


***


Langit semakin gelap, matahari telah masuk keperaduannya. Para crew kembali mendorong trolinya membawa makan malam untuk para penumpang.

__ADS_1


"Selamat malam, Nyonya. Mau menu apa untuk makan malamnya?" tanya pramugara tampan itu seraya menyodorkan sebuah buku menu.


"Saya nasi goreng." jawabnya "Diva mau makan apa, Nak?" Farah beralih kepada Diva.


"Diva mau spaghetti, Mommy!" cicit Diva menunjuk sebuah gambar spaghetti.


"Ok!" balas Farah.


Pramugara tersebut dengan segera menyiapkan pesanan makan malam mereka, sepiring nasi goreng dan spaghetti beserta air mineralnya.


Gio pun tak mau kalah, ia memesan makanan yang sama seperti Farah.


"One fried rice please!" pinta Gio kepada pramugara itu.


"Sure, wait a moment, Sir!" balas pramugara dengan sopan, lalu meletakkan sepiring nasi goreng dihadapannya.


Pramugara meninggalkan mereka, kembali mendorong trolinya untuk menyuguhkan makan malam kepada para penumpang lainnya.


"Ikut-ikutan aja!" gerutu Farah pelan namun masih bisa didengar oleh Gio.


"Kamu pikir nasi goreng makanan kesukaanmu saja! Aku pun menyukai makanan ini." sahut Gio lalu menyendokkan nasi goreng kedalam mulutnya.


"Siapa yang bicara padamu, Tuan Gio!" balas Farah dengan sorotannya yang tajam.


"Aku bicara sendiri. Kenapa kamu yang sewot, um?" tanya Gio santai.

__ADS_1


"Menyebalkan sekali orang ini!" gumam Farah lalu mengalihkan pandangannya dan kembali menyendokkan nasi gorengnya.


__ADS_2