
Selamat membaca—————
...----------------...
...----------------...
"kenapa aku harus pergi dengan kak Leonard dan kak Crish ayah? bukan kah aku bisa pergi sendiri jika hanya sekedar datang ke acara resmi yang kakek adakan? " Lana bertanya, kepada sang ayah yang kini tengah terduduk tepat di sisinya, dengan di temani oleh teh Rosella hangat yang tersaji di hadapan mereka
keduanya kini berasa pada halaman belakang kediaman rumah sewa milik Samuel, jika bertanya di mana para penghuni yang lain ? Mereka cukup tau diri untuk membiarkan anak ayah itu memiliki waktu bersama.
Jeffrey tersenyum tipis, tangan nya terangkat untuk membelai lembut surai halus putrinya
"Lana tau bukan ? Ayah tidak akan membiarkan Lana melakukan banyak hal sendiri, termasuk untuk datang ke sana, lagi pula orang tua dari Leonard adalah teman baik ayah, dari pada dengan bodyguard yang ayah kirim dan Lana kurang nyaman, apa salah nya jika ayah mempercayakan Lana untuk datang dengan seorang kenalan yang juga ayah kenal bukan? lagipula keduanya juga tidak keberatan dengan permintaan ayah"
Jelasnya dengan lembut, Lana mengangguk paham, menyandarkan kepala nya pada bahu sang ayah, entahlah rasanya seperti ada perasaan tak enak yang tengah membuatnya gundah saat ini.
"Ibu juga akan datang ?"
"Tentu sayang, ibu mu sangat merindukan putri cantik nya, tentu saja dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan mu malam ini"
Lana tersenyum senang, ia juga sangat merindukan sang ibu, beberapa waktu wanita yang telah melahirkan nya itu penuh dengan kesibukan, jadi amat jarang bagi Charlotte untuk bertemu dengan Lana, gadis muda itu benar-benar tidak puas hanya dengan bertukar pesan singkat kepada ibunya, ia benar-benar sedang rindu
"Lana... "
Panggilan lembut dari Jeffrey membuat Lana kembali menatap sang ayah, dengan mata bulat cantiknya, yang sama persis seperti milik sang istri
"Mau berjanji dengan ayah ?"
"Apa itu ?"
"Jika ada sesuatu hal nanti, percayalah pada paman Samuel, beliau juga akan mengenalkan mu dengan seseorang bernama Clifton, hanya cukup percaya pada keduanya, Lana mengerti ?"
Lana bukan lah anak kecil, dia remaja cerdas yang sudah hidup dengan penuh kasih dari kedua orang tuanya, menjalani pertumbuhan tanpa terlewatkan sedikitpun dari Charlotte dan Jeffrey, Lana tau saat Jeffrey meminta nya berjanji kali ini, itu bukanlah sekedar janji biasa, ada sesuatu yang tak bisa sang ayah jelaskan kepadanya.
•
•
•
"Lana kamu terlihat cantik sekali!" ujar Claire yang baru saja membantu si manis mempersiapkan diri untuk malam ini, Lana itu termasuk seseorang yang tidak terlalu memikirkan tentang perfect nya sebuah penampilan, ia akan mengenakan pakaian yang menurutnya nyaman dan tidak harus selalu terlihat wah, namun tetap saja apapun yang ia kenakan selalu cocok terpasang pada tubuh ideal nya.
kini Lana tengah memperhatikan penampilan nya kini pada cermin di kamarnya, tidak salah meminta bantuan Claire, fashion gadis Kanada itu memang tidak di ragukan
"Terimakasih, kamu sudah cukup membantu ku malam ini"
"Tidak masalah, sudah kewajiban selalu membantu, ah ya Lana— "
Claire menghentikan ucapannya, membuat Lana menatap bingung ketika Claire nampak mengeluarkan sesuatu dari saku jumpsuit nya
"Gelang ?"
"Ya, apa kau mau memakai nya ? Ini akan berguna untuk mu nanti "
__ADS_1
Si manis mengerjabkan matanya menatap gelang perak itu, nampak seperti gelang biasa, dengan ukiran bunga mawar sederhana, ia rasa tak masalah untuk memakai apa yang Claire berikan pada nya itu, lagi punya hanya sebuah gelang pikirnya
"Itu gelang yang terlihat cantik, tentu saja aku mau memakai nya"
Ujarnya dengan senang, membuat gadis kelahiran Kanada itu membalasnya dengan senyuman manjd, lalu segera memakaikan gelangnya pada pergelangan tangan Lana.
