Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Reyni !!


__ADS_3

Mas mau beli baju atau anting anting nya enggak mas. Ingatan Ropi tentang dia yang bertemu pertama kali dengan reyni seketika buyar saat pedagang baju pantai keliling menawarkan barang dagangannya ke Ropi.


"Pak beli 2 ya yang ukuran XL". Ropi kali ini bersikap agak judes dengan orang tua karena merasa kesal dan menyayangkan bapak penjual ini yang menawarkan barang dagangan sehingga Ropi kembali dari ingatan sekaligus kenangan nya bersama Reyni.


Setelah selesai berurusan dengan penjual tadi, Ropi berjalan ke bukit tempat dia ngedate pertama dengan Reyni. Ropi berjalan pelan sekaligus menikmati suasana keriuhan dan keramaian orang orang yang berlalu lalang. Dalam setiap tangga yang dinaiki oleh Ropi dia selalu teringat Reyni yang berlari keatas mendahuluinya.


"Andai kamu Disini Rey. Pasti jadi lebih bahagia aku. Ehhhhh". Ropi menghela nafas panjang saat sampai di atas bukit. Matanya sibuk mencari tempat dimana dia melihat sunset bersama Reyni.


"Dimana ya. oalah itu rupanya disana. itu tuh ada batu besar kemarin disana. yaaa. itu dah tempatnya". Ropi bergumam dan mengingat kembali tempat pertama nya ngedate dengan Reyni. Ropi berjalan menghampiri tempatnya waktu duduk disana bersama Reyni lalu duduk sambil menatap ke arah matahari yang terbenam. Suasana dan desiran angin sangat persis mirip sewaktu dia bersama Reyni disini.


Tak terasa air mata Ropi menetes dari matanya, lalu berjalan di antara pipinya hingga terjatuh ke tanah. Ropi mengingat waktu indah yang ia lalui bersama Reyni.


"Andai Hp ku dulu tidak jadi detonator rakitan waktu aku pulang dari sini, Hahhh (Ropi sedikit menghela nafas panjang), mana disana itu no Hp nya Reyni, Kalau enggak hancur itu Hp Mungkin sekarang aku dan Reyni sudah jadian mungkin. Hahahaha". Ropi menyayangkan Hp nya dulu yang di jadikan detonator demi menghentikan ancaman bom perampok di suatu bank.

__ADS_1


........Flash back.......


Pada suatu hari saat Ropi sedang mengambil uang tunai di suatu Bank. Tiba tiba segerombolan perampok Bank datang untuk merampok Bank tersebut. Tahu bahwa nyawa orang orang disana dalam bahaya karena perampok perampkok itu membawa senjata laras panjang, Ropi segera menyelinap pelan di antara perampok yang mengancam akan menembak seluruh orang disana jika Brangkas penyimpanan uang tidak di buka oleh petugas Bank. Pada saat itu juga ropi menaruh Hp nya di salah satu tas perampok yang berisi bahan peledak yang akan digunakan untuk membuka secara paksa brangkas Bank itu, dengan cara menabrakkan dirinya ke pembawa TNT.


Pada Saat itu Ropi menyelinap pelan mendekati orang yang membawa peledak itu dengan memanfaatkan kerumunan orang yang sedang duduk dan ada juga yang berdiri. Karena memang mereka di sandera oleh perampok perampok itu. Saat Ropi sudah dekat dengan orang itu, Ropi membuka tas yang berisi bahan peledak itu, jumlah TNT didalam tas bisa di bilang lumayan banyak, kekuatan ledakan TNT itu bisa menghancurkan Brangkas Bank itu. Tapi TNT itu adalah pilihaan terakhir para perampok itu jika mereka berhasil membuka Brangkas Bank melalui petugas disana TNT tadi akan mereka jual untuk tambahan mabuk dan pesta mereka setelah merampok Bank ini, dan sebaliknya jika petugas itu tidak bisa, Maka TNT itu akan di gunakan dan uang pesta nya jadi berkurang jika mereka menggunakan TNT.


