Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Reyni 2


__ADS_3

Saat Ropi memotong obrolannya dengan Reyni. Mata Reyni terlihat berkaca kaca, seakan dia tahu apa yang akan di bicarakan oleh Ropi.


"Dreet drett". Ponsel Ropi tiba tiba berdering, Saat akan membuka ponselnya ropi terbayang akan ada tugas khusus yang akan dijalankan. Dan ternyata Ponsel Khusus ropi berdering karena kehabisan daya.


"lahlah lahhhh, wedus wedusss. bikin kaget bae". Ropi terlihat kesal karena moment nya diganggu ponsel Khususnya.


"Rey, Sebenernya aku.."


"Iya aku mau jadi pacar mu pi, Asalkan kamu setia dan tidak aneh aneh".


Ropi terkejut saat Reyni melontarkan ucapan sebelum ropi menyelesaikan perkataannya.


Sontak saja Ropi ingin memeluk Reyni, tapi apa daya ropi dia hanya lelaki polos yang tidak berani memeluk Reyni kekasihnya sekarang. Reyni mengetahui kalau Ropi tidak berani memeluk dirinya sontak saja langsung memeluk Ropi. Tubuh Ropi bergetar dan suara detak jantungnya terdengar jelas di telinga Reyni yang menempel di dada Ropi.


Degub angin dan desiran ombak serta cahaya ke emasan dari matahari yang akan terbenam menambah suasana Romantis. Reyni yang merebahkan kepalanya di bahu Ropi yang keras terasa agak sedikit terganggu. Tapi tetap saja momen Romantis itu tidak mungkin akan di lewatkan Reyni meskipun nanti lehernya mungkin akan terasa pegal.


"Pi, kepikiran enggak sih kok kita berdua bisa disini. Apa mungkin ini jalan Tuhan untuk kita berdua Pi. Piiii kamu denger nggk ?! Piii".


Reyni menoleh wajah Ropi yang terlihat sangat senang, gemetar dan grogi.


"Iya aku seneng banget bisa ketemu disini Rey. Enggak nyangka aku bisa ketemu kamu disini Rey. Waktu aku jenuh di Rumah Makan ku, Aku kepikiran kesini. Ehh enggak taunya ada kamu juga disini Rey". Ropi membuat senyum manis tapi terlihat crenge karena senyum nya yang bercampur grogi dan gemetar hingga bibirnya tidak sinkron.

__ADS_1


Waktu tak terasa sampai malam. Ropi kemudian berinisiatif mengantarkan Eni ke tempat penginapan nya, sepanjang jalan yang diterangi oleh lampu mereka bercerita tentang kehidupan masing masing. Mulai dari Reyni yang sekarang bekerja di salah satu Hotel dan menjadi Tour Guide karena kemampuan berbahasa Inggris nya yang lumayan. Ropi juga bercerita tentang usaha Rumah makannya yang kadang ada penurunan penjualan.


"Pi, sampai sini aja ya. Enggak enak sama penjaga mess nya pi, Mess ini Khusus pegawai wanita Hotel disini Pi. Jadi laki laki enggak boleh masuk, besok aku kerja Pi. Paling lusa kalau mau ngajak aku jalan lagi Pi, pasti pingin ngajak jalan lagi kan kamu Pi."


"Ehh tau aja Rey, ya udah lusa aja ya Rey".


Ropi kemudian berjalan pulang ke penginapan nya yang tak jauh dari mess tempat tinggal Reyni, Saat sedang asyik melamun tentang keajaiban bertemu Reyni hari ini, Ponsel Khusus yang selalu ada di kantong nya tiba tiba berbunyi.