"Apa sudah selesai ?" Kedua nya menoleh, untuk mendapati Leonard yang tengah berdiri pada ambang pintu, menatap gadis manis itu yang memakai Dress berwarna biru lembut, dengan tatanan rambut yang begitu pas, make up tipis yang sangat cocok pada wajah asianya, karena bagaimana pun Lana adalah keturunan dari Asia-Amerika
Cantik, sangat cantik.
"Baiklah tuan putri silahkan berjalan keluar lebih dahulu " Lana memasang wajah merajuk, saat Leonard menyebut nya demikian, namun Leonard hanya tertawa kecil melihat respon nya, ia menepui pelan kepala gadis itu, dan segera meminta Lana untuk berjalan terlebih dahulu
"ini ke ajaiban, seorang Leonard tertawa karena seorang wanita, seandainya Chris melihat itu! "
Leonard memasang wajah malas kepada teman nya itu
"berhentilah berbicara hal tidak berguna dan jalan kan bagian mu"
"kamu benar-benar kejam hanya kepada ku ".
Gedung mewah milik keluarga Lyxander sudah nampak ramai dengan para tamu undangan yang hadir dalam acara malam ini, beberapa mengomentari perihal tuan besar Xander yang tak main-main dalam menyiapkan pesta untuk keberhasilan anak nya, begitu megah dan meriah
Leonard nampak turun terlebih dahulu dari kursi pengemudi, memang dirinya yang mengendarai mobil malam ini, berjalan ke arah pintu samping pengemudi untuk membukanya dan membantu Lana turun
"Aku bisa membuka nya sendiri" si manis berujar dengan sedikit ketus, namun tidak menutupi rona kemerahan yang hadir pada pipi gembilnya, membuat Leonard menarik segaris senyum, sedangkan Chris hanya menggeleng kecil melihat keduanya
"Lana..."
Leonard menghilangkan tatapan lembut yang tadi terpancar saat menatap Lana, kaki nya secara reflek berada selangkah di depan gadis itu, tuan Xander jelas menyadari hal itu, namun ia memilih tak terlalu memperdulikan nya dan kembali menatap kepada sang cucu
"Kamu tumbuh dengan baik menjadi gadis yang sangat cantik, aku yakin Jeffrey dan Charlotte mendidik mu dengan sangat baik. "
Lana tersenyum canggung, menundukkan pandangan nya agar tidak bertatapan langsung dengan kakek nya sendiri, entahlah tatapan yang terlihat ramah itu, terlihat asing di matanya.
"Masuk lah, kedua orang tua mu akan tiba sebentar lagi"
"Baik kakek..."
"Astaga aku benar-benar merindukan panggilan itu dari dirimu"
Lana kembali hanya tersenyum, lalu mulai mengambil langkah untuk memasuki gedung, di ikuti oleh keduanya, nampak seperti pengawal pribadi, namun di satu sisi membuat beberapa wanita yang melihat kedua pemuda tinggi nan tampan itu merasa terpukau, bahkan ada yang berkata ingin berada pada posisi Lana agar terlindungi
Sayang sekali nona nona, silahkan bermimpi semau kalian.
"Aku akan ke sana, mencari minuman " ucapan Chris mendapatkan anggukkan paham dari Leonard, membiarkan pemuda itu kini berjalan menjauhi Lana dan Leonard
"Apa dirimu tidak nyaman berada di tempat ramai ?" Leonard bertanya, melihat bagaimana si manis nampak segan berada di keramaian pesta yang ada
"Apa terlihat jelas ?"
"Hm. kamu terlihat seperti kelinci ketakutan yang sedang berada di lembah antah berantah"
Lana menekuk bibirnya ke bawah, menatap sebal pada Leonard yang menyamainya dengan kelinci tersesat.
