Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Kenangan Bersama Reyni #2


__ADS_3

"Hah hallo Reyy sesselamat malam Ray". Bunyi suara di Hp Reyni terdengar terbata bata.


"Sesellamat mamalam. maaf ya ini dengan siapa ya". Balasan Reyni seakan akan mengolok ngolok suara Ropi


Ropi yang mendengar suara merasa aneh dan bergumam dalam Hatinya "Loh kok suaranya terbata bata gini ya ?, perasaan sinyal bagus. apa gara gara hp ini kecemplung di air mendidih kemarin ya. pas waktu ngulitin kepala penjahat kemarin. Tapi kayanya engga sih. ini kan Hp Mahal.


"Hallo masih ada orang kah disana". suara reyni kali ini mengagetkan gumaman di kepala Ropi. Semua latihan yang selama ini dia lakukan sehingga menjadi Pribadi yang tegas seakan hancur dan roboh karena Reyni.


"Iya Halo rey.".


"Kok lama tadi diem, kirain pingsan dengar suara aku. hahaha". Reyni mencoba mengajak Ropi bercanda.


"Aku lagi mikirin kata kata biar bisa ngobrol lama sama kamu rey, hehehe".


"Emang mau ngobrolin apaan ?. masa depan kamu sama aku kah ?". Rey tiba tiba bengong mendengar ucapan Reyni


"Aku belum siap jadi Suami Rey". Ucapan Spontan keluar dari mulut Ropi.


"Loo hahahah. kok tiba tiba ngomong gitu". Reyni agak kaget dan tertawa mendengar perkataan spontan Ropi


Ya ampun ini bibir apa mulut sih yang main nyerocos. Ropi nampak bingung dan kaku badannya dingin karena mengatakan sesuatu yang tidak dia pikirkan terlebih dahulu.


"Kan kamu katanya ngomongin masa depan Rey, Spontan aja aku jawab"


"Pasti Ngarep ya. pasti yaa".


"Ya ya ya gimana ya. kalau dipaksa enggak nolak sih"


"Iddih. btw kmu lagu apa Pi ?"


"Lagi melakukan kebiasaan malam rey, Lihat langit sambil Ngopi. biar tenang pikirannya"


"Duh enak banget ya. ini tugas kuliah numpuk, banyak kerjaan. Pusing jadinya Pi"

__ADS_1


"Banyak ya tugas nya Rey?"


"Lumayan Pi".


Baru kali ini Ropi tidak bisa mengendalikan arah pembicaraannya, Biasanya dia sangat ahli menggali informasi dari lawan bicara nya. Tapi kali ini berbalik seolah Ropi yang tersedot informasinya. Tapi ia masih merahasiakan identitas nya sebagai Sang Hantu Malam.


Banyak hal yang mereka bicarakan. Tapi arah pembicaraannya tidak tau mengarah kemana, dan baru kali ini juga Ropi berbicara lancar seperti rantai yang di kasih oli. Lancar.


mereka berdua saling mengobrol dengan gayanya masing masing. Ropi dengan Gaya duduknya yang kaku dengan posisi badan yang tegak. Sementara Reyni dengan posisi duduk santai mengerjakan Tugas kuliah dan laporan tentang pariwisata daerah pantai dan potensi pengembangan pendapatan penduduk di sektor wisata mandiri.


Ropi yang mendengar Rey membuat laporan nampak bingung dan kalau merasakan bahwa kehidupan di dunia kuliah seperti nya memusingkan. Tapi demi menghargai Rey Ropi berusaha mengikuti arah pembiacaran Rey. Satu kata yang Ropi dapatkan dari Rey sehingga menjadi motivasi nya "Jangan pernah menyerah dengan keadaan".


Ropi yang mendengar omongan reyni tersebut nampak terpukul karena mendengar itu. baru kali ini ada wanita yang berbicara sedewasa itu dengan Ropi.


Setelah Reyni selesai dengan tugas kuliahnya. Ropi mencoba VIdeocall, dengan Reyni. Ropi berharap Reyni mau mengangkat panggilan video nya.


Thut Thut Thut..


"Ha hahhalo Rey. Selamat malam juga Rey". Ropi nampak grogi dan malu malu menjawab salam dari Reyni


"Pi, mau ngobrolin apaan nih. Jangan kaku gitu dong. Senyum dikit Pi".


"haah Senyum ?"


"Iya coba senyum pi, lucu kayaknya kamu senyum pi". Reyni mencoba menggoda ropi agar tersenyum dengan bercandaan nya


"ahh nggk mau ah". Ropi memasang wajah datarnya. tapi dada nya berdegub kencang


"Ahh. Sok mahal kmu Pi".


