
"Uuhh"
"Ris lo udah sadar" Mala beranjak mengambil gelas minum.
Risha terlihat mengerjap ngerjap kan mata.
"Bu Rt" panggil nya saat melihat ada orang lain selain sahabat nya.
"Nih minum dulu"Risha segara duduk dan meminum air yang di sodorkan Mala.
Saat kesadaran nya pulih total ternyata bukan hanya bu Rt dan Mala namun tetangga sebelah kontrakan nya juga ada di dalam kontrakan nya, Risha sendiri menjadi kikuk malu setelah ingat apa yang menimpanya..
"Duh neng ibu sampe kaget tadi Deri ke rumah katanya nya kamu pingsan" ucap bu Rt , Deri nama asli dari Mala , hanya Risha dan teman sepropesi nya saja yang memanggil nya dengan sebutan Mala.
"Ibu sakit" tanya Faro di sebelah Risha karna tadi ia terbangun saat mendengar suara ricuh yang d rumah nya.
Risha menolah ke arah arah Faro , mengusap kepala Faro kemudian menggeleng
"Engga de ibu baik baik aja ko " ucap Tisha tersenyum pada putra nya.
"Teteh ini ada sayur , teteh makan dulu ini juga ada ramuan herbal di minum ya" tetangga sebelah nya membawa nampan menyodorkan sepiring nasi,semangkuk sayur juga lauk pauk nya
"Aduh mba makasih ya jadi ngerepotin " ucap Risha menerima pemberian tetangga nya.
"Iya Ris lo makan dulu "seraya tersenyum penuh arti,Risha melihat senyuman sahabat nya itu jadi teringat nama yang terakhir ia dengar dari Mala.
"Gak apa apa teh saya gak ngerasa di repotin ko,kalo gitu saya pamit ya teh "Risha mengangguk sembari tersenyum ramah,kemudian tetangga nya pergi berlalu dari rumah kontrakan nya.
"Kalo gitu Ibu juga pulang ya neng Risha , dede Faro mau nginep tempat nenek gak" pamit Bu Rt seraya mengajak Faro
Faro menggeleng
"Engga nek kalo Faro ikut, ibu gak ada yang jagain"ucap Faro dengan mimik wajah yang menggemaskan
"Ah anak pinter, yasudah jagain ibu ya ? neng Risha, Deri Ibu pamit dulu ya " kembali bu Rt pamit
"Ah iya bu terimakasih bu Rt maaf sudab merepotkan bu"Risha bangun dari duduk nya yang bersandar mengantarkan bu Rt sampai ke teras.
"Iya neng sudah jadi tanggung jawab saya sebagai ketua Rt kepada warga ,Deri ibu duluan ya?"
"Iya bu , saya di sini sebentar lagi "
Warga tempat Risha mengontrak tidak pernah mempermaslahkan keberadaan Deri atau yang di sapa Mala eh Risha ,karna semua warga sudah tau kalo Deri memang sudah belok dari kodrat nya,karna Mala memang asli warga di situ sementara Risha hanya pendatang semenjak ia menikah dengan suaminya
....
Kini tinggalah Risha dan Mala
__ADS_1
"Dede bobo lagi ya di kamar,ibu masih mau ngobrol sama om Deri " Walaupun Risha kerap kali menyebut om Deri namun Faro tetap kekeh memanggil nya dengan sebutan Om Mala.
Mala memang sempat protes supaya Faro tak memanggil nya dengan sebutan om Mala , bahaya kalo ibu nya Mala dengar , walau bagai manapun Mala tetap tak ingin orang tua nya melihat ia bergemulai secara langsung. Namun namanya juga anak anak.
"Tapi dede boleh pinjam handphone ibu kan sebentaaaaar aja" ujar Faro
"Boleh banget sayang untuk kali ini ibu bolehin deh " Faro terlihat girang menerima ponsel dari ibu nya kemudian pergi menuju kamar nya
Setelah melihat Faro masuk ke kamar
"Mala lo serius gak La"
"Apa nya sih yang serius."Mala pura pura tidak Tau
apa yang di tanyakan Risha.
"Ish ,lo tu yah udah bikin gua pingsan, sekarang malah jadi insomnia"
"Amnesia dodol bukan insomnia"
"Nah itu maksud nya"
Kemudian Mala pun meceritakan informasi yang ia dapat dari sahabat nya yang berada di villa yang di sewa oleh Arsen.
"Gue gak lagi mimpi kan La, coba lo cubit gue deh" ujar Risha
"Tapi berarti gue gak lagi mimpi kan La? ini beneran serius kan La" Risha sekali lagi memastikan pada sahabat nya bahwa apa yang ia dengar memang bukan mimpi.
