
.
.
" Lana, kamu yakin untuk mencari rumah sewa ?" Ocean bertanya , sahabat baiknya sejak SMA itu kini menatap sang gadis manis yang tengah sibuk dengan ponsel pada genggaman jemari lentiknya
manik berwarna karamel cantik itu bergulir menatap ke arah nya, sampai senyum kecil Lana terlihat
" Tentu? kenapa memang? aku sudah membulatkan tekat untuk memilih tinggal sendiri saat ini. "
Ocean menghela nafas, Ellana dengan keputusan bulatnya tidak dapat di ganggu gugat
" kenapa ? Bukan kah di Mension Xander , semua keperluan mu tercukupi ?"
Memang benar, Ellana Evely Lyxander, putri dari seorang pengusaha sukses dalam bidang lokomotif dan perusahaan arsitektur bangunan raksasa milik Jeffrey Lyxander, ibunya Charlotte pun adalah seorang model kecantikan terkenal dan sudah memiliki agensi model sendiri Ybeauty corps, yang namanya sudah terkenal luas di dunia model internasional
Tak heran jika Lana sejak kecil hidup dalam bergelimang harta, namun tetap saja kedua orang tuanya tidak mengajarkan dirinya menjadi seseorang yang angkuh dan semena-mena, Lana di didik dengan baik menjadi seorang gadis penuh kesopanan, rendah hati, sederhana, dan gadis manis yang penuh energi positif
Dan untuk itu kali ini, Lana memilih untuk hidup mandiri, melepas segala kemewahan Mension nya, hanya untuk hidup terbiasa sendiri tanpa pelayanan apapun, dan Ocean cukup takjub tentang itu, sahabat nya benar-benar begitu tumbuh dengan didikan yang tepat.
" aku ingin hidup menjalani hari ku seperti mahasiswi biasa pada umumnya, berusaha mandiri tidak ada salah nya kan ? "
Pemuda tinggi itu tersenyum, yang ia lakukan sekarang hanya lah mengelus kecil pucuk kepala gadis di hadapan nya
" apa kau sudah menemukan rumah sewa yang cocok ?" bibir tipis yang imut itu sedikit melengkung ke bawah, pertanyaan Ocean mengingatkan nya jika dirinya belum menemukan tempat yang cocok.
" ah iya aku lupa jika aku belum menemukan tempat yang benar-benar cocok " Ocean terkekeh mendengan itu
" kau kenal pamanku kan ? "
" paman Samuel ? Tentu saja aku kenal semua kerabat mu, dan dia yang cukup dekat dengan ku."
" nah, dia memiliki rumah sewa, yang aku yakin bahkan ayah mu akan setuju jika kau tinggal di sana, di tambah pemilik nya adalah paman ku, kamu pasti nyaman karena telah mengenal pemilik rumah sewa itu. " ujar Ocean, Lana diam memikirkan saran dari pemuda itu
Benar juga, Samuel memiliki sebuah rumah sewa, dengan fasilitas yang sudah di pastikan bisa membuat nya nyaman namun juga tidak terlalu berlebihan, dan ayah nya pasti mengijinkan jika di sana, Lana pikir tidak lah buruk untuk memilih tinggal di sana
" apa masih ada kamar kosong di sana.? " Ocean memutar bola matanya
" Lana jika sudah tidak ada kamar kosong, untuk apa aku menawari mu di sana ?."
Dan Lana hanya tertawa kecil menanggapi itu.
•
•
•
Dor !
" bagaimana ? "sosok yang yang mendapatkan pertanyaan itu menoleh kepada si pemanggil, sebelum kembali menatap sebuah tubuh tak bernyawa yang tergeletak tepat di bawah kaki nya, dengan tengkorak kepala bagian belakang yang bolong dan terus mengalir kan darah segar.
Pemuda dengan wajah blasteran Asia—Eropa itu menyerengit kan dahinya, ia menjauhkan sepatu nya dari genangan darah yang mengalir ke arah nya
Mata yang sedikit sipit dengan sebuah mole di bagian bawah mata kanan itu nampak begitu dingin, mata tajam nya seolah dapat melobangi kepalamu hanya dengan satu tatapan darinya.
