
Selamat membaca —————
...----------------...
...----------------...
"Apa keinginan terbesar Lana di masa yang akan datang ?" Charlotte bertanya dengan penuh kelembutan, menunduk untuk menatap wajah manis putri kecil nya yang kini tengah berbaring dengan berbantalkan pada paha nya
Sepasang ibu dan anak itu kini tengah menikmati waktu bersama di bawah pohon rindang pada sebuah hamparan luas rerumputan
Mata bulat cantik yang sama persis seperti dirinya kini menatap pada Charlotte, lalu terlihat wajah berfikir di sana
"Lana ? Lana ingin tumbuh besar dan membuat ibu dan ayah bangga pada Lana, Lana ingin menjadi anak yang kuat agar bisa menjaga kalian, Lana yang akan selalu mengurus ibu jika rambut ibu sudah memutih dan ibu sudah renta, Lana hanya ingin hidup penuh kebahagiaan bersama ayah dan ibu"
Charlotte terdiam, mendengarkan segala perkataan sang anak, yang menjawab pertanyaan dengan mata yang berbinar-binar itu, membuat wanita cantik itu menipis kan bibirnya, sedikit membungkuk untuk mengecup penuh kasih kening Lana
"Begitu ya ? Tapi maaf, ibu tidak bisa menemani Lana hingga tumbuh dewasa, dan melihat Lana hidup dengan baik bersama pasangan Lana kelak suatu hari nanti"
Lana mengedipkan mata nya, menatap penuh kebingungan karena perkataan sang ibu, namun Charlotte hanya menatap nya dengan lembut, serta kasih sayang yang terpancar jelas dari tatapan sang ibu
"Ada banyak orang yang menyayangi Lana, Lana harus hidup dengan penuh bahagia ya ? Lana juga harus menjaga ayah dengan baik, ayah hanya punya Lana seorang"
Lana kecil memilih mendudukan dirinya, menatap sang ibu sungguh tidak mengerti
"Apa maksud ibu.... ?"
Namun bukan jawaban yang dirinya dapat kan, Charlotte kini justru berdiri, sedikit menunduk untuk menangkup pipi gembil putri nya, dan memberikan kecupan penuh rasa sayang pada kening Lana cukup lama.
Mengusap pipi gembil itu sejenak, sebelum Charlotte memundurkan tubuhnya perlahan, menjauh dari Lana yang kini menatap nanar dan kebingungan kepada sang ibu, dan mencoba menggapai tubuh Charlotte yang perlahan hampir hilang di balik cahaya putih bersinar yang entah muncul dari mana
"Ibu sayang Lana, ingat itu baik-baik".
•
•
Ruang putih berbau obat-obatan itu nampak sunyi, hanya terdengar suara mesin detektor detak jantung di sana
Leonard yang saat ini baru saja meletakkan satu bingkisan plastik berisi buah apel pada meja nakas seketika teralihkan, saat melihat sebuah pergerakan dari arah ranjang, bagaimana manik bulat cantik itu nampak mulai terbuka dari terpejam nya
pemuda itu segera mendekat, menatap penuh lega saat yang ia pastikan benar saja, Lana sudah terbangun, dan kini nampak tengah memfokuskan pandangannya.
"Kamu sudah sadar ?"
Suara berat Leonard terdengar, membuat gadis manis itu segera mengalihkan tatapan nya, menatap Leonard dengan dahi yang berkerut, lalu berusaha terduduk, dengan sigap Leonard membantu Lana duduk bersandar nyaman dengan bantal
"kak Leo ? Ini dimana ?"
"Rumah sakit..."
"Rumah sakit ?" Lana mengedarkan pandangannya menatap sekeliling, benar saja, ia berada pada ruangan serba putih itu, dengan selang infus yang terpasang pada pergelangan tangan nya "kenapa aku di sini?" Kembali menatap Leonard meminta agar pemuda itu menjawab akan semua kebingungan nya
"kamu, tidak ingat ?"
"Merunduk!"
Lana amat terkejut, saat Leonard sudah menariknya ke dalam pelukan, dan segera merunduk di dekat sebuah meja yang terhalang oleh sebuah pilar, tangan pemuda itu dengan cekatan mengeluarkan sebuah senjata dari balik saku jas nya
"A - apa yang sedang terjadi ?"
__ADS_1
Suara bising para tamu yang berhamburan panik membuat suasana semakin kacau, orang-orang berjubah hitam, dengan topeng yang menutupi sebagian wajah nya nampak berada di aula besar itu, menembaki secara asal ke arah manapun, menyebabkan beberapa orang tak bersalah berhasil terlukai oleh timah panas tersebut.
