SAVIRA

SAVIRA
10. Kecelakaan


__ADS_3

Minggu 04 October, pukul 23.00 Wib.


Arsen, Rafael, dan Rendra berada di arena balapan, bersiap untuk bertanding melawan ketua geng sebelah.


"Sen Lo harus menang dari Zikra Semangat sen-!!" ucap fael sambil mijetin arsen.


"Ok siap semuaaa" ucap Mba mba yg memimpin balapan tersebut


"1..."


"2.."


"3..."


Pritttttttttttttt.......


suara priwitan, berarti di mulai...


semua penonton yang hadir ikut meriahkan balapan nya dengan sorakan dan tepuk tangan..


sementara itu arsen memimpin balapan tersebut, Zikra yg tidak mau kalah ikut tancap gass dan mengebut untuk menyelip arsen.


Arsen sangat ahli dalam balapan, melewati Lika liku perjalanan.


Zikra mengendarai dengan kecepatan tinggi, ia menyelip arsen dan berjalan beriringan dengan motor yg dikendarakan arsen, dengan licik nya Zikra menyenggol dan membuat arsen kehilangan kendali dan terjatuh..


BRRUUKKKKKK....


Motor arsen terjatuh, dan arsen pun terpental....


Rafael dan Rendra yang mengetahui hal itu langsung menghampiri arsen yg sudah tidak sadarkan diri kepalanya bersimbah darah akibat terbentur, wasit menghentikan balapan karna Zikra dianggap curang, dan membuat arsen kecelakaan


Arsen di larikan ke rumah sakit, menggunakan ambulans, Rafael dan Rendra sangat khawatir pikiran mereka sangat kacau,


Kini arsen sedang ditangani oleh dokter, rafael duduk di bangku menunggu kabar dri dokter sedangkan Rendra bulak balik, ia sangat khawatir takut terjadi sesuatu terhadap arsen


sudah 30 menit dokter yg menangani arsen di dalam, Rafael menelpon kedua orang tua arsen


Kringgg...kringgg


suara dering tlpn dari handphone Rafael


kemudian tlpn tersebut diangkat oleh perempuan yg usianya tidak lagi muda


"halo Rafael ada apa tlpn malem-malem gini" Tanya seseorang dri handphone Rafael, ya itu adalah ibunya arsen


"emm A-a-arsen Tante" ucap fael gugup


"Iyah arsen knp?"


"Arsen kecelakaan Tante"


"HAHHHH Arsen kecelakaan?" tanya Kiara (ibu arsen) dengan air mata di sorot mata nya, hatinya teriris mendengar putra kesayangannya kecelakaan


"Rafael, trus gmn keadaan Arsen?" tanya Kiara kini ia mulai menangis,


disaat anak nya kecelakaan Kiara tidak ada disamping nya karna masih banyak kerjaan dan tidak blh pulang sebelum selesai begitupun dengan suaminya.


"masih di tangani sama dokter Tante" jawab Rafael yg jg khawatir


"yaudah Tante, tutup dulu tlpn nya, Tante disini masih ada kerjaan sebentar lagi Tante pulang, titip arsen ya" ucap Kiara mematikan tlpn nya


Rafael mematikan handphone nya dan menaruh di saku celananya nya, Rendra menghampiri Rafael


"Lo barusan tlpn siapa?" Tanyanya


"Ya tlpn Tante Kiara lah, masa anak nya kecelakaan dia gatau" jawab Rafael

__ADS_1


"ya Kan nanya njir"


Tidak lama, dokter yg menangani arsen keluar, untuk memberikan kabar kondisi nya arsen


"Kalian berdua teman nya arsen?" Tanya dokter tersebut


"Iyah pak, gmn keadaan teman saya?" Tanya fael berharap mendapatkan kabar baik


"Arsen sudah saya tangani, ia baik-baik aja cmn karna terbentuk tadi kepalanya bocor, untung cepat-cepat di bawa dan di tangani jadi tidak terlalu parah, tapi untuk sekarang ia masih tidak sadar" ucap dokter menjelaskan nya


"Huhhh untung aja selamat, tapi ga ada yang patah kan dok?" tanya Rafael


"ga ada kok paling cuman lecet" dokter tersebut tersenyum


"yaudah makasih ya dok udh bikin temen saya hidup" ucap rendra


"Iyah sama-sama saya duluan," ucap pak dokter pergi meninggalkan dua cwok tersebut


Rendra, dan Rafael masuk ke ruangan arsen di rawat, di ranjang terdapat arsen yg tak berdaya


"sungguh nasib yg malang" ucap rendra memanyunkan bibirnya


"eh Lo sempet mikir gini ga" tanya fael


"gmn?"


"Coba Lo bayangin deh klo semisal nya arsen menigoy nanti kita bakal dapet nasi kotak kan?lumayan makan gratis" ucap Rafael sesat


"Bener juga sih" sambung Rendra


Saat Rendra dan Rafael menoleh ke arah arsen,


arsen sudah membuka mata terlihat di matanya sudah ada api merah membara, di kepalanya jg terlihat asap, dan tangan nya sudah siap untuk menghabisi mereka berdua.


skipp....


