Sang Idola

Sang Idola
11 Ceraikan saja


__ADS_3

"Sayang" ucap seorang laki laki, pada seorang wanita yang sedang merajuk "mas harus apa supaya kamu gak marah lagi sama mas" Ferdi memeluk nya dari belakang, namun pelukan Ferdi di tepis nya.


"Mas aku tuh cape ngejalanin hubungan sama kamu tau gak, mending kita udahan aja mas aku lelah"


"Gak mas gak mau, mas sayang dan cinta sama kamu, mas gak mau kehilangan kamu sayang" Ferdi kembali memeluk nya dari belakang"


"Kalo kamu sayang dan cinta sama aku, lalu sampai kapan hubungan kita akan seperti ini MAS? gak ada kejelasan! aku ingin kepastian mas, kalo kamu gak bisa, lebih baik kita akhiri saja " ucap wanita itu seraya melangkah menjauhi Ferdi tapi lagi lagi Ferdi menahan nya .


"Mas mhon jangan tinggalin mas seperti ini, mas gak mau kehilangan kamu." ujar Ferdi lagi kembali memeluk wanitanya


"Selalu seperti itu mas kamu bilang, tapi kamu tidak pernah mau memberi kepastian sama aku"


"Mengertilah sarah, aku belum bisa menikahi kamu, kamu tau sendiri aku masih suami Risha, kamu sendiri yang tidak mau di madu" ucap Ferdi pada sarah Kekasih nya


"jelas aku tidak mau di madu lah mas, kamu ini ngaco. 2 tahun mas, 2 tahun aku bertahan sama kamu mas , aku harus mengerti apa lagi mas , sudah lah aku mau pergi mas jangan halangi aku kita PUTUS.


Sarah melepas paksa pelukan Ferdi. Namun sekuat ia berusaha melepaskan pelukan, Ferdi malah semakin erat


memeluk.


Sarah dan Ferdi telah menjalin hubungan selama 2 tahun ini, mereka bertemu sebagai sesama karyawan. Saat Sarah pertama bekerja di tempat Ferdi bekerja, Ferdi langsung jatuh hati. Awalnya Sarah tidak mengetahui Ferdi telah beristri namun saat kecelakaan Faro, akhirnya Sarah mengetahui bahwa kekasih nya itu telah beristri bahkan mempunyai seorang putra.


Saat itu Sarah marah besar namun karna rasa cinta nya terhadap Ferdi, ia menutup mata tentang status Ferdi.


"Mas gak mau putus, mas sangat menyayangimu sayang"


Ferdi membalikan tubuh sarah jadi menghadap ke arah nya, menatap Sarah dengan wajah sayu" mas harus apa supaya kamu memaafkan mas" lanjut nya


"Nikahi aku mas" Sarah menatap mata Ferdi.


"Serius sayang, kamu mau jadi yang ke dua?" Ferdi balas menatap Sarah dengan mata berbinar "mas janji mas akan memprioritaskan kamu sayang" sambungnya lagi


"Aku tetap tidak ingin di madu mas" Sarah menyingkirkan lengan ferdi dari bahunya, Ferdi menatap heran pada Sarah


"Lalu maksud kamu seperti apa sayang?" tanya nya heran


"Mas ceraikan saja istrimu!"


Mendengar itu Ferdi seketika terdiam 'Cerai' itu tak pernah ada dalam pikiran Ferdi walau bagaimanapun Risha sudah bersama dengan nya selama 5 tahun ini dan tentunya ia juga memiliki kasih sayang terhadap istrinya. Selama ini Risha tidak pernah melakukan kesalahan, Ferdi tidak ada alasan untuk menceraikan istri nya begitu saja.

__ADS_1


"Tapi sayang"


"Apa lagi yang menjadi alasan kamu mas, sekarang sudah tidak ada anak di antara kalian, apalagi yang memberatkan mu mas"? ucap Sarah


"Saat ini mas belum bisa menceraikan Risha sayang. Risha tidak pernah membuat ulah sampai mas harus menceraikan nya" Jujur Ferdi


"Kalo memang istrimu tidak pernah mebuat kesalahan, untuk apa kamu masih mempertahan kan aku mas , sudah lah mas, dari pada kita saling melukai lebih baik kita putus, aku gak bisa seperti ini mas menjadi kekasih gelap mu sampai orang orang tahu dan akan mencemooh ku dengan sebutan pelakor. itu mau mu mas , iya ?"