"Iya , lo seneng kan, tadi nya ekè mau ajak lo malam ini juga ke villa berhubung barusan ada drama pingsan , ya kita tunda sampe besok.Ok?"
Wajah Risha berubah Sendu
"Gue mau malam ini juga La ke sana , kapan lagi coba gue bisa ketemu sama idola gue , La .Please!"
"Tp Faro gimana Ris, kalau pun di bawa kasian tu bocah kena angin malam"
...----------------...
Setelah perdebatan kecil . Risha yang kekeuh ingin pergi akhir nya mau tak mau Mala memenuhi keinginan sahabat nya.
Mereka berangkat menggunakan motor matic milik Mala. Sedangkan Faro sebisa mungkin Risha mebuat putranya nyaman saat perjalanan agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, karna jarak tempuh dari kontrakan ke villa membutuhkan waktu 15 menit menggunakan motor dengan kecepatan sedang.
Disinilah mereka .
Sebuah Villa megah yang ada di hadapan nya membuat Risha takjub. Karna baru kali ini Risha menginjakkan kaki nya di sebuah villa selama ini ia hanya bisa melihat dari luar saja.
"Ni temen ekè yang ekè ceritain sama yey, namanya Arisha panggil aja Risha." Ucap Mala pada seseorang
__ADS_1
Risha yang di perkenal kan segera mengulurkan tangan nya
"Risha." Ucap nya memprkenalkan diri.
"Saya Yudi." Balas orang itu yanv ternyata bernama Yudi
"Bawa anak."Tanya orang itu seraya memeperhatikan Risha juga Faro yang ada di gendongan Risha
"Iya tapi tapi ekè jamin kerja nya bagus ko , yey percaya deh ama ekè" ucap Mala
"Maaf tapi di rumah gak ada siapa siapa, saya gak bisa ninggalin anak saya ke orang, jadi saya memilih membawa anak saya kesin, tapi saya janji anak saya anak baik ko dan saya pastikan tidak akan mengganggu jam kerja saya" jelas Risha panjang lebar
Mala terlihat manggut manggut
"Baiklah kamar kamu ada di ruangan belakang Villa ayo saya antar" ajak Yudi .
Risha juga Mala mengikuti langkah Yudi .
"Ini kamar kamu. Tempat nya bersih ko soalnya sebelum tamu nya datang seluruh Villa ini sudah di bersihkan"
"Ya sudah , ,tidurin dulu anak nya. Kasian anak kamu kedinginan sepertinya anak kamu juga ngantuk."
Risha melihat ke arah Faro yang ada di gendongan nya, ternyata benar Faro terlihat sangat mengantuk, segera ia masuk kedalam kamar di rebahkan nya tubuh mungil itu perlahan ke atas kasur yang sudah tersedia.
Setelah di rasa putra nya tidur dengan nyaman. Risha segera bangkit menuju keluar dimana ada Yudi dan Mala
"Ris lo keliling dulu sama Yudi biar besok lo gak bingung, gak apa apa kan?" ucap Mala
"Iya karna besok pagi saya mau ke villa sebelah takut nya gak keburu ngarahin kamu"
Risha pun setuju, sedangkan Mala tak ikut berkeliling , Karna memang menurut perintah sang penyewa Villa, tidak ingin privasi nya terganggu dengan kedatangan lebih banyak orang.
Namun sebelum berkeliling, Yuda menjelaskan aturan selama 3 hari di Villa ini. Tentang siapa yang menyewa Villa ini juga aturan aturan bahwa Risha harus bisa menjaga Rahasia si penyewa itu dan tidak akan membocorkan kepada siapapun.
Lagipula Risha pikir itu bagus tidak ada yang tahu itu berarti kesempatan baginya untuk lebih dekat dengan sang idola, tidak saling rebut dengan penggemar lain .
"Kamu mengerti kan?"
Risha mengangguk anggukan kepala nya tanda mengerti. Dalam hati Risha sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan sang idola, walaupun telinga nya mendengar semua yang dikatakan Yudi namun mata nya celingukan kesana kemari .
Saat Yudi memutar kenop pintu, ternyata pintu terkunci dari dalam. Padahal tadi ia sudah berpesan agar pintu belakang tidak perlu di kunci.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay Readers tinggalkan jejak ya gimana ceritanya.
Maklumin ya masih banyak typo solanay masib amatiran
__ADS_1
Dukung terus karya ku ya biar semangat nulis nya di usahakan aku update setiap hari