
Setelah mengeksekusi begal tak bermasalah ropi pulang pun hendak pulang menuju rumahnya untuk mengistirahatkan dirinya.
Sebuah remote di keluarkan dari kantong celana nya, saat menekan salah satu tombol di remote itu. Motor sport kesayangan tiba tiba hidup dan memutar balik menghampiri Ropi.
"Kangen juga sama kau ron. (Baron adalah nama motor kesayangan ropi), ayo kita jalan pulang ron". ucapan ropi seakan baron adalah orang yang bisa di ajak ngobrol.
seolah mengerti perkataan tuannya. Baron menaik turun kan shock motornya.
Ropi kemudian menaiki motornya dan melaju menuju aspal hitam dan mengarah motornya menuju rumah ropi. baron kali ini melaju sangat kencang, ini karena ropi memutar gas dengan sangat kuat dan memainkan gas motornya. seolah olah seperti pembalap motor sport nasional, walaupun skill bermotor ropi masih standar dan tidak seperti pembalap, hanya gayanya yang seperti pembalap.
Setelah lumayan lama memacu motornya dengan semangat akhirnya ropi sampai di rumah nya. Dia kemudian memakirkan motornya di garasi, tempat biasa baron beristirahat dengan geron (Geron adalah nama mobil ropi).
Ropi memang suka menamai kendaraannya, hal ini di yakini nya sebagai ikatan batin antara kendaraannya dan pemiliknya walau belum bisa di buktikan secara teori, tapi ropi tetap meyakininya. agak sedikit aneh juga ropi.
Setelah selesai mandi dan makan pagi. Saat hendak berangkat menuju rumah makannya. tanpa dia sadari hari ini adalah hari dimana dia harus membersihkan makan kedua orangtuanya, dan memberikan doa untuk mereka.
"Ya ampun, lupa pula saya sekarang hari ini, kek nya ijin aja dulu ya sama mama berta, anton dan Ivan, but wait a minute i am the bos here. ada kurang kurangnya saya juga rupanya. tinggal telpon aja suruh mama berta handle dulu nanti pas gajian tak kasih bonus". gumam ropi pada dirinya sendiri, sepertinya kali ini ropi butuh liburan. manusia semacam ropi pun butuh hiburan untuk membuat otaknya fresh lagi.
__ADS_1
Ropi lalu menelepon mama berta dan meminta tolong untuk menghandle nya dan memberi tahu bahwa ia tidak bisa masuk tiga hari ke rumah makannya. padahal dia ingin liburan untuk merefresh lagi kepalanya.
ia pun berencana akan mengajak mama berta, Ivan dan anton untuk liburan juga. tepat nya akhir bulan depan nanti.
Setelah selesai menelepon dan berguman dengan dirinya sendiri. Ropi pun mengganti bajunya dan bergegas ke garasi nya untuk bersiap memanaskan mesin geron. mobil ropi ini langsung di balikkan oleh Ivan kemarin sore dan pulang menaiki bus yang mengarah ke kota.
Saat pemanasan geron di rasa Ropi sudah cukup. Ia pun menaiki mobilnya dan mengarah nya keluar gerbang, di ikuti dengan anjing peliharaan kesayangan Ropi. Tak lupa Ropi mengunci gerbang nya agar anjing anjingnya tidak berkeliaran berburu betina di sekitar rumah ropi.
Karena berangkat terbaru buru dan tanpa sadar ini masih pagi dan perut ropi juga terasa kosong dia kemudian agak mengurangi kecepatan mobilnya untuk mencari tempat makan, tak berselang lama Ropi akhirnya memakirkan mobilnya di sebuah warung makan kecil di pinggir jalan.
"Dek sini dek, adek udah makan belum. ayo sini makan bareng om". Ropi mengajak anak itu sarapan karena terlihat anak itu agak sedikit lemas menahan rasa lapar. Ropi memesankan satu porsi sarapan pagi lagi untuk anak itu, terlihat anak itu malu malu, namun ropi meyakinkan dia untuk memakan sarapan pagi di warung makan itu.
Tak butuh waktu lama sarapan tadi sudah terlihat bersih di piring anak itu. tebakan ropi ternyata benar, anak itu memang kelaparan.
