Sang Idola

Sang Idola
5 Tak menyangka


__ADS_3

"Huuuh... happy gue hahaha." Teriak Cris diiringi tawa nya dengan badan yang tetap bergojed mengikuti alunan juga musik.


Bersama 2 wanita panggilan yang bergantian bernyanyi masing masing duduk di sebelah Arsen dan Cris .


Lita, juga sesekali ikut bernyanyi. Sedangkan Bunga, jangan di tanya walaupun ia memasang senyum namun, hati nya benar benar sedang tidak baik baik saja.


Dengan mata kepala nya sendiri ia melihat Arsen bersama wanita yang yang bergelanyut mesra pada Arsen, walaupun hanya wanita panggilan namun sukses membuat ia terbakar cemburu.


Villa ini memang memanjakan setiap pengunjung , terdapat private room yang kedap suara untuk ruang karaoke.


Tiba tiba suara musik mengecil.


Cris juga Arsen terlihat terganggu , kesadaran mereka masih normal.


"Cris,,, Kenapa lo kecilin sih?" kesal Lita sembari mencari letak remot .


"Bentar ni ada yang telpon gue dulu." Ucap Cris


menggeser ikon hijau pada benda pipih nya.


"Hallo Sam ada apa?" sahut Cris saat panggilan itu sudah terhubung.


"Penjaga Villa telpon gue Cris katanya pintu belakang jangan di kunci, soalnya orang yang mau kerja di villa buat ngurusin kalian sudah datang"


"Perasaan gak gue kunci deh" mata Cris melirik satu persatu teman nya terlihat Lita nyengir


"Ya pokonya sekarang buka aja dulu" balas orang di sebrang sana.


"Ok gue buka sekarang".


Cris memasukan kembali ponsel nya kedalam saku celana nya.dan menyuruh Lita membuka kembali kunci pintu belakang.


"Siapa ?" tanya Arsen setelah melihat Lita berlalu keluar.


"Si Sam kata nya orang yang mau kerja di Villa udah dateng, Arsen hanya manggut manggut.


Mereka kembali menikmati alunan musik


Kembali Cris menimati sentuhan wanita yang duduk di pangkuan nya sambil bernyanyi.


Begitu pula Arsen terlihat bersandar pada sofa. dan seorang wanita juga ikut bersandar di dada bidang Arsen seraya mengelus ngelus dada bidang Arsen yang terbuka, karna menggunakan kemeja dengan 3 kancing yang terbuka. Tangan Arsen melingkar mengelus pinggang wanita itu. Mata Arsen terpejam merasakan elusan tangan wanita panggilan itu.

__ADS_1


Melihat Arsen menikmati sentuhan nya tangan wanita itu semakin berani turun kebawah menuju aset pribadi Arsen, saat tangan itu mecapai tempat yang di tuju Araen buru buru meraih lengan kecil itu serasa berbisik.


"*B*elum saat nya baby" bisik nya tepat di telinga wanita itu.


Namun detik berikut nya Arsen tampak menyatukan bibir nya pada parempuan di hadapan nya, saling ******* mengecap tangan Arsen pun merayap pada bukit kembar


Suara musik yang kencang dan cahaya yang redup membuat kegiatan Arsen tak begitu kentara.


Berbeda denagn Bunga karna memang sejang tadi fokus nya tetap pada 1 titik , sehingga ia tak melewat kan apapun yang terjadi antara Arsen dan j****g itu.Walaupun Arsen memilih duduk di pojokan Ruang tak membuat pandangan Bunga terganggu untuk selalu melihat aktifitas yang di lakukan Aesen. Tangan nya terkepal hinggu kuku jari nya nyaris melukai telapak tangan nya.


Gelas yang berada di tangan kirinya pun tanpa sadar terlepas dari tangan sehingga menimbulkan bunyi.


PRANG!


Semua mata tertuju pada pecahan gelas itu termasuk Arsen dan teman wanita nya.


"Sorry kayak nya gue mulai pusing , gue keluar dulu panggil tukang bersih bersih yang td biar di beresin " Bunga berdiri menuju pintu keluar dengan sengaja berjalan seperti orang yang sudah mabuk padahal tentu saja tidak, ia hanya minum beberapa gelas saja tentu tak akan membuat ia kehilangan kesadaran.