__ADS_1
"Lana, jangan memasang ekspresi seperti itu, nanti banyak yang jatuh hati pada mu" dan itu pertama kalinya seorang Leonard memberikan ucapan yang menjerumus seperti rayuan, yang semakin membuat Lana menekuk wajahnya
"kamu sangat tidak cocok melontarkan rayuan menjijikkan itu Leo, fokuslah tuan Jeffrey dan istri nya sudah tiba di halaman"
Suara dengan nada sebal itu terdengar pada telinga Leonard, ah itu Claire nampak kesal saat mendengarkan percakapan Leonard kepada Lana sejak tadi, melalui sebuah alat kecil yang terselip pada daun telinga pemuda tampan itu, termasuk dengan Chris yang juga memakai nya
"Baiklah Claire, tolong tetap awasi pergerakan di luar bersama Aland dengan baik"
Ujar Leonard dengan pelan, membalas perkataan Claire melalui earpiece.
"Lana sayang"
Charlotte memanggil dengan lembut, menghampiri putri semata wayangnya itu, Jeffrey hanya tersenyum memperhatikan dari belakang, bagaimana kini Charlotte yang tengah memeluk Lana penuh kasih dan rindu
"Lana rindu dengan ibu" si manis berujar dengan nada manja, mengerat kan pelukan nya pada tubuh wanita tersayang nya itu
"Ibu juga, Lana makan dengan baik kan ? Maaf jika ibu jarang berkunjung atau memberikan kabar pada Lana, ada beberapa keperluan yang tidak bisa ibu tinggalkan"
"Tidak apa-apa, Lana paham"
Charlotte memberikan senyum manisnya, mengusap penuh kasih pipi gembil milik putri nya
Leonard kini memberikan salam formal sejenak kepada Jeffrey yang membalasnya dengan senyuman
"kamu terlihat menjaga Lana dengan baik Leonard, omong-omong dimana Chris?"
"dia sedang pergi untuk mengambil minum paman"
Pria dewasa itu memberikan tepukan ringan pada bahu tegap milik pemuda itu
"Jika ada hal yang tak di inginkan terjadi, cukup jaga putri ku, dia permata berharga kami" Leonard mengangguk tanpa keraguan, tanpa di minta pun, ada perasaan yang mendorong nya untuk melindungi Lana entah apa itu.
"Tuan Jeffrey, tuan besar Xander meminta anda dan istri anda untuk berada pada podium utama"
Seorang pelayan datang menghampiri mereka, berkata dengan sopan, meminta Jeffrey untuk mengikuti nya, Jeffrey mengangguk paham, tatapan nya saling beradu dengan sang istri, sampai Charlotte kembali menatap Lana yang nampaknya segan untuk berpisah
"Lana tau ibu sayang Lana kan ?" Si manis mengangguk, Charlotte tersenyum seraya memberikan kecupan hangat pada dahi putrinya itu
" Kalau begitu, Lana harus berjanji pada ibu ya ? Hidup lah dengan baik, hidup lah dengan baik sesuai dengan apa yang Lana inginkan, jangan percaya pada sembarangan orang, meski itu keluarga sendiri, iya sayang ? ibu benar-benar sangat menyayangimu" Lana tidak mengerti, mengapa kedua orang tuanya membuat nya berjanji tanpa sebab tiba-tiba, menatap mata lembut sang ibu, namun Lana tetap tak mendapatkan jawaban apapun
Yang ia tau bahwa, rasa gelisah yang sejak siang ia rasakan terasa semakin nyata, menatap bagaimana kedua orang tua nya kini tengah berjalan berdampingan menuju ke atas podium, dimana sorak sorai tepuk tangan para tamu mulai mengisi aula besar itu, Lana merasa, ia akan kehilangan untuk sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya.
"Leo ini aku Chris, ada pergerakan yang tidak beres, aku baru saja mendapatkan laporan dari Aland, jaga Lana tetap di sisi mu! "
Leonard terdiam sejenak setelah Chris melaporkan hal itu, sebelum tiba-tiba ia merasakan sesuatu hal yang sangat mengganjal, sudut mata nya menangkap sesuatu hal yang mengejutkan, tanpa aba-aba ia segera menarik Lana kedalam pelukan nya
"Lana merunduk! " dan setelah itu hujan peluru menjatuhi aula besar pesta itu, menyisakan teriakan teriakan dari para orang-orang yang tak memiliki persiapan apapun
...----------------...
Bersambung. . . . .
See you guys~
__ADS_1