SAVIRA

SAVIRA
12.Pertemual awal


__ADS_3

Vira membuka pintu cafe tersebut, ia duduk di meja dekat jendela melihat pemandangan langit malam, pelayan cafe tersebut menghampiri Vira ...


"Permisi kak mau pesan apa?" Pelayan tersebut mengeluarkan buku menu, dan menunjukkan makanan favorit pengunjung di cafe tersebut


"Eumm... saya pesan Coffe aja deh" Ucap vira


pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan Vira.


Vira melihat lihat ruangan cafe tersebut, terlihat ada seseorang perempuan yang sedang terburu-buru meninggalkan cafe tersebut namun dompet nya terjatuh, Vira mengambil dompet tersebut dan mengejar perempuan itu*.


"Heyyy dompet Lo jatuhhh" teriak Vira dari kejauhan


Perempuan itu Berdiam, memeriksa tas nya dan benar dompet nya jatuh , perempuan itu langsung menoleh ke arah teriakan Vira dan berjalan ke arah nya.


"Eh Iyah gue baru sadar dompet nya jatuh"


Vira memberikan dompetnya.


"Lain kali hati-hati ya, klo buru-buru di chek dulu barang nya" Ucap Vira


"Hehhe iyah sorry td lagi buru-buru banget jadi ga sempet, btw makasih ya"


"Gue minta no Lo dong biar sebagai tanda terima kasih gue, gue mau traktir Lo but ga sekarang" Minta perempuan itu.


"Oh ya boleh," Vira mengeluarkan handphone nya dan memberikan nomor nya


"Salken gue Savira biasa di panggil Vira" Vira menatap perempuan itu dan menyodorkan tangan untuk bersalaman


"oh ya salken jg gue zea, btw gue duluan ya lagi ada urusan, nanti gue chat Lo Oky" zea meninggalkan Vira karna lagi ada urusan


Vira balik ke cafe tersebut karna pesanan dan barang-barang nya masih ada disana.


Vira kembali, di meja nya terdapat kopi yang sudah ia pesan, Vira kembali duduk dan menikmati coffe nya.


*****************


~Di rumah sakit


"Sennnnn" Teriak Rafael yang main nyelonong ke ruangan arsen


Arsen menatap Rafael dengan wajah datar nya


"Ya elah sen gausah natap gtu juga kali heheh" Rafael Tertawa


"Mau apa Lo?" tanya arsen


"Ga mau apa-apa kok, cmn mau nganterin makanan doang kebetulan tadi Tante Kiara nyruh gtu" Rafael menaruh bungkusan makanan di atas meja dan melihat mangkuk sup daging yang di bawa Vira


"Widihhhhh sen siapa yang Dateng? kok ada sop daging disini?" Tanya Rafael kepo


"kepo Lo njir kek Mak-mak komplek, udh kepo nyinyir lagi" Ucap arsen yang masih dengan wajah datar nya


"Yaaa suka-suka gue lah, mau gue kepo kek nyinyir kek yang penting gue happy, jadi Lo mau makan ga?"


"Ga" arsen membalikan badan nya


"Bner yaaa gue makan nih ya, kebetulan banget gue laper asekkk makan gratissss" Rafael membuka bungkusan dan memakannya dengan lahap


"Eh btw sen, Lo punya pacar ga?" tanya Rafael dengan mulut berisi makanan


"gaa" kata-kata singkat padat, dan jelas serta mematikan topik

__ADS_1


Arsen membalikan badan nya untuk berbicara sesuatu


"eummm gue mau pulang"


Ucapan arsen membuat Rafael tersedak


uhuk..


uhuk..


"Tapi kan kata dokter Lo blm boleh pulang, harus nunggu seminggu dulu" Ucap Rafael


"Gue ga mau-!!!" Bentak arsen


Rafael menghentikan makan nya dan mencoba berdiskusi dengan Arsen


"Oky-oky gue nanti coba ngomong sama dokter nya, klo emng ga boleh berarti ga boleh, and klo Lo maksa gue, bakal bilangin ke Tante Kiara-!!!" Ancem Rafael


"Jadi Lo berani Ngancem gue?" Arsen menatap tajam Rafael


"Eh Sen gue ga bermaksud gtu, Gue cmn jalanin tugas yang di perintahkan oleh Tante Kiara" Rafael menepuk pundak arsen menenangkan emosi nya.


"Awas Lo ya Klo gue keluar dari rumah sakit gue abisin Lo" Ancam arsen


Rafael menelan ludah mendengar ancaman arsen, ia keluar dari ruangan tersebut untuk menemui dokter.


Tokk..,tokk..,tokk..


Rafael mengetuk ruangan dokter,


"Iyah silahkan masuk" perintah dokter


Rafael membuka pintu ruangan tersebut, dan duduk berhadapan langsung dengan dokter


"Ginih Dok pasien yang bernama Arsen ingin pulang apakah di perbolehkan?"


