Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu

Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu
Happy Birthday, Diva!


__ADS_3

Hari ini tepat tanggal 14 Februari hari dimana setiap orang akan mengungkapkan perasaanya kepada orang-orang yang dicintai, dan juga hari ini Diva bertambah usianya.


Dengan langkah perlahan Farah melangkahkan kakinya menuju kamar Diva, dengan membawa sebuah kotak yang berisikan kue ulang tahun kesukaan gadis kecilnya itu.


Farah membuka pintu kamar gadis kecilnya secara perlahan tanpa mengeluarkan suara, lalu memasuki kamar yang hanya diterangi oleh sinar lampu tidur berbentuk unicorn diatas nakas.


Farah mendekati ranjang Diva yang sang empunya masih tertidur pulas, sambil sesekali mengigau menyebut sang daddy. Lalu Farah meletakkan kotak berisi kue itu diatas nakas.


"Maafin mommy nak! ulang tahun kamu jadi nggak lengkap tanpa kehadiran daddy." ucap Farah berbisik seraya membelai rambut putri kecilnya itu.


Diva menggeliat dengan menggemaskan ketika mendapat sentuhan dari sang mommy, mengerjapkan kelopak matanya dan tampaklah manik matanya yang berwarna abu-abu.


"Mommy!" ucap Diva dengan suara serak khas bangun tidur dan menggemaskan.


"Morning sayang, Bon anniversaire mon, cher!" ungkap Farah seraya mengecup kening putri kecilnya.


"Thank you! Mommy." balas Diva lalu bangkit dan memeluk leher sang mommy.


"Your welcome, baby!" ucap Farah parau seraya memeluk erat tubuh mungil putrinya.


♡♡♡♡♡


Prancis, 14 Februari.


Pukul 2 dini hari. Disebuah ruangan yang berisikan mainan anak perempuan, Leo termangu dikursi goyang dengan menjawat gelas bening berisikan cairan berwarna jingga beraroma anggur.


Menatap nanar sebuah foto didalam frame berukuran besar, tampak seorang gadis kecil berusia 4 tahun sedang mengenakan dress berwarna silver dengan bandana bunga menghiasi kepalanya dan itu sangat menggemaskan sekali.

__ADS_1


"Happy birthday, Diva!" ucap Leo lirih lalu menengadahkan kepalanya.


Leo meletakkan gelasnya diatas meja, lalu bangkit dari singgasananya meninggalkan ruangan yang dulu sempat dipenuhi dengan canda dan tawa gadis kecilnya.


Leo berjalan dengan langkah gontai menuju kamar tidurnya, mendekati ranjang king size yang dibalut dengan seprai putih berbahan katun jepang yang sangat lembut.


"Huft!" Leo menghela napasnya dengan kasar.


Leo menjatuhkan tubuh jangkung nya disana, mendekap erat sebuah bantal yang mungkin sedang dibayangkannya sebagai Diva ataupun Farah. Entahlah, hanya Leo seorang yang tahu isi hatinya saat ini.


"I miss you! I love you!" begitulah yang Leo ucapkan dengan suara paraunya.


Yang entah sejak kapan bulir-bulir bening itu mengalir dari ujung netranya, yang kini sudah membasahi bantal yang sedang ia dekap.


♡♡♡♡♡


Ibu dan anak itu masih saling mendekap, Farah menciumi setiap inchi wajah imut putri kecilnya sambil sesekali menyisikan rambut-rambut Diva yang terurai.


Farah berjalan ke arah pintu dan menekan saklar lampu kamar Diva, tampak dengan jelas warna merah muda dengan kombinasi warna putih dikamar itu.


Lalu Farah meraih kotak yang berisikan kue ulang tahun dan membuka tutupnya, menyisipkan dan menghidupkan lilin berbentuk angka lima ditengah kue itu.


Farah berjalan kembali mendekati ranjang Diva, "Happy birthday, babe!" ucap Farah seraya mengecup kening putrinya.


"Waw! Thank you mommy!" jawab Diva dengan raut wajah gembira.


"Your welcome, my baby!" balas Farah dengan raut wajah tak kalah gembira.

__ADS_1


Dengan semangat Diva meniup lilin itu, lalu menyendokkan kue itu ke dalam mulut sang mommy menggunakan sendok kecil yang sudah disiapkan oleh Farah.


"Buka mulutnya mommy, A....am!" ucap Diva menyendokkan kue itu dengan tangan gembilnya.


"Aumm..enak banget kuenya nak, apalagi mommy disuapin sama Diva tambah enak deh!" ucap Farah membuat Diva tersenyum lebar.


"Sekarang mommy suapin Diva ya!" ucap Diva sambil memberikan sendok yang berada ditangannya.


"Buka mulutnya sayang! A...am!" ucap Farah menyendokkan kue ke dalam mulut kecil Diva.


Ibu dan anak itu bersuka cita saling menyuapai kue, sembari sesekali diiringi canda dan tawa mereka. Farah melupakan segelintir rasa bersalahnya pada Diva, tentang tanpa kehadiran Leo ditengah-tengah mereka saat ini.


Farah yakin pasti di sebrang sana pun Leo melupakan mereka, buktinya tidak ada kata ucapan darinya untuk Diva.


>>>>>>>>>>


**Noted :


*bon anniversaire mon \= selamat ulang tahun


thank you \= terimakasih


mommy \= ibu


I miss you \= aku merindukanmu


i love you \= aku mencintaimu***

__ADS_1


<<<<<<<<<<


__ADS_2