
Saat siang hari sekitar jam satu siang Ropi sudah sampai di pantai. Perjalanan nya kali ini lumayan agak lama sekitar 5 jam karena Ropi berangkat pagi. Ia kemudian mencari tempat penginapan untuk tiga hari. Banyak yang berubah di pantai ini setelah sekian lama ia tidak kesini. Padahal ini adalah tempat favoritnya dulu ketika bersama Reyni.
Saat sedang berkeliling mencari penginapan. Ia akhirnya menemukan tempat penginapan yang terlihat asyik. Ropi lalu pergi menuju tempat penginapan itu. Memakirkan mobilnya di depan, tempat khusus untuk parkiran mobil.
Turun dari Mobil Ropi melangkah menuju tempat resepsionis dan memesan kamar VIP untuk dirinya. Saat Resepsionis itu menyerahkan kunci kamar ke Ropi. Ia langsung berjalan ke kamarnya. Di kamar itu suasana Tropis terasa sekali. ini sengaja di buat oleh hotel tempat menginap Ropi agar pengunjung bisa betah disini. Dan hotel ini juga salah satu rekomendasi hotel terbaik disini. Meskipun dulu saat Ropi sering ke pantai ini bersama Reyni hotel ini belum di bangun.
Setelah memakai Krim matahari, Ropi lalu berjalan jalan di sekitar pantai. Tepatnya di depan Hotel itu. Ropi berjalan jalan santai sore hari itu, seperti anak senja menikmati pemandangan pantai. Hingga kenangan kenangan nya dengan Reyni timbul lagi di pikirannya.
......Bertemu Pertama Kali dengan Reyni.........
Sore di pinggiran pantai. Tepatnya tempat makan ikan bakar. Seperti biasa, Saat Ropi sudah selesai melakukan tugas tugasnya, dia pergi kepantai untuk healing. Memulihkan kesehatan mentalnya.
Di tempat makan itu Ropi menyantap makanannya dengan lahap sambil menengok suasana pantai dan sunset di sore hari. Saat akan membayar makanan di kasir. Ropi melihat ada seorang wanita terlihat kebingungan karena dompet nya ketinggalan di penginapannya.
Ropi berjalan ke kasir itu lalu membayar makanannya lantas pergi. Sambil menatap wanita itu dengan ekspresi datar.
"Pasti anak manja itu. kelihatan manjanya, kelihatan enggak pedulian juga itu perempuan". Ropi berguman dalam hatinya
"Mbak Mbak. pesanan Mbak udah di bayar tadi mbak sama mas yang tadi". Penjaga kasir itu memberitahukan dan menenangkan Reyni yang kelihatan kebingungan.
"Sama siapa tadi yang bayarin Mbak". Tanya Reyni nampak heran sendiri.
"itu Mbak sama mas yang tadi". ucap Mbak penjaga kasir itu.
"Owh iya mbak. tak ambil ya ini. makasih ya mbak". Reyni pun melangkah pergi keluar dari tempat makan itu. Lalu iya mengejar dan mencari keberadaan Ropi dan kelihatan Ropi sedang duduk sendirian di pinggir kursi pantai sambil menghisap Rok*k nya dan menikmati indahnya Sunset. Reyni nampak kagum melihat ekspresi Ropi memanangi Sunset. Dan ia pun langsung menghampiri Ropi
"Mas terima kasih ya mas, udah di bayarin tadi mas. Saya Reyni mas. Mahasiswa yang lagi praktik di sekitar sini". Reyni memperkenalkan dirinya, Ropi memalingkan wajahnya ke arah Reyni dan nampak dengan wajah datarnya melihat Reyni.
__ADS_1
"Iya mbak sama sama". Ucap Ropi datar. Kali ini dia baru putus cinta karena dia ditinggalkan oleh kekasih nya dengan alasan sibuk. Tepat setelah ia selesai melaksanakan misinya.
Karena Reyni merasa tidak dihargai ia pun pergi meninggalkan Ropi dengan ucapan terima kasih lagi. Beberapa saat kemudian Ropi tersadar kalau sikapnya kurang ajar terhadap wanita tadi. Ia lalu mengejar dan mencari reyni untuk meminta maaf.
Setelah cukup lama mencari akhirnya Ropi merasa lelah hingga ia pun kembali ke penginapan nya.
Hingga dalam perjalanan ia melihat Reyni sedang membagikan nasi yang telah dia beli tadi kepada anak anak yang berjualan anting anting kerang disana. Rupanya Reyni memiliki jiwa sosial yang tinggi dan perduli terhadap sesama. Kali ini penilaian Ropi melenceng tentang seorang wanita yang dilihat nya dan di nilai tidak pedulian, Rupanya memiliki jiwa sosial yang Tinggi.
