Sang Idola

Sang Idola
3 Sang idola


__ADS_3

Drt Drt Drt


"Hallo"


"Yah masih tidur aja ni orang"gerutu seseorang di sebrang sana.


Arsen segera melihat siapa yang menghubungi nya ,kembali menempelkan benda pipih itu ketelinganya.


"Ada apa Cris ?"tanyanya.


"Liat jam deh?"


Arsen reflek melihat jam dinding nya menunjukkan pukul 10:43, segera duduk menyandarkan kepala pada headboar ranjang .


"10:44 "ucap nya.


"Gimana jadi kan kita berangkat sore ini? Bunga juga dah siap , kecuali Leon dia gak jadi ikut" ucap Cris.


"Kenapa Leon?"


"Kata nya tiba ada syuting mendadak nanti malam"Arsen mendengar itu manggut manggut , padahal Cris tak akan melihat nya.


"Jadi gimana? Bunga udah sama gua di sini."


"Iya " ucap Arsen singkat padat tapi tidak jelas


Cris hanya pasrah mendapat jawaban singkat dari


Arsen.


"Mobil,tempat udah gua kondisikan dan yang pasti gak akan ada paparazzi juga tempat nya gua boking selama 3 hari 2 malam."jelas Cris.


"Ok,kalo gitu gua tutup dulu telpon nya gua siap siap dulu"Arsen langsung memtikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban Cris.


Arsen tak langsung beranjak ia terlihat masih berkutat dengan ponsel nya untuk menghubungi seseorang.


"Hallo" terdengar suara di sebrang sana


"Arif kamu urus dulu perusahaan selama saya di kota B ok"Arif adalah asisten pribadi nya di perusahan .


Ya selain menjadi penyanyi Arsen juga seorang CEO di perusahaan milik ayah nya


"Kapan anda kembali"tanya Arif


"Mungkin 4 atau 5 hari. "


"Baik tapi kalo bu Ririn dan ...."belum selesai Arif bicara Arsen segera memotong


"Orang tua saya sudah tau,kamu tenang saja."


"baik lah."


Tut tut tut

__ADS_1


Telepon terputus secara sepihak


Arif memandang layar ponsel nya yang sudah tidak tersambung


"Hmm kalo gue jadi si bos entahlah "Arif bicara pada dirinya sendiri


Menjadi Penyanyi sekaligus CEO di perusahan besar tentu tak akan mudah , selain harus pandai membagi waktu juga yang paling utama adalah otak yang cerdas dan untungnya seorang Arsen mampu untuk itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kota B terkenal dengan nuansa alam nya yang sejuk juga kuliner nya yang pasti enak enak ...


Di sini lah mereka sekarang setelah menempuh jarak kurang lebih 5 jam dari kota J, ke kota B.


"Cuaca nya adem ya Sen ." Tanya Bunga menatap ke arah Arsen yang tak jauh berbeda dengan nya sedang menghirup udara sore hari menjelang petang


"Hmm." Tanpa menoleh Arsen hanya berdehem


Bunga terus menatap ke arah Arsen yang sedang memandang ke arah dimana terdapat penghijauan yang luas dan seperti nya di ujung sana terdapat kebun teh


"Lai..."belum sempat Bunga melanjutkan ucapan nya


"Gimana tempat nya bagus kan pilihan gue , nyaman juga , iya kan ?" Cris tiba tiba muncul ke arah balkon dimana Bunga dan Arsen berada


"Iya kamu hebat cari tempat Cris , bener bener bisa nenangin otak." kali ini di susul suara Lita yang muncul dari arah pintu kamarnya,


Sengaja Arsen membawa Lita selain karna ia manager nya Lita juga bisa menemani Bunga saat di villa ini.


Villa yang lumayan besar dengan 4 kamar tidur dengan masing masing kamar mandi yang memang sengaja di pilih, ruang tamu juga dapur ada juga kolam renang yang mengarah langsung ke pamandangan bukit hijau.


"Nanti malam kita jadi party kan " ujar Bunga


"Jadi donk,bener ga bro"Cris langsung menjawab


sembari menepuk bahu Arsen.Arsen hanya mengangguk sebagai jawaban


"Oh ya lo mau ambil cewe gak?" Tanya Cris


"Kenapa pake ambil cewe segala"Bunga langsung menyahut . Namun tak di hiraukan oleh Cris ia menunggu jawaban dari Arsen


Melihat Arsen tampak ragu seperti nya Cris tahu alasan nya.