Musik pun kembali berhenti


Arsen terlihat mendesah karna kegiatan nya terganggu. Cris yang dapat melihat Raut wajah Arsen hanya Tersenyum sembari geleng geleng kepala.


Arsen tampak memperbaiki penampilan nya dan kembali duduk tegap, dilihat nya jan menunjukan pukul 11:15. Wanita di sampingnya juga pamit ke kamar mandi.


Belum sempat Arsen menjawab


"gue duluan ya " Lita berdiri dari duduk nya berjalan sempoyongan ke arah keluar.


"Mau gue anterin" Tawar Cris


Lita hanya mengankat tangan nya serta gelengan kepala tanda menolak tawaran Cris .


Di lain tempat Bunga tampak mecaru keberadaan Yudi.


"Kemana sih tuh orang" sambil terus berjalan bunga mengarahkan kaki nya ke arah belakang


Sayup sayup terdengar orang yang sedang mengobrol, Bunga segera beranjak menuju ke asal suara.


"Pemisi"


Sontak Risha dan Yudi menoleh ke asal suara.

__ADS_1


"Iya ada yang bisa saya bantu Non."


Ucap yudi ramah.


"Ah hiya apa mba ini yang akan bekerja di Villa ini selama 3 Hari itu?" tanya nya pada Yudi lalu melirik ke arah Risha.


"Iya betul memang nya ada apa ya Non?" tanya Yudi khawatir.


Bunga pun menjelaskan maksudnya memanggil Risha , tentu saja Risha tak akan menolak. Bunga berjalan di depan di ikuti Risha yang mengekor di belakang nya dengan tangan menenteng alat kebersihan .


Ruangan itu terdapat dilantai paling bawah.


Sampai lah mereka di private room villa itu.


Fokus Risha hanya pada satu titik, yakni sang idola nya ada di depan mata dan ini bukan mimpi, orang yang selama ini selaku ia hayalkan ada di dapan matanya , sungguh Risha ingin sekali menjerit menangis. Tapi tidak' pikir Risha ia harus menyelesaikan pekerkaan nya dulu sebelum ia mengahambur kepelukan sang idola nya itu.


Bunga mengarah kan apa yang hafus Risha kerjakan ,kemudian Bunga kembali duduk di bangku kosong mencari keberadaan Lita , Cris pun memberitahu Bunga bahwa Lita sudah tumbang dan mungkin sekarang sudah masuk ke alam mimpi.


"*Y*a allah ,ya alalh ,ya allah " gumam Risha dalam hati tak henti henti ia menyebut nama sang pencipta alam,tangan nya pun gemetar.


"Saya permisi kembali kebelakang" Sungguh mendadak keberanian Risha hilang begitu saja ia memutuskan untuk kembali saja ke belakang , Apalagi entah dari mana datang nya seorang wanita yang bergelayutan di lengan Ar nya itu datang se ingat nya saat ia tiba wanita berbaju seksi itu hanya seorang saja , membuat hati Risha di landa kecewa karna idola nya ternyata suka bermain wanita.


"Tunggu...." Risha Sontak menoleh.


"Nama kamu siapa" Tanya Cris.


"Risha ,,, nama saya Risha" Risha sedikit membungkukan badan nya.


"Ada apa?" tanya Arsen melirik ke arah Arsen.


"Gue laper , mba Risha apa gak apa apa kalo saya minta di buatkan makanan sekarang ?"


Risha tampak berfikir apakah bahan makanan zatdi dapur tersedia.


"Memang nya mau di masakin apa ya mas, soalnya saya belum tau apa di dapur ada bahan masakan"


jawab Risha.


"Beli nasi goreng aja " usul Arsen diangguki Bunga


"Kamu suruh orang tadi yang beli gak baik kalo perempuan keluar malam. Suruh dia bawa mobil kami"ucao Bunga, Risha tersenyum mengangguk lalu mengikuti Bunga mengambil kunci mobil nya.

__ADS_1


Setelah memberikan kunci mobil pada Risha. Bunga kembali ke private room,,semua normal kembali tak ia lihat adegan adegan yang bikin hati nya terbakar, 'berguna juga pecahan gelas itu' pikir Bunga.


#To Be Continue


__ADS_2