
Sejak Sang Jendral mencium Putri Helgra sepertinya telah terjadi sesuatu dengan Keduanya.
Sang Putri yang selama ini berpenampilan Menyerupai Seorang Pangeran menjadi lebih ingin Feminim.
Ketika tidak bertemu dengan Sang Jendral sang Putri merasa Gelisah.
Merry benar-benar sangat senang dengan Perubahan Sang Putri.
Ketika Sang Putri sedang mengunjungi Raja dia melihat pohon bunga yg begitu Indah bermekaran di Kediaman Raja.
Putri segera menemui Sang Raja untuk meminta Izin memetik bunga Surga itu.
Raja sangat memperbolehkan Putri untuk mengambilnya.
Pada saat itu Jubah Biru berbulu domba dipajang di dekat kamar sang Raja tentu Sang Putri dibuat takjub
" Ayah , Ini sangat luar biasa ..!? Apakah ini milik Ibunda ..!? ".
" Musim Salju akan segera datang kau tidak membawa Jubah ..!? Pakailah jubah Ibumu ini..!?".
" Bagaimana aku bisa memakainya jika Ayah begitu menyayangkannya ..!?".
" Helgra ..!? Pakailah ..!?".
Dengan Sangat senangnya Sang Putri memaakai Jubah Sang Ratu .
Raja luar biasa terkejut melihat Sang Putri memakai Jubah milik sang Ratu yg sempurna begitu mirip Sang Ratu.
" Apakah yg ada dihadapanku ini adalah dirimu Berli ..?? Aku merindukanmu ..!? " dalam batin Raja tiba- tiba mengeluarkan Air mata.
Ketika Sang Putri hendak mengambil bunga
Raja semakin yakin jika saat ini Sang Ratu bersamanya .
" Mereka begitu Mirip ..!? Atau Saat ini yg aku temui adalah dirimu yg lama ku rindukan..!?"
Merry pun dibuat kaget dengan Penampilan Sang Putri .
" Raa..Ratu..?? "
__ADS_1
Sang Putri memanggil merry agar mengambilkan keranjang bunga .
" Pasti Jendral Lin suka dengan Bunga yg aku petik ini ..!? " . Putri tak sadar kalau saat ini dirinya bertingkah seolah menyukai Jendral.
Saat ini Jendral Lin tengah disibukkan dengan Pekerjaan yg begitu berat.
Hari ini musim Salju datang dan Rakyat harus menyiapkan segala keperluan menghadapi cuaca yg akan datang yaitu adanya Badai Salju.
Ketika Sang Putri sudah sampai di Kediaman dan ingin menghampiri Sang Jendral namun tidak menemukannya .
" Dimana si Kaku ini ..?? mengapa aku jarang bertemu dengannya sekarang ..!?".
Putri terpaksa pergi ke Kamarnya untuk melihat sang Jendral.
Namun tetap saja tidak bertemu.
Sang Jendral tidak pulang karena terjebak Cuaca yg buruk .
" Jendral saat ini kemungkinan tidak bisa kembali ..!? " sahut Xian sang Pelayan Pribadi Jendral.
" Baiklah ..!? kita semua sementara tinggal di Penginapan Depan ..!?" Jawab sang Jendral.
Sang Jendral tiba-tiba mengingat sang Putri apakah di dalam Kediaman dalam keadaan baik-baik saja sementara yg dia ketahui saat ini adalah Sang Putri pergi menemui sang Raja.
Di Kediaman sang Putri mendapat kabar jika Cuaca hari ini sangat buruk kemungkinan Sang Jendral terjebak dan tak bisa kembali.
" Putri ..!? mengapa wajahmu begitu kesal ketika mendengar Sang Jendral tidak bisa kembali.. hayo ..!?". Goda Merry.
" Bibi ini bagaimana sih..!? Dia kan Suamiku...!?".
" Selama ini Putri tidak pernah Perduli kepadanya ..!?" Merry membuat Putri tak bisa bicara lagi.
Sang Putri memilih untuk Pergi ke Kamar sang Jendral untuk menaruh Bunga Petikannya di Vas .
" Apakah ini ..!? Mengapa aku melakukan semua ini tanpa ku sadari ..!? Astaga aku adalah seorang Putri ..!? sangat memalukan jika aku terlihat seperti ini ..!?"
Sang Putri kembali ke Kamarnya dan Menyadari Sikap yg baru saja dilakukan sangat tidak masuk akal.
Merry tidak kaget dengan Segala Perubahan Sang Putri .
Sejak menikah dengan Sang Jendral semua berubah mulai dari cara Berpakaian bahkan tingkah Laku Sang Putri sangat menunjukkan jika dia telah jatuh Cinta.
" Putri ..!? Cuaca sangat buruk .!? pakailah ini ..!?" Merry memberi jubah tebal kepada Sang Putri.
__ADS_1
" Bibi ..!? Apakah kau tak merindukan Paman Eryu ..!? malah santai menemaniku disini..!?"
" Putri ..!? Eryu akan datang jika Putri sudah aman ..!?" Mengejek Putri.
" Aman..!? bibi mengejekku ..!? selama ini aku terlihat aman-aman saja ..!? "
" Akhir - akhir ini Putri telah berubah .!? atau semua ini karena Jendral...!?"
" Aahhhh Bibi Merry sebaiknya pergi saja ..!?" Putri tersipu malu.
" Apa iya ..!? Aku berubah ..!?".
Hari demi hari telah berlalu kini cuaca telah normal hanya saja Badai belum berlalu .
Sang Jendral memutuskan untuk kembali ke Kediaman.
Sang Putri bersemangat karena mendengar berita Kepulangan Jendral.
" Tunggu..tunggu sesenang itukah mendengar berita kepulangannya ..!? "
Sang Jendral langsung pergi ke Ruang Kerjanya untuk menyelesaikan Pekerjaan bukan menemui Sang Putri terlebih dahulu.
Sang Putri merasa teraduk emosi karena bisa-bisanya Sang Jendral mengabaikannya saat ini .
Lagi-lagi Sang Putri terlihat aneh , dia sepertinya tidak bisa marah kepada Jendral.
Sang Putri pergi ke ruang kerja Jendral untuk menemuinya.
" Bagus... bagus ..!? begitukah Sikap tanggung jawabmu padaku ..??" menyinggung Jendral.
Sang Jendral tetap tenang dan acuh terhadap Sang Putri.
" Selalu bersikap seperti ini ..!? Kau adalah seorang Suami harusnya lebih mengerti pentingnya Mengetahui Keadaan Istrinya,..!!" sang Putri mulai bertingkah aneh.
Sang Jendral mengeluarkan nafas lelahnya dan memilih pergi agar tidak berdebat dengan Sang Putri.
Dengan Sigapnya Sang Putri mengambil tangan Jendral agar tidak pergi dan menghindarinya.
" Aku lelah , berhentilah berdebat ..!?" .
" Apa Kau tidak ingin berbicara denganku..!? berubahlah ..!? jangan terlalu kaku padaku ..!?"
Sang Jendral merasa aneh terhadap sikap Putri .
__ADS_1
" Dia sama sekali bukan Putri Helgra yg ku kenal ..!? apa yang telah terjadi padanya ..!?"