Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Pulang


__ADS_3

Setelah selesai mengeksekusi yoka dengan begitu sadis, Ropi kemudian mencari lemari atau tempat yoka menyimpan uang nya. dia melakukan ini untuk menyeting kejadiannya seolah seperti perampokan sadis.


Ropi mengajak-ngacak lemari dan berbagai brangkas nya mencari keberadaan uang simpanan Yoka yang tentu saja hanya sedikit nominal nya bagi yoka dan tentu saja sebagian besar uangnya di sembunyikan di suatu tempat.


Setelah menemukan uang dengan jumlah tumpukan mencapai 15 tumpukan, ropi mengantongi semua uang itu dengan tasnya. pistol dan belati nya pun dimasukkan ke tasnya. dia pun berjalan keluar dan berhenti di depan pintu mengintip, melihat kanan kiri dan arah depan. memastikan tidak ada yang melihatnya. setelah merasa aman ropi pun keluar dari pekarangan rumah itu.


Berjalan mengendap ngendap dan berlari kecil di balik bayangan bangunan. Jam menunjukan Pukul 03.17, perkiraan waktu sampai sekitar satu jam. berartib 04.17 sudah sampai di penginapan paling telat jam 05.00.


Di perjalanan nya menuju arah pulang ropi bergerak tanpa suara, dan saat berlari pun langkah nya terdengar sangat halus dan tanpa suara. hanya terdengar suara gemericik pepohonan yang diterpa angin.


Angin malam menerpa wajah Ropi, dan dingin nya malam kadang menusuk kulit ropi. Bagaimana pun juga ropi masih seorang manusia biasa yang masih memiliki batas ketahanan tubuh manusia.


"Pilek nih kayaknya, lumayan juga perjalanan sejam ini, mana dingin lagi. keknya bakalan hujan juga nih, nanti kalo sampai penginapan mau buat teh hangat, sambil ngerokok enak juga kayaknya".


Ropi berjalan menyusur bangunan dari bayang bayang. menghindari cahaya bulan. uang yang dia bawa tadi dari hasil mengeksekusi yoka, rencana nya akan dia sumbangan ke panti asuhan, untuk di gunakan dengan tujuan lebih baik dan mulia.


Satu jam lebih telah berlalu, ropi akhir nya sampai, berjalan masuk melewati pintu belakang dan menuju kedepan pintu dan memasukkan tangannya kedalam tasnya mencari kunci yang di taruh didalam tasya.


noda bercak darah tampak di bajunya. bukan merah nya malah berwarna hitam, karna tersamar dengan warna baju ropi.


Keran shower air di putranya dikamar mandi, dan dia kemudian membersihkan badannya. setelah selesai mandi dengan baju tidurnya dia kemudian merebahkan badannya dikasur empuk memejamkan matanya. tak lama kemudian dia terlelap dalam mimpinya.


seperti biasa ada wajah wanita cantik dan manis itu. Reyni, sosok wanita yang telah lama mengendap dalam hati ropi. dalam mimpi itu ada adegan dan kenangan bahagia mereka. kenangan yang akan selalu di kenang ropi.


Sinar matahari tanpa sengaja menyentuh wajah ropi, dia kemudian membuka sebelah matanya di ikuti matanya yang lain. saat akan melihat jam, ternyata waktu sudah menunjukan pukul 11.00. Ropi lupa sarapan. bahkan jam sudah menunjukan waktu makan siang.

__ADS_1


bergegas dia pergi ke kamar mandi dalam kamar penginapannya, membersihkan badannya, dan membungkus baju malamnya dengan tas plastik, yang kemudian nanti akan dia buang dijalan atau di bakar. untuk menghilangkan jejaknya.


sekitar dua puluh menitan dia menyiapkan dirinya untuk keluar mencari makan siang. dan saat melangkahkan kakinya keluar,


Banyak warga sekitar penginapan nya yang bergosip tentang kematian yoka dan anak buahnya.


"Katanya polisi itu kayak perampokan kejam gitu lo".


"ah mana mungkin, orang dia banyak pengawalnya"


"hebat ya, perampok itu pasti lebih dari 10 orang, tapi nggk ada katanya mayat perampok disana, nggk ada jejak perampoknya sama sekali"


"ehh denger denger, uangnya dalam lemari ilang lo, pasti banyak itu uangnya"


beberapa gadis terlihat turun dari taksi dan berlari menuju keluarga nya yang berada di toko toko souvenir dan beberapa toko dalam pandangan mata ropi, mereka adalah anak dari para orang tua yang berhutang kepada yoka. terlihat wajah bahagia para orang tua dan para anak remaja wanita itu. terlihat juga senyum manis di wajah ropi karna berhasil mempertemukan para orang tua dan anak mereka yang sudah terpisah cukup lama.


seakan larut dalam rasa haru, ropi melihat kejadian itu. dia sampai lupa mengkonfirmasi dalam ponsel khususnya bahwa targetnya telah di eksekusi, lenyap dan menghilang dari dunia itu lengkap dengan para pengawal sampah itu.


