Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Berburu dan bersandiwara


__ADS_3

Malam hari. Sekitar jam 22.00, Ropi sengaja memacu motornya keluar ke arah lokasi pasar malam. Dengan melaju kencang dia sengaja buru buru menuju lokasi tempat Ivan dan anton di begal. Dari cerita anton tadi siang, begal itu mempunyai senjata tajam dan senjata api.


Dalam aksi Ropi kali ini dia sengaja hanya membawa belati kecil dalam sepatu panjangnya. Dan melapisi tubuhnya dengan rompi anti peluru yang tipis yang terbuat dari serat baja murni. Ringan dan kuat karna ada campuran karbon khusus untuk mengurangi berat baja itu sendiri.


Motor Ropi berjalan kencang, sejenak dia melewati jalan tanpa lampu. samar samar disana terdapat tiga orang dengan dua motor. Dan benar saja, Ropi di kejar oleh orang yang mencurigakan itu. Gas motor Ropi sengaja di kencangkan untuk memacu motornya lebih kencang, seolah olah dia ketakutan. Ketika motornya sudah terlalu jauh dengan begal itu, Ropi kembali mengendorkan Gas motornya. Dan dari belakang, benar saja ketiga orang itu menodong kan senjata api dan memepetkan motor ropi keseberang jalan. Ropi sengaja mengikuti tindakan mereka, bertingkat seolah olah tak berdaya.


Ketiga begal itu menedang dada ropi saat mereka menghentikan motor ropi, sontak ropi terduduk karna tidak menyiapkan tubuhnya. Ropi menghela nafas agak panjang untuk menghirup udara. Dada nya terasa sangat sesak ketika di tendang oleh begal begal itu.


"Lemah sekali, percuma motornya besar, kau nya lemah kali kek ini". ucap begal yang berambut panjang seperti rambut wanita namun kusut. ketiga begal itu memakai topeng, namun dari apa yang terjadi. bisa di pastikan bahwa yang berambut gondrong ini lah bos penggeraknya. ciri rambutnya agak mirip dengan ciri ciri pelaku pedofil, pemerkosa dan pembunuh yang ada di tv. berperawakan besar dan jari telunjuk sebelah kiri yang tersisa setengah.


Ropi benar benar bertingkah tak berdaya, seakan dia lelaki lemah yang tidak mempunyai keberanian. setelah ketiga begal itu puas memukul dan menendang ropi. bos begal itu meludahi ropi dengan dahaknya.


"huekks chikss, makan itu saya punya ludah". ucap bos begal itu kepada robi sambil meludahi kepala ropi.


puas mengatai dan menghina ropi yang sudah tersungkur pura pura tak berdaya. begal begal itu kemudian membawa motor ropi melaju kencang ke persimpangan jalan dan belok ke kiri menuju kota.


Ropi yang masih pura pura tersungkur dan tak berdaya, tiba tiba tersenyum seram. Wajah nya seketika berubah bengis dan kejam. "Sial, aku diludahi seperti ini. Badan ku juga lumayan sakit di buat mereka. tunggu saja sebentar lagi riwayat kalian akan tamat". ucap ropi yang tersenyum kejam.

__ADS_1


Ropi berjalan kaki menuju rumahnya, jarak perjalanan nya sekitar empat jam perjalanan jalan kaki. dia sudah mengatur dan memikirkan bagaimana caranya, agar dia nanti menghabisi orang orang itu seperti seolah serangan atau tawaran para preman yang memakan korban jiwa.


Dalam perjalanan nya menuju rumah yang tinggal separuh jalan. Ropi sudah mulai agak merasa pegal di kakinya, "lumayan juga pijitan dari begal begal tadi, tunggu saja akan kubuat tubuh kalian terpisah pisah nanti". sekitar pukul lima pagi, ropi telah sampai ke rumahnya dengan sambutan Bon dan bod. kedua anjing itu tampak khawatir dengan majikannya, melihat baju nya robek dan rambut panjang nya yang acak acakan.


ketika gerbang pintu di buka, kedua anjing itu langsung melingkar, dan memanjakan dirinya di hadapan majikan nya. tepat di bawah kaki ropi. seolah olah menghibur tuannya yang sedang sedih.


