
Tok tok tok
"Assalamualaikum"?
Risha yang sedang mencuci baju menajamkan pendengaran nya .
"Assalamualaikum , Neng Risha " tidak salah lagi memang ada orang di luar, Risha lalu mencuci tangan nya seraya berseru
"Ya sebentar" teriak Risha dari dalam .
Ceklek
"Eh Bu Rt , mari masuk bu. Maaf saya lagi di belakang jadi kurang begitu jelas kedengaran " Risha mempersilahkan tamu nya masuk .
"Iya gak apa apa Neng, Ibu cuma ada peelu aja sebentar." Bu Rt menatap Risha sambil tersenyum.
"Eh iya Bu, ada apa ya? ko saya jadi tegang " ucap Risha di selingi tawa renyah
"Gak da apa apa, tapi apa ada nya aja ko" balas Bu Rt
"Begini Neng Risha, kemarin ibu dapat telpon dari saudara ibu, katanya di tempat nya bekerja lagi butuh karyawan perempuan , tapi maaf Neng Risha bukan maksud ibu mau merendahkan, kerja nya di sana jadi petugas kebersihan di studio tv ikan terbang. Siapa tau kamu minat gitu Neng" jelas Bu Rt panjang lebar
Risha nampak berfikir , ia memang sangat membutuhkan pekerjaan , disini juga kehidupan nya semakin tidak jelas , suaminya semenjak putra nya meninggal jangan kan beekunjung, sekedar menanyakan kabar lewat telpon saja tidak.
"Kapan kira kira saya berangkat Bu.?" Tanya Risha setelah beberapa saat beefikir.
"Jadi kamu minat Neng.?" Tanya balik Bu Rt untuk memastikan.
"Y sepertinya ini sebuah jalan , supaya saya tidak terus jalan di tempat Bu . Mungkin dengan saya bekerja selain menghasilkan uang juga bisa sedikit melupakan kesedihan saya di sini bu" air mata Risha lolos begitu saja saat teringat dengan kehidupan nya .
"Kamu yang sabar ya Neng , semua sudah takdir dari allah . Kita sebagai manusia harus selalu bersyukur apa pun yang allab berikan mungkin allah punya rencana lain buat kebahagiaan Neng Risha." Bu Rt dapat merasakan apa yang Risha rasakan , hidup di perantauan karna mengikuti suami , namun yang di ikuti malah pergi tak memperdulikan.
BuRt mengusap bahu Risha .
"Ya sudah Ibu mau telpon sodara Ibu yang di kota ya Neng"
Setelah beberapa saat Bu Rt menghubungi saudara nya Bu Rt kembali memegang telapak tangan Risha ,
__ADS_1
"Katanya kalo kamu siap besok juga sudah bisa berangkat nanti saudara ibu kirim alamat nya" ucap Bu Rt di jawab dengan anggukan dari Risha
"Tapi Bu saya gak punya ongkos , apa ada uang transport biar nanti di potong gaji di sana"
"Masalah itu kamu gak usah pikirin, Neng Risha bisa pakai uang Ibu dulu, dan maslah barang barang kamu ini sebaiknya kamu pindahin aja ke rumah Ibu. Disana ada satu kamar kosong buat kamu nyimpen barang, biar gak usah ngontrak lagi sayang uang nya." Sungguh Risha sangat beruntung bisa kenal dengan Bu Ani selaku Rt di tempat nya tinggal.
Hari beranjak sore Risha pun izin kepada yang punya kontrakan bahwa ia tak akan lagi mengontrak . Ia di bantu Mala, anak Bu Rt dan Bu Rt sendiri juga tetangga nya yang sama ngontrak memindahkan barangnya yang tidak seberapa ke rumah Bu Rt.
"Semoga lo betah di sono ya Ris, jangan lupa kalo ada canel loker lo kabarin gue ." ucap Mala saat mereka selesai merapi kan barang barang Risha.
"Iya Neng siapa tau ada Artist yang butuh MUA kan bisa masukin Mala, sekalian buat tes kemampuan " timpal Bu Rt di selingi tawa
"Aduh ,,, jangan Ragukan kemampuan Mala Bu Rt" ucap mala bangga sambil menepuk dada nya sendiri
"Iya, entar kalo ada pencerahan gua kasih kabar elo Mal. Lo doain gue ya biar gue betah, siapa tau gue sukses juga " ucap Risha
Sementara di lain tempat
"Sen apa lagi sih yang harus kamu pertimbangkan. Mama yakin Agnes itu yang terbaik buat kamu , kamu aja udah dekat sama Agnes sejak kecil kan" cecar mama Arsen setelah kepulangan keluarga Beri
Ya, Mama papa Arsen berniat menjodohkan Agnes dan Arsen , namun jawaban sang putra jauh dari prediksi, Arsen menolak peejodohan itu walau dengan cara halus yang ingin menjadi teman dulu agar mereka lebih kenal lagi satu sama lain bukan tanpa alasan mereka memang kenal sejak kecil, namun beberapa tahun belakangan saat mereka beranjak dewasa mereka tak lagi dekat seperti dulu, untung saja keluarga Beri menerima alasan Arsen.
Dari pagi Mama nya selalu mempertanyakan ini sampai ia baru pulang pun mama nya masib tetap dengan pertanyaan yang sama.
"Apa" sahur mama Yanisa
"Udahlah Ma Arsen cape mau istirahat , Mama juga istirahat ya " Arsen berlalu dari hadapan Yanisa .
"Arsen Mama belum selesai ngomong loh Sen, dengerin mama dulu." Panggil Yanisha namun tak di indahkan oleh Arsen .
"Udah lah mah , Arsen udah dewasa biar dia yang nentuin pilihan nya." Timpal papa Arsen yang baru datang saat kembali dari depan.
"Pa Agnes itu anak baik, cantik , pintar lagi. Nanti keburu di lamar orang gimana coba , mama tuh udah cocok kalo Agnes jadi mantu mama" yanisa menggerutu sebal pada suaminya yang seakan tak mendukungnya
"Ma Gadis seperti Agnes itu banyak loh , "
"Tapi yang bibit bebet bobot nya jelas itu susah pa. Udah ah mama males ngomong , mending mama tidur aja" Yanisa beranjak dari duduk nya meninggalkan suaminya yang langsung menghela nafas dengan tingkah istrinya .
__ADS_1
.....
"Mama ada ada aja sih pake jodoh jodohin segala " gerutu Arsen , ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk nya
"Mending dengerin musik" ucap nya pada diri sendiri sembari beranjak mengambil alat musik dan memutar lagu nya sendiri
Tak lama dering ponsel mengalihkan lamunan Arsen yang sedang meresapi lagu nya
"Halo" dengan malas Aesen mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelpon nya
"Sen" Arsen mengerti kedapatan surmara wanita , ia langsung melihat kearah panggilan berlangsun
'Bunga' gumam nya pelan
"Ah nya Bunga " sahut Arsen setelah tau siapa yang menghubungi nya
"................?"
"Gak ganggu ko santai aja. Ada apa ?" tanya Arsen.
"..............."
Arsen terlihat mengarahkan pandangan nya pada dinding waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam
"Maaf Nga kaya nya gak bisa deh"
"...................."
"Ok" panggilan pun berakhir
Lebih tepat nya Arsen yang mengakhiri panggilan itu, sungguh ia terlalu malas sekarang , ia ingin menenang kan diri ,
Ting
sebuah pesan masuk , Arsen yanh sudah sedikit terelelap kembali membuka matanya .
Mata Arsen membola membaca pesan yang ia terima .
__ADS_1
TBC