Setelah selesai mengkonfirmasi bahwa targetnya telah berhasil di habisi. terlihat satu pesan masuk, yang menandakan bahwa upah kerja Ropi tadi malam, telah masuk kerekeningnya. jumlah nya terbilang banyak. dan dari sinilah, ropi mengumpulkan uangnya untuk membangun usaha rumah makannya.


Didalam cafe dekat penginapan, nampak ropi telah selesai menyantap makan siangnya. Piring makannya terlihat bersih, dua gelas air putih nampak kosong di depan ropi.


"Mbak, tak taruh di sini ya uangnya mbak".


ucap ropi meninggalkan uangnya dan tips untuk pelayan.

__ADS_1


Ropi lalu bergegas menuju penginapan nya, berjalan santai menuju kamarnya, dalam perjalannya terlihat ropi sangat santai berjalan, terdengar juga beberapa orang dalam basemant penginapan itu yang membicarakan tentang tragedi di rumah yona. Ropi nampak acuh dan bergegas menuju ke kamarnya.


beberapa saat setelah mengemas barang barangnya, ropi menuju ke resepsionis. membayar jumlah tangihan uangnya menginap. selesai melakukan pembayaran, Ropi berjalan keluar ke parkiran motornya, terlihat motornya yang agak berdebu, Ropi membersihkan tempat duduk motor itu, dan mengelap nya dengan telapak tangannya, kemudian menaiki nya.


motor nya distater dan di panaskan sebentar sambil menyedot r*kok nya. setelah sebatang di sedotnya. Ropi mengegas motornya kemudian di arahkannya menuju keluar wilayah penginapan itu.


tak lupa dia mampir ke pantai sebentar menikmati tempat wisata yang sudah dia bersihkan dari sampah itu.


Rasa puas nampak di wajah ropi. sejenak dia melamunkan wajah reyni di pikirnnya nya, tak senyum manis dalam wajahya dan tawa kecil dalam bibirnya reyni. Puas melihat pantai dengan pemandangan nya yang indah dan orang orang yang terlihat ceria dengan keluarga, ropi memacu motornya dengan kecepatan sedang berjalan arah pulang menuju rumahnya. Waktu eksekusi kali ini hanya membutuhkan waktu dua hari.


Dalam perjalanan ropi nampak sangat menikmati perjalannya, dia memang hobi bermotor dari pada naik mobil, merasakan angin menerpa wajahnya, dan melihat pemandangan dari motornya, merupakan suatu kepuasaan bagi Ropi.


Langit sore terlihat berganti ke langit malam. Ropi masih membutuhkan waktu sejam lagi untuk sampai rumahnya. dia mengistirahatkan badannya sebentar di warung makan pinggir jalan. warung ini nampak sepi dan sederhana. wajar sana sepi karna hari sudah berganti malam. kendaraan pun jarang terlihat disini saat malam hari.


"Pak teh hangat satu pak, sama roti roti itu lima pak". pinta Ropi pada penjual di warung itu.


"Baik pak, ini roti kering nya sekalian mau pak ?". penjual itu menawarkan roti keringnya ke Ropi.


tanpa menolak pun ropi mengiyakan tawaran bapak itu. beberapa saat, Teh hangat, roti dan roti kering sudah di taruh di depan meja tempat ropi duduk. ropi menyantap itu sembari mengobrol ringan dengan bapak penjual warung itu. nampak keakraban terlihat dari obrolan dua orang itu, ropi mengeluarkan kesopanan nya dalam bertutur kata dan bapak itu juga menjawab dengan sopan juga. sehingga obrolan mereka terlihat akrab dan nyambung meskipun arah obrolan nya tidak menentu.


selesai mengobrol dan menyantap hidangan yang di pesan ropi, ia lalu membayar dengan melebihkan sedikit. tanpa pamit ia pergi langsung mengegas motornya, jika ia pamit. Ropi yakin bahwa bapak itu akan menolak. ia hanya berguman dalam hatinya


"maaf ya pak, udah nggk sopan. main pergi aja saya".


Ropi kemudian kembali mengegas motornya dan saat menoleh kebelakang, terlihat bapak itu melambaikan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2