Sang Idola

Sang Idola
7 Memberanikan


__ADS_3

"Apa apaan kamu kirim pesan kaya gitu hah ? udah mulai ngelunjak kamu jadi istri ya"ternyata suami Risha yang menghubungi nya dan saat telepon tersambung ferdi langsung mencecar nya ,tanpa tau bahwa yang mengangkat panggilan nya adalah putranya


Faro meloudspeaker kan ponsel nya , sehingga Arsen yang berada di dekat nya ikut mendengar kata kata laki laki itu. Arsen mengernyit bingung , tapi ia tak ambil pusing Arsen tetap melanjut kan makan nya sambil memperhatikan bocah kecil itu berjalan.


"Ayah" panggil Faro


Ferdi seperti terdiam beberapa saat mungkin ia juga tidak menyangka bahwa putra nya lah yang mengangkat panggilannya


"Ibu kemana De " tanya nya setelah beberapa saat


"Ibu kerja ayaah"ucap Faro dengan suara kekananakan nya


"Kerja?"


"Iya ibu lagi di atas kerja , ayah kapan pilang ayah"


"Dede"panggil Risha yang turun dari atas dengan membawa cuciannya


"Ibu ini ayah telepon bu,"ucap nya girang sambil menyodorkan ponsel ke ibunya,Risha menerima ponsel itu dan menempelkan nya di telinga namun sebelum nya ia mematikan speaker terlebih dahulu.


Risha belum bicara saat melewati Arsen Risha tersenyum membungkuk mengucapkan permisi sambil menuntun pitra nya berjalan.


"saya permisi angkat telepon sebentar "ucap nya yang di angguku samar oleh Arsen


Saat sampai belakang dapur Risha baru menjawab suami nya yang sesari tadi memanggil nama nya di telepon


"Iya mas" dengan suara pelan Risha


"Apa maksudmu mengirim pesan itu hah, kau mengatai aku tidak menyayangi putraku dan aku bertanggung jawab"


"Mas..."


"Dengar aku bicara Risha, setiap bulan aku selalu mentransfer mu uang apa itu belum cukup dimana letak tidak bertanggung jawab nya aku Risha , kau selalu mengatakan tidak cukup, sebenarnya apa yang kau makan ,dan apa yang kau beli sampai selalu merasa kekurangan , sebagai seorang istri kau harus pandai mengatur uang Risha kau jangan boros Risha cari uang itu susah Risha aku sampai panas panasan disini kerja"


"Mas aku tidak mengatakan mas tidak tidak bertanggung jawab aku hanya mengatakan bahwa Faro menjadi tanggung jawab kita mas untuk membahagiakan nya ,Maaf kalo memang aku salah bicara mas , tapi memang uang yang kamu kirim tidak cukup mas untuk memenuhi kebutuhan kami disini mas belum lagi kontrakan yang perlu aku bayar mas "


"Aku tidak ingin dengar apapun Risha , setiap aku menerima gaji , selalu langsung ku kirim ke rekening mu Risha."


"Baiklah mas aku minta maaf kalo kata kata ku membuat mu marah"ucap Risha terdengar helaan nafatls dari Ferdi


"Kamu kapan pulang mas ?"


"Masih sibuk belum ada jatah libur ,ya sudah aku tutup dulu."


TutTutTut

__ADS_1


Risha masih menatap layar ponsel nya yang mati


Entah harus bagai mana Risha sekarang,suami nya tak pernah berubah .


"kamu bahkan tak bertanya kabarku dan Faro mas"gumamnya


"Ibu ayah marah lagi ya?"tanya Faro dengan muka sedih nya


"Engga ko ayah gak marah, tadi cuman mau tanya aja ke ibu "Risha mengusap pipi Faro


Saat berbalik badan sosok tinggi tegap itu sudab beriri di belakang nya . Risha tersentak kaget


Arsen tersenyum canggung ,,ia jelas mendengar semua perdebatan suami istri itu walaupun ia tak tau apa yang di katakan suami pembantu nya ini tapi Arsen dapat menyimpulkan bahwa permaslahan ekonomi yang mereka ributkan.


Risha membalas dengan senyum juga,tatapan mereka terkunci beberapa saat sebelum akhirnya Risha tersadar dan kembali melewati Arsen dengan menuntun Faro untuk membereskan kamar atas.


Arsen memeperhatikan punggung Risha yang semakin menjauh sampai hilang dari pandangan nya


...****************...