Leonard menatap Lana yang nampak ketakutan, jemari-jemari kecil dalam genggaman nya terasa bergetar, ia mengusap lembut memberi ketenangan, dengan tangan kiri yang tetap memegang senjata dan kewaspadaan yang tetap ia pasang
"Tetap bersama ku, jangan takut Lana"
dengan ahli Leonard membidik dan mulai membalas tembakan, dengan dirinya yang tetap melindungi Lana di dalam pelukan nya, gadis itu hanya dapat tertunduk dengan kedua tangan yang menutupi telinga nya, ia gemetar sungguh, orang biasa mana yang tidak ketakutan ketika berada di tengah-tengah baku tembak yang mengerikan
Chris kini bergabung, ia segera mengambil posisi di belakang sebuah pilar besar, dan segera mengeluarkan senjata miliknya untuk membalas tembakan-tembakan itu
"Claire kirim Aland, kami butuh bantuan !"
Ucapnya kepada sosok Claire yang tersambung dengan earpiece, namun dari sambungan tempat Claire berada pun terdengar beberapa suara tembakan peluru
"Sial, aku tidak bisa, Aland dan aku di sibukan mengurus yang di luar sini, David dan Eric akan segera tiba, bertahan lah dan tetap lindungi Lana"
Chris menggeram kesal, mengganti dengan cepat peluru nya yang telah habis, ia berguling, dan kembali melontarkan tembakan kepada lawan, melompat dengan cepat ke arah Leonard berada, melirik sejenak kepada Lana yang berada pada lindungi Leonard
"Dimana tuan Jeffrey dan istrinya ?"
Leonard bertanya di sela fokus nya yang masih menembaki lawan, Chris pun sama matanya menelisik ke segala ruangan aula, agak sedikit sulit karena orang-orang yang sibuk berlarian menghalangi penglihatan.
"Di sana !"
Leonard menoleh ke arah dimana Chris melihat, Jeffrey dan Charlotte yang nampak terpojokan oleh seseorang yang tengah menodongkan senjata kepada keduanya
"Leo, Chris kami masuk. "
itu David, melalui earpiece dirinya berujar, dan tak lama itu sosok David dan Eric muncul dengan gesit dan segera bergabung bersama Leonard dan Chris
"David lindungi aku, aku akan melindungi tuan Jeffrey dan istrinya"
"Tuan Jeffrey yang terhormat, pengusaha besar yang amat sukses, bukan kah nama mu dan istrimu akan semakin terkenal jika artikel kematian kalian sudah masuk ke dalam berita ?"
Orang asing itu berbicara dengan tawa sarkasme, semakin melangkah maju ke arah sepasang suami istri itu, Jeffrey menatap penuh amarah kepada sosok asing itu, sudah ia duga pad acara ini pastilah akan ada sesuatu yang mengejutkan
"Bagaimana jika hidup putri tercinta mu pun, juga aku hancurkan "
"Jangan berani menyentuh Lana !" Charlotte bersuara, Charlotte tak akan pernah memaafkan siapapun yang berani mengusik putri terkasih nya, tawa meremehkan kembali terdengar, wajah asing yang tertutup topeng amat di sayang kan bagi Jeffrey karena tidak bisa melihat wajah itu secara langsung
Dor !
pria itu menghindar dengan baik, ketika Chris tiba dan langsung melontarkan sebuah tembakan tepat mengenai vas bunga yang berada di sisi nya, membuat pria asing itu melangkah mundur, menatap Chris dengan kesal
"Menjauh dari mereka bajingan !"
Chris maju, kembali mengarahkan tembakan yang kembali berhasil di hindari, dan kini memberikan balasan tembakan yang juga dengan baik Chris hindari.
"Jangan mengganggu !"
"Tentu aku akan senang hati mengganggu jika kau berani menyentuh keluarga tuan Jeffrey"
Chris berniat kembali melontarkan tembakan, tetapi ia sedikit teralihkan, karena dua tembakan sekaligus yang di arah kan ke padanya, membuat ia segera berguling mundur dengan jarak yang jauh dari Jeffrey dan Charlotte
"Akh !"
"Jeffrey ! "
"Ayah !"
__ADS_1
Matanya membola, ia mengumpat, melihat bagaimana Jeffrey yang jatuh tersungkur akibat peluru yang berhasil bersarang pada bagian dada nya telak, tepat ketika Lana yang kini tengah mencari keberadaan orang tuanya, dan melihat hal itu tepat di depan matanya
pria asing itu berdecih sinis, ia membidik tepat ke arah Lana yang tengah berlari tergesa menuju ke arah Jeffrey yang sudah bersimbah darah, tanpa tau bahwa luncuran timah panas mengarah ke arah nya
"Lana !"
