Sang Putri Raja

Sang Putri Raja
Tak Ada Pilihan


__ADS_3

Pangeran Arya tidak tega melihat Putrinya menderita namun ini hanya sementara jadi harus menahannya .


Putri Geni sebisanya menasehati Putri Maya agar menerima Takdir.


kabar ini segera terdengar Pangeran Vigra.


Putri Maya mengirim Surat kepada Pangeran Vigra bahwa dirinya memutuskan hubungan karena akan segera menikah.


Hal ini membuat Pangeran Vigra sangat terguncang , lemas dan serasa tak bernyawa lagi.


Kesedihan Pangeran Vigra membuatnya sakit karena tidak ingin makan , minum.


Raja mendengar berita Pangeran Vigra sakit segera menjenguknya.


Begitupun dengan Sang Putri serta Jendral Lin.


" Vigra...!? begitu Panas Kulitmu...!? Kau begitu Pucat...!? Apa sebabnya...!?". Sang Raja khawatir.


" Kak..!? Kau tak makan...!? ayo kak makanlah sedikit... jangan membuat kami khawatir..!?". Putri Menangis melihat keadaan Pangeran Vigra.


" Aku tidak apa ayah.... Helgra...!? hanya lelah saja ..ingin istirahat...!?".


" Ini sama sekali bukan Pangeran Vigra... kau bohong.... pasti kau ini sakit yg lainnya kak...!?".


" Kau ini ... Kakakmu sakit masih ditindas juga..!?".


Raja dan Jendral Lin menahan tawa karena ulah keduanya.


" Ayah... Lin Fang bisakah meninggalkan kami berdua disini...!?".


" Baiklah..!? Ayah titipkan Kakakmu... awas jangan menindas lagi...!?".


Setelah Raja dan Jendral Lin meninggalkan Kamar Pangeran Vigra.


Sang Putri tau penyebab Pangeran Vigra jatuh Sakit.

__ADS_1


" Cinta ...cinta.. sungguh membuat Lemah..!?".


" Apakah kau paham tentang cinta..!?".


" Lebih paham darimu... lebih kuat darimu... hanya karena Cinta terputus kau jadi selemah ini kak.. bangkitlah kejar dia..!? mana kakakku yg garang itu mengapa hari ini begitu lembek...!?".


" Kau semakin menyakitiku...!? pergilah...!?".


" Maaf kak..!? Bukankah Perkataanku ini benar..!? Jika kakak membutuhkan bantuan Helgra siap kak...!?".


" Putri Maya akan Dinikahkan oleh Raja dengan Anak Jendral Hu...!? Dan dia menyetujui dengan memutuskanku...!?".


" Apakah Hatimu sehancur Puing-puing Kertas yg terbakar kak...!? Aahh Sungguh sakit ya kak...!?".


" Helgra.... kau ini menambahkan Luka...bukan menghiburku...!?".


" Tenang dulu kak...!? Aku bisa membantumu...?? hanya saja ...!?". Sang Putri bersedih.


" Kenapa kau langsung berubah...!? tak ceria lagi...!? apa yg akan kau lakukan...!? apakah mencegah Pernikahan Putri Maya...!?".


" Kau ini membuatku Pusing...!? itu bukan membantuku ...malah membuatku pusing...pergilah...!?".


Pangeran Vigra semakin emosi dan tiba-tiba batuk hingga mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Hal ini membuat Sang Putri semakin Khawatir dengan Keadaan Pangeran Vigra.


" Kakak...!? kau...!? kau batuk darah...!? hikss . hikss....!? ". Putri Menangis.


Pengawal Pribadi Pangeran Vigra daatang mengatakan jika Pangeran Tidak makan dan minum sama sekali.


" Kakak... makanlah ...!? Aku ingin kakak sembuh ... jika kakak sembuh aku berjanji akan membawa Putri Maya ke Anggra.... Kak Itu Janjiku.... Kau tau Aku tak pernah main-main...!? Jika kakak hari ini tidak makan dan minum ... Maka kakak tidak mempercayaiku lagi...!? Kau adalah Pangeran Mahkota Anggra... masa depan Anggra tergantung padamu..!?".


Sang Putri sangat serius dan langsung pergi meninggalkan Kediaman Pangeran Vigra.


Dengan hati terluka karena tidak tega melihat keadaan Pangeran Vigra yg sepertinya terlihat buruk dia langsung menghampiri Jendral Lin fang.

__ADS_1


Dia bersimpuh dan memohon kepada Jendral Lin Fang agar membantunya .


Ini juga membuat Jendral Lin Fang dilema dan tak berdaya.


" Aku memohon kepadamu...!? " . dengan deraian air mata yg tiada hentinya memohon kepada Jendral untuk pergi menemui Raja Charya.


Jendral Lin tidak berkata apapun namun masih memberi Perhatian kepada Putri.


" Kau tau ,.. Anggra tidak boleh kehilangan Kakak...!? sungguh membuat Anggra hancur...!? ku mohon padamu....!?".


" Tenangkanlah dulu ..!? Kau istirahat ..!?" .


Jendral Lin tidak mengatakan ingin membantu Sang Putri namun didalam hatinya mempunyai Rasa bersalah karena membuat Sang Putri bersimpuh dan memohon kepadanya.


Jendral Lin masih memikirkan dan mempertimbangkan segalanya.


Sang Putri pun mulai mogok makan membuat Jendral Lin sangat Khawatir.


" Ayo makanlah...!? jangan seperti ini...!?".


" Pergilah... jangan perdulikan aku lagi...!?".


" Putri ..!? makanlah...!?".


Sang Putri melempar makanannya ke Lantai.


" Untuk apa aku Hidup jika Kakakku tidak hidup..!? lebih baik aku mati saja..!? tidak berguna untuk kakakku...??".


" Apa yg kau katakan ini Putri..!? jangan asal bicara..!?".


" Pergilah dari sini ku mohon... aku tidak ingin melihatmu lagi... kau menyakiti hatiku... aku sangat membencimu Jendral Lin Fang..membencimu... kau egois...!?". Sang Putri berteriak membuat Jendral semakin Khawatir.


Sang Putri mengunci Pintu kamarnya , dia mengatakan tidak akan keluar jika Jendral tidak membantunya pergi ke Charya.


Hal ini membuat Jendral Lin semakin Khawatir , Sang Putri tidak main-main dengan ucapannya karena hampir 2 hari tak keluar kamar.

__ADS_1


Sang Jendral akhirnya mengalah dan akan pergi ke Charya hal ini disampaikan kepada Merry .


__ADS_2