
Ke esokan harinya, saat subuh berkumandang Risha tampak mengerjap ngerjapkan matanya .
Semalam selain memberi uang untuk beli nasi goreng ,Bunga juga memberikan uang belanja supaya pagi ini Risha bisa membuat sarapan.
Entah angin dari mana, saat mendengar suara adzan.Keinginan hati nya untuk bersujud kepada sang maha pencipta. Risha duduk di bibir Ranjang kini pandangan nya menatap ke arah putra nya yang tidur terlelap di usap nya kepala putra nya dan di kecup kening nya.
Risha lalu bangkit ke kamar mandi untuk menunaikan ibadahnya.
Setelah itu ia berencana untuk pergi ke pasar , sebelum putra nya itu bangun.
Risha bersiap untuk pergi ke pasar menggunakan motor matic semalam yang ia pinjan dari Mala . Mala sendiri pulang di antar Yudi .
Uang yang di berikan Bunha cukup besar maka dari itu ia belanja untuk 3 hari hari kedepan 'biar tidak bolak balik' pikirnya
Hari semakin siang sementara Risha masih terjebak macet karna ada kecelakaan mobil terguling yang menghalangi aktifitas jalanan
"Faro pasti udah bangun"Risha yang gelisah memikirkan putranya pasti menangis menanyakan keberadaan nya , yang ia takutkan Faro akan kaluar mencari nya tanpa arah karna pintu kamar tidak di kunci
"Mudah mudahan Yudi ada di sana" harap nya
Akhirnya setelah beberapa saat menunggu Risha melewati kemacetan itu dengan kecepatan tinggi ia melajukan motor nya kembali ke villa.
Belanjaan ia biarkan menggantung di motor Riha berlari menuju kamar dimana putranya tidur.
Namun tak terdengar suara Tangis putra nya hanya 2 kemungkinan yanv ada di pikiran Risha yakni putra nya pergi mencari nya atau memang putra nya belum bangun, Semoga saja putra nya itu masih tidur
"Dede" panggilnya seraya membuka pintu kamar , tetapi kamar itu kosong 'kemana putranya'
"DEDE...FARO" teriak nya berulang kali supaya putranya bisa mendengar teriakan nya.
Air mata nya tak bisa di bedung , terus mencari mengelilingi villa mulutnya tak berhenti memanggil nama putranya.
"Ibu"suara anak kecil yang akrab di telinga Risha , Risha langsung menoleh ke asal suara yang ternyata berasal dari balkon lantai 2.
"Ibu Dede di sini sama om tampan"
Risha langsung mengusap Air mata nya tersenyum ke arah putra nya,kelegaan langsung menyelimuti hati nya,melihat putra nya baik baik saja bahkan saat ini putranya berada di dalam gendongan sang idola .
__ADS_1
"Maaf pasti anak saya mengganggu istirahat anda, sebentar saya kesana " ucap Risha berjalan masuk menuju kamar Arsen.
Tok Tok Tok
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan Faro yang berjalan
Risha langsung meraih Faro kedalam dekapan nya Rasa was was masih tersisa di hati nya.
"Lain kali jangan tinggalkan anak sendirian,bahaya dan kasian juga."Ucap Arsen
"Maaf, seharus nya saya sudah kembali 1 jam yang lalu namun di jalan terjadi kecelakaan , jadi saya terjebak macet, tapi terimakasih banyak, maaf sudah merepotkan"
Risha sungguh tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau Arsen tidak menemukan Faro, tapi Risha bersyukur apa yang tidak di inginkan tidak terjadi.
"Tak apa tadi putramu menangis untung saja saya sudah bangun jadi saya dengar dia nangis" ucap Arsen tangan nya terulur mengelus rambut Faro
Risha melihat itu tersenyum,ini bukan sekedar hayalan ini nyata ,kalau saja tidak ada putranya. Ingin sekali Risha memeluk pria tinggi di hadapan nya .
