Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Eksekusi Begal


__ADS_3

Tiba dirumah, ropi meletakkan bajunya yang sudah ia lepas dari badannya. Ropi berjalan menuju shower yang berada di kamar mandi. membersihkan badan seperti pada umumnya. Jam sudah menunjukan pukul delapan malam.


Dalam tangan kiri Ropi sudah ada teh hangat dengan cangkir tradisionalnya dan tangan yang lain memegang roti gandum dengan selai nanas lalu di tambah roti lagi diatas selai tersebut.


Ropi kini sudah berada dalam kunci ruang rahasianya. melakukannya beberapa gerakan kecil sehingga pintu otomatis itu terbuka. berjalan perlahan menuju komputer super canggihnya, Ropi kini sudah memainkan jari jari nya dengan lincah. seperti seorang hacker dia mengkoding beberapa angka dalam komputernya. dan dalam waktu yang agak lama. kini dalam komputer sudah terlihat posisi dimana motor sport Ropi yang di bawa begal kemarin,


Sambil bersantai minum teh. Ropi menandai tempat dalam komputer super canggihnya.


Tempat itu sekitar dua jam dari rumah makan Ropi. lokasinya agak terpencil di perkebunan tebu, tepatnya di Gudang penyimpanan pupuk yang sudah tidak terpakai lagi. menurut info dari komputer Ropi. perkebunan itu sudah terbengkalai karena masalah sengketa tanah antara penduduk lokal disana dengan perusahaan tebu. Ropi masih menatap serius di monitor komputernya, mengkoding untuk mengaktifkan kamera tersembunyi di lampu motornya.


Beberapa saat mengcoding. terlihat gambar dilayar komputer ropi, ketiga begal itu sedang asyik dengan minuman keras dan sab* yang sedang mereka hisap.


Tampak juga disana salah satu begal sedang memperk*sa wanita yang di ikat tangannya, dan mulutnya di tutupi lakban.


Ropi melihat adegan per adegan ketika salah satu begal itu sedang memperk*osa gadis itu. nampak gadis itu masih ABG. Gadis itu meronta-ronta, tapi tak berdaya melawan nafsu bejat begal itu. Ropi melihat itu dengan mata melotot. Timbul rasa benci, jijik, marah dalam diri Ropi.


"Tunggu besok malam, akan ku preteli isi perut kalian semua disana. Tunggu kedatangan ku manusia Hina"


Dalam televisi ropi nampak tersiar kabar orang hilang, Gadis SMA dengan rambut hitam sebahu dan kulit sawo matang dengan perawakan yang lumayan bagus.


"Dasar setan biad*ap, tunggu besok kalian. nikmati sisa hidup kalian yang tinggal satu malam ini". ucapan ropi dengan nada rendah namun sangat menyeramkan, seperti nada hantu dalam film horor.


Suasana pagi di rumah makan ropi seperti biasa, dengan pelanggan yang lumayan ramai karena hari ini adalah hari libur nasional. Saat sore, ropi sudah berada di kursi samping supir. Ivan kali ini menyetir mobil ropi.


"Pak bos, kita mau kemana pak bos"


"biasa, jumpa kawan lama. ada urusan dulu untuk keperluan bisnis".


Laju mobil dengan kecepatan sedang melewati pohon-pohon rindang, hingga sampai di simpang empat yang lumayan besar dengan tugu Abdi negara yang menggendong senjata depan belakang dengan sabuk Geranat dan helm baja. nampak gagah tugu tersebut.


"Van, berhenti disini ya, nanti kawan saya jemput disini. kamu pulang istirahat ya. besok jemput saya di rumah ya".


"iya pak, aman pak. ini nggk apa apa saya tinggal disini"


"Aman dong".

