SAVIRA

SAVIRA
18.Lebih dekat


__ADS_3

Seorang perempuan yang masih memakai seragam merebahkan dirinya di kasur.


Menatap langit-langit tembok, dengan mata sendu, serta fisik yang lelah.


"DINDAAAAAA KELUAR KAMU!!!" Teriak seseorang dari balik pintu kamar Dinda


Dinda memejamkan mata dan menutup kedua telinganya seolah-olah ia tidak ingin mendengar suara itu.


Tokkkkkk...tokkkk...tokkkk....tokkk


Seseorang mengetuk pintu kamar Dinda.


Dinda yang sudah tidak tahan mendengar ketukan pintu, serta suara itu ia memutuskan untuk membukakan pintu tersebut.


"Ayah mau apa lagi sih? udh Dinda bilang Dinda gamau di jodohin sama anak rentenir itu "


"Ya ayah juga ga peduli, Mau gimana pun kamu harus mau klo kamu gamau bisa-bisa nyawa ayah melayang gara-gara rentenir bodoh itu"


"Lagian ayah kenapa sih semenjak Mamah pergi jadi sering ngutang, perusahaan ayah seharusnya diurusin bukan plonga plongo ga jelas"


"Dinda anak ayah yang paling cantik, Lgian apa salah nya sih di jodohin sama anak itu, dia kan ganteng kaya lagi"


"Udah deh, Dinda capek, ayah ngomong sama Vira slalu bahas perjodohan, ayah ga pernah peduli sama keadaan Dinda"


(Dinda langsung mengunci pintu kamar nya)


Dinda duduk meja rias nya dan menutup mata dengan kedua tangan nya


"Kenapa sih ga ada satupun orang yang ngertiin gue"


"Gue pengen bebas kayak anak perempuan lain yang di manja ortu nya, gue ga mau di jodohin gue ga suka dia"


"Plisss gimana caranya biar gue bisa bebas, and dapetin cwok yang gue mau"


"Dahlah mending gue tidur, capek bat njir masalah perjodohan ga pernah kelar-kelar, ada aja... ayah juga slalu bahas Mulu"


Dinda bangkit dari kursi meja rias nya kemudian merebahkan dirinya ke kasur untuk tidur.


****Skipp****


...chat...


Arsen: Lo lagi ngapain ?


Arsen: dh makan?


Arsen: Viraaaaa jwb!!!


Arsen lagi duduk di ruang tamu sambil bermain handphone ia mengirimkan pesan ke Vira, sudah 30 menit ia menunggu notif pesan tapi Vira belum juga membalas


Vira sama sekali belum membalas karna masih sibuk bekerja.


"Vira kmn sih, dari tadi blm bales jg" Ucap arsen rada khawatir


"Arsennnnnn" Teriak Rafael dan Rendra yang tiba-tiba muncul


"Aelah Lo LG pada ga bisa apa ga ush Dateng ke rumah gue terus?"


"Ya elah sen, gue itu ditugasin buat nemenin Lo!! jadi mau ga mau lgian ya besok gue udh mulai masuk ke sekolah Lo tu" Rafael mengedip-ngedipkan mata


"Gue dh gede ngapain sih pake di temenin segala lagian dh punya cewek" ujar arsen dengan lantang nya

__ADS_1


Rafael dan Rendra yang mendengar ucapan arsen tadi Sontak kaget dan langsung menatap tajam arsen.


"Hahhhh apa Lo bilang Lo punya cewek?" Tanya Rendra dengan nada tinggi.


"Sttt , hmm blm jadian sih tapi gue sk dia tu cewek bodoh and sederhana gtw knp kek setiap Deket dia jantung gue dag Dig dug"


"Knp Lo ga tembak aja?, keburu diambil cwok lain, setau gue ya klo di drama-drama gtu cewek bodoh sederhana, lugu tuh banyak yang suka" seru Rafael meyakinkan arsen untuk menyatakan cinta ke cewek itu.


"Lo kebanyakan Nonton drama sih, Lo tau kn sp gue?"


"Tau lah, Arsen Praja Gunawan password nya (Ga bakal ngalah, dalam hal apapun)" seru Rafael dan Rendra


"Cara deketin dia gmn? biar nanti dia sk ma gue" tanya arsen pelan


"Lo mau tau? Sama gue sini gue tuh ahli dalam masalah deketin cewek" ucap Rafael dengan pede tingkat dewa


"Gimana?"


