
Senin 5 October pukul 16.08 Wib
Vira sudah bersiap siap untuk menjenguk arsen ia tidak lupa membawa makanan dan beberapa buah-buahan ya walaupun ga seberapa tapi Vira tulus memberikan nya ke arsen, Vira duduk di bangku taman, mengambil handphone nya untuk menanyakan alamat rumah sakit arsen di rawat.
...chat...
Vira : Sen Lo di rawat dimana?
Vira menunggu balasan dari arsen, sambil menikmati angin sore di taman, tidak lama handphone Vira berdering dan terdapat notif pesan dari arsen.
Arsen : gue di rawat di rumah sakit permata indah.
Setelah membaca pesan dari arsen Vira membawa barang-barang nya ia segera menuju halte bis, menunggu bis itu datang.
halte bus itu cukup ramai, karna mungkin sore banyak yg berpergian atau pulang dari kerja.
bus itu datang, Vira masuk berdesak desakan dengan penumpang lain, bahkan bangku saja tidak ada yang kosong, semua penuh dengan terpaksa Vira berdiri dengan penumpang lain.
Di dalam bus, Vira melihat Pria memakai jaket hitam serta topi dan masker hitam, Vira diam-diam memperhatikan pria tersebut karna perilaku nya aneh, dan benar saja dugaan Vira pria tersebut mengambil dompet dan handphone para penumpang di situ, Pria itu hendak turun dengan sigap Vira Memukul pria tersebut.
BUGGGG...
suara pukulan Vira
Vira mencengkram jaket nya..
"Balikin handphone dan dompet yang udh lu curi" Perintah Vira terhadap Pria tersebut
"SIAPA LO NYURUH-NYURUH GUE?" ucap pria tersebut tertawa
"Cewek jelek kayak Lo ga ush sok jadi pahlawan" sambung pria tersebut
ucapan pria tersebut membuat Vira sakit hati dan Emosi, Kini amarah nya tidak bisa di tahan.
BUGGGGHH... BUGGGGHH...
BUGGGGHH... BUGGGGHH...
BUGGGGHH...BUGGGGHH...
Vira memukulinya beberapa kali sampai pria tersebut pingsan, penumpang yg melihat kejadian tersebut hanya diam saja, dan ada salah satu penumpang yang sedang menghubungi polisi untuk membawa pria tersebut
"nih Bu lain kali hati-hati ya, sekarang banyak kejahatan" Vira memberi handphone dan dompet tersebut
"eh Iyah makasih ya, kamu cewek tapi berani banget" ucap ibu tersebut.
Prokkk...
prokkk....
(Suara tepuk tangan)
Beberapa penumpang,bertepuk tangan tersebut ibu- ibu tersebut karna Tercengang melihat aksi Vira memukuli pria preman tersebut.
Vira tersenyum...
tidak lama, terdengarlah suara sirine polisi, polisi tersebut membawa pria preman yg tidak sadarkan diri dan berterima kasih kepada Vira.
Bis yang di tumpangi Vira pun melakukan perjalanan kembali.
Beberapa menit kemudian akhirnya Vira sampai di tujuan yaitu Rumah sakit tempat arsen di rawat
Vira berjalan menuju pintu masuk, dan bertanya kepada salah satu suster yang bertugas disitu.
"Permisi sus?"
"Iyah apa ada yg bisa saya bantu?" jawab suster tersebut
"mau tanya Pasien yang bernama Arsen Praja Gunawan yang kecelakaan itu ada di ruangan sebelah mana ya?"
"Oh Cwok itu ya, nanti kk lurus aja trus belok kanan nah kamar paling ujung itu tempat ny" suster tersebut memberitahu vira
__ADS_1
"Ohh itu yah makasi" Vira mengangguk
Vira Berjalan ke ruangan yang di beri tahu oleh suster, Kini Vira sampai di depan pintu kamar arsen.
Tokkk.. tokkk...tokkk
Vira mengetuk pintu kamar arsen, tetapi tidak ada jawaban Vira berpikir arsen sedang tidur jadi ia menunggu sambil berdiri.
untuk memastikan nya Vira mengetuk pintu nya lagi
Tokkk...tokkk...tokkk... tokkk
kali ini ketukan Vira lebih keras agar terdengar.
"Iyah siapa?masuk aja" suruh Arsen dri dalam kamar tersebut.
Vira mendengar suara arsen, ia tersenyum dan membuka pintu kamar tersebut
Ceklekkk....
(suara pintu terbuka)
Vira melihat arsen yang sedang berbaring sambil bermain handphone.