Ropi mengajak anak itu mengobrol dan menanyakan kondisi keluarga anak itu dengan pertanyaan pertanyaan ala ala introspeksi namun dengan obrolan yang menyenangkan. Dan dari obrolan mereka ropi mengetahui hal yang membuat hatinya sedih, Ibu anak itu sedang sakit dan dia tidak bersekolah hari ini karena ibunya tidak punya uang untuk membeli obat, adiknya pun sedang mencari botol bekas di tempat lain dan kebetulan anak ini bertemu dengan sang Hantu Malam. Keji terhadap musuh musuhnya namun berbanding terbalik ketika bertemu dengan orang yang mengalami kesusahan. Sementara ayah anak itu hanya bekerja sebagai buruh serabutan. yang penghasilannya tidak menentu. melihat anak ini dan kondisi keluarganya saat ini ropi benar benar teringat masalalu yang bisa di katakan susah.
"udah selesai sarapan nya dek ?. ikut om bentar ya, anterin om ke mobil ya dek. om mau ngasih sesuatu ke adek"
__ADS_1
Anak itu mengangguk dan berjalan bersama Ropi. Dan tentunya Ropi sudah membayar makanan di warung itu dan dilebihkan juga.
mereka pun berjalan sedikit ke arah mobil itu, Ropi membuka pintu dan mengambil beberapa gepok uang yang jumlahnya sangat banyak.
"ini dek, ini buat adek. beliin mamaknya obat ya dek. Jangan buat jajan. adek harus jadi orang sukses ya dek. biar bisa banggain mamak, ayah sama saudara adek ya". ucap ropi sangat lembut kepada anak kecil yang berumur delapan tahun itu, dan memberikan beberapa lembar uang
"makasih banyak ya om. semoga om banyak rejeki, sehat selalu dan selalu di lindungi Tuhan". ucap anak kecil itu bersyukur.
Saat anak kecil itu mencium tangan ropi untuk berpamitan, ropi menyelipkan uang bergepok gepok uang tadi kedalam tas anak kecil itu dengan sangat cepat lalu segera menutup kembali tas itu. Saat selesai mencium tangan Ropi, anak itu berpamitan pergi menuju rumahnya untuk memberikan uang itu kepada ibunya, agar nanti ayahnya bisa membelikan obat untuk istrinya yang sedang sakit itu.
Nampak wajah ropi tersenyum manis melihat anak itu pergi pulang menuju rumahnya, setelah itu Ropi kemudian menaiki mobilnya kembali dan mencari bunga untuk kuburan ayah dan ibu Ropi.
Setelah selesai membeli bunga dan payung baru untuk kuburan orang tuanya ropi menyetir mobilnya menuju TPU umum yang lumayan sedikit jauh jaraknya dari Desa tempat tinggal Ropi.
Saat sampai di kuburan orangtua nya, ropi bersimpuh dan menabur bunga di atas kuburan orang tuanya yang saling berseblahan.
"Mamak, sama ayah. tadi Ropi ketemu anak kecil pas ropi sarapan di warung. jadi inget waktu Ropi kecil, dulu Ropi sering cari botol bekas buat beli mainan mobil mobilan kayak teman teman Ropi waktu SD sama uang jajan sekolah. Ropi kasihan sama adek itu mak. Ibunya sakit, belum ada uang buat beli obat, jadi tak kasih sedikit Rejeki mak. Bapak... Bapak jangan suka marahin mamak lagi disana ya. Kalau masih suka marah sama mamak nanti tak bongkar kuburan Bapak, biar kesepian bapak. Bapak sama mamak bantuin doa ya untuk ibuk adek tadi, semoga ibuknya cepat sembuh dan bisa jadi orang sukses biar bisa bahagiain orang tuanya". Ropi seolah mengobrol dengan kedua orang tuanya yang sudah meninggal karena kecelakaan. Tak terasa air mata ropi mengalir di pipi Ropi. Pemandangan itu terlihat sangat mengharukan, setelah selesai membacakan doa lalu memasang payung baru di kuburan orang tua, dan membersihkan sekitar kuburan orang tuanya. Ropi berjalan pelan ke arah mobilnya dan hendak pergi ke pantai asuhan anak yatim piatu. tempat ropi sering mendonasikan uang nya untuk anak anak yang tidak mempunyai orang tua dan tidak mempunyai siapa siapa
__ADS_1