Nama : Bandito


Umur : 42 th


Hobi : Bermain Golf, traveling


Bandito, Seorang penjabat pemerintahan yang terkenal baik di mata masyarakat Luas, ramah, tempramen. Di balik pencitraan nya yang hebat, dia adalah seorang penjabat korup bahkan tega menjebak pejabat lain demi melancarkan aksi Korup nya memakan uang Rakyat, hasil korupsi dan permainan liciknya memakan bantuan untuk masyarakat yang kurang mampu membuat kehebohan di beberapa daerah, dan warga di daerah-daerah alo kelaparan


, selain bantuan untuk warga kurang mampu, bantuan bencana alam untuk masyarakat dan warga di daerah yang terkena bencana juga di korupsi.


"Bia*ap, Tunggu kau nanti ku pisahkan semua badan mu". Ropi sangat kesal membaca informasi dari Handphone nya itu.


"Rupanya kau di penginapan dekat sini, sebaiknya ku intai dulu dia agar tidak membuat kehebohan di pantai ini"

__ADS_1


Ropi membaca informasi di dalam Handphone nya itu sambil berjalan menuju penginapannya. Pucuk di cinta ular pun tiba, mungkin itu ungkapan yang tepat begitu ropi mengetahui posisi manusia jahanam itu ada di dekat penginapan Ropi, yang secara kebetulan juga di sana sedang mengadakan pesta Pantai, seakan akan ropi tanpa sengaja memilih berlibur di pantai ini dan mangsa nya juga berada di dekatnya


"Seger juga badan kalau udah mandi begini, untung bawa baju formal sama perlengakapan berburu buat jaga jaga"


Ropi mengancingkan baju kemejanya dan menyisir Rambutnya yang kini terlihat klimis dan mengkilap, Ropi lumayan terlihat gagah karena di dukung oleh badan tegak dan Rambut klimisnya serta kemeja hitam dan celana hitam abunya, bukan tanpa alasan ropi memakai pakaian serba hitam, pakaian itu ia gunakan untuk mempermudah menyelinap dan kabur di malam hari dengan bantuan bayangan pohon atau bangunan di rute pelarian dan kedatangannya. Untuk malam ini ropi tidak membawa pistol atau pisau peraknya, kali ini dia hanya memakai Rompi yang di lapisi kaos dan kemeja nya


"Maaf Bapak, kartu undangannya boleh di tunjukan", Ropi di hentikan oleh penjaga berbadan lebih besar dari Ropi dengan bahasa yang sopan.


"Saya tidak punya kartu undangan pak"


"maaf bapak, yang boleh masuk ke bar ini hanya tamu undangan yang memiliki kartu khusus, bar ini sudah di booking pak dito untuk beberapa malam ini".


"Saya enggak punya pak"


"Maaf ya bapak, Bapak belum boleh masuk"


Tidak kehabisan akal Ropi pergi ke penginapan di samping bar. dan memesan kamar yang bersebelahan dengan atap bar itu, Ropi berencana masuk ke bar itu melalui atap.


Kayaknya bisa ini, Ropi mengambil tali pekerja pembersih kaca yang tergeletak di cabin pekerja itu, dengan merangkai besi dan tali, akhirnya ropi berhasil membuat tali dan besi itu seperti kail.


Percobaan pertama pelemparan tali itu gagal, hingga percobaan ke limanya berhasil, tali itu menyangkut di atap bar itu. Setelah mengikat tali di besi jendela kamarnya, Ropi langsung meluncur menggunakan sabuk di pinggang nya yang dia pakai sebagai alat seluncurnya

__ADS_1


"Dugghh", Ropi sedikit melompat setelah melepaskan genggamannya di sabuk, Ropi melihat kiri kanan. Matanya mengarah kebawah melihat celah yang bisa di bongkar.


"kruuckkk", bunyi kloset yang di siram otomatis dengan sensor. mendengar suara itu Ropi berjalan pelan dan hati hati memastikan kaki nya tidak menginjak bagian plafon atas yang mudah jebol. Ropi berjalan di dalam atap melalui rangka kayu plafon di yang di topang oleh kayu ataupun Baja ringan.


__ADS_2