
" Bahkan kau tega membunuh Ayah dari anakmu ..!? sungguh kau setega itu Helgra..!?". Ucap Pangeran Vigra.
" Xian , Paman Eryu papah dia ke kamarku...!? Panggilkan Tabib ..!?".
" Baik Putri...!?".
Darah segar terus mengalir dari luka tusukan itu membuat Sang Putri sangat bersalah.
" Putri detak Jantungnya melemah...!? darahnya keluar sangat banyak...??". Ujar Tabib yang memeriksa Pangeran Fangya.
Tabib sudah menangani Pangeran Fangya dengan baik namun Belum ada tanda sadar .
" Kalian semua keluarlah...!? Biar aku yang akan merawatnya sendiri...!?". Ucap Putri.
Putri terus menjaga Pangeran Fangya .
" Kau ini sengaja apa bagaimana ..!? jelas-jelas aku ingin menusukmu... malah kau biarkan aku melakukannya... bukan melawan..!? dasar kau ini merepotkan...!?". Putri berbicara sambil mengeluarkan air mata.
" Kau masih saja tidak sadarkan diri..!? Sadarlah dan bangun...!? apa kau akan meninggalkan kami berdua ..?? cepat bangunlah...!? jika kau bangun dan membuka matamu ... kita pergi ... maksutnya Aku ikut..!? yaa Ikut denganmu ke Charya..!? bangunlah jangan membuatku khawatir... aku ini sedang mengandung anakmu...!?". Putri tak berhenti berbicara di samping Pangeran Fangya yang terbaring lemah.
Xian dan Merry mendengar Ucapan Sang Putri .
" Kau menguping ya..!?". Merry menuduh Xian.
" Bibi ,. Kau kira hanya aku ..!?".
" Diamlah... jangan berisik ..!?".
Sudah 4 jam lebih Pangeran Fangya belum sadar .
" Kenapa Pangeran belum terbangun ya.. apa dia ..!? aahh tidak mungkin...!? pasti rencananya akan berhasil...!?". batin Xian.
" Hei... Bocah Tengil kau sedang memikirkan Apa..!? ". Merry memperhatikan Xian.
" Bibi selalu mengurusi Pergerakkanku... menurut bibi aku sedang apa..!? aku memikirkan Pangeran ..!?".
" Oh..!?".
Putri Helgra tertidur disamping Pangeran Fangya karena kelelahan menjaga .
Pangeran Fangya sudah sadar namun sengaja tidak membangunkan Sang Putri.
" Ternyata perkataanmu adalah sebuah kebohongan... kau begitu peduli padaku...!? ". Batin Pangeran Fangya.
Pangeran Fangya memindahkan Putri Helgra ke atas Ranjang malah bergantian jaga .
Seketika Putri Bangun malah merasa aneh begitu melihat kesamping ternyata Pangeran Fangya berada disampingnya.
" Kau sudah sadar...!?".
" Hati-hati ..!? jangan terlalu lelah...!? ".
" Maafkan aku... mungkin aku sudah berlebihan..!? aku tidak terima dengan perkataanmu... aku tidak suka dibandingkan...!?".
" Aku tau..!?".
" Lalu ,. mengapa kau tetap memprovokasiku...!? kau pikir itu Lucu ..!? Lihatlah Aku melukaimu...!?".
" Aku senang..!?".
__ADS_1
" Kau ini tidak waras...!? " .
" Iya ..!? aku gila karena kau tidak mengakui Cintamu...!?".
Putri merasa malu dan segera pergi dari Hadapan Pangeran Fangya.
Xian masuk menemui Pangeran Fangya untuk memastikan Keadaannya sekarang
" Pangeran... Kau sudah bangun..!? sungguh nekat .!? jantungku hampir lepas dari tempatnya..!? ".
" Bagaimana menurutmu...!?".
" Tadi ku dengar ...dia berjanji...!?".
" Apa ... apa yang dikatakannya...!?". Pangeran sangat Penasaran.
" Kau coba tanyakan saja padanya...?".
" Kau berani...!? katakanlah..!?".
" Dia akan ikut Pangeran ke Charya...sepertinya begitu..!?".
Putri Helgra masih belum menemui Pangeran Fangya yang sudah agak sehat.
Pangeran Vigra dan Puttri Maya menemui Pangeran Fangya.
" Bagaimana keadaanmu...!?".
" Kak,.. Apakah kau melakukan ini semua demi Cinta...!? kau melupakan Nyawamu...!?".Ucap Putri Maya.
" Aku baik-baik saja...!? oh iya dimana dia...!?".
" Kata Bibi Merry dia akan bersiap-siap untuk mengikutimu...!? kau ini memang layak mendapat Penghargaan... sengaja memancing emosinya hingga dia terbakar dan.... hampir mengambil nyawamu...?? Menakjubkan ...!?". Pangeran Vigra menebak apa yang Pangeran Fangya lakukan.
" Memang tak perlu diragukan lagi.. Pangeran Vigra paling mengerti tentang hal ini,.. namun kita lemah jika berhadapan dengan masalah sendiri hingga hampir putus asa...!?".
