
.Selamat membaca———
...----------------...
...----------------...
Ruang tengah kini nampak sunyi, meski ada enam orang yang kini hanya saling terduduk dengan diam karena terlena oleh pemikiran masing-masing
sedangkan Lana dirinya entah mengapa sedang megurung diri di kamar, sepertinya rasa sedihnya sedang kembali
atmosfer serius mengelilingi mereka bahkan Eric dan Aland yang biasa menjadi orang humoris hanya diam tampa banyak bicara
"baiklah tidak bagus jika hanya membisu seperti ini, lihat ini adalah hal yang aku dan Claire dapatkan di malam itu."
David menaruh dua lembar foto di atas meja, yang langsung mendapatkan perhatian dari kelima orang yang memang satu ruangan dengan nya itu
"Itu Theodor?" Leonard bertanya, dirinya merasa tidak asing, Leonard sering kali bergulad dalam dunia bisnis karena dia adalah Direktur utama di perusahaan cabang ayah nya kini, dan ia mengenal beberapa orang yang kerap kali tak asing bekerja pada beberapa perusahaan besar, dan foto orang yang telah David berikan adalah Theodor Weaver , orang yang bahkan juga pernah mengajaknya untuk menjalin kerja sama namun Leonard menolak mentah-mentah karena dirinya tau bahwa Theodor menjalankan bisnis dengan cara licik, bahkan laki-laki paruh baya itu juga memiliki bisnis di pasar gelap, dan tengah berusaha mengusiknya
"Theodor Weaver, direktur dari perusahaan pembangunan yang cukup terkemuka, salah satu pesaing bisnis tuan Jeffrey, benar kan?"
Aland angkat bicara, dirinya yang dengan gesit segera mengutak-atik tablet pada tangannya dan mencari beberapa data dari Theodor Weaver yang tengah di bicarakan.
"Dan dia ada di pesta saat malam penyerangan, anehnya dirinya bahkan tidak menjadi target sedikit pun, dan para penyerang itu membiarkan nya yang berlalu ke pintu belakang dengan mudah, aneh bukan?" Claire mengungkapkan pemikirannya, dengan ke ahlian dalam menyelinap diri nya bersama Eric berhasil memasang CCTV pada gedung di mana acara pesta perayaan itu di buat, dan saat malam penyerangan Claire yang mengawasi setiap pergerakan melalui layar monitor berhasil menangkap beberapa pergerakan aneh Theodor Weaver dan Gilian Lyxander
__ADS_1
"Itu artinya perkataan paman Samuel dan Ocean benar, pesta itu hanya kedok untuk sebuah pembunuhan, orang-orang haus kekuasaan memang mengerikan, sayang sekali tuan Jeffrey tidak memasang keamanan untuk dirinya sendiri dan sang istri" Aland bahkan sampai bergidik seram dengan ucapannya sendiri, orang-orang tamak yang bahkan beberapa rela melupakan hubungan darah hanya untuk mencapai puncak tertinggi, kekuasaan memang dapat membuat hati nurani menjadi buta
"Ayah ku akan mengambil alih kedudukan paman Jeffrey sementara di kementerian negara, para tikus berdasi sangat ribut tentang posisi Direktur Mentri dan kalian tau lucunya? Gilian di angung-angung kan untuk mengambil alih kuasa di sana hanya karena ia adalah suami dari mendiang Lizzy Elinor."
"Paman Clifton akan turun tangan?" Eric bertanya perihal ayah rekan nya tersebut yang kini sudah jarang untuk ikut campur dalam urusan bisnis maupun negara, dan menyerahkan tanggung jawabnya pada Leonard yang selalu Clifton bisa andalkan
"Paman Jeffrey dan ayah adalah rekan yang dekat, bersama paman Samuel juga paman Volker , jika salah satu dari mereka kini mendapatkan masalah yang rumit, tentu saja ayah ku pun tidak akan duduk diam dengan tenang"
"Dan sekarang incaran terakhir mereka pasti adalah Lana selaku ahli waris sah atas semua aset paman Jeffrey, kepemilikan Venus palace bahkan tidak bisa semudah itu di ambil alih oleh orang lain, tercantum jelas dalam surat Resmi bahwa hanya paman Jeffrey, bibi Charlotte dan Lana yang memiliki kepemilikan yang sah." Leonard mengutarakan kembali penjelasan, ia sudah sempat memeriksa data-data penting, dan dirinya bersyukur Jeffrey sangat pintar dalam perihal mengamankan aset dan kedudukan agar tidak semudah itu jatuh pada tangan orang lain meski keluarga nya sendiri
"Pantas orang tua penjilat itu dengan bersenang hati mengatakan bahwa Lana bisa tinggal bersama dengan nya, pasti dirinya sudah memiliki rencana yang jahat" David menghela nafas, masalah ini cukup rumit bagi mereka
"Kita harus kembali membicarakan ini dengan paman Samuel dan paman Clifton, untuk langkah selanjutnya dan untuk keselamatan paman Jeffrey juga Lana, Gilian Lyxander pasti akan terus mencari keberadaan paman Jeffrey dimana pun berada."