"hahaha, tenang saja bod dan Bon. anjing ku yang paling lucu, sahabat terbaik manusia. aku tidak apa apa. tenang ya. huss huss. kembali sana balik ke kandang kalian". seolah mengerti dengan perkataan Ropi. kedua anjing itu pergi berlalu sambil mengibaskan ekornya ke arah kandang. anjing itu terlihat tidak khawatir setelah mendengarkan ucapan ropi tadi, yang menandakan bahwa tuannya tidak mengalami luka serius dan itu hanya main main.


Jam dinding sudah menunjukan setengah enam pagi. Ropi yang telah berada dalam kamarnya menendang keramik yang merupakan kunci rahasianya ke dalam ruangan yang tempat dia "merefresh otaknya", dengan berbagi senjata untuk pembunuh bayaran.


Ropi membuka laptopnya dab melacak dimana motornya akan dibawa. Terlihat di dalam laptop super canggih milik ropi itu, bahwa motornya sedang berada di daerah pasar gelap, tempat penjualan barang barang baik roda dua atau empat yang tidak memiliki surat surat dan tempat jual beli motor atau kobil curian dengan harga yang sangat jauh lebih rendah dari aslinya.


Rupanya, motor ropi berhenti di salah satu pabrik disana, Pabrik itu adalah pabrik semen yang sudah ditinggalkan pemiliknya.


"disini rupanya motor awak ya, seperti aku harus bersenang senang nanti. sudah lama aku tidak berburu di luar target ponsel khusus ku ini. Jam sudah menunjukan pukul enam pagi, ropi menutup laptopnya serta ruang rahasianya. dia kemudian mandi dan membersihkan dirinya.


Dalam perjalanan nya menuju rumah makannya, Ropi menggunakan mobil nya. mobil dengan bak terbuka, dengan bentuknya yang gagah serta double gardannya, seakan akan menjadi magic bagi ropi untuk menambah kegantengan nya.

__ADS_1


"loh mas, tumben pakek mobil. gini dong, masak bos muda pakek motor terus. kasihan nanti keanginan, hehe hehe". ucap mama melda kepada ropi yang turun dari mobil hitamnya.


"iya ma, lagi diservis dulu motornya ma, ma udah siap masakan kita hari ini ma?"


"siap sudah bapak bos muda, makanan sudah siap dan di perjual belikan ke pelanggan dengan tujuan membuat hati mereka senang dengan perut kenyang", ucap mama melda seakan akan menirukan gaya bicara seorang tentara. namun bukan nya tegas malah terlihat lucu.


"van, ton. kek mana. udah ready belom ini"


"ready pak bos, ijin tunggu perintah untk membuka rumah makan pak bos". ucap Ivan meniru gaya mama melda, mama melda seakan malu melihat gaya nya sendiri yang diturunkan oleh Ivan dan anton.


"oke mainkan, jangan kasih kendor pelanggannya, bila perlu meraka bakalan ingat terus sma tempat kita" ucap ropi kepada pegawainya.


Mereka tertawa karna melihat gaya Ivan dan anton yang menirukan tentara namun terlihat malah lucu. tawa ropi terlihat seakan akan dia merindukan orang tuanya. disinilah tempat satu satunya ropi mendapatkan kehangatan, walaupun bukan keluarga kandung nya.


wajah Ivan dan anton terlihat mulai biasa saja , tidak tegangan. walaupun mereka menghilang motor ropi. yang diberikan ropi untuk mereka. Tapi ropi tidak membahas sama sekali itu semua, dia takut membuat Ivan dan anton merasa di kucilkan dan bersalah di hadapan ropi.


jam sudah menunjukan hampir sepuluh menit lagi jam lima sore. seperti biasa di melihat photo nya reyni sambil mengelus pipi ropi yang ada di photo tersebut. ham sudah menunjukan pukul lima sore, ropi bergegas pulang dengan meyakini bahwa pegawainya akan menutup dengan aman tempat makan ropi. Dalam perjalannya, ropi memikirkan bagaimana cara mengeksekusi paling sadis begal begal itu.

__ADS_1


__ADS_2