" Untuk itulah Kita Saling berpegang tangan..!? Suatu saat Charya dipimpin olehmu... dan Dharmaga dipimpin oleh Kakak Sepupu...!? Kelak Semoga Saling membantu ..!?".
" Pangeran Vigra tidak perlu khawatir asal Bisa membantuku untuk menjaga Ayah ...takutnya ada yang berusaha menjatuhkan dan menghinanya...!?".
" Kelak Menteri Lin akan ku angkat menjadi Kepala Menteri mengingat Jasa-jasamu yang telah mengabdi secara tulus demi Anggra..!?".
" Terima Kasih Pangeran Vigra...!?".
" Kakak... Cepatlah sembuh...!? apakah kau tidak ingin cepat sembuh....!?". Sambung Putri Maya.
" Tidak disangka adikku menggantikan Adikmu bersamaku...!?".
" Itu Takdir..!? Kita menjadikannya Ratu dan satu-satunya...!? benarkah begitu sayang...!?". Rayu Pangeran Vigra.
" Jangan begitu... nanti kakak iri ..!? hehe...!?".
Pangeran Fangya segera mencari Putri Helgra karena kemungkinan dia merasa bersalah .
Merry mengatakan pada Pangeran Fangya untuk saat ini Sang Putri tidak bisa diganggu terlebih dahulu.
Putri Helgra sedang berada di Pemakaman Keluarga Kerajaan.
Dia menghukum dirinya sendiri di depan mendiang Leluhurnya.
__ADS_1
Pangeran Fangya jelas tau kemana perginya Sang Putri untuk itu secara diam-diam menemuinya.
Di makam Kerajaan Anggra.
" Saya Helgra , meminta hukuman atas segala Perbuatan burukku ..!? entah harus bagaimana harus menjalani hukuman ini...!? Kakek , Nenek , Ibu... Helgra mengecewakan kalian semua...!?".
Tiba-tiba Pangeran Fangya muncul dibelakangnya.
" Memang apa kesalahanmu...!?".
Sang Putri sangat mengenal suara itu dan merasa salah tingkah .
" Mengapa Tuan Putri diam...!? tidak ingin melihat ..!? apakah sudah tidak ingin mengenali Jendral Muda Lin Fang ini lagi ..!?".
" Kau sudah sadar ..!?".
" Aku masih hidup .... mengapa seakan-akan kau berbicara didepan papan namaku... apakah kau sudah menganggapku mati...!?".
Sang Putri masih tetap malu menatap Pangeran Fangya pada akhirnya Mereka saling bertatap Muka.
" Mari kita memulainya dari awal lagi...!? didepan makam Leluhur Anggra aku bersumpah untuk menjaga,melindungimu sepenuh hati bahkan Ku jadikan kau satu-satunya ..!?".
Sang Putri tetap diam namun tidak terduga air matanya membasahi Pipinya.
" Kau menangis ..!? ". Tanya Pangeran Fangya.
" tidak... hanya saja air mata ini tidak bisa ditahan lagi...!?".
Pangeran Fangya paham jika Putri Helgra mempunyai tempramental buruk dan tidak mau kalah.
Pangeran Fangya memeluknya tanpa ada Keraguan.
" Ku tahu jika kau saat ini sedang mengandung buah hatiku...!? terima kasih kau telah menjaganya dengan baik...!? Hari ini aku datang untuk membawamu kembali hidup bersamaku entah kau akan menolak ataupun tidak... aku akan tetap bersikukuh membawamu...!?".
" Dasar Pemaksaan...!?". Berbicara sambil tersenyum.
" Jika kau menjalaninya sendirian maka kurang lengkap untuknya nanti...!? Aku membawakan Hadiah untuknya...!?".
" Buah Persik ..!?".
" Setiap kali melihat buah Persik pasti teringat padamu..!?".
" Terima Kasih...!?".
" Jangan Terlalu sungkan... aku suamimu bukan orang lain..!? Perlakukanlah selayaknya...!?".
" Dulu kau hanya Seorang Jendral Anggra maka aku leluasa menindasmu... lain lagi dengan sekarang... Posisimu jauh lebih tinggi daripada aku... bahkan aku berani menyinggungmu...!?".
" Tidak ada Pembedaan didalam Rumah Tangga..!? Jika Aku adalah Raja ...maka kaulah Ratu Pelengkap Raja...!?".
Sudah lama berbincang pada Akhirnya mereka bersatu dan memohon Restu di depan Leluhur Anggra.
Selanjutnya Pangeran Fangya memohon restu kepada Sang Raja sekaligus meminta Izin untuk membawa Putri Helgra bersamanya.
Pangeran Fangya memahami Sang Raja jika mungkin akan sulit untuk melepas Sang Putri kesayangannya namun Demi Kebahagiaan dan Ketentraman Maka Raja mengikhlaskannya.
Sang Putri yang berat untuk meninggalkan Raja dan Anggra dan berusaha untuk ikhlas melepaskan diri.
Pangeran Fangya dan Putri Helgra bersatu kembali menjalin Keharmonisan serta membangun Impian bersama Takdir Hidupnya.
__ADS_1