"Orang-orang kementrian bahkan tidak bisa di percaya, di dunia ini memang sulit untuk menemukan kepercayaan"
Chris mendengus pelan, mendudukkan dirinya pada sofa, namun seketika pandangannya teralihkan ke arah tangga dimana terdapat seseorang yang kini diam mematung menatap lurus ke arah mereka semua, dan Chris mendadak bpdoh tidak tau harus merespon seperti apa
"Lana?"
Semua pandangan kini menoleh, mereka bahkan sama terkejutnya mendapati gadis manis itu yang ternyata sudah ada di sana, menatap tanpa ekspresi berarti kepada mereka yang hanya dapat memasang wajah terkejut
"Kalian ini sebenarnya siapa?kalian bukan orang biasa benarkan. "
__ADS_1
Dan ucapan si manis menjelaskan bahwa Lana mendengar kan semua percakapan mereka entah sejak kapan
"Paman Samuel paman Volker? Sebenarnya apa hubungan kalian semua dengan ini? Apa hubungan ayah ku? Dan bahkan Ocean? Aku tau kalian seperti nya memang bukan lah orang-orang biasa, bahkan ketika kak Leo dan Kak Chris menemani ku ke pesta itu dan melindungi ku pun, seharusnya aku tau bahwa tidak mungkin orang biasa membawa senjata dan memiliki kemampuan tinggi dalam bela diri dan menembak hingga tidak terluka sedikit pun"
Leonard membuang nafasnya perlahan, lalu bangkit berdiri dan mendekat kepada Lana yang menatap nya waspada, namun seketika Lana mengambil langkah mundur tepat ketika Leonard akan meraih jemarinya
"Cepat atau lamban pun pasti dirimu akan tau mengenai siapa kami, kami memang bukan orang biasa Lana, ayah ku Clifton Dixon dalah seorang mafia, yang bekerja untuk memusnahkan para tikus penjilat atau orang-orang yang tidak berhak untuk hidup di luar sana atas kejahatan mereka, jika dirimu bertanya tentang bagaimana aku? Ya aku di didik sama seperti ayahku agar menjadi penerus, kami semua memiliki latar yang berbeda-beda, paman Samuel bahkan memiliki perusahaan senjata bersama dengan paman Volker, ayah Ocean, yang juga memiliki koneksi pada dunia gelap, maaf membohongi mu selama ini Lana, apa kamu berfikir bisa berakhir di sini adalah sebuah kebetulan? Tidak, ayah mu sengaja meminta paman Samuel dan Ocean untuk mengawasi mu dan mengarahkan mu memilih tempat ini, itu semua untuk keamanan mu, paman Jeffrey sudah sejak lama membaca pergerakan bahwa cepat atau lamban akan ada hal yang menimpa dirinya, itu sebabnya dirinya mempercayai dirimu kepada kami....."
Sebuah fakta yang menghantam telak gadis muda itu yang kini hanya mampu terdiam mendengarkan semua ucapan Leonard, nyatanya ayah nya sudah mementingkan keselamatan nya sejak lama, entah hal berbahaya apa yang terjadi saat ini, entah situasi sulit apa yang menjerat ayah nya selama ini, bahkan sekarang menyebabkan ia harus kehilangan sosok terkasih dalam hidup nya, Charlotte.
Lana bahkan merasa tidak bisa menyalahkan siapapun, atau mungkin kini dirinya harus menyalahkan keluarga dari sang ayah yang memiliki ambisi begitu besar akan sebuah kekuasaan dan harta?
mengapa semua ini harus sampai terjadi, apa salah ibu dan ayahnya hingga harus berakhir menyedihkan seperti ini, bahkan juga apa salahnya yang bahkan tidak tau menau akan semuanya
namun Lana mengetahui satu fakta terpendam, yang sempat menghilang dari ingatan nya selama bertahun-tahun
bahwa dirinya mengetahui rahasia masa lalu yang mengerikan.
...----------------...
...----------------...
Bersambung. . . .
__ADS_1