Sang Idola

Sang Idola
8 Akhirnya


__ADS_3

Melihat Risha hanya diam saja, Arsen menggelengkan kepala nya seraya berlalu.


Risha yang baru sadar saat Araen telah pergi mamukul kepala nya pelan


"Ih bego ,bego bego ,tadikan saat yang tepat kenapa gue malah jadi kaya patung sih " geram nya pada diri sendiri


"Tapi"Risha mencium aroma tubuhnya sendiri


"Untung aja engga gue peluk,badan gue bau dapur gini yang ada dia jijik ama gue "Risha mendesah pelan


"Ibu" panggil Faro dengan muka bantal nya ternyata putranya sudah terbangun Risha lantas menghampiri putranya menggendong nya


"Maem ya nak"di jawab dengan anggukan dari Faro .


...****************...


"Teh Risha " panggil Bunga


"Ya ...ada yang bisa saya bantu non "


" Baju putih yang tadi di cuci apa sudah kering soal mau saya pake lagi"ucap bunga


"Oh ,sudah non sudah saya gosok juga , sebentar saya ambil dulu ya non"Risha segera mengambil apa yang di butuhkan Bunga


"Memang nya mau kemana ?"tanya Cris


"Manager gue ada di kota B, tadi pagi dia telpon, ngajak ketemu, katanya ada yang mai dia kasih"


"Yang ini ga non?" Risha menyerahkan baju berwarna putih yang di terima Bunga


"Kamu asli orang sini teh?" Tanya Cris sembari mendudukkan diri di atas sofa ruang tv


"Eh engga mas saya aslinya dari kota G , disini saya ikut suami "ucap nya jujur


"Jadi yang asli orang sini tu suami kamu gitu?" tanya nya lagi


"Engga juga sih mas."


"Loh katanya ke sini ikut suami."


"Iya tadinya suami kerja di daerah sini tapi 2 tahun yang lalu di di pindahkan ke kota K."


"Kenapa kamu gak ikut sama suami kamu?" mendengar pertanyaan Cris Risha menggelengkan kepala nya seranmya teraenyum


"kontrakan di sana mahal mahal mas ,kalo di sini kan masih terjangkau"jelas Risha Cris hanya beroh ria.


"Cris gue berangkat dulu ya"tiba tiba Bunga sudah ada di ruangan itu juga


"Trus lo Lita mau kemana rapih juga?"


"Dia ikut gue "jawab Bunga Lita hanya mengedika bahunya

__ADS_1


"Eh bentar gue ikut deh ,bete gue kalo sendiri . Arsen di ketok ketok pintunya gak di buka , ngebangke. Tungguin gue ambil jaket dulu" ucap nya berlari menaiki tangga


Mereka pun berangkat bersama meninggalkan Villa yang ternyata di sopiri oleh Yudi.


...****************...


Saat sore Risha sedang meyapu halaman belakang yang banyak terdapat daun daun kering padahal baru td pagi ia sapu .


setelah selesai Risha menghampiri putra yang sedang bermain rumput


"Udah yu de kita mandi dulu , udah sore biar Dede ya makin ganten." Faro pun menurut ia bangkit dari duduk nya


"Gendong" ucap Faro dengan manja tanpa menolak Risha segera meraih tubuh putra nya itu


"Dede tunggu di sini nonton si kembar ya ?" Risha bantu mencari tayangan anak anak .


"Dede jangan kemana mana sampe ibu kembaki kesini ya ?"


"Ibu mau kemana?"tanya Faro.


Faro terbilang anak yang penurut tidak rewel juga


"Ibu masih harus kerja,kan nanti kalo ibu dapat uang , Dede bisa beli ikan hias yang sama kaya putra."


"Yey ." Faro bersorak mendengar ia akan di belikan ikan hias


Sebenarnya Risha sedang menunggu Mala yang katanya akan datang ke Villa tapi sampai sore sahabat nya itu belum juga datang, di chat pun tidak aktif.