__ADS_1
" babi busuk menjijikan, tidak repot menghabisinya, apa Key sudah mengurus para polisi itu ?" Leo bertanya pada sosok tinggi di samping nya, sebelah tangan nya bergerak untuk memasukan Desert Eagle milik nya kedalam saku jas.
Skay mendengus, menendang sedikit tubuh pria malang yang sudah tewas di tangan Leo.
"kau tau kan para polisi itu akan putar balik jika mendengar salah satu dari nama kita bertiga ? Dan ku rasa Key tak perlu repot mengotori tangan nya untuk melawan polisi"
" salah siapa bermain-main dengan para God of death. "
.
" paman Sam ! " Lana dengan semangat berlari kecil menghampiri sosok tinggi yang tak jauh darinya kini, melupakan koper yang ia bawa begitu saja.
Ocean hanya geleng kepala melihat itu, mengambil alih koper milik Lana dan menyusul langkah riang si manis
" hey Lana, hati-hati kau bisa jatuh." Samuel berujar khawatir setelah menangkap tubuh mungil Lana yang melompat ke pelukan nya, tawa riang terdengar, mau tak mau membuat Samuel pun ikut menarik senyuman
"maaf paman aku terlalu senang"
"senang karena bisa bebas dari pengawasan orang tua mu begitu ?" Samuel terkekeh jenaka saat melihat wajah merenggut si manis
" jadi selain mandiri, itu juga makna kau memilih tinggal terpisah dari kedua orang tua mu ? " Ocean bertanya dengan nada yang di buat terkejut, padahal dia tau jika Lana bukan lah seseorang yang amat suka di awasi oleh para bodyguard kiriman ayah nya
" astaga paman dan keponakan sama saja" keluh Lana dengan wajah yang masam, namun kedua laki-laki tinggi di dekatnya hanya tertawa
" aku sudah meminta Aria yang menyiapkan kamar untuk mu, kau tinggal menempatinya"
" apa bibi Aria di dalam paman ?"
" tidak dia sedang pergi ke swalayan membeli bahan makanan untuk kebutuhan di sini, mungkin tak lama lagi kembali."
" ada berapa orang yang tinggal di sini paman ?"
Samuel tersenyum mendengar itu sebelum menjawab nya
" hanya ada tujuh orang Lana, tapi tenang saja mereka tetaplah orang-orang ramah yang bersosialisasi" Lana merasa tenang mendengar hal itu
Ketiga nya berjalan memasuki rumah sewa tersebut, yang bisa di bilang cukup besar, dengan dua lantai, terdiri dari tiga belas kamar, sepuluh untuk di sewakan, dan sisanya untuk menyimpan bahan-bahan keperluan atau ruangan khusus hal lain
Interior nya sederhana, namun tetap terlihat clasy dan nyaman. Lana bahkan sudah suka sejak pertama melihatnya.
" Yak , Claire ! "
Si manis sedikit tersentak, saat Samuel baru saja membuka pintu dan ketiganya melangkah masuk ke ruang tengah, sebuah suara menggelegar mengangetkan dirinya, maupun Samuek dan Ocean
" maaf Crish, aku janji akan mengganti buku sketsa mu !"
" David Lee, Aland Birkins, bisakah kalian tidak berdebat sehari saja ?"
Lana benar-benar mematung dengan raut wajah kebingungan nya, apakah situasi di sini biasa seribut ini ?.
" astaga mereka, anak-anak !" Samuel memijit pelipisnya, lalu mengeraskan suaranya untuk memberi titah pada mereka agar terfokus padanya
Hingga fokus para penghuni di sana teralih padanya, Pemuda tinggi dengan kulit yang sedikit eksotis yang tadi tengah berjoget aneh pun seketika terjatuh pada lantai begitu saja.
" kalian, astaga kepala ku, Lana aku jadi tidak yakin akan membiarkan mu tinggal bersama mereka semua atau tidak, entah dari mana aku menemukan makhluk-makhluk astral ini"
__ADS_1
Keluh Samuel, Lana hanya terkekeh canggung, sudut matanya melirik ke arah Ocean yang hanya terkekeh tanpa suara.
