Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Persiapan Liburan


__ADS_3

Sekian lama mereka bertiga mengobrol hingga tak terasa matahari mulai terbenam. langit yang berbahaya mulai di gantikan dengan gelapnya malam. Malam ini cukup cerah, dengan banyak bintang di langit, Awan pun tidak nampak kelihatan sama sekali. Seolah semesta mendukung rencana Ropi untuk berangkat liburan di Pantai. Tempat ia bertemu pertama kali dengan wanita yang selalu ada dalam pikirannya dan wanita itu adalah Reyni.


"Bapak Ibuk, ini udah malam, saya pulang


ya pak buk. nanti kalau terlalu malam, takut nya nanti saya kemalaman sampai rumah". ucap Ropi sekalian berpamitan dengan Pak Eidel dan Buk Caena. Tidak Lupa ia mencium tangan mereka berdua.


"Hati hati ya dalam perjalanan nak. Semoga selamat sampai tujuan ya". Mereka berdua lalu mengantarkan Ropi keluar.


"Loh om Ropi mau pulang ya, delina baru aja pulang sekolah siang. kok cepat sekali pulang om. Delina kangen lo sama om Ropi". Tiba tiba delina pulang dari sekolah siangnya dan nyelonong masuk tanpa mengucapkan salam selamat datang.


"Kamu kebanyakan keluyuran sih, bukan nya langsung pulang malah mampir sana sini". Ucap ibuk Caena sambil mengusap kepala anak semata wayangnya.


"Om Ropi mau pulang dulu, besok besok ya kalau mau cerita, kan ini bukan yang terakhir om Ropi kesini". Ropi berpamitan dn langsung menaiki mobilnya


"Hati hati ya om, jangan ngebut ngebut di jalan. kalau ada tikungan ingat belok ya". ucap delina sambil bercanda dengan Ropi


"Iya del, aman itu, Pak Buk. Ropi berangkat pulang dulu ya"


"Hati hati mas, semoga selamat sampai rumah". Ucap Buk caena dan pak eidel sambil melambaikan tangan nya ke arah mobil Ropi yang sudah melaju pelan meninggalkan pantai asuhan

__ADS_1


"Hati hati di jalan om. nanti kesini lagi ya om. Da da da Om Ropi". Ucap anak anak pantai asuhan dari pinggir gapura panti asuhan itu.


"Lucu lucu sekali mereka ya". Ropi senyum senyum sambil meninggalkan panti asuhan itu dengan mobilnya.


Dalam perjalanan nya Ropi berguman untuk kemana tempat yang dia akan tuju untuk liburan dia merasa bingung sendiri memilih tempat liburannya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk berlibur ke Pantai tempat dia pertama kali bertemu dengan Reyni, Wanita yang telah lama berada dalam hatinya.


"Kek nya ke pantai enak juga ini. lumayan buat healing sekalian memancing disana. Tapi pantai disini yang banyak ikannya kan di tempat waktu aku ketemu Reyni. Entar kebuka pula kenangan disana, nggk apa apa deh. yang penting liburan dulu. mumet ini kepala soalnya". Ropi bergumam kepada dirinya sendiri terlihat lucu kalau di perhatikan.


Waktu di jalan terasa agak lama, karena kali ini Ropi memacu mobilnya dengan santai. ia ingin menikmati langit malam yang cerah dan sejuk. Tapi ada bunyi bunyi aneh dalam perut Ropi, Rupanya perutnya terasa lapar. Dan kali ini ia ingin memakan mie rebus hangat dengan telur mata sapi.


Di dekat desa nya ada warung 24 jam yang selalu buka terus. disana menyediakan berbagai makan simple dan sederhana serta jajan tradisional khas desa Ropi.


"Eh mas Ropi. Baru pulang kerja toh mas?. tunggu bentar ya mas". Ucap ibu itu sambil memasak pesanan Ropi.


"Enggak buk. Baru pulang ziarah ke makam mamak ama Bapak buk". Ucap Ropi membalas pertanyaan ibuk warung paruh baya itu.


