Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu

Salahku Yang (Terlalu) Mencintaimu
Kembalilah Padaku


__ADS_3

Setelah menempuh penerbangan selama 10 jam, pesawat yang mereka tumpangi tiba di bandara John Wayne, California. Betapa bahagianya gadis kecil itu, sudah tidak sabar ingin segera bermain di taman bermain yang begitu luasnya, Disney Land.


Usai mengambil koper milik mereka, ibu dan anak itu segera keluar dari bandara. Di luar sudah ada Hans yang menunggu, ia melambaikan tangannya mengisyaratkan Farah bahwa dirinya sudah hadir untuk menjemput mereka.


Tiba-tiba, dari arah belakang sebuah tangan menarik tangan Farah.


"Farah!" panggil orang itu. Membuat Farah menolehkan wajahnya, mencari tau siapa gerangan yang menahan langkahnya.


"Daddy!" cicit Diva kegirangan. Gadis kecil itu memeluk kaki Leo, dan menenggelamkan wajahnya.


Leo segera meraih tubuh mungil putrinya, membawa mereka keluar dari keramaian.


"Diva kangen sama daddy!" ungkap Diva lagi. Farah yang berada di sampingnya hanya termangu, tak tau mau berbuat apa.


Hans juga sudah berada di dekat mereka, memberi jarak di antara mereka. Hans salah satu yang menyayangkan perpisahan antara kakak sulungnya dan mantan abang iparnya itu. Sebab, ia tau betapa Farah dan Leo saling mencintai dengan sangat.


"Diva, ikut uncle dulu yuk! Biar mommy sama daddy ngobrol. Kita beli es krim, mau?" ujar Hans membujuk keponakan kesayangannya itu. Mengambil alih tubuh Diva dari gendongan Leo.


"Tapi Diva masih mau sama daddy!" rengeknya sambil mengulurkan tangan kecilnya, mencoba meraih kembali tangan Leo.

__ADS_1


"Diva sama Uncle Hans sebentar ya, Nak. Daddy sama mommy mau bicara. Nanti kalau sudah selesai, daddy gendong lagi. Oke!" bujuk rayu Leo kepada putri semata wayang nya itu.


Farah hanya diam, perasaannya bercampur menjadi satu. Antara takut, senang dan juga terkejut.


"Ada apa? Kenapa kamu bisa ada disini? Kamu ngikutin aku? Atau Gio yang kasih tau kamu?" rentetan pertanyaan yang di ajukan Farah.


"Tenang dulu, Farah." ucap Leo. Lalu lelaki itu mengedarkan pandangan, mencari tempat yang nyaman untuk berbicara dengan mantan istrinya itu.


"Kita duduk di situ yuk!" ajak Leo. Farah hanya menurut, mengikuti langkah laki-laki yang sangat ia rindukan itu.


"Kamu mau minum?" tanya Leo yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Farah "Atau makan mungkin?" tanya nya lagi yang tetap di jawab gelengan kepala oleh Farah.


Tidak lama kemudian Leo kembali dengan dua gelas di tangan kanan dan kiri nya, tercium aroma cappucino latte yang sangat kuat. Membuat Farah kembali mengingat masa-masa saat masih bersama Leo.


"Kamu masih suka minum ini kan?" tanya Leo seraya menyodorkan cup yang berisikan cappucino latte.


"Hm."


"Aku tau itu." ucap Leo. Manik matanya menatap intens wanita yang duduk di hadapannya itu. Membuat Farah jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Jangan menatap ku seperti itu." ujar Farah.


"Maaf!" balas Leo singkat. Ia mengalihkan pandangannya.


"Jadi, cepat jawab pertanyaan ku. Kasihan Diva, dia pasti sangat ingin bersama mu!" ungkap Farah. Memingat putrinya sangat ingin bersama Leo.


"Baiklah. Pertama, aku tidak mendapat kabar apapun tentangmu dari pria br*ngsek itu! Kedua, benar aku mengikuti mu. Kamu yang memberitahukan aku bukan?" jawab Leo membuat Farah menganggukan kepalanya.


"Lalu, ada apa?" tanya Farah lagi.


"Ikutlah denganku, ke Perancis. Kembali lah padaku, Farah." Leo memohon kepada Farah. Kenapa harus dia yang memohon? Bukan kah Farah yang berulah, menghianati cinta mereka.


"Maaf, Aku nggak bisa!" tolak Farah. Ia beranjak dari kursinya, melenggang meninggalkan Leo yang masih terdiam.


Dengan langkah lebarnya, Leo menyusul Farah. Menarik kembali tangan wanita yang sangat ia cintai itu, hingga saat ini. Ia merengkuh tubuh Farah, meraih pangkal leher belakang mantan istrinya itu. Dan, cup! Ia mencumbu bibir tipis Farah, masa bodo dengan sekitarnya. Toh, tidak ada yang mengenal mereka. Kecuali Hans, yang sedari tadi memperhatikan kakak sulung dengan mantan abang iparnya itu.


***


uncle \= paman

__ADS_1


__ADS_2