
Kebetulan di kelas sedang tidak ada orang, kecuali Vira yang sedang duduk di bangku dan melamun tentang perasaan nya ke arsen.
"Kira kira klo gue jujur sama Arsen, gue bakal di cuekin ga ya?"
"Plis makin lama jantung gue ga aman tiap Deket ma dia langsung dag..Dig..dug
"tapi kan gue perempuan ya kali gue nyatain cinta duluan seharusnya kan cowok"
Saat Vira sedang melamun, tiba-tiba datang lah Dita yang sudah di penuhi dengan api amarah,kemudian Tika mengikuti Dita dari belakang dengan wajah sinis, Mereka berdua menghampiri Vira.
"KAN UDAH GUE BILANG GAUSAH DEKET-DEKET SAMA ARSEN,-!!!" Bentak Dita
"EMNG DASAR NYA YA LO TUH KECENTILAN BANGET, UDAH JELEK,MISKIN CAPER LAGI"
"LO INGET KAN KATA-KATA YANG GUE BILANG, KLO LO DEKETIN ARSEN GUE GA BAKAL SEGAN2 NGELAKUIN HAL APAPUN" Dita memutarkan bola matanya dan menatap tajam Vira
"LO HARUS IKUT KITA-!!" Dita menarik Vira keluar kelas dan membawa nya secara paksa
"Lepasin gue ditaa, tikaaa gue mohonnn gue ga Deketin arsen, gue sama arsen cuman sebatas temen" Vira memberontak
"LO PIKIR GUE BODOH HAH? FOTO LO DIGENDONG SAMA ARSEN UDH TERSEBAR LUAS DI SEKOLAH INI"
"GUE GA BAKAL LEPASIN LO!!!, GUE BISA AJA NGELAKUIN HAL LEBIH GILA DARI INI"
Dita membawa masuk paksa Vira ke gudang kosong sekolah.
"INGET LO YA INI CUMAN PERINGATAN BUAT LO" Ucap Dita dan langsung menutup pintu gudang kosong tersebut dan mengunci nya.
"Ditaaaaa lepasin gue dari sini gue takut ditaaaa please help me!!" Vira meringgis mengetuk ngetuk pintu gudang tersebut
"Teriak aja sepuas lo, ga bakal gue bukain nie pintu lagian disini ga ada orang jdi ga bakal ada orang yg denger HAHAHHAHAHAH" Tawa Dita dan Tika
mereka berdua pun meninggalkan Vira yang berada di dalam gudang kosong tersebut
Vira berkali-kali teriak dan mengetuk-ngetuk pintu sesekali ia mencoba mendobrak pintu namun hasil nya nihil
gudang tersebut sangat gelap dan kotor, banyak sarang laba-laba dan kecoa di mana mana, jendelan dan ventilasi pun juga tidak ada
Vira duduk, dan mulai menangis ia sangat takut dengan kegelapan apalagi kecoa.
"Tolongin gue pliss gue takut banget hikss...hikss"
"Siapapun gue mau keluar tolongin"
"Gue takut, arsen, disini panas, ga ada ventilasi gue takutttt"
**Skippp**
KRINGGG...KRINGGGG
bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran selanjutnya nya akan di mulai, semua murid masuk ke kelas nya masing-masing dan duduk dengan tertib.
__ADS_1
Arsen yang sudah selesai mengganti pakaian olahraga nya dengan seragam, langsung masuk ke kelas dan duduk.
Arsen melihat bangku Vira kosong, dan menunggu nya namun sampai Pak Gilang masuk ke kelas Vira blm masuk juga, arsen merasa ada sesuatu yang aneh ga biasa nya Vira melewatkan jam pelajaran seperti ini.
"Maaf pak Vira kemana ya kok blm masuk juga?" Tanya arsen
"Lho Iyah juga kok dia blm masuk ya, ada yang tau ga Vira kemana?"
Semua murid tidak menjawab begitupun dengan dita dan Tika yang hanya tersenyum licik dan dan tidak mau mengakui.
"Pak saya ijin nyari Vira"
Arsen berlari meninggalkan kelas, ia mencari Vira ke UKS, lapangan basket, kamar mandi dan tempat-tempat lain nya kecuali gudang, dan hasil nya nihil Vira sama sekali ga ada di tempat-tempat itu.