Ropi yang sudah berada sangat dekat dengan tas itu lalu dia membuka tas itu dengan cepat dia merangkai ulang rangkaian peledak di dalam tas itu sambil sesekali melihat orang yang membawa peledak yang terlihat ceroboh, tas yang berisi bahan peledak itu dia tinggalkan karena sibuk menggoda wanita yang di sanderanya. Ropi mengorbankan HP nya disana untuk menyelamatkan orang orang yang di sandera oleh perampok.


Saat rangkaian kabel terakhir sudah selesai di rangkai dan di sambungkan dengan HP nya Ropi menutup tas itu dengan suara yang sangat pelan. Lalu kembali lagi kedalam kerumunan orang orang yang sedang di sandera.


Dan ketika semua perampok tertawa girang berada di dalam Brangkas yang sudah di buka oleh petugas. Tiba tiba terdengar suara "Booommmm". Semua perampok di dalam brangkas itu mati dengan menggenaskan. Badan dan kaki mereka terpisah, Darah berceceran membasahi semua uang di dalam brangkas itu ada juga organ organ dalam mereka yang terburai di lantai. mulai dari usus dan berbagi macam organ yang tercecer di lantai. Tumpukan uang disana langsung berwarna merah, ada juga yang berhamburan serta Robek karena ledakan TNT tadi.


..........

__ADS_1


Dalam lamunan nya mengingat kejadian tentang Hp nya, Ropi yang melihat sambil menikmati suasana keramaian di tempat tersebut, tanpa sengaja dia melihat samar samar wajah perempuan yang dia sukai di antara keramaian orang-orang yang sedang lalu lalang.


"Ituu Kayaknya Reyni tadi". Ropi langsung beranjak menghampiri orang yang mirip Reyni disana, dengan tergesa gesa dia mencari Reyni. Matanya menerawang melihat ke kiri kanan dari tempat dia melihat reyni tadi. Saat sibuk melihat ke kiri dan kanan, tatapan nya terhenti di kios Bunga dan tanpa menunggu lama dia menghampiri kios bunga itu.


"Reyniii". Ropi memegang bahu wanita itu


Reyni saat itu terkejut ketika ia membalikkan badannya dan saat dia melihat laki laki yang membuat nya nyaman dalam beberapa hari pertemuan yang indah. Langsung saja tanpa memikirkan hal lain, Reyni melompat kecil dan memeluk Ropi. Air mata nya menetes yang menandakan dia sangat merindukan Ropi yang sudah lama tidak mengabarinya padahal dia sudah memberikan Nomor telephone nya ke Ropi. Tangan Ropi bergerak secara otomatis memeluk Reyni, melepaskan kerinduannya yang sudah sangat lama ia rasakan. Kedua nya berpelukan di depan Kios bunga itu, orang orang yang melihat mereka hanya tersenyum dan memaklumi bagaimana rindu nya sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu, sebagian orang disana juga ada yang bilang mereka sangat Romantis dan saling menyayangi karena cara berpelukan mereka.


"Ropiiii, hiks hiks. Kenapa kamu enggak ada ngabarin aku. Kamu juga di telepon juga enggak bisa. Aku kangen banget ama kamu Pii".


"Aku kangen kamu juga Rey. Hp aku jatuh entah dimana kemaren Rey. Pas di rumah tak cek di kantong celana, Hp nya enggak ada Rey". Ropi berbohong mencari alasan kalau Hp nya hilang di jalan. Padahal Hp Ropi sudah menyelamatkan banyak orang waktu perampokan.


"Mbak, ijin bunga nya jadi mbak. udah lama kayaknya pelukan nya mbak. Mas, beliin dong mbaknya bunga". Bapak kios bunga itu memotong moment Ropi dan Reyni yang melepas Rindu.

__ADS_1


"Beli Pak, itu bunga mawar warna merah, sama bunga yang paling menonjolkan rasa sayang tolong di buatan bucket pak. Harus paling bagus pak". Ropi membelikan Reyni bunga karena merasa tidak enak berpelukan di depan Kios Bapak bunga.


Ropi menyerahkan bucket bunga pesanan nya tadi ke Reyni yang tampak masih lekat memeluk tangan kanan Ropi. Mereka lalu berjalan ke tempat mereka ngedate pertama kali dan duduk disana menceritakan betapa rindu nya mereka satu sama lain. Saat Reyni bercerita, Tiba tiba Ropi memotong pembicaraannya Reyni


__ADS_2