Sekitar sepuluh menit ropi menunggu sambil menghisap Rok*k nya, pesanan nya pun datang. Tanpa basa basi Ropi mematikan Rokoknya lalu menyantap pesanannya tadi. Ropi memakan mienya dengan santai sambil mengobrol dengan ibuk warung itu. Banyak hal yang mereka obrolkan tapi tanpa arah yang jelas.


"Buk ini uangnya ya buk, saya taruh di samping mangkuk buk". Ropi menaruh bayaran makanannya di samping mangkuk itu. Sudah pasti itu melebihi dari harga wajar mie dan minuman tadi.

__ADS_1


"Loh mas. ini kelebihan toh mas". Ucap ibu itu seakan kaget karena uangnya berlebihan dengan jumlah yang sangat banyak.


"Enggak apa apa buk. Nanti kalau Ropi lupa bawa uang kan bisa ngutang nanti. Biar ngutang nya enggak malu nanti buk. Hahaha." Ropi membalas ucapan ibu itu sambil bercanda dan meninggalkan warung itu. Tak lupa ibuk warung itu mengucapkan terima kasih kepada Ropi.


Setelah beberapa saat dijalan. Ropi sudah sampai di depan gerbang Rumahnya. Dua ekor anjing peliharaan Ropi. Bod dan Bon sudah menghampiri Ropi setelah Ropi memakirkan mobilnya di garasi. kedua anjing itu nampak terlihat jelas rindu dengan majikan yang memungut mereka di jalanan.


Ropi berjalan kerumahnya dan mengambil makanan anjingnya. Kedua anjing itu nampak lahap memakan makanan mereka. Tak lupa juga Ropi mengambilkan air minum hewan peliharaannya itu. Bunyi Shower menandakan air telah mengucur membasahi badan Ropi. Ropi kali ini mandi cukup lama untuk membersihkan badannya. Setelah selesai mandi dia kemudian mempacking baju baju nya, tak lupa juga ia menyelipkan Pistol dan munisi serta belati Runcing untuk berjaga jaga kalau ada pekerjaan terdadak dari telpon khususnya.


Setelah selesai mempacking barang barangnya dia kemudian mengambil ponselnya untuk menelepon mama melda, guna memberitahu untuk mengurus segalanya di rumah makannya selama tiga hari kedepan. Selesai menelepon mama melda, dan mama melda nampak agak kurang setuju karena Ropi berlibur sendiri tanpa mengajak mereka bertiga. Ropi langsung memberitahukan mama kalau bulan depan mereka akan di ajak liburan di pinggir pantai. Dan mama melda terdengar tertawa dan berterima kasih di telepon di ikuti dengan suara Ivan dan anto.


"Oh iya lupa, pancing dong. masak ke pantai nggak mancing. kasihan lah ikannya Enggak ada yang makanin". Ropi lupa mengemas pancing nya.


Setelah semua di pastikan sudah berada dalam kopernya. Kini Ropi merebahkan badannya di kasur yang lebar dan super empuk itu. Sebelum tidur dia membakar wangi wangian agar tidur nya lebih nikmat dan nyenyak dan Ropi lun tertidur dengan baju tidurnya yang berwarna ungu. Hingga Tak terasa Pagi telah datang, Ropi membuka matanya dan dia mendengar suara khas burung burung berkicau di pagi hari. Kali ini langit benar benar nampak cerah, dan Semesta mendukung lagi untuk liburan Ropi kali ini.


Beranjak dari tempat tidurnya ia segera mandi dan berganti dengan pakaian santai. Baju pantai sendal jepit pantai dan celana pendek bermotif ombak. Sebelum berangkat ia sudah menyetok makanan Bod dan Bon selama tiga sampai empat hari kedepan. Ropi memberikan instruksi kepada mereka dengan menggerakkan tangannya. kedua anjing itu langsung menggonggong sekali. Pertanda mereka mengerti apa yang di instruksikan majikannya.


Setelah memberikan arahan Ropi lalu pergi menuju mobil dan pergi dari Rumahnya setelah mengunci pintu gerbang Rumahnya.


Dalam mobilnya menuju pantai tempatnya bertemu Reyni, Ropi memutar lagu Sambil bernyanyi sekali sekali dengan suara standar nya.

__ADS_1


__ADS_2