__ADS_1


Setelah ropi turun dari mobilnya. Ivan kemudian memutar arah dan kembali ke mess rumah makannya, Kali ini ropi mengeksekusi begal itu dengan perlengkapan empat pisau lempar di kedua kakinya, yang dia selipkan di dal kaos kakinya. Dan satu pedang lipat yang di selipkannya di dalam bajunya.


Ropi kini berlari kecil menuju gudang tempat persembunyian para begal itu. cuaca kali ini kurang mendukung karena ada hujan dengan angin yang sedikit kencang


"hujan pula e, trabas ajalah mumpung udah disini". ucap ropi seakan bercanda dengan dirinya sendiri


sekitar satu jam ropi berlari kecil hingga sampailah dia di gerbang tempat perkebunan tebu itu. tebu itu sangat luas dengan tinggi hampir tiga sampai empat meter.


Ropi menekan jam tangan yang berada di sebelah kiri, dan muncul jalur yang menghubungkan lokasi ropi dengan motornya yang tentu saja berada di Gudang itu. Ropi berjalan kaki menuju gudang itu sambil menyamarkan dirinya dengan bau daun tebu itu.


"nah itu di depan gudangnya. masuknya lewat atas saja. kali ini aku akan memakai teknik seperti ninja"


Ropi lalu memenjat pipa besar yang menempel di bagian samping gudang itu.


Dalam jam tangan ropi juga terlihat para begal itu sedang asyik meminum alkohol dengan snack di meja nya


"lumayan juga ya hari ini, dapat motor lagi. tapi ini motor sport ini tiba tiba rem depan belakang ngunci, sialan emang. kenapa harus rusak pas disini. jadinya nggk bisa dijual. itu cewek kemarin pingsan habis itu tiba tiba mati, rupanya ada asma dia". Ucap deda seorang pedofil yang kabur dari penjara.


mendengar hal itu ropi terhenti sejenak di saat sedang memanjat pipa itu. amarah timbul dalam diri ropi saat dia mendengar omongan para begal itu. segera seperti ada tenaga tambahan tiba tiba muncul dalam diri ropi. kini ia semakin lihai memanjat pipa itu dan sampai ke atas.


ropi membuka penutup atap itu. kemudian masuk kedalam, dia berpijak di antara kuda kuda besi di dalam atap itu, dia kemudian mengendap perlahan. mencari kabel utama di dalam gudang itu. dan kabel itu tepat berada di depan ropi.


langsung ropi mencabut pedangnya, dan pedang lipat itu kemudian memanjang. memancarkan kilaunya. Tanpa basa basi Ropi mengayunkan pedang itu. kabel itu lun terlepas dan memercikkan listrik. salah satu kabel yang masih mempunyai arus listrik tersangkut di tangga kayu dan masih memercikkan listrik salah satu lagi masih menggantung, karena kabel itu terhubung dengan lampu lampu disana.


Lampu di dalam gudang itu berkedip beberapa kali kemudian mati.


"Bos deda, tadi tak lihat ada orang disana. wajahnya kayak saya kenal". ucap begal itu sambil terlihat terlihat takut


"kebanyakan minuman kamu itu, murahan juga minuman mu itu, sudah kita keluar sekarang. cari mangsa sama tempat baru". ucapan deda sangat ringan, padahal nyawa nya sebentar lagi melayang.


ketiga begal itu kemudian menyalakan lampu hp nya, mereka bertiga kemudian berjalan menghampiri motornya. sebelum mereka sampai di motornya. Ropi sudah melemparkan dua pisau lemparnya dan jleb jleb, orang yang berada di belakang langsung tersungkur dengan kepala dan mulut yang tertancap pisau, sebelum badan yang sudah tak bernyawa itu menyentuh lantai ropi menangkap badannya dan mengambil hp nya, mengarahkan cahaya itu kedepan.


"kenapa kau, ayo jalan". ucap begal yang berada di tengah. dia tak sadar kalau orang itu adalah ropi.


"ayo, aku tergelincir tadi". jawab ropi dengan nada datarnya.