"Oh Lo Vir, gue kira ga jadi Dateng"
"Eh gue jadi Dateng kok, cmn tadi macet jadi lama deh" Ucap Vira menaruh barang-barang nya di meja
"Btw pala Lo kenapa?" Vira memegang bekas jaitan Arsen
"ADUHHHH-ADUHHH vira Napa Lo pegang sih ini kan baru dijait sakit lah" teriak arsen kesakitan
"eh sorry gue kira cuman benjol" ucap Vira merasa tidak bersalah
"Btw sen udh makan?" Vira membuka bungkusan yang ia bawa
"blm" jawab nya singkat
"Ga Lo tambahin racun kan?" arsen curiga
"Ya nggak lah njir yakali" Ucap Vira Menepuk kaki arsen yang luka
Arsen hanya melotot ke Vira dengan wajah kesakitan
"Eh kenapa sen? Makanan nya terlalu enak ya? ya gimana ya sen emng enak sih tapi jangan melototin gue gtu lah , serem njir" ucap Vira
"Hmmm" arsen dengan wajah datar nya
"ASTAGA NI CWOK DI TANYA JAWAB HMM MULU" Vira mendengus kesal dalam hati
Vira duduk di sofa dekat ranjang ,kebetulan di tas mini nya terdapat headset jdi Vira bisa mendengarkan lagu sambil menunggu arsen selesai makan.
Na...na..na..na...na
Suara Vira menyanyi mengikuti alunan lagu tersebut, walaupun suara Vira sedikit cempreng tapi justru membuat arsen terpesona,
Arsen memperhatikan Vira, kini ia merasa gugup.
"Vir" panggil arsen
Vira menghentikan nyanyian nya.
"Iyah knp?" tanyanya
"ambilin gue minum, gue haus"
"ck, di kira gue pembantu nya kali" ucap vira dalam hati
Vira berdiri dari sofa dan mengambilkan minum
"Nie" Vie memberikan minum
__ADS_1
"Tq, Lo dh mkn blm?" tnya arsen
"blm, knp?"
"nih mkn udh gue sisain buat Lo" Arsen menyodorkan sup daging tersebut
karna merasa laper, Vira langsung mengambil sup tersebut dan memakannya.
"Vir?" panggil arsen lagi
"Hm knp?" Vira menatap arsen
"Itu sendok nya bekas gue, kok Lo pake? Tanya arsen dengan wajah datar nya
"Hahhhhh astaga gue lupa ini kan sendok bekas arsen makan, berarti sama aja kita ciuman ya secara ga langsung" Vira menghentikan makan nya dan memperhatikan sendok itu
"eh, biar ga boros aja si gpp hahhaha, btw gue udh kelar mkn" Vira menaruh sup tersebut, ia berbohong karna ga sanggup menahan malu dan gugup nya padahal Vira masih laper.
"Eh btw mana catetan yg gue minta?" tanya arsen lgi
"Ada nih udh gue catet semua pelajaran tadi" Vira memberikan buku berisi catatan
"yauda gue pinjem dulu, klo semisal nya gue blm keluar dri rumah sakit Lo catetin pelajaran nya ya trus Lo kasih ke gue" Ucap arsen
"Enak aja Lo nyruh" di dunia ini ga ada yg gratis semua bayar-!!!" Tegas Vira
"Lo mau gue bayar berapa?" Arsen mengambil handphone nya
"Wah asikkk ni, gtu doang dpt duit ga perlu ngepet+open bo lagi gue" pikir Vira
"karna nyatet itu capek, and harus cepet jdi gue minta bayaran 1x catetan tu 200.000" Ucap Vira yang hanya bercanda.
"Dah gue tf" arsen menatap Vira
"Hah?njir kok serius gue cmn bercanda" Vira langsung cek hp nya dan benar saja, arsen mengirimkan Vira uang
"Sen gue ga serius gue balikin ya"
"dh gpp ambil aja, lgian bner kok kata Lo nyatet ga gmpng" Ucap arsen
"Tapi njir gue ngomong gtu cmn bercanda doang" Vira merasa tidak enak terhadap arsen
Arsen hanya diam dan berbaring di kasur nya, ia memegang tangan vira Dan menatap wajah mungil vira
"dah gue bilang ambil aja, btw udh mlm mending Lo pulang" ucap arsen
Vira menatap wajah arsen yang datar namun tampan, serta bibir yg merah yang menggoda
dag..dig...dug...
"duh jantung gue ga aman nih" ucap vira (dalm hati) menenangkan dirinya
Vira melepaskan genggaman Arsen,
"emm Iyah gue pulang dulu ya, besok klo ada waktu gue balik ke sini bawa catetan" Vira Buru-buru keluar karna gugup dan ga sanggup untuk melihat arsen
Arsen yang melihat sikap Vira yang gugup hanya tersenyum dan tertawa kecil.
"Pliss-plisss jantung gue ga aman," Vira memegang dada nya
"Jangan-jangan gue suka lagi sama dia, masa Iyah sih gue suka sama Es batu" ucap Vira pelan sambil melewati lorong rumah sakit tersebut
Vira jalan keluar rumah sakit ia mampir ke cafe terdekat untuk membeli coffe.
Jangan lupa follow,like, coment and vote ya..
maaf klo banyak kalimat yg salah atau banyak typo
author up cerita sehari 1 eps ya
thank you 💗
__ADS_1