Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Tiba Di Rumah


__ADS_3

Desir angin malam menerpa wajah Ropi, helmnya sengaja di buka. demi menikmati dinginnya angin malam. laju motor nya santai dengan Gas stabil. Ranting ranting pohon bergoyang menikmati terpaan angin.


indah memang malam ini. Ropi pun merasa seakan hanyut dalam kenikmatan nya menaiki motornya.


Melewati pedesaan, tempat desa nya Ropi. Hingga tak terasa ia telah sampai di pagar depan rumahnya yang berada agak sedikit jauh dari desanya dan lokasinya yang berada di bawah bukit, dengan pemandangan lapangan hijau yang luas hingga lampu dan rumah rumah desa lain terlihat dari rumah Ropi. Bod dan Bon, telah mengaungkan aungan nya dua kali, berlari mendekati pagar dengan gigi yang mereka munculkan, kedua anjing peliharaan jenis anjing kampung berwarna hitam dan putih itu berhenti mengaum ketika mencium bau dan melihat tuan nya datang dengan motor sport berwarna hitam dan merah..


Kedua anjing itu tampak mendekat manja dengan mengibaskan ekor mereka ketika melihat tuan nya datang. kedua hewan itu seakan berebut kasih sayang dari majikannya.


Ropi membuka pagar dengan kunci yang dia sembunyikan di tanah, ia menggali lubang kecil lalu menaruh kunci pagarnya disana dan menimbun nya kembali.


kedua anjing peliharaan ropi itu mendekati tuannya, dengan mengibaskan ekor dan meliuk liuk manja di kakinya ropi.


Ropi berjongkok dan mengeluh kepala kedua anjing itu. dan kedua hewan itu nampak sangat senang hingga menjulurkan lidah nya. Ropi sangat menyukai anjing, mereka pintar dan mudah dilatih. selain itu mereka juga sahabat terbaik manusia. selain itu mereka juga imut, meskipun sudah termasuk anjing dewasa berjenis jantan.


Selesai bermain dan memanjakan anjingnya sebentar di bawah lampu di gerbang pagar rumah ropi, Ropi memakir motornya di garasi dekat mobil nya yang berwarna hitam dengan bak terbuka. sangat terlihat maskulin sekali jika Ropi memakai mobil itu.

__ADS_1


Ropi berjalan mendekati pintu rumahnya. Lampu rumah di tengah teras atap ropi langsung hidup karna sensor canggihnya, tanpa perlu gerakan tambahan untuk ropi dengan menekan saklar lampu untuk menghidupkan lampu terasnya.


Ropi memasuki Rumahnya. bau lavender langsung memasuki hidung Ropi. Bau yang menjadi kesukaan ropi. Berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan membersihkan badannya. dan setelah itu ropi kebelakan rumah untuk membakar daun kecil yang jatuh dari pohon berbentuk bonsainya yang terbilang cukup besar. Ropi membakar daun itu dengan korek dari kantong nya dan sedikit bensin untuk mempercepat pembakaran itu, dan tak lupa juga ropi membakar baju nya yang bernoda darah. bau darah tersamar karna banyaknya bunga lavender di pekarangan Ropi.


selesai melakukan pembakaran sampah, Ropi kembali ke kamarnya dan membersihkan Pistol dan belatinya kemudian dia menedang keramik di samping tempat tidurnya dan ruangan rahasianya terbuka lagi. Ropi menaruh lagi belati dan pistolnya disana, dia memandangi sejenak persenjataannya disana. lalu melihat di komputer nya, mengecek rekaman cctv di rumah nya untuk memastikan tidak orang yang tak di undang masuk.


Dalam pandangan yang fokus dalam monitor komputernya, tak tampak orang yang masuk kedalam rumahnya maupun pekarangan rumahnya dan tandanya rumahnya aman setelah dia tinggal.


Ropi kembali menedang keramik khusus di samping tempat tidurnya dan ruangan rahasianya pun kembali tertutup.


Ropi sudah dalam posisi yang pas untuk tidur, ia lalu memejamkan matanya. lalu tertidur lelap di waktu yang hampir tengah malam itu. Ropi nampak tidur sangat lelap, karna lelah di perjalannya dan menjadi Sang Hantu Malam dalam 2 hari ini.


Biasanya Ropi membutuhkan satu malam full untuk memulihkan energi di pagi hari.