__ADS_1


ropi berjalan agak cepat ke kedua begal itu. tak lupa juga di menebas kepala begal yang sudah jatuh tadi. sehingga tempurung otaknya terbelah dan matanya terkena sabetan dari kiri ke kanan. Sudah jadi mayat pun masih di siksa oleh ropi.


sebelum mereka bertiga sampai ke motor mereka, ropi dari belakang berkata


"saatnya kalian menemui ajal kalian sekarang"


"maksud mu App ehhk ehhkk".


kepala begal itu sudah melayang, mau terjatuh ke lantai. sebelum kepala itu jatuh menyentuh lantai. Ropi membelah kepala itu menjadi dua, dengan potongan simteris kiri kanannya.


deda yang terkejut melihat itu kemudian menarik pistolnya, hendak menarik pelatuk pistolnya. sebelum jari itu menekan pelatuknya, tangan kanan nya sudah terlepas dari bahunya. deda berterika kesakitan sambil memegang bahu kanannya yang berlumuran darah.


Ropi pun memotong tangan kiri deda lagi. deda berteriak kesakitan hampir pingsan. tapi ropi memotong telinga kanannya agar deda tetap tersadar. Ropi menyeret deda, dan menaruhnya di kursi, tempat deda melakukan perbuatan bejatnya terhadap gadis yang dia perkosa kemarin.


Ropi kemudian mengikat deda tanpa memperdulikan teriakan nya


"Alam pun seakan mendukung untuk membunuh mu sekarang, dimana gadis itu dimana kau kuburkan dia. cepat katakan"


"dia dia, di tempat sampah di belakang gudang ini". ucap deda kepada ropi


"Biadap jahaman". teriak ropi kepada deda yang kemudian di iringi bunyi guntur.


Ropi mengayunkan pedangnya, dan kaki sebelah kanan itu terlepas dari badannya deda. deda berteriak sangat kencang merasakan sakit dan hampir pingsan. tapi ropi kembali menebas telinganya dan dia kembali sadar kembali. tubuhnya bergetar merasakan sakit. tapi ropi tidak memperdulikannya.


"ini adalah rasa sakit dari keluarga dan korban yang sudah kau rugikan, nikmati lah sakit mu ini".


"ampun, ampun, ampun". teriak deda kepada ropi memohon belas kasihan. tapi tetap saja ropi tidak memperdulikannya.


Ropi kembali menebas kaki kiri deda. kini kaki itu pun jatuh terlepas dari badannya deda. kembali ropi menanyakan pertanyaan kepada deda.


"dimana handphone anak itu". teriak ropi kepada deda


"disana, diatas motor". ucap deda merintih.


Kini ropi sudah menusukkan pedangnya, dan deda terlihat berteriak sekuat yang dia bisa, seakan meminta ampun dari ropi. tapi ropi masih tidak memperdulikannya. kini dia membelah perut deda dari kanan ke kiri dan kemudian dia membelah lagi dari bawah ke atas. terlihat deda yang sudah mulai kehilangan kesadaran nya, karena darahnya sudah banyak yang keluar.

__ADS_1


Ropi mengayunkan pedangnya dari atas, dan pedang itu membelah kepala deda dari atas ke bawah dengan simetris yang pas dari kiri kanan. kemudian Ropi memotong leher deda dan kepala nya terjatuh kelantai. Ropi menendang kepala deda yang jatuh sekuat tenaga nya dan kepala deda membentur tembok dengan keras. sehingga darah dari kepala itu terciprat ke tembok.


Ropi menghela nafasnya sambil meluruskan tangannya dan mengelap bekas darah di pedangnya dengan sapu tangan di kantongnya. deda mati menggenaskan, dan tubuh dua begal tadi di potong potong oleh ropi seperti tubuhnya deda. dan menedang anggota badan mereka kesana kesini tak beraturan.


__ADS_2