"Jadi Lo harus Pepet terus tu cewek, deketin terus jangan kasih kendor, trus Lo juga harus perhatian lah, intinya prioritas in dia, tunjukin jg kehebatan Lo biar dia tambah jatuh cinta sama Lo"


"Kok ribet bgt si"


"Ya gpp lah njir, ya seterah Lo sih klo emng gamau ya paling tu cewek di rebut ma orang lain"


"Tapi tdi gue ajakin dia jalan, but dia ada janji ma temen cwok nya"


"Buset njir udh ada saingan tu, mending Lo ikutin kata gue deh drpada cewek yg Lo suka di ambil ma tu cwok trus sakit hati, bunuh diri, mati siapa yg repot?"


"Lebay Lo njir, gue ga se alay itu kali" ucp arsen ketus


"Tapi gue setuju sih sama cara nya Rafael, Klo emng Lo suka ya Lo perjuangin lah Lo tembak gtu, bawa dia ke tempat indha trus Lo ajak pacaran" sambung Rendra


"Ya itu baru awal, yaudh intinya skrg Lo Pepet aja dulu nanti klo dia udh baper sama Lo baru deh Lo tembak"


Rafael menepuk pundak arsen, berusaha menyakinkan nya.


*******Skippp*****


"Pembeli nya lumayan banyak yah, capek gue mondar mandir drtd, tapi seru sih apalgi ada temen kek Lo" ucap Vira yang sedang duduk di sofa, bersama jevano.


"Hmmm lumayan sih, apalgi ada Lo jadi makin asik" Seru Jevano


"Yaudah bntr lagi cafe nya mau tutup kan kita kapan pulang?"


"Bntr lagi sih, Lo ganti baju aja duluan"


"Hm oky"


Vira mengganti pakaiannya dan mengambil barang-barang nya, kemudian Vira keluar dan berganti giliran dengan jevano.


Vira mengambil handphone nya dan menyalakan nya, kemudian Vira melihat notif pesan dari arsen.


"OMG arsen ngirim pesan ke gue?"


...chat...


Arsen: Lo lagi ngapain ?


Arsen: dh makan?


Arsen: Viraaaaa jwb!!!

__ADS_1


Vira: Apaaa?sorry tadi gue ada kerjaan baru sempet buka hp


Vira: klo makan blm sih heheh.


Vira membalas pesan arsen, ia menunggu beberapa menit akhirnya Arsen membalas pesan nya tersebut


Arsen: Oh


"Anjrit oh doang" ucap Vira setelah membaca pesan tersebut


"Bukan nya gue disuruh makan gtu kek, ga peka banget jadi cwok, katanya gue cewek dia" Vira menekuk wajahnya


Jevano yang sudah selesai mengganti pakaian nya menghampiri Vira,


wajah Vira yang cemberut membuat Jevano terkekeh.


"Kenapa wajah Lo cemberut di tekuk gtu hahaha"


"Dihh kepo Lo, btw emm gue laper " Vira memegangi perut nya yg kosong


"Astaga Vira jdi Lo cemberut gtu karna laper?"


"Ya Iyah sih, ya ga juga tapi ya bner ya gatau dah intinya gue laper!!!! ayok cari makan"


Mereka keluar meninggalkan cafe tersebut dan mencari warung makanan yg masih buka.


"Jevanoooo ada mie goreng, makan itu ajaaa yukkk" Ucap manja Vira


"Iyahhh Savira boleh kok" Jevano tersenyum senang melihat kelakuan manja Vira


mereka menghampiri warung mie goreng tersebut dan duduk di meja yg di sediakan.


"Lo pedes ga?" Tnya Vira


"Emm boleh pedes bgt ya KLO ga pedes ga enak"


"Wihhhh kok sama kek gue, gue juga suka tuh makanan pedes"


"Yaudh buru gih pesen"


Vira memesan 2 porsi mie goreng, setelah memesan ia duduk kembali di posisi awal nya dan berbincang-bincang mengenai pekerjaan kepada Jevano.


Setelah 15 menit menunggu akhirnya mie goreng mereka sudah matang dan siap di santap.


Vira yang merasa lapar dari tadi langsung menyantap makanan nya, Jevano hanya memperhatikan Vira yang begitu lahap makannya.


"Awas panas, pelan-pelan nanti kesedak" ucap Jevan mengingatkan Vira


"Iyahh Van tau kok gue, abis laper bat gue, capek kerja tadi rame heheh" jawab Vira yg mulutnya di penuh mie goreng


Mereka berdua pun menghabiskan mie goreng tersebut


[Bersambung!]....


Jangan lupa follow,like, coment and vote ya..


maaf klo banyak kalimat yg salah atau banyak typo


author up cerita sehari 1 eps ya


thank you 💗

__ADS_1


__ADS_2