"Lana menyingkir !"
waktu terasa hening, baik Leonard dan Chris membeku di tempat mereka, begitupun David yang seketika termenung melihat hal itu
"I - ibu ?"
Lana bahkan merasa tenggorokan nya kering hanya untuk bersuara, menatap nanar pada sang ibu yang kini memeluk nya dengan erat bagai pelindung, Lana mengalihkan tatapan nya ke arah tangan nya sendiri dimana terasa basah, benar saja terdapat darah di sana, bukan darahnya melainkan darah milik
Charlotte yang tertembak tepat di bagian punggung belakang, dan sayang nya peluru itu menembus dengan dalam
"Lana tidak apa-apa ?"
Charlotte bahkan masih mengkhawatirkan kondisi putrinya, meski rasa sakit yang teramat kini ia rasakan, tak terlewatkan darah yang juga mengalir dari sudut bibirnya
"Ibu.. tidak h - hiks ibu"
Charlotte memberikan senyuman nya, mengusap penuh kasih pipi putrinya dengan tangan yang bergetar dan terasa mendingin, matanya ikut basah menatap Lana yang kini menangis sambil memeluk dirinya, rasanya tenaga nya untuk berdiri pun kian menipis
Tepat ketika Jeffrey yang telah tertembak dan melihat Lana yang berlari ke arah mereka, Charlotte melihat pria asing itu mengarah kan tembakan kepada putri nya, membuat Charlotte tanpa berfikir dua kali untuk segera berlari dan meraih Lana dalam pelukan, membiarkan dirinya menjadi tameng dari timah panas itu agar tidak melukai putri tersayangnya, cukup Charlotte melihat Jeffrey yang kini tengah mengerang kesakitan akibat tertembak, tidak untuk Lana
Dor !
Leonard memberikan beberapa tembakan, dua peluru yang ia arahkan berhasil mengenai bagian bahu dan kaki pria asing itu, yang kini mengerang kesakitan, namun masihlah bisa melarikan diri dengan cepat karena bantuan seseorang yang entah datang dari mana, membawanya dengan gesit melalui jendela, tak sempat bagi Leonard maupun Chris juga David untuk mengejar, kondisi Charlotte dan Jeffrey tengah mengkhawatirkan saat ini
Leonard segera mendekat ke arah Lana yang masih memeluk tubuh Charlotte yang melemah, mencoba menenangkan Lana dan memberikan jarak untuk mengambil alih tubuh Charlotte, namun si manis memberontak, ia masih lah memeluk erat tubuh Charlotte
Sementara David dan Chris segera mendekat ke arah Jeffrey, memberikan pertolongan pertama agar darah yang mengalir untuk berhenti perlahan
sedangkan Eric kini tengah sibuk mengabarkan situasi saat ini pada seseorang yang memang harus mengetahuinya
"Claire cepat panggilkan ambulans, tuan Jeffrey dan nyonya Charlotte terluka !"
Leonard berbicara dengan cepat kepada Claire melalui earpiece nya, dengan tangan yang mencoba menghentikan pendarahan pada Charlotte
"sial peluru itu mengenai jaringan arteri nya, pantas darah nya begitu banyak"ucapnya saat menyadari bahwa peluru itu mengenai titik fatal milik Charlotte, namun ibu dari Lana itu justru memegang tangan Leonard dan menghentikan pergerakan nya, menggeleng lemah dan menatap bergantian Leonard dan Lana
"Leonard... Jaga putri ku dengan baik... juga tolong pastikan suami ku selamat, ak - aku tidak hhh—!"
Lana menggeleng, wajahnya terlihat sangat kacau
"Ibu jangan tinggalkan Lana, ibu bertahan hiks sebentar lagi ambulans datang, ibuu "
Namun sayang Charlotte tidak sekuat itu untuk menahan rasa sakit yang menggerogoti dirinya, akibat peluru yang menembus begitu dalam.
"Ibu.... "
air mata itu menetes tanpa aba-aba, memori menyakitkan itu benar-benar membuatnya terpukul, bertepatan dengan David dan Eric yang datang memasuki ruangan Lana, Leonard segera menarik lembut Lana ke dalam pelukan, membiarkan Lana kembali menangis hebat di sela dirinya yang baru sadar setelah jatuh pingsan selama sehari penuh setelah kejadian yang merenggut nyawa ibunya
Serta membuat sang ayah kini di kabarkan koma dan dalam masa kritis.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Bersambung. . . . . . .