"Maaf klo untuk pulang masih blm boleh apalgi lukanya masih basah, takut kenapa²"? Ucap dokter itu serius


"Dok bolehin tmn saya pulang ya soalnya saya di ancem, klo misal nya saya ga dpt izin nanti saya bisa mati, saya masih mau hidup, masih lajang, blm punya pacar, sekolah jg blm tamat masa dokter tega sih" Rafael dengan wajah melas nya


"Kampret Lo sen, Gara-gara Lo gue harus ngelakuin hal memalukan kayak gini" ucap Rafael dalam hati


"Hahahhaha, kasian mana masih muda" Tawa dokter tersebut


"Jadi boleh ya dok, lagian temen saya ini idaman para cewek di sekolah, jadi klo si Arsen ga masuk otomatis cewek² yang ada di sana pasti kesepian, prustasi, ga bahagia" Rafael menjelaskan


"Iyah-iyah saya kasih ijin kok, dah sana pulang kamu ga jadi mati," Ucap dokter itu tersenyum


"SERIUS DOK?, Wahhhh makasi ya dok makasih makasih makasihhh banget nyawa saya selamat" Rafael memegang tangan dokter itu dan tersenyum.


Dokter tersebut hanya mengangguk dan tersenyum melihat tingkah Rafael Aneh,


setelah berdiskusi dengan dokter, dan mendapatkan ijin Rafael keluar dri ruangan tersebut dan menuju kamar arsen


"ARSENNNNNNNNNN"Teriak Rafael yang melebarkan tangan nya untuk memeluk arsen


"Ga ush deket-deket" Arsen menghentikan langkah Rafael


"Yaelah sen, cmn pengen peluk doang Pelit banget Lo,"


"Ada apaan teriak² to the point aja" arsen dengan wajah datar

__ADS_1


"jadi ginih kan, tadi gue udh diskusi sama dokter nya gue ngomong panjang lebar, gue cerita curhat gtu kek Ama bapak sendiri nah tuh awalnya ga diijinin but, pas gue mohon-mohon baru diijinin, nah karna gue berhasil berarti nyawa gue masih aman dong heheh" Rafael menjelaskan dengan detail


"Ya" singkat arsen


"Bangsat Lo sen udh di bantuin bkn nya terima kasih kek cmn ya doang"


"Trus gue harus bilang (Terimakasih Rafael terimakasih aku cinta kamu, sayang kamu muachhh), idihhh geli" ucap arsen meledek


"Idihhhh geli bat, gue gamau gay ma Lo mending sama Rendra" Rafael tersenyum memikirkan Rendra


Arsen yang mendengar ucapan Rafael seketika melotot, dan kaget


"Astaga, Gila Lo ya taubat lu, lgian Rendra mana mau sama Lo paling dia nyari yang lebih cakep dari Lo"


"dih bodoamat, lagian gue punya kolor couple ma dia, Dia nya juga mau mau aja, knp Lo sirik ?" bangga Rafael


"kek nya Lo perlu di ruqyah nie, btw Lo mau cewek ga biar ga gay?" tanya arsen melipat kedua tangannya di dada


"Nahhhh ini yang gue cari-!!! tau aja Lo bro, ya jelas mau lah mana sini kenalin" ucap Rafael duduk di samping arsen dan memeluk nya


"Usaha lah sendiri, Lo pikir gue mau nyariin Lo cewek, gue sibuk ga mau buang² waktu buat kek gtuan" Jawab arsen melepaskan pelukan Rafael


"Tumben Lo drtd ngebacot Mulu biasanya hm,ya,oh doang" tanya Rafael heran


"gpp si"


"njir mulai deh, gue kan cuman nanya elah santuy aja kali" Ucap Rafael


"hmmm" jwb arsen


"lagi-lagi cmn hmm" Rafael kesal


"Trus np?" Tanya arsen


"yayayaya gpp" Arsen duduk di sofa dan bermain handphone


"Btw Lo mau ikut ga?" Tanya arsen


Rafael langsung menaruh hp dan berdiri dari sofa


"ikut kemana?" tanya Rafael penasaran


"BAB(Buang air besar)" ucap Arsen tertawa


Rafael kesal dan melempar bantal ke arah arsen


Brukkkk...


"Ohhh jadi Lo mau perang sama gue?" Arsen siap melempar bantal


"Yoi sini maju luuuuu-!!!!" teriak arsen


Dan perang bantal pun dimulai...


[Bersambung!]....


Jangan lupa follow,like, coment and vote ya..


maaf klo banyak kalimat yg salah atau banyak typo


author up cerita sehari 1 eps ya

__ADS_1


thank you 💗


__ADS_2