Matanya tak sengaja menangkap sosok wanita di dalam lewat hanya di lilit handuk , hati nya mendadak kelu,sebagai fans berat tentu pemandangan ini sangat menyakitkan
Arsen sadar tatapan Risha tertuju pada wanita di dalam secara sadar menutup sedikit pintu agar keadaan di dalam tak terlihat lagi.
"Baik lah saya masuk dulu" pamit Arsen seraya menutup pintu kamar nya setelah melihat anggukan Risha.
Risha berjalan Gontai menuju dapur menggendong putra nya . di dudukan nya Faro pada kursi single yang ada di dapur .
"Dede ,duduk manis di sini ya ? ibu mau siapin sarapan dulu nanti Dede makan ya,?"Risha menyodorkan handphone nya supaya Faro anteng sementara ia mengerjakan pekerjaan nya,di sambut riang oleh Faro.
Semalam Bunga sudah memberitahukan sarapan apa yang harus di sediakan.dan untuk makan siang Risha akan bertanya dulu.
Setelah membuat sarapan ,Risha mengerjakan menyapu seluruh ruangan, satu jam kemudian Risha selesai mengerjakan tugas . Dilihat nya kamar satur persatu masih tertutup Rapat, Risha merasa sungkan untuk membangun kan. Jam menunjukan pukul 08 lebih
Risha memilih kembali ke dapur untuk menyuapi anak nya bubur yang tadi ia beli di pasar beruntung kuah bubur nya terpisah.
Tap Tap Tap
__ADS_1
Suara langkah seseirang terdengar menuju dapur
"Tolong minta air putih dong" suara wanita itu terdengar di telinga Risha ,terlihat ia mendudukkan bokong nya di kursi makan, dan menyantap makan yang telah tersaji di meja makan.
Sebagai wanita yang sudah menikah tentu Risha paham Pa yang telah terjadi semalam di lihat dari rambut wanita itu yang basah juga leher yang terdapat tanda merah keunguan 'Ah' sungguh Risha tak bisa bayangkan lagi
"Kamu liat ada perempuan keluar dari villa ini belum selain say? tanya nya pada Risha,Risha menjawab dengan gelengan kepala,
Wanita itu hanya memiringkan sesikit mulut nya tanpa bertanya lagi dan melanjutkan sarapan nya.
Setelah selesai sarapan wanita itu menghampiri Risha.
"Kalo temen saya bangun nanyain saya , bilang saya pulang duluan ya ."gaya nya sedikit angkuh entah Wanita panggilan dari mana pikir Risha
"Temen?"beo Risha
"Ya temen saya di kamar mas Cris mungkin sekarang masih tidur" masih dengan gaya angkuh nya
"Ooh"
Wanita itu bergegas pergi setelah menerima telepon entah dari siapa hanya kata 'Ok Sebentar' yang keluar dari mulut nya
Risha kembali menyuapi putra nya, setelah itu Risha mencuci wadah yang kotor dan menyimpan nya kembali ke tempat nya. Putra nya seriu dengan ponsel nya menonton tayangan kesukaan nya sikembar dan kakak nya yang galak
Risha sedang menjemur lap di belakang saat kembali ia melihat punggung seorang pria yang sangat ia tahu pemilik punggung itu. Tiba tiba jantung nya berdegup kencang hanya melihat punggung nya.
Merasa ada yang memperhatikan Arsen menoleh ke belakang,terlihat Risha yang langsung tersenyum canggung .
"Kamu bisa beresin kamar saya sekarang, baju kotor juga ada di keranjang yang ada di ruang ganti,tolong kamu cuci ya" setelah mengatakan itu Arsen kembali menyantap sarapan nya tanpa menunggu jawaban Risha.
"Ba,,,baik" jawab Risha.
Risha segara pergi ke lantai 2 untuk mengambil baju kotor yang akan di cuci baru setelah nya ia akan membawa Faro ke atas.
Dering ponsel Risha terdengar Faro segera turun dari duduk nya mencari ibu nya saat sampai pintu
Arsen melihat jari kecil nya Faro mencoba menerima panggilan itu
__ADS_1
Panggilan tersambung
###Hayo siapa kira kira yang nelepon ya