Arsen, Cris, Bunga dan Lita sedang menikmati pemandangan kota B dari rooftop


"Silahkan."Ucap Risha menyimpan Gelas berisi jus dari nampan ke atas meja


Tak ada yang menyahut,mereka sibuk dengan obrolan mereka seputar keartisan mereka


Mereka berempat pun mengutarakan makanan yang di ingin kan, Risha tampak menca potat semuanya. Setelah selesai Risha kembali turun kebawah untuk menyiapakan semuanya.


"Kaya nya dia fans kamu juga loh Sen" celetuk Bunga, setelah melihat Risha menjauh. Arsen yang sedang fokus dengan ponsel nya seketika mengangkat wajah nya


"Kenapa kamu berfikir begitu?"ujar Arsen


"Dari awal natap aja udah beda sama kamu" ucap Bunga lagi di selingi tawa semuanya . Arsen hanya menanggapi nya dengan senyum tipis


"Tapi gak mungkin juga kamu mau sama janda kan sen."selidik Lita


Semua tampak menatap Arsen


Arsen tampak geleng geleng


"Dia itu bersuami, lagipula wajar dia ngefans"


"Ko lo tau?"tanya Cris


"Iya ,,ku pikir dia singlemother"sambung Lita

__ADS_1


Arsen tak menanggapi,ia beranjak dari duduk nya


"Panas " ucap nya seraya berlalu diikuti ketiga nya untuk turun.


......................


Makan siang ini Risha memasak sayur asem, ikan goreng, ayam goreng ,sambal ,sup buntut, tempe dan tahu goreng,kerupuk dan puding sebagai makanan penutup sesuai yang mere inginkan tak lupa buah buahan ia tata di ata meja.


Mereka ber 4 menyantap masakan Risha dengan lahap,Risha semdiri memilih masuk kamar sembari manunggu mereka menyelesaikan makan siang nya.Karna dari kamar nya ada pintu yang langsung terhubung ke dapur.


Dirasa cukup waktu makan, Risha kembali kemeja makan sementara Faro masih terlelap dalam tidur siang nya. Benar saja di meja sudah tidak ada siapa siapa , Risha segera membereskan bekas sisa makanan di atas meja untu ia bersihkan.


Risha memasangear earphon ketelinga nya untuk menyetel musik sembari berkutat dengan cucian piring.


"Beres" gumam Risha mengepakakkan tangan nya melihat hasil cucianya yang sudah kembali tertata rapi di dalam rak ia terus berjalan mundur .


Saat berbalik badan


"Tinggal gosok ba..."


Bug


"Aduh, maaf, maat saya gak sengaja" ucap Risha menyadari ia telah menabrak seseorang


Arsen yang saat itu hendak tidur siang merasa tenggorokan nya kering ,memilih turun sendiri untuk mengambil minuman dingin di kulkas .


Namun karna letak lemari pendingin itu bersebrangan dengan tempat cuci sehingga Risha tidak melihat ada orang lain selain dirinya ,


Arsen tak banyak bicara , membuka kulka mengambil apa yang menjadi tujuan nya ke dapur


"Eum"Risha tampak akan menyampaikan sesuatu namun lidah seolah kelu untuk mengungkap kan kekaguman nya pada sosok pria di hadapan nya


Arsen yang merasa Risha ingin menyampaikan sesuatu pun hanya diam menunggu katakat selanjut nya yang akan keluar dari mulut pembantu muda di hadapan nya.


"Ada yang ingin di sampaikan?" Tanya Arsen karna melihat Risha yang hanya diam menatap ke arah nya , Bagi Arsen sudah biasa ia melihat tatapan kagum dari para wanita.


Berbeda dengan Risha yang jantung bergemuruh berhadapan dengan sosok tinggi, tampan juga terkenal dan yang paling penting adalah Risha mengidolakan nya.


Tubuhnya nya yang wangi dari jarak beberapa meter saja wanginya sudah tercium 'Ah sungguh Risha tak tahan pada sosok di hadapan nya ini'


Tangan nya seakan ingin menggapai sosok dihadapan nya namun lagi lagi keraguan itu muncul , tapi Risha merasa ini saat nya ia meluapkan kekaguman nya pada Sosok Arsenio ini ,ia harus memberanikan diri 'kapan lagi' pikirnya


TBC


...----------------...

__ADS_1


#Eceu juga Rasanya pengen peluk sang idola kalo misalnya dekat ,


Sabar Risha ya lebih baik Risha Eceu mandiin dulu biar gak bau dapur.


__ADS_2