"Lo lo, kek mana ini kok tumben aku salah nilai, apa ada yang salah dengan mataku". Ropi keheranan sendiri karena selama ini dia baru salah menilai orang. Biasanya sekali lihat saja dia bisa tahu seperti apa orang yang dilihatnya. Dan baru kali ini kemampuan penilaian Sang Hantu Malam salah.
Ropi terus memperhatikan Reyni dari kejauhan, Reyni terlihat asyik mengobrol dengan anak anak itu. Hingga anak anak itu memberikan anting anting kerangnya kepada Reyni sebagai ucapan terima kasih.
Saat anak anak itu pergi, Reyni terlihat memegang perutnya karena Lapar. Ropi menghampiri Reyni dan meminta maaf atas sikap datar nya tadi.
"Halo Reyni kan, maaf ya tadi lagi ada pikiran saya. Maaf ya kalau saya jutek tadi". Ropi meminta maaf kepada Reyni, Tapi wajah Reyni kelihatan sebal. Ropi takut permintaan maafnya di tolak.
Mereka kemudian mengobrol lama sambil menceritakan kisah masa lalu masing masing. Ropi bercerita tentang kisah asmaranya yang baru kandas karena kesibukan kerja nya. Tapi Reyni hanya tersenyum senyum seakan mengejek Reyni.
Hingga Ropi bercerita bahwa dia adalah seorang anak yatim piatu yang di tinggalkan orangtuanya saat kecelakaan.
Saat Ropi bercerita, tak terasa Reyni meneteskan air matanya, padahal Ropi bercerita tanpa rasa sedih.
"Lohh kenapa ada air mata di matamu rey". kelilipan ya.
"Ihh dasar laki laki enggak peka, saya sedih dengar cerita mu". Reyni terlihat sebal karena perkataan Ropi.
"Enggak usah sedih dong. Itukan udah takdir, Mama sama bapak pasti bahagia disana sekarang". Ropi berkata sambil memandangi langit malam dan reyni kagum melihat sikap dewasa dan keikhlasan Ropi.
__ADS_1
Dan saat Reyni bercerita. Ropi terkejut karena penilaian selama ini tentang Reyni benar benar salah. Rupanya Reyni adalah sosok wanita mandiri yang membiayai biaya kuliahnya sendiri meskipun orang tua nya juga ikut membantu tapi sebagian besar biaya kuliahnya dibayar Reyni sendiri.
Ropi benar benar kagum setelah mengetahui bahwa Reyni adalah wanita mandiri, dengan rasa sosial yang tinggi dan berhati lembut mesikpun dia adalah seorang anak broken home dan dia juga anak tunggal.
Tiba tiba ada sedikit Rasa aneh yang timbul di hati Ropi saat mendengar Reyni bercerita.
Saking asyik nya mereka mengobrol tiba tiba perut Reyni berbunyi. Pertanda cacing dalam perutnya sedang demo, mereka saling pandang lalu tertawa bersama. Lalu Ropi mengajak Reyni untuk makan dan kali ini Ropi yang membayarnya. Tapi Reyni tidak mau di traktir dia akan berjanji mentraktir Ropi nanti.
"Rey kamu udah punya pacar belum Rey". Ropi terlihat malu malu bertanya kepada Reyni.
"Apaan nih. mau nembak ya, kayak di film film. Kok buru buru gini. Kalau ada kenapa ?, Kalau belum kenapa?". Ucap Reyni sambil menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum lebar.
"Apaan sih. kan katanya nanti mau traktir aku makan, Kalau belum boleh dong minta nomornya"
"Nih ini nomor aku, kayaknya kamu laki laki baik. disimpan ya, aku belum punya pacar. siapa juga mau sama wanita kek aku". Reyni menyodorkan Hp nya dan memberikan nomor Hp nya.
"Owh belum ya, ini Rey udah aku catetin No Hp mu, mau di anterin ke penginapan enggak ?". Ropi menawarkan dirinya untuk mengantarkan reyni ke penginapan nya.
"Enggak. aku kan wanita Strong, entar kalau ada penjahat tinggal teriak Tolong Tolong, pasti ada yang Datang. Hahaha". Reyni menolak tawaran Ropi sambil bercanda
Mereka kemudian tertawa bersama dan kembali ke penginapan masing masing.
Saat kembali ke penginapan nya, Ropi membayangkan baru kali ini dia bertemu wanita seperti Reyni, Wanita ceria yang tidak mau kalah dengan keadaan, baik hati dan lembut dengan bonus jiwa sosial yang tinggi.
Malam itu Ropi terngiang ngiang Wajah Reyni.
Di penginapan tempat Reyni menginap, dia juga terngiang ngiang. karena sikap polos dan lucu Ropi tadi saat menanyakan reyni mempunyai pacar atau tidak. Dia heran melihat lelaki to the point seperti Ropi namun polos. Reyni pun juga terngiang ngiang dengan wajah Ropi. Hingga tiba tiba Hp Reyni berbunyi, tanda bahwa ada yang menelponnya.
__ADS_1