Air mata sarah mengalir di pipi membuat Ferdi segera mengangkat tangan nya berniat menghapus air mata itu. namun ya lagi lagi tangan Ferdi di tepis nya


Sarah ingin pergi dari hadapan Ferdi , saat sampai pintu ia mendengar


"Aku akan mencerai kan Risha setelah 100 hari nya Faro"


Senyum Sarah seketika terbit, Sarah berbalik badan lalu memeluk Ferdi. Ferdi langsung mencium bibir sarah mereka terhanyut oleh suasana hingga kembali berakhir di ranjang panas.


...****************...


'Di kediaman keluarga Fauzi'


"Apa mama sudah menghubungi Arsen ?" Tanya pria paruh baya yang masih terlihat bugar.


Dia adalah Sandi Mahendra Fauzi, yang tak lain adalah ayah dari penyanyi terkenal Mayendra Arsenio Fauzi.


Sandi tak bertanya lagi , ia menyesap kopi buatan istri nya yang menjadi favorit nya itu


"Kopi buatan mama memang selalu nikmat" goda nya pada istri nya.


Yanisa hanya tersenyum mendengarnya.


"Ya sudah mama kebelakang dulu mau lihat Minah dulu" ucapnya sambil berlalu ke dapur untuk melihat ART nya yang sedang menyiapkan makan malam.


....


Semua pembantu keluarga Fauzi sedang sibuk menyiapkan berbagai masakan untuk makan malam yang akan di hidang kan untuk tamu majikan nya yang akan datang.


"Nyonya" ucap bi Minah yang melihat mejikan nya masuk kedapur.


"Hmm. Minah jangan Lupa buat puding juga untuk makanan penutup ya, oh ya jangan lupa buah buahan nya juga di tata ya" ucap nya sambil mencicipi masakan yang sedang di buat Yanisa mencicipi sambil mengangguk anggukan kepala nya tanda rasa itu sudah sesuai.

__ADS_1


"Baik nyonya." Jawab Minah


Setengah jam kemudian.


Terdengar deru mesin mobil memasuki wilayah rumah kediaman Fauzi


"Kamu gak mampir dulu Lit?" tanya Arsen saat hendak turun.


Lita mengggeleng


"Langsung pulang aja cape, salam aja buat tante yani"


Arsen menggangguk lalu membuka pintu mobil.


"Selamat datang den" sapa para pekerja pada Arsen yang baru saja turun dari mobil mewah nya.


Arsen menanggapi nya dengan senyuman, Arsen menapaki tangga teras rumah nya dengan langkah tegap


"Assalamualaikum" ucap Arsen ketika tiba di mana orang tua nya duduk.


"Sen kamu udah sampe nak?" Yanisa langsung bangkit dari duduk nya menghampiri Arsen lalu memeluk putra semata wayang nya.


Seletah pelukan itu terlepas Arsen meraih telapak tangan Yanisa lalu mencium punggung tangan ibunya.


"Kamu terlihat lelah sekali Sen!" ucap Yanisa sambil menuntun putra nya duduk.


Arsen kembali meraih telapak tangan ayahnya dan mencium punggung tangan papa nya. Sandi penepuk pundak putranya .


"Apa kabar papa sama mama?" tanya Arsen sambil duduk di sisi ibunya.


"Mama baik " Yanisha langsung menjawab


"Papa juga. seperti yang kamu lihat, walaupun sudah berumur papa masih tetap bugar " ujar Sandi sengan percaya diri.


Yanisa geleng geleng kepala mendengar penuturan suaminya


"Mulai deh papa kamu narsis, tapi alhamdulillah " Arsen dan Sandi terkekeh


Mereka lanjut mengobrol, selama seperempat jam sebelum akhir nya.

__ADS_1


"Mama tumben nyuruh Arsen pulang" tanya Arsen akhirnya , sejak dari ia menerima pesan dari ibunya arsen ingin menanyakan alasan ibunya menyuruh nya pulang, biasanya nya juga ia akan pulang setiap hari sabtu.


"Nanti juga kamu tau" ucap Yanisa tersenyum lalu melirik ke arah Sandi yang mengedipkan matanya, Arsen melirik pada papa nya, tapi papanya nya hanya mengedikan bahu enggan memberi tahu alasan mereka memanggil nya.


__ADS_2