Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Panti Asuhan


__ADS_3

Tak terasa Waktu berjalan cepat ketika Ropi memanjatkan doa yang panjang untuk mendiang kedua orang tuanya. Setelah selesai memanjatkan doa Ropi beranjak pergi meninggalkan makam kedua orangtuanya yang bersebelahan, dalam langkah menuju mobilnya, sesekali ia melihat kebelakang, pandangan sayu terlihat dimata ropi di iringi angin pelan yang menerpa rambut dan pipi ropi, seakan kedua orangtuanya membelai pipinya mengucapkan selamat jalan dan hati hati dalam perjalanan pulang.


Ropi memacu mobilnya dengan santai menuju panti asuhan anak yatim piatu. Untuk menyumbangkan sebagian hasil dari pekerjaan malamnya untuk anak anak yang tidak mempunyai orang tua dan siapa siapa disana. Ropi selalu rutin menyisihkan sebagian bayaran yang didapatkan karena ia sadar betul uang yang dia dapatkan ada hak orang lain dalam uang itu. Dengan cara menyumbang rutin adalah jalan terbaik dan benar menurut Ropi.


Sekitar setengah jam dalam perjalanan nya, Ropi akhirnya sampai di dalam panti asuhan anak yatim piatu. Terlihat gapapa di pinggir jalan dengan tulisan "Selamat datang di panti asuhan kasih bersama". Gapura indah itu adalah hasil dari sumbangan Ropi.


Saat memasuki area panti asuhan itu, terlihat anak anak langsung berkerumun menyambut Ropi dengan senyuman bahagia mereka.


"om bawa apa kali ini om"


"om ropi aku dapat juara di kelas om, makasih ya om udah beliin buku pelajaran kemaren om"


"om aku menang lomba renang kemarin om".


Terlihat suasana bahagia saat ropi datang ke sana. Anak anak itu nampak sangat bahagia dan menunggu kedatangan Ropi. Ropi terlihat sangat sayang kepada mereka semua, hal ini karena Ropi merasakan betul bagaimana tumbuh besar tanpa kedua orang tua. Hal yang tak di inginkan ropi untuk di rasakan oleh orang lain. Ropi melihat ada satu anak perempuan kecil yang sedang terlihat bersedih.


"Adek manis, kok sedih. temen temen adek bahagia semua. kok adik sedih". ucap ropi kepada anak kecil yang terlihat menggemaskan itu.


"om boneka adek putus tangannya om, kemarin waktu kejar kejaran, tangan nya nyangkut di ranting kayu disana om". ucap anak itu sambil menunjuk pohon yang cabang nya menjulur sampai kebawah.


"Sini dek. om gendong ya. mau ya dek, nanti om beliin boneka kayak gini ya. adek jangan sedih lagi ya. ntar cantiknya berkurang lo". Ropi lalu menggendong anak perempuan itu dan mengayunkan nya pelan pelan seolah anak itu hendak terbang. Setelah beberapa gerakan sederhana itu. Anak perempuan tadi terlihat tersenyum dan tertawa.


"janji ya om, adek suka sekali sama boneka ini om". tunjuk anak itu ke arah boneka yang beruang berwarna Pink yang dia taruh saat ropi menggendong nya. Dan saat Ropi menurunkan anak anak itu, Ropi di peluk dan di cium pipi kanan oleh anak perempuan itu sembari berkata terima kasih dengan wajah bahagianya.


"Om mau ke ruang Pak eidel ya adek adek cantik dan ganteng, lanjut mainnya ya dek. Tapi jangan lupa belajar yang rajin ya, biar bisa jadi orang pintar dan sukses ya". ucap ropi dengan lambaian tangannya, tanda dia akan pergi menuju ruangan pak eidel.

__ADS_1


"iya om, makasih banyak ya om. semoga om sehat selalu ya". ucap serempak anak anak itu yang di taksir jumlah sampai tiga puluh anak kecil mulai dari balita hingga SMP.


"selamat sore, pak pak eidel". ucapan ropi sambil mengetok pintu ruangan pak eidel.


"masuk mas Ropi". ucap pak eidel yang berasa di dalam ruangannya.


saat Ropi masuk kedalam ruangan pak eidel terlihat orang tua dengan rambut berwarna hitam dengan campuran uban di kepalanya. orang tua itu adalah pak eidel. seorang kepala panti asuhan yang bertanggung jawab dan menyayangi serta menyukai anak kecil.


"Mas ropi udah selesai ziarah ke makam orang tua nya mas"


"sudah pak, ini baru pulang dari makam mamak bapak, gimana kabar bapak dan anak anak disini sekarang pak"


"Kalau saya dalam kabar baik mas, kalau anak anak bisa di lihat sendiri bagaimana mereka mas"


"mereka kelihatan bahagia ya pak. lebih bahagia dari biasanya pak, kenapa ya pak ?"


