Sang Putri Raja

Sang Putri Raja
Jangan Bersedih


__ADS_3

Jendral Hu dan Raja Charya mengunjungi Kediaman Sang Putri dan Jendral namun mereka tidak menemuinya.


Raja Charya paham akan Perasaan Jendral Lin karena ini begitu menyakitkan untuknya .


Jendral Lin mengamati Raja Charya dari Kejauhan dan ada rasa sedikit bersalah karena bagaimana pun Raja Charya adalah Ayah Kandungnya.


Sang Putri datang memeluk Jendral Lin dari Belakang hingga mengagetkan hatinya yg gundah gulana.


" Apa yang kau pikirkan... apakah kau merasa bersalah terhadap ayahmu...!?".


" Helgra , aku tidak tau lagi harus berbuat apa ..!?".


" Kau adalah Pangeran Mahkota Charya... masa depan Charya berada di pundakmu...!? apakah kau sudah memikirkannya..!?".


" Sudah..!? aku akan tetap di Anggra menjadi Jendral Muda kesayangan Tuan Putri...!?".


" Kau adalah Calon Raja...!? namun.....!?". Sang Putri membuat Jendral bingung.


" Ada apa..!?".


" tetap saja kau harus mensejahterahkan rakyat Charya..!? itu adalah takdir...!?". Putri menjawab dengan Pasrah.


" Bukankah ada Pangeran yg lain... sebelumnya ada Pangeran Mahkota ..!? kau tidak perlu takut lagi ..!?".


" Kau belum tau sejarah Perisai yg ada pada dirimu...!? Setiap Pewaris pasti punya ..!? Kakakku Vigra punya namun bukan Perisai..!?".


" Aku tidak ingin tau..!? baiklah kita jangan bahas lagi...!?".


Saat Keheningan diantara keduanya seseorang Pengawal datang untuk memberi kabar .


" Ada apa ayah memanggilku...!?". Batin Sang Putri.


" Pergilah.. temui Yang Mulia Raja...!?". Suruh Sang Jendral .


" Baiklah..kau... kau jangan terlalu banyak pikiran...!? jangan sesekali membuat aku khawatir ...!?".


" Tuan Putri terlalu Perhatian...!?".


" Jarang-jarang orang yg dapat Perhatianku...!?". tersenyum nakal.


" Kau menggodaku Tuan Putri...!?".


" Aku pergi dulu ..!?".

__ADS_1


Sang Putri segera menemui Raja Anggra di Kediamannya .


" Putriku ..!? ".


" Ayah... selalu saja mengetahui Langkah kecilku...!? ".


" Bagaimana Kabarmu...!?".


" Ayah... mengapa ayah hari ini aneh ..!? ".


" Kau ini ..!? Ayah khawatir denganmu nak..!? ". menyentil hidung Putri.


" Iya ayah...!? Tapi Putrimu ini sudah menikah..bukan anak kecil lagi... ada Suami juga yg menjaga ..!?".


" Kau sedang Jatuh Cinta...!? ".


Sang Tersenyum bahagia namun berbeda dengan Raja yg menyimpan Kekhawatiran pada sang Putri.


kelak jika Jendral Lin fang menjadi Raja Charya maka dia harus merelakan sang Putri Pergi mendampingi Suaminya.


" Ayah..!? ". Panggil Sang Putri.


" Katakanlah...!?".


" Ayah... Biarpun Lin Fang adalah Pangeran Mahkota dan Calon Raja Charya... Aku tidak akan pernah meninggalkan Anggra ..!?".


" Apa maksutmu Putri..!?".


" Ayah Jelas Sangat tau... Dan pasti mengerti ..!? lalu apalagi membuat Ayah terlihat Kebingungan...!?".


" Namun Pengecualian untukmu...!? Bukankah kau mencintai Lin Fang...!?".


" Memang Ayah...!? namun janjiku tidak akan pernah ku ingkari meski harus mengorbankan Cinta..!? Ayah .... Helgra berjanji tidak akan meninggalkan Ayah ...tidak akan meninggalkan tanah Kelahiran bahkan tidak akan pernah Jauh dari Ibu ...!?". Jawaban Sang Putri menunjukkan jika dia telah dewasa.