Risha teringat gelas kotor yang ada di rooftop bekas siang tadi belum ia ambil.


Saat di lantai 2 Risha melirik ke arah pintu dimna itu adalah kamar seorang idola nya


"kalo liat keseharian nya. Seperti nya dia orang yang tertutup dan jarang bicara , berbeda sekali saat dia sedang di depan kamera" lirih Risha pelan


"Tapi semakin begitu semakin terlihal cool dimata ku duh aa Ar " lirih nya lagi, namun Risha terlinjal kaget saat tiba tiba kenop pintu berputar pertanda akan ada orang yang membuka pintu.


Buru buru Rara berlari menuju atas mengambil gelas kotor tadi , dan saat turun pintu itu kembali tertutup rapat seperti tak ada seorang pun


 .....


"Apa kamu tau kemana semua orang yang ada disini"Arsen awalnya pergi ke kamar Cris dan ternyata kosong, langsung turun kebawah berkekiling mencari namun saat sadar mobil mereka tidak ada di halaman Arsen yakin mereka pasti pergi,ingin menghubungi namun saat ia hendak kembali ke kamar ia berjalan melewati pintu kamar Risha , di sana Arsen melihat Faro sedang tertawa menatap layar ponsel nya.


Arsen pun ikut bergabung dengan Faro sampai saat Risha datang dan terkejut dengan keberadaan Arsen yang bersama putra nya


"I..itu mas, tadi mereka pergi pakai mobil tapi saya gak tau pasti kemana pergi nya"jawab Risha


"Oh " Arswn segera beranjak meninggalkan tempat itu


"Om mau pergi kemana?" tanya Faro saat melihat pergerakan Arsen,


"Om ke atas dulu mau telpon temen temen om yah!"jawab Arsen

__ADS_1


"Iya om nanti nonton Sama Dede lagi ya om " ucap Faro sambil menunjukan layar ponsel nya.


"Ok boy" ucap Arsen setelah nya ia pergi .


"Dede sekarang kita mandi yah "Risha pun membawa Faro untuk membersihkan diri.


Setelah mandi Risha menyuapi Faro di teras belakang.


"Poko nya aku harus peluk dia kapan lagi coba bisa sedekat ini,mumpnung gak ada siapa sipa jadi gak ada yang liat gatel banget ni tangan"bisik hati Risha


"Ris" panggil seseorang


"Mala kemana aja sih katanya mau tadi siang ke sini?"


"iya tadi siang gue nganter mama ke ondangan dulu ni juga baru balik"


"Dede ikut om yuk" ajak nya pada Faro


"Kemana om?" Tanya Faro


"Ke Alfaxxxx beli ice cream yu"


"Ayo om" Faro berlari ke arah Mala


"Gue bawa Faro dulu ya Ris?" izin Mala


"Tapi jangan lama ya ,trus hati hati di jalan" ucap Risha.


"Tenang" ujar Mala seraya menuntun Faro meninggalkan Risha.


Setelah kepergian Mala dan Faro Risha memantapkan hatinya untuk menemui sang idola nya .


"Ah, kalau degdegan gini bisa bisa gagal lagi , bismillah" gumam nya pelan ,


Arisha berjalan meyusuri setiap ruangan menapakai tangga dan tibalah ia di depan pintu kamar Arsen yang ternyata tidak tertutup Rapat.


Perlahan tangan nya terangkat untuk mengetuk pintu kayu itu .


Tok Tok Tok


"Ya " sahutan Dari dalam ,mendengar suara Arsen Risha semakin gemetar tapi ini sudah kepalang basah ia hanya ingin memeluk sebentar, setelah mengagumi penyanyi terkenal ini selama 4 tahun .


Perlahan Pintu di hadapan nya terbuka , menampilkan sosok tinggi nan tampan tak lupan bau harum nya yang wangi


Risha mendongak menatap wajah yang sangat ia kagumi, sebagai fans berat ia mempunyai cinta untuk sosok di hadapan nya ini .


GREP........


TBC


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2