" yak ! Paman tua kami bukan makhluk astral! " itu adalah sautan dari pemuda tinggi yang baru saja terjatuh dari kursi tadi
" Eric Callisto aku bisa membuat mu bersih-bersih rumah ini selama sebulan penuh"
Dan Eric hanya membentuk tanda peace dengan kedua jarinya.
" baiklah, sebelumnya maaf jika aku menggangu kerusuhan kalian, aku ingin memberitahu, ini Ellana Evely kalian bisa memanggilnya Lana, putri teman ku, yang mulai hari ini akan tinggal di sini bersama kalian, dan aku harap kalian tidak menularkan segala kegilaan kalian pada keponakan manis ku." jelas Samuel kepada mereka, Lana hanya tersenyum kaku di sebelahnya, namun tetap lah terlihat manis.
" nona cantik! ayo jadi pacarku." ucapan Samuel bahkan belum lewat lima detik, tapi sosok termuda di sana sudah berbuat ulah lagi
David menabok kepala si bungsu dengan penuh kasih
" bermimpi, mana mau dia dengan bocah sepertimu"
" argh pria yang suka di tolak wanita seperti mu tau apa"
" Eric Callisto!! " tolong sabarkan Samuel.
" sebentar lagi makan siang, karena ini hari pertama Lana tinggal di sini, Aria akan memasak, dan sebentar lagi dia pasti pulang dari swalayan, jadi sebelumnya ada yang ingin mengantarkan Lana ke kamar barunya ?"
" aku ! aku saja! ini pertama kalinya ada teman wanita, setelah sekian abad aku bersama para laki-laki kadaluarsa " itu Claire satu-satunya wanita yang tinggal di sana, tentu dia sangat merasa senang ketika kini mendapatkan seorang teman yang segender
" ah Claire, baiklah tolong antar Lana ya"
" paman apa tidak merepotkan ? Maksud ku aku bisa di antar dengan Ocean mungkin" Lana menyela, tidak ingin merepotkan orang yang bernama Claire itu hanya untuk mengantarnya
" tidak Lana, Ocean akan ikut sebentar dengan paman, jadi Claire yang akan mengantar mu ya, tidak apa-apa dia gadis yang baik" si manis hanya menghela nafas dan mengangguk, maniknya bergulir ke arah Claire yang kini menatap nya dengan pandangan tidak sabar
Samuel dan Ocean meninggalkan ruangan itu untuk menuju halaman belakang.
" mohon bantuan nya Claire " Lana berujar sopan, dengan Claire yang menyambut nya dengan begitu antusias
" tidak perlu terlalu kaku Lana! , kau akan satu atap dengan kami, dan nampaknya kita seumuran jadi panggil aku dengan akrab saja" Lana mengangguk paham dan tersenyum, Claire memang benar-benar gadis enerjik yang menyenangkan, mereka bahkan terus mengobrol di sela keduanya tengah berjalan menuju kamar baru Lana
" dimana Leonard ?" Crish bertanya, ketika melihat salah satu dari teman nya tidak ada sejak tadi pagi, hanya Leo yang tidak berada di kediaman saat ini
" Leonard? entahlah mungkin dirinya sedang mengurus beberapa mainan nya. " jawab David sekena nya, karena dirinya pun tak tahu kemana perginya pemuda itu sejak tadi
" Ellana Evely, anak dari Jeffrey Lyxander dan Charlotte Lyxander, Putri satu-satunya pengusaha besar lokomotif dan batu bara, ibunya model internasional, dan memiliki agensi tersendiri, dia anak yang ramah dan lembut, mahasiswi Seni semester 2 di Harvard university. Yah itu sedikit yang aku tau " Aland berujar dengan santai, dengan mata yang tak lepas dari layar tablet nya yang menyala
" Harvard ya? berarti dia anak yang cukup genius." ucap Crish, siapa yang dapat meragukan anak-anak yang berhasil lolos pada universitas ternama itu, tentu tidak.
" melindungi orang-orang yang seperti ini memang akan lebih banyak menguras tenaga, betulkan Crish. "
Crish hanya mendengung menjawab ucapan dari David
•
•
•
To be continued
__ADS_1
See you next time All.