"benar pak, wah hebat sekali mereka sekarang ya. Enggak kayak saya dulu. nggk pernah rangking, hahaha". Ucapan ropi kali ini di iringin canda gurau untuk lebih mencairkan suasana disana


"ini kan berkat mas, baru mas donatur tetap kami yang selalu perduli dengan anak anak. Sampai rela ngeluarin biaya banyak untuk biayain les mereka, Makasih ya mas". ucap pak eidel sambil menghanturkan rasa terima kasih nya.


"loh mas ropi, belum dibuatin minum ya". datang ibu kenna. Istri dari bapak eidel.


mereka adalah sepasang suami istri yang mempunyai jiwa sosial yang luar biasa terhadap anak anak yang tidak mempunyai orang tua sama sekali. Pasangan suami istri ini memiliki seorang anak perempuan yang beranjak remaja yang bernama delina. Sifat baik kedua orang tua delina persis seperti kedua orang tuanya.


"Aduhh nggk usah repot repot buk. tapi kalau ibuk memaksa iya enggak apa apa. namanya juga di paksa emak emak ya kan buk". ucap ropi sambil tersenyum dan tertawa kecil.

__ADS_1


"meskipun udah tua gini mas. jiwanya masih muda lo, gini gini kuat ngankat galon air dua mas, nggk kayak bapak". ucap ibu caena sambil menyindir lucu suami nya.


"Buk. ehhh kayaknya teh hangat enak buk ya". Ropi berkata sambil mengkode memegang lehernya seolah sangat haus.


"ya ampun lupa mas. bentar ya mas, ngobrol dulu sama bapak ya mas". buk caena lalu pergi menuju dapur untuk membuatkan teh hangat.


Saat mengalihkan pandangan nya ke tivi. Ropi mendengar berita kalau terjadi korupsi dana bantuan untuk keluarga yang tidak mampu oleh salah satu penjabat yang menghianati kepercayaan rakyat yang memilihnya.


"Udah biasa mas kayak begituan. kita orang kecil enggak bisa apa apa mas".


"bisa kek itu orangnya ya pak. udah berapa hak orang di makan sama mereka kalau kayak gitu pak"


"iya mas. namanya juga serakah mereka mas"


"Mas Ropiii ini teh nya udah datang, ada juga kue kering buatan anak anak panti mas, ayo mas silahkan di nikmati mas". ucap ibu eidel kepada Ropi sembari mengantarkan Teh dan kue kering dengan tangannya ke hadapan Ropi. kue kue kering itu berbentuk lucu. ada yang berbentuk ayam, bebek, dan panda.


"Enak bu. Manis kayak anak anak panti bu, pintar mereka buat nya bu". Ropi berbicara sambil mengunyah makanan itu.


Mereka bertiga mengobrol kiri kanan atas bawah. Mereka mengobrol banyak hal mulai tentang perkembangan anak anak di panti yang sudah bisa di bilang bagus, Kesehatan anak anak panti yang jarang sakit dan berbagai macam tentang hal yang berkaitan dengan panti asuhan kasih bersama.


Tidak terasa waktu sudah hampir menunjukan malam. Mentari pun sudah mulai tenggelam dan akan di gantikan dengan Rembulan. Ropi mengarahkan tangan nya untuk mengambil tas nya dam membuka nya lalu mengambil bungkus plastik hitam didalam tas itu yng sudah bisa di pastikan bahwa dalam kantong plastik itu adalah uang bergepok gepok. Ropi sangat percaya kedua suami istri ini, ini di karenakan Ropi bisa membaca niat seseorang Dari matanya dan mikro ekspresi wajah mereka. Dan saat Ropi melihat mereka berdua, Ropi sudah memastikan bahwa kedua orang ini memiliki niat tulus serta ikhlas untuk mengurus anak anak panti asuhan ini. Maka dari itu tidak ada keraguan dari wajah Ropi untuk menjadi donatur tetap untuk panti ini. Ropi pun tidak pernah menginginkan balasan apapun terhadap apa yang dia berikan untuk panti asuhan ini.


"Pak ini ada sedikit Rejeki dari saya pak. Seperti biasalah pak (Ropi nampak malas bersikap formal), ini untuk anak anak di panti asuhan ya pak, untuk segala keperluan mereka pak. tadi ada juga anak kecil yang boneka nya rusak. Tolong di belikan ya pak". ucap Ropi sambil menyodorkan uang itu dan meletakkan nya di atas meja.


"makasih ya mas. kalau tidak ada mas Ropi mungkin panti asuhan ini sudah tutup mas, saya bersyukur kami dan anak anak disini bisa di bantu oleh mas Ropi". ucap pak eidel dengan mata yang berkaca kaca setiap Ropi menyerahkan uang nya untuk anak anak di panti asuhan.

__ADS_1


"Makasih banyak ya mas, kami disini sangat bersyukur sekali mas. Semoga mas Ropi sehat selalu dan selalu di mudahkan segala urusan dan usahanya. ucap bu eidel sambil menempelkan tangan di dadanya, pertanda dia bersyukur.


"iya bapak ibu, Sama sama ya. Saya cuma minta doa dari bapak ibuk dan anak anak disini. semoga saya selalu di berikan kesehatan dan selalu di mudahkan usaha dan urusannya.


__ADS_2