Sang Idola

Sang Idola
9 Terwujud


__ADS_3

GREP.....


Arsen mematung di tempat nya, pelukan mendadak ini membuat ia terbengong sendiri, tanpa membalas pelukan itu. Ia biarkan Risha memeluk nya sepuas nya. Sepertinya benar kata Bunga siang tadi bahwa Risha memang salah satu penggemar nya juga.


Risha terisak di pelukan Arsen, setelah beberapa menit.


perlahan Risha mengurai pelukan itu, dengan wajah menunduk juga air mata yang meleber di area pipinya, ia mengusap air mata di pipi nya.


"Maaf saya gak bisa nahan diri untuk tidak memeluk anda , saya sangat mengagumi anda , anda adalah dunia hayalan saya, terimakasih sudah mengijinkan saya memeluk anda,sekali lagi saya minta maaf sudah lancang "


"Saya juga ongin berfoto dengan anda apa boleh sebagai kenang kenangan saya "tatapan Risha yang seolah memohon membuat Arsen tak kusa menolak, Arsen mengangkukkan kepala nya.


Mata Risha langsung berbinar ia mengeluarkan ponsel membuka layar kamera mengarahkan pada nya dan Arsen , 3 kali jepretan ia lakukan dengan berbagai pose lebih tepat nya Risha yang merubah gaya berfoto sementara Arsen sendiri tetap dengan gaya yang sama hanya tampilan bibir nya yang berbeda , dan di foto ke 3 Arsen berhasil menyunggingkan senyum nya walau sedikit .


Risha kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku cenala belakang nya


"Boleh saya peluk lagi "? izin nya bertanya


"Boleh" kali ini Arsen menjawab


Risha langsung menghamburkan badan nya tangan nya terulur memeluk Arsen, kali ini Arsen pun tampak membalas pelukan Risha . Risha yang menyadari itu membuat hati nya sangat senang bisa mendapat pelukan Arsen.


Setelah beberapa saat pelukan itu terlepas . Risha tak henti henti nya mengucap kan terima kasih , ia juga juga bercerita bahwa ia salah satu penggemar berat Arsen selama 4 tahun ini, Arsen menjadi pendengar baik saat Risha berceloteh tentang dirinya sesekali Arsen juga tersenyum, bahakan sekarang mereka duduk berdampingan di atas sofa yang sama. karna saatRisha akan duduk di karpet Arsen melarang nya.


Di saat hati Risha yang serasa di penuhi bunga warna warni juga kupu kupu berterbangan , lain hal nya dengan Arsen ia yang sudah biasa mendapat perlakuan seperti ini itu sudah biasa baginya , ia hanya terharu ternyata hati para pengagum nya begitu besar akan dirinya , padahal ia merasa tidak se mengagumkan itu.


"terima kasih kamu sudah mengagumi saya sampai saat ini."Arsen mengusap bahu Risha tersenyum."Tapi jangan sampai lupakan suami mu ya." sambungnya lagi dengan di selingi kekehan.


Risha tersenyum getir mendengar kata suami, ada kehampaan di sorot mata nya. Arsen pun melihat sorot mata yang menyirat kan kesedihan itu


"barjuang lah demi keutuhan dan kabahagiaan keluarga kecil kamu, saya rasa suami kamu sebenarnya menyayangi kamu hanya saja tidak bisa menunjukan nya" hibur Arsen seolah tahu permasalahan nya dengan suaminya.


Risha menoleh pandangan mereka bertemu, Arsen yang tersenyum membuat Risha sekali lagi tidak menyangka bahwa saat ini apa yang ia hayalkan bisa bertemu sang idola bisa terwujud.


Hari hari pun berlalu kini hari terakhir Arsen dan yang lain nya berada di Villa ini.


Arsen dan Lita sedang bersiap untuk menuju lokasi dimna di adakan konser untuk nya. Sementara Bunga dan Cris akan kembali ke kota J karna masing masing jadwal syuting mereka akan di mulai. Bunga juga akan Syuting Vidio klip single pertama nya yang akan di rilis akhi bulan ini, ya selain pemain Film layar lebar Bunga juga merambat jadi penyanyi solo yang baru merintis.

__ADS_1


Arsen dan Lita sedang menunggu jemputan karna mobil yang mereka bawa ke Villa adalah Milik Cris yang jarang tersorot public . Risha juga sibuk membenahi keadaan Villa .


"Teh Risha" panggil Cris


Risha yang sedang berada di ruang loundry segera menghampiri , di ikuti Faro yang selalu mengekor ibunya.


"Ini bayaran untuk teteh selama 3 hari di sini , terima kasih sudah melayanai kami dengan baik di sini" Cris menyerah kan sebuah amplop ke tangan Risha. Risha menerima nya dengan tersenyum.