"Lo tenang aja , gua yakin orang orang yanv dateng kesini bisa jaga privasi kita di sini" ujar nya lagi


"Lo jangan ngadi ngadi deh, kita kesini buat happy gua gak mau ya pulang dari sini banyak gosip gak bener tentang Arsen" kali ini Lita yang bersuara, Bunga iku mengangguk menyetujui ucapab Lita .


"iya udah lah jangan bawa bawa orang luar lah , kalau pun gak akan ada yang tau tapi kita tetep harus antisipasi kan. " Berbeda dengan Lita yang memang menghawatirkan karir Arsen, sementara Bunga ia merasa terbakar cemburu kalau harus ada wanita yang menemani Arsen di hadapan nya sendiri, kalau mau ia juga bisa kalau hanya untuk menemani Arsen bahkan dengan suka rela .


"Tapi gua mau yang bener bener bisa jaga privasi gua " Cris tersenyum mendengar jawaban Arsen itu artinya ia juga akan sangat bersenang senang.


Sedangkan Lita dan Bunga tak bisa lagi bicara kalau itu memang keinginan Arsen.


Setelah perbincangan itu mereka kembali ke kamar masing masing untuk membersihkan diri dan beristirahat setelah perjalanan sebelum acara party mereka di mulai.

__ADS_1


.....


"Ris ..."


"Ris..."


Panggil Mala sembari menggedor pelan pintu kontrakan Risha


Ceklek


"Apaan sih, ganggu orang tidur aja tau gak"


sahut Risha dengan muka bantal nya


"Poko nya ni berita ambyar . ekè pastiin lu bakal pingsan denger ni kabar" ucap Mala sambil menggoyangkan bahu Risha


"Kabar apaan sih, gua jadi deg degan deh ,cepet ngomong kalo gak penting awas aja gua cemplungin ke got ya". Sungut Rara


"Tapi sebelum nya ambilin minum dong,karna berita ini bukan berita kaleng kaleng" ucapnya dengan menaik turun kan alis nya


Dengan terpaksa Risha berlalu ke dapur untuk membawa minuman


Tak lama Risha kembali dengan 1 gelas minum air putih


"Bening banget aer nya Ris"


"Kalo mau yang keruh noh di got ambil, udah ah cepetan kabar apa ?"


Mala segera meminum minumah nya dengan sekali tegukan"Hah, lega banget cape gue tau lari lari kemari ,poko nya gue mau imbalan setelah lo tau ya."


Risa mengernyit heran memang seheboh apa sih kabar dsri sahabat nya ini


"Denger lo tarik nafas"Risha reflek menarik nafas nya .


"Keluarin lewat hidung"ucap Mala lagi Risha pun kembali menurut ucapan Mala


Tapi detik berikut nya


Puk


''Anjrit lo bener bener ya bikin badan ekè sakit semua"Mala meringis karna pukulan Risha tepat pada tulang pundak nya


"Sorry,sorry La, abis lu juga rese, ngusi kesabaran banget,cepetan deh dah malem nih gue ngantuk mau tidur "ucap Risha memelas


"Iya iya ,jadi gini di villa dekat kebun teh sana di sewa selama 3 hari 2 malem . Mereka lagi nyari orang buat bantu bantun di villa ,kaya beres beres atau sekedar siapin makan, gaji nya lumayan sehari 350 ribu" ujar Mala panjang lebar


"gak ah kalo gua disana 3 hari anak gue sama siapa coba,gak minat gue mending lo cari yang lain deh,dah ya gue mau tidur ngantuk" Risha beranjak dari duduk nya untuk masuk kedalam


"Yey gak tanya dulu siapa yang sewa villa di sono, gak yakin gue kalo lo tau siapa yang sewa lo bakal nolak" ucap Mala lagi dengan tersenyum sembari mengangkat kedua alis nya


"Gak penting"Risha langsung masuk kedalam saat pintu hampir tertutup.


"Mayendra Arsenio Fauzi ,yang sewa villa itu"

__ADS_1


...****************...


Selamat mebaca guys


__ADS_2