Karna hal itu Rendra dan Rafael Dihukum push up 100x


"jelas lah, siapa suruh bayangin gue mati trus dapat nasi kotak" Ucap arsen yg masih marah soal itu


"masih mending gue hukum gtu doang blm aja gue sleding, gue bunuh, gue cincang tuh tubuh Lo berdua"


"Sennn ampun sennn, tadi kan cmn bercanda kita gatau klo Lo udh sadar" ucap rendra dan fael meminta ampun.


"Ya gimana ya, yaudah deh Lo pada gue maafin but Lo berdua harus turutin 3 permintaan gue" Arsen yg duduk di ranjang nya dan melipatkan tangan nya di dada


"Iyah gue bakal turutin, emng Lo mau apa?" Tanya Rafael


"Ga sekarang ogeb, nanti kapan-kapan" Arsen menaikan kedua alis nya.


******************


Senin pukul 07.00 Wib


Vira sudah berada di sekolah ia dari tadi menunggu arsen yg belum datang juga.


"Duhh kok tumben sih arsen blm masuk jam segini, padahl bntr lgi jam pelajaran" Vira khawatir drtd ia melihat jam tangan nya


Wali kelas vira masuk dan memberitahukan kabar bahwa arsen kecelakaan.


"hahhh jadi arsen kecelakaan?" ucap Vira dalam hati


"Pantes aja dari tadi blm Dateng, yaudah deh nanti pulang sekolah gue jenguk dia"


Skippp pelajaran dimulai...


semua murid mendengarkan penjelasan guru, Dan mengerjakan tugas-tugas nya ia merasa kesepian karna tidak ada arsen di samping nya ia juga khawatir dengan keadaan nya.

__ADS_1


pelajaran selesai-!!


selama jam pelajaran, Vira tidak fokus dengan tugas nya ia terus memikirkan arsen.


Vira keluar kelas duduk di bangku taman, mengambil handphone nya di saku lalu menghubungi arsen, kebetulan ia punya no nya karna di kasih Dinda.


...Chat...


Vira: Sen gue Vira tadi gue dapet kabar Lo kecelakaan, gmn skrg keadaan Lo?


Vira: Nanti gue jenguk Lo ya


Vira menaruh ponsel nya lagi dan menunggu balasan dari arsen


Arsen yg sedang menikmati makanan nya , dan mendengar handphone nya berdering segera mengambil di meja dan membuka pesan tersebut.


...Chat...


Vira: Sen gue Vira tadi gue dapet kabar Lo kecelakaan, gmn skrg keadaan Lo?


Vira: Nanti gue jenguk Lo ya


Arsen: Gue gpp cmn luka doang, gue tunggu lo


nanti bawa catatan pelajaran Lo hari ini, gue ga mau ketinggalan pelajaran


Arsen menaruh handphone nya dan melanjutkan makan nya.


Disekolah...


Vira yang kebetulan sedang bermain handphone dan melihat notif dari arsen buru-buru langsung membacanya.


"Kek nya pelajaran lebih penting buat Lo ya, bahkan Lo lgi sakit kek gini aja masih mikirin tu pelajaran", ujar Vira kesal


"Untung gue baik sama Lo, jadi gue pinjemin catetan gue klo ga mampus Lo ketinggalan pelajaran"


"Dahlah gue mending ke kantij kali aja ada si Ratna ma Dinda"


Vira menuju kantin, ia melihat kedua sahabatnya sedang asik makan, kemudian Vira menghampiri mereka


"Hayooooo makan ga ngajak-ngajak" ucap Vira menepuk pundak mereka


"njir ngagetin aja Lo, gara-gara Lo gue hampir keselek" ucap Ratna kesal


"Iyah-iyah sorry btw Lo udh pada tau blm kalo arsen kecelakaan?" tanya Vira


"Ahhh itu udah, berita nya kan udh kesebar di seluruh kelas ini, anak cewek nya apalgi pada heboh, pada pengen jenguk arsen" Ucap Dinda sambil memakan kentang goreng


"wahhh gila sih saingan gue satu sekolah broo" Vira menggeleng gelengkan kepala


"Saingan gmn nie?" tanya Ratna kepo


"Ya gpp sih mksd gue tuh, tadi arsen nyruh gue buat minjemin catetan gtu" jawab Vira sambil menyomot kentang goreng milik Dinda


"Ohhh jadi gtu kirain ada apa-apa ekhm" ledek Ratna


"ya nggak" Vira masih menyomot kentang goreng Dinda


"Heh Lo ya ngomong-ngomong , tapi tangan nyolong kentang gue" ucap Dinda lgsung mengambil kentang goreng nya


"Ya abis laper, gue males bat ngantri rame, lgian Klo ada yg Deket depan mata ngapain harus yg jauh" Vira tersenyum ke Dinda dan menaik turun kan alis nya


"Dihhhhh, apa Lo senyam senyum ke gua, alis juga naik turun lagi" ucap Dinda tertawa kecil


Jangan lupa follow,like, coment and vote ya..


maaf klo banyak kalimat yg salah atau banyak typo

__ADS_1


author up cerita sehari 1 eps ya


thank you 💗


__ADS_2