Namun Raja tidak senang dengan apa yg Sang Putri Katakan membuatnya sedih hingga meneteskan air mata berbulir - bulir.


" Ayah.. Kau menangis...!? apakah aku menyakiti hatimu...!?" . Sang Putri memeluk Raja.


" Anakku... Kau sudah dewasa...!? namun kau harus tau.. jika Seorang Istri harus mengikuti semua Perkataan Suami... Karena Suami adalah Pondasi ..!?".


" Bukankah Ayah melarang Keras untuk menerima Pernikahan diluar Anggra..!? Mengapa sekarang Ayah berubah lagi...!?".


" Demi kebahagiaanmu ,.. Ayah rela ..!?". Raja berusaha kuat dan tersenyum didepan Sang Putri.

__ADS_1


" Begitu Rapuhnya hati ayah hingga memaksa begini... Ayah... Helgra itu tau betul Bagaimana ayah... jadi tidak perlu menyembunyikannya...!? Aku tidak akan Pernah mengubah apalagi ingkar...!? Aku akan tetap menjadi Putri Raja Anggra ..!? ".


" Nak... Ayah tidak bahagia mendengar perkataanmu ini...!? Kau harus Siap jika Lin Fang suatu saat harus pergi...!? Dampingilah dia...!?".


" Ayah...!?". Sang Putri sudah tak tahan lagi membendung air mata .


Raja dan Sang Putri menangis tersedu-sedu hingga membuat Suasana menjadi Kelabu.


Pangeran Vigra datang untuk mengunjungi Raja namun yg dia lihat membuatnya Terluka karena kedua orang yg begitu dicintai menangis tersedu-sedu.


" Ayah... helgra...!? ada apa dengan kalian...!?".


" Duduklah Nak...!? Lihatlah adikmu ini begitu keras Kepala... Padahal dia sudah menjadi seorang Istri Pangeran Mahkota Charya...!?".


" Helgra..!? Soal Janjimu ... Kakak tau... berat rasanya menjadi dirimu...!? tapi kau harus mendampinginya... !?".


" Kak...!? Aku tidak ingin pergi ...!? aku tidak ingin pergi dari kalian... Cukup Ibu saja yg meninggalkan kami...!?" . Jawab Sang Putri dengan sedih.


" Kau adalah Calon Ratu ..!? Bagaimana bisa kau meninggalkan Kewajiban itu...!?". Pangeran Vigra membuat Sang Putri Berfikir.


" Kak Kau ini Sedih apa bahagia...!? ".


" Dua-duanya..!? karena kau orang pertama kali yg akan melanggar keras larangan Ayah...!? " .


" Dasar kau kak...!?". Memukul lengan Pangeran Vigra.


" Apa maksut kalian berdua...!? apa yg ayah tidak ketahui ..!?". Raja mulai Penasarann.


" Hahaha...!? ". Keduanya Tertawa membuat Jengkel Sang Raja.


" Begitu nakal kalian ini ya.. ayo katakanlah...!? jangan berani berbohong ...!? kalau tidak...!?".


" Kalau tidak mengatakan... Ayah akan mengkum kita...!?". Kompak Sang Putri dan Pangeran Vigra.


" Kalian ini begitu berani mempermainkan Ayah..!? ".


" Tidak ayah...!? ayo kak Kita akan Push Up sesuai hukuman ...!?".


" Katakanlah...!? Vigra ... katakanlah...!?".


" Ayah....!? Aku......!? Aku mencintai Putri Maya..!?".


Raja begitu terkejut luar biasa mendengar pernyataan Pangeran Vigra.

__ADS_1


" Benar saja...!? Pasti ayah akan menentang Keras.. !? haha rasakan itu kak...!? makanya jangan menasehatiku..!? Sudahlah aku akan pergi saja... Ini Bukan Urusanku lagi... dah kak... hahaa....!?".


" Kau ini ...!? hei... helgra... kembali...!?".


__ADS_2