"Harga diri ku mahal Rey. Sama harga kebutuhan pokok mahal sekarang Rey". Ropi mencoba mengajak bercanda Reyni


Obrolan mereka malam ini terlihat menyambung. Meskipun mereka baru berkenalan terlihat ada kecocokan di antara mereka berdua. Ropi dengan sikap polosnya dan Reyni dengan sikap ceria. Sesekali mereka tertawa terbahak bahak karena saling mencandai satu sama lain. Ada juga momen Ropi melihat dalam wajah Reyni saat Reyni bercerita tentang dirinya sewaktu kecil yang di urus oleh kakek dan neneknya. meskipun Reyni ikut dengan ayahnya setelah kedua orangtua nya bercerai tapi yang paling berperan banyak dalam keseharian Reyni adalah kakek dan neneknya.

__ADS_1


Sebenarnya cerita Reyni sedih, tapi Reyni bercerita dengan ceria dan menganggap itu semua adalah jalan takdir yang tidak dapat dihindari, dan mau tidak mau harus di terima dengan legowo. Dan saat giliran Ropi yang bercerita tentang dirinya yang Yatim Piatu karena kecelakaan mobil yang merenggut kedua orang tua nya, malah Reyni yang meneteskan air matanya. Selain sebagai sosok yang ceria Reyni juga mempunyai hati yang lembut dan dapat dengan mudah meneteskan air mata dalam momen sedih.


Dan saat ropi bercerita dia membangun usaha Rumah makan nya dari nol. Saat jatuh bangun dia merintis usahanya sendiri hingga bertemu dengan mama berta, Ivan dan anton. Reyni terlihat kagum dengan Ropi.


"Ini baru the real manusia yang tidak menyerah dengan keadaan". Ucap Reyni kagum terhadap Ropi


"Kamu juga wanita hebat Rey, baru kali ini aku ketemu wanita kayak kamu". Ropi juga kagum terhadap Reyni sehingga mereka berdua saling mengagumi


"Rey, besok sore free nggk. Kita lihat sunset dari bukit dekat pantai gimana Rey. Mau Nggak ?".


"Ehh gimana yaa, gimana gimana ya ?.. mau deh. sebagai balasan terima kasih waktu bayarin tadi, aku ikut kamu. Kapan lagi kamu jalan sama cewek limited edition kayak aku. hahah"


"hehehe iya yang limited. aku tidur duluan ya Rey, See you tommorow. Bye Rey". Ropi kemudian mematikan telponnya dan mengecas Hp nya


Saat tidur entah kenapa Ropi selalu teringat wajah Reyni dan tersenyum sendiri, ketika wajah Reyni terlintas dalam pikirannya.


Waktu terasa berjalan cepat saat pagi hari Ropi sibuk mencari baju yang akan ia kenakan untuk berjalan jalan sore di bukit dengan Reyni.


"Duh gawat nih. Reyni udah nelpon. pakai ini ajalah dari pada pusing pusing. yang penting wangi". Ropi kemudian mandi dan memakai baju kerah hitam dengan celana Jeans biru. Ropi nampak maskulin saat baju yang dia pakai memperlihatkan bentuk tubuh nya yang bagus.


"Pi Pi, Sini Pi". Reyni agak berteriak memanggil Ropi dari tangga menuju puncak bukit. Disana ada beberapa orang yang melihat Reyni agak aneh karena wanita manis seperti dirinya berteriak memanggil Ropi yang terlihat kebingungan


Ropi pun menghampiri Reyni dan mengajak nya membeli beberapa Roti dan minuman yang akan mereka santap di atas bukit.


Setelah sampai di puncak, disana terlihat beberapa pasangan yang saling bergandengan tangan dan ada beberapa wanita yang menyenderkan kepalanya ke pacarnya. Ropi yang melihat momen itu agak jengkel dan merasa kesal kenapa ia harus mendapatkan penglihatan dan pemadangan seperti itu.


"Pi itu sunsetnya Pi". Reyni menunjuk sunset itu


Pandangan mereka kemudian mengarah ke sunset, dengan warna sinar Orange ke emasan sunset itu terlihat sangat menawan, beberapa orang disana terlihat sangat terpana melihat pemandangan itu


Saat angin menerpa wajah Ropi ia tanpa sengaja memalingkan kepalanya dan melihat ke arah wajah Reyni dan mata pupil ropi membesar melihat wajah Reyni yang diterpa angin dengan Rambut sebahunya yang lurus terburai saat di terpa angin, Senyum ceria yang terlihat tegar menghadapi kerasnya kehidupan. Ropi benar benar terpana melihat wajah Reyni dan bukan nya melihat sunset, Ropi malah terpana memandang wajah manis reyni yang terlihat sangat aestetik.


Dan tanpa sadar kedua tangan Reyni merangkul tangan Ropi lalu bersender di bahu kanan Ropi, dan suasana pun mendadak menjadi Romantis. Tapi suara detak jantung Ropi yang begitu keras menyadarkan Reyni dan melepaskan rangkulan tangannya. Secara mendadak suasana menjadi canggung. Mereka menjadi saling pandang dengan cara curi curi. Sungguh pemandangan yang indah dan lucu ketika mereka berdua malu malu.

__ADS_1


__ADS_2