"Iya makasih ya teh, kapan kapan kalo kami kesini lagi, tteh masih mau kerja sama kami kan teh?" timpal Bunga


"Iya non saya mau ko, hubungi aja bang Yudi non " ujar Risha .


Dari atas Arsen dan Lita menuruni tangga dengan koper mereka masing masing.


kini mereka berkumpul di ruang TV


"Teh Risha selmat tinggal, makasih ya udah bantu kami selama di sini" ucap Lita tersenyum" oh ya ini ada sedikit rezeky buat Dede ganteng dari kami tolong di terima ya " sambung nya seraya menghampiri Faro dan berjongkok mensejajarkan badan nya , Lita menyerah amplop ke dua nya pada Faro.


Faro tak langsung menerima ia menoleh pada ibu nya meminta persetujuan. Melihat Risha mengangguk Faro pun menerima pemberian Lita


"Makasih tante baik " ucap nya Faro dengan mata berbinar


Tin Tin


Suara klakson mobil ...


Mendengar itu Lita segera menuju ke pintu utama untuk melihat siapa yang datang , dan benar saja itu mobil jemputan nya, Lita lalu memberi tahu pada semua bahwa mobil jemputan mereka sudah tiba .


Kini mereka membawa koper mereka kedepan untuk di masukan kedalam bagasi. Risha mengekor membawa koper kecil lain milik Bunga Arsen berjalan di depan Risha, sebelum sampai keluar Arsen menghentikan langkah nya Risha pun seketika berhenti berjalan.


Arsen berbalik menghadap Risha ia melepaskan pegangan nya pada koper, lalu melepaskan jam tangan nya.


"Ini kenangan kenangan dari saya, kamu pakai ya" Arsen meraih tangan Risha dan menyimpan jam tangan mahal nya pada telapan tangan Risha.


"Eh,, tapi ini...." ujar Risha yang masih Syok dapat pemberian mewah dari Arsen


"Kamu salah satu penggemar saya yang bisa langsung berhadapan dengan saya , jadi ini bukan apa apa kamu terima ya,dan terima kasih untuk 3 hari nya sudah banyak membantu kami selama di sini"

__ADS_1


"baik baik ya boy sama ibu" tanya nya pada Faro sembari mengusap pelan kepala Faro,Faro hanya mengangguk anggukan kepala nya tangan nya memegang erat kaki Risha, bukan karna takut hanya saja situasi yang membuat Faro segan untuk bicara


Arsen memang tipikal ramah , hanya saja jarang bicara kecuali memang di haruskan itu yang membuat ia terkesan dingin.


"Itu sudah jadi pekerjaan saya di sini membantu" Ya Risha memang ke sini untuk bekerja, jadi tidak perlu berterima kasih toh ia mendapat gaji.


Arsen terkekeh, lalu kembali berjalan keluar .


"Sen ,, sukses ya , jaga kesehatan selama konser di sana , Lit gue gue duluan ya ? lo jaga Arsen kalo ada apa apa sama Arsen tar netizen ngamuk" ujar bunga terkekeh saat akan masuk ke mobil nya Arsen menanggapi nya dengan anggukan .


"Iya nyerah gue kalo di serah netizen"Mereka yang ada di sana tertawa termasuk Yudi dan Risha yang juga ikut tersenyum.


"Gue duluan ya Sen,Lit Cris sedikit melirik kearah Lita juga. Sorry gue gak bisa nonton lo langsung tapi gue pasti nonton lo lewat TV ko" mereka berpelukan ala laki laki .


"Lo hati hati" jawab Arsen.


"Mari semuanya"Ujar Bunga sedikit keras dengan melambaikan tangan nya.


"Kalian hati hati ya" Teriak Lita saat perlahan mobil yang di tumpangi Cris dan Bunga melaju merka saling melambaikan tangan.


"Gak ada yang ketinggalan kan Sen?" Tanya Lita


"Oh ya persiapan buat nanti malam sudah aman kah" tanya nya lagi kali ini ia bertanya pada crew .


"Aman " ujar salah seorang crew.


"Yaudah yu jalan , biar di sana bisa istirahat sbentar buat latihan sebentar di sana" ujar Lita.


Arsen dan Lita memasuki mobil juga semua crew yang berjumlah 3 mobil .


Mereka melambaikan tangan nya ke orang yang teraisa di villa


mobil pun melaju meninggalkan Villa.


Sepi tentu saja.


Risha termenung

__ADS_1


Sedih tentu saja , tapi Risha lega apa yang ia hayalkan sudah terwujud. ia terus memandang sampai mobil itu menghilang dari pandangan nya.


TBC


__ADS_2