Arsen sudah menanyakan beberapa guru, satpam, petugas kebersihan di sekolah, sama sekali tidak ada yang melihat Vira
Kini arsen mulai khawatir, ia mengingat-ngingat tempat yang sudah ia kunjungi dan blm di kunjungi..
"Vir Lo dimana sih, gue udh nyari Lo kemana mana ga ada yang tau, liat Lo pun aja ga ada"
"Tunggu sekolah ini punya gudang ga si? kali aja kan Vira di gudang, tapi dimana ya gudang nya"
Akhirnya Arsen menanyakan kepada penjaga sekolah
(pak Budi seorang pria berumur 37 tahun yang sudah menjaga sekolah ini selama 7 tahun)
"Pak Budi tau Gudang sekolah ini ga?" Tanya arsen
Arsen mengangguk dan mengikuti pak Budi dari belakang, Mereka berjalan ke lantai paling bawah dimana gudang itu berada.
Kini pak Budi dan arsen sudah sampai di depan gudang tersebut.
"Hikss Tolong bukain pintunya pliss" Suara lemah Vira
Arsen yang mendengar suara itu sangat yakin klo itu adalah Vira.
"Viraaa Lo tenang aja ya gue ada disini, gue bakal keluarin lo" teriak arsen menenangkan Vira
"Ini Lo kan sen, plis sen keluarin gue dari sini gue takut banget"
"Iyah, Lo ngejauh dulu dari pintu gue bakal dobrak pintu ini" suruh Arsen
Vira menuruti perkataan arsen ia segera menjauh dari pintu tersebut, air mata Vira terus menetes karna ia sangat ketakutan.
Brukkkk, brukkkkk,
Arsen mencoba mendobrak pintu itu tapi tidak berhasil, namun ia pantang menyerah dan mencoba lagi sekuat tenaga, arsen sengaja tidak meminta bantuan pak Budi karna tau kini usia nya tidak lagi muda .
BRRRUUKKKKKK...
Arsen mendobrak nya sekuat tenaga, Pintu itu akhirnya terbuka.
__ADS_1
Vira yang melihat pintu itu sudah terbuka langsung keluar dan memeluk arsen, ia sangat ketakutan di dalam ruangan yang gelap
"Arsennn gue takut di dalem gelap banget, banyak kecoa hikss" Vira memeluk arsen dengan erat
"Vir tenang yah gue ada disini kok" Arsen mengelus lembut rambut vira.
Arsen menoleh ke arah pak Budi dan mengucapkan terimakasih karna sudah mengantarkan nya ke gudang,
pak Budi pun meninggalkan mereka berdua.
"Vir gimana ceritanya sih kok Lo bisa ke kunci kayak gini"
"Hikss.. Arsen gue takut banget"
"Iyah-iyah udh Lo jangan nangis lagi ya gue ada disini" Arsen menghapus air mata Vira
"Yaudah vir Mending kita ke kantin dulu sekalian beli minuman biar Lo tenang" ujar arsen
Arsen dan Vira menuju ke kantin untuk membeli minuman, sesampainya di kantin mereka langsung duduk di meja Dekat pohon rimbun.
"Lo mau minum apa?hmm, sekalian gue ganti minum yang tadi gue abisin?" Tanya arsen dengan wajah datar.
"air putih aja"
Arsen pergi membeli minuman, sedangkan Vira menunggu sambil menghapus air matanya
Walaupun Vira sudah berhenti menangis namun matanya masih merah, dan bengep.
Arsen kembali ke meja dimana Vira duduk dan memberikan air putih yang di minta nya
"Lo minum dulu, abis itu ceritain knp Lo bisa di kunci di gudang itu"
Vira meminum air putih itu sampai habis, tenggorokan nya kering dan sangat haus karna terus menangis tadi.
"Gue di kunciin sama Dita, karna gue deketin Lo, tadi gue dibawa paksa sama dia" Vira menjelaskan kepada arsen.
"berarti Lo di kunciin karna gue?"
"ya Iyah dia nyuruh gue jauhin Lo"
"Yaudah Lo ikut gue sekarang" Arsen menarik tangan Vira ke kelas.
Arsen ingin menjelaskan sesuatu, agar tidak ada yang menggangu Vira lagi , kini Perasaan dirinya ke Vira sudah sangat yakin.
[Bersambung!]....
Jangan lupa follow,like, coment and vote ya..
maaf klo banyak kalimat yg salah atau banyak typo
author up cerita sehari 1 eps ya
__ADS_1
thank you 💗