Sang Hantu Malam

Sang Hantu Malam
Di Rumah Makan Ropi


__ADS_3

Pagi hari, sebelum cahaya matahari menyentuh wajah Ropi. Ia sudah bangun dari tempat tidurnya, dengan celana Jeans dan baju hitam polos berkerah, di punggung Ropi nampak beberapa bekas luka memanjang dan bekas luka kecil yang memenuhi punggung nya. Luka dipunggung nya itu ia tutup dengan bajunya. Lantas berjalan menuju garasi kendaraannya sembari menghisap rokoknya.


Guk, guk, guk....


bunyi kedua anjing peliharaan Ropi, Bod dan Bon. mengiringi kepergian ropi menuju gerbang rumahnya. Kedua anjing itu nampak patuh kepada tuan nya ketika Ropi menyuruh mereka masuk kedalam. Dan memberi kode untuk menjaga rumahnya.


setelah menutup gerbang ropi lantas menggeber motornya agak kencang. karna jalanan desa menuju ke jalan utama ke rumah makan ropi masih sepi karna belum ada warga yang beraktivitas.


Tiga puluh menit berlalu, terasa lebih cepat lima belas menit ketika ropi memacu motornya agak kencang. Dari kejauhan sebelum Ropi mencapai rumah makannya. terlihat Ivan dan anton. Pegawai Ropi dan mama melda yang menyapu halaman dan kedua pegawai laki laki itu menyiapkan meja dan membuka pintu depan lebar lebar untuk menyambut kedatangan pelanggan.


Ropi menegur mereka ketika ropi sudah berada disamping mama melda, mama melda terkejut karena ropi nampak ngebut dan mengerem tiba tiba di samping mama melda lalu mematikan motornya disamping mama melda yang sedang menyapu di dekat pohon hias.


"mama, gimana Tiga hari ini ma, aman terkendali kan ma ?". ucap ropi sembari memberikan senyumnya ke pada mama melda


"aman mas, aman kok. lain kali jangan apa kali lo mas naik motornya, kalau mama sampai jatuh karena terkejut, pusing lah nanti anak mama". ucap mama melda sembari bergurau kepada bos sekaligus orang yang sudah dia anggap anak sendiri.


"sekali sekali bikin mama kaget". ucapan ropi membuat sedikit mama melda kesal dan menampar bahu ropi dengan sedikit tenaga yang membuat ropi berkata


"auw mama, sakit maa, Ivan sma anton mana ma ?. tanya ropi kepada mama melda, menanyakan keberadaan Ivan dan Ropi.


"itu tuh di dalam, tapi nanti mas jangan murahin mereka ya mas"


"kenapa maa ?"


"ehhh, eemm. tanya sendiri deh sama mereka".


"iya maa. aman ma. klo marahnya tergantung apa kesalahan mereka nanti".

__ADS_1


Ropi kemudian berjalan menghampiri mereka. sebelum ropi hendak mendekati mereka, mata ropi sudah curi curi pandang, berguman dalam hati,


"dimana ya motor inventaris ku, yang kuberikan untuk mereka berdua ?".. sembari berguman dalam hatinya ropi sudah mendekati mereka dan mulai sedikit mengobrol.


"Pak bos, gimana kabarnya tiga hari ini pak?". ucap Ivan kepada bosnya. dan terlihat anton yang sedang gelisah tak karuan.


"Baik, kalian berdua gimana, aman terkendali kan pas saya tinggal ?."


"kalau disini aman pak, tapi ehh ehhhh ehhh". nampak Ivan yang gugup saat akan mengatakan sesuatu kepada Ropi.


"Kenapa van, ngomong bae van". ucap ropi kepada Ivan. Ivan nampak gelisah dan gundah ketika hendak mengatakan sesuatu kepada Ropi. hingga tiba tiba anton memberanikan dirinya untuk nyeletuk kepada Ropi.


"Pak bos. Maaf pak. kemarin kami kena begal pak, motor bapak dibawa kabur sama pencuri nya pak. kami di begal di jalan menggunakan senjata tajam pak, mereka bertiga pakai dua motor pak. kami hendak melawan namun, mereka bukan nya mengancam malah memakai senjata api pak, kami takut pak. Jadi motornya di bawa pergi sama begalnya pak, maafin kami pak. kami siap dihukum pak".


ucapan anton membuat ropi mengerucutkan alis matanya. Ropi kemudian menatap anton dan Ivan dengan sedikit seram. kedua pegawai laki laki itu nampak ketakutan, takut di pecat, karna motor inventarisnya di bawa kabur begal.