Bunyi burung berkicau, cahaya mentari pagi yang hangat. membangunkan ropi dalam tidurnya. matanya masih agak lengket karna masih mengantuk. ia beranjak dari tempat tidurnya dengan sedikit sempoyongan karna masih belum terlalu puas tidur.

__ADS_1


Dalam kamar mandi ropi melepaskan piyama nya dan membersihkan badannya. Lalu memakai piyama lagi kemudian membuat sarapan dengan dua telur rebus dan dua potong roti serta dua gelas air putih. Selesai sarapan, Ropi berganti baju dengan baju santai dan menuju garasinya, menaiki motornya menuju desanya. Untuk bersosialisasi dengan warga desa yang lain untuk menjaga kehidupan sosialnya di masyarakat. Ropi melaju sangat santai dengan motor kesayangannya, terlihat beberapa warga desa yang mau berangkat kerja, dan ada juga yang bersiap ke ladang maupun sawah serta kebun milik warga desa disana. Ropi nampak menegur mereka satu persatu dengan ramah dan sopan. warga desa pun nampak sangat menyukai Ropi. Dimata warga desa disana, Ropi adalah sosok yang murah dan rendah hati. Suka menolong warga desa yang kesusahan secara finansial, bahkan menyumbang separuh biaya untuk pembangunan tempat ibadah disana. Hal ini yang membuat ropi disayang warga desa disana. Disana pun terlihat beberapa gadis desa dengan kecantikan yang tak kalah dengan photo Reyni dan bahkan yang melebihi Reyni yang melirik Ropi. Ia merasakan tatapan beberapa gadis desa itu, namun sekarang hati Ropi masih di huni oleh Reyni dan belum bisa di geser oleh wanita lain.


Tak lupa juga, Ropi mengunjungi makam kedua orangtuanya yang berada di pemakaman desa disana. Makan orang tua Ropi berada agak Pojok disana, dengan bunga Hias yang selalu segar. dan makam yang dikeramik dengan marmer berwarna coklat disana. Ropi kemudian duduk bersila disamping makan ayah dan ibunya, memanjatkan doa untuk mereka. Dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya. mengingat kejadian ketika, dia dan keluarganya mengalami kecelakaan motornya yang membuat kedua orang tua nya meninggal. Tak mau terlarut dalam kesedihan nya karna takut membuat ayah dan ibunya sedih di alam sana. Ropi berdoa lebih khusyuk untuk mereka berdua. agar tenang di alam sana.


Selesai berdoa, matahari nampak nya berbangga diri dengan cara membuat cuaca terasa panas. ropi kemudian bangun dari duduknya karna doa sudah di panjatkan untuk orang tua. dia kemudian menaiki motornya lalu menuju rumahnya.


"mancing enak kayaknya ini, ambil pancing bae kalo gitu". Ropi berniat memancing untuk menghibur dirinya. Dia lalu bergegas ke Gudang kecil di belakang rumahnya untuk mengambil pancing nya. Ropi lalu menaiki motornya lagi dan berangkat danau kecil di dekat desanya. Dan mulai memancing dengan cara Bait Casting/BC. Disana terlihat juga beberapa warga yang hobi memancing melempar umpannya disana.


Ropi mencari tempat yang bagus untuk melakukan BC. beberapa kali lembaran umpan tak ada yang menyambar sama sekali. hingga ke 17 kali lemparannya ada ikan yang menyambar umpan nya. Di lain tempat ada juga yang terlihat sedang menarik ikan besar. Dengan gesit Ropi menggulung senar pancingnya. Nampak ombak kecil yang dibuat ikan itu karna di tarik oleh pancing ropi. Dan ketika di angkat rupanya ikan itu berukuran kecil.


"Rupanya sampah tok tadi nyangkut".


gumam ropi nampak sedikit kesal dan merasa lucu karna mendapat umpan kecil. tak terasa waktu telah berlalu. Matahari sudah terlihat tenggelam, Ropi berniat pulang dan menyerahkan Hasil pancingan nya ke salah satu warga yang masih mau melanjutkan mancingnya.


NB :

__ADS_1


Untuk Reyni, Wanita spesial di hati Ropi. nanti bakalan ada chapter khusus untuk cerita mereka berdua. Kisah pertemuan, Romantis dan Sedih nanti akan di ceritakan di chapter khusus untuk mereka. Dibaca terus ya Novel ini. Makasih semuanya


__ADS_2