"Sudah nggk apa apa, tenang aja. untung cuma motornya di bawa. kalau kalian berdua di bawa begal, entah jadi apa kalian. tapi mana mungkin begal itu bawa kalian, soalnya wajahnya kurang good loking", segera tawa ropi menyusul setelah berkata seperti itu.


Wajah tegan Ivan dan anton langsung hilang, karna mereka pikir bosnya akan marah rupanya bosnya tidak marah sama sekali.


malah mengkhawatirkan mereka berdua. dan Ropi bersyukur mereka berdua tidak mengalami luka sama sekali.


Hari itu pelanggan nampak sedikit sepi.


Ropi seperti biasa berada di kasir menunggu orang membayar setelah selesai makan di sana.


waktu berjalan terasa biasa biasa saja. tidak lambat tidak juga cepat. Ropi terlihat duduk di meja kasirnya sembari menghitung uang pemasukan hari ini yang agak kurang memenuhi target. Tapi dalam hati ropi, dia masih bersyukur karna masih mendapatkan rejeki hari ini.

__ADS_1


lembar perlembar di hitung ropi. di pikiran nya juga dia merasa heran, kenapa tumben ada begal di dekat daerah pasar malam kemarin.


"apa jangan jangan ini penjahat curanmor yang kabur dari penjara dan berpindah pindah tempat itu ya ?". Ropi berusaha menerka tentang siapa begal itu. dan dia berniat memburu begal itu dimalam hari, dengan mencari informasi dimana begal itu berada.


Tidak terasa waktu sudah berjalan menunjukan pukul 17.00. waktunya beristirahat dan menutup rumah makan itu hari ini. Anton dan Ivan segera membereskan meja dan kursi lalu mengepel lantai dan mengelap meja untuk mengurangi pekerjaan besok. Mama Melda nampak membersihkan lemari kaca, tempat menaruh makanan di rumah makan itu. Setelah semuanya beres, Ropi berjalan ke motornya dan memacu motornya kembali ke arah rumahnya.


Tak lupa sebelum itu dia sudah berpamitan pulang dengan mama melda, Ivan dan anton.


meskipun dia seorang bos pengusaha Rumah makan, dia selalu menganggap pegawai nya sebagai keluarga nya sendiri. hal ini dilakukan nya karna ia seorang yatim piatu. dan kehadiran para pegawainya membuat ropi kadang merasakan kehangatan sebuah keluarga.


Dalam perjalannya menuju rumah nya, Ropi selalu menikmati tiap langkah ban roda motornya, dia memang sangat senang menaiki motornya. mobilnya di rumah hanya ia pakai ketiga mengajak pegawai nya liburan ke tempat wisata untuk refreshing.


sekitar tiga puluh menit perjalanan, ropi akhirnya sampai di gerbang rumahnya. Di susul kemudian dengan suara anjing anjingnya yang manja melihat ropi datang.


Dalam kamarnya terlihat ropi sedang santai dengan menikmati indahnya malam di temani teh hangat dan sebatang rokok di tangannya. Ropi memandangi langit malam itu, sambil teringat bayangan bayangan ketika dia bersama Reyni. Lamunan nya terhenti ketika dia mendengar berita tentang penjahat kejam yang kabur dari penjara di kota. penjahat itu adalah pelaku itu adalah fedopil anak anak perempuan dan membunuh korban korban nya ketika dia puas menjalankan nafsu bejatnya.


jiwa ropi seakan ter panggil untuk melenyap kan penjahat itu. tanpa berpikir panjang dia pun mengucap di rumah nya


"Saat nya aku berburu"


senyuman tipis dan tatapan mata yang tajam terlihat dari wajah ropi saat melihat ciri ciri penjahat berjenis kelamin lelaki tersebut di dalam siaran tv nya.


......


Perburuan seorang Hantu Malam akan dimulai di chapter selanjutnya nya.


baca terus ya gaes. nanti kisah ropi sang hantu malam akan makin seru gaes.

__ADS_1


__ADS_2