
"Selamat pagi, selamat bergabung," ucap sang manager menyambut kedatangan Mutia dan memperkenalkan pada para karyawan lainnya. Dia adalah orang yang ditugaskan oleh Faisal untuk menjaga Mutia. Dia bersikap ramah kepada Mutia.
"Pagi, salam kenal aku Mutia," ucapnya ramah, gadis itu memperkenalkan dirinya.
Satu persatu mereka memperkenalkan diri, dan setelah itu Mutia bergabung dengan mereka semua. Jumlah pegawainya cukup banyak.
Hai Mutia, kenalkan aku Rini."
"Hai Rini, senang berkenalan denganmu," ucap Mutia
Mereka mulai bekerja, kafe ini ternyata sangat ramai, apalagi saat jam makan siang. Tak ada waktu bagi mereka untuk duduk santai, semua sibuk dengan tugasnya masing-masing.
Jam istirahat dimanfaatkan Mutia untuk sholat dan istirahat. Setelah itu kembali bekerja hingga sore hari.
**
Tak terasa sudah dua Minggu berlalu, dan Mutia juga sudah merasa begitu nyaman dengan pekerjaan barunya.
Tanpa gadis itu sadari, seseorang selalu saja mengawasinya sejak lama, bahkan setiap hari memantaunya.
"Apa yang kau lihat?" tanya Mirza pada Faisal, yang saat ini duduk di salah satu meja pelanggan.
Mirza adalah sahabat Faisal, dan temannya itu sekarang lebih sering duduk menjaga kafenya dari.pada menjaga perusahan nya.
"Aku sedang melihat pujaan hatiku, lihatlah betapa cantiknya dia." ucap Faisal yang terus menatap Mutia penuh cinta.
"Hahahaha, kau sudah bucin, rupanya. Apa kau sudah mengenalnya maksud ku kalian sudah berkenalan?" tanya Mirza lagi.
Faisal menggeleng, "Aku belum berani mendekati nya, aku takut dia masih kesal padaku."
"Kesal? kenapa?" tanya Faisal lagi
"Pertemuan pertama kami.kurang baik, dan aku masih ragu untuk mendekati nya."
"Mau aku bantu?"
__ADS_1
"Benarkah bagiamana caranya?"
"Serahkan saja semuanya padaku, dan kau pergi dari sini, tunggu dan lihat saja apa yang akan aku perbuat."
Faisal mengikutinya apa ya g disarankan oleh sahabatnya itu, dia pun berdiri dan masuk ke dalam ruangannya. Tak sabar menunggu apa yang akan dilakukan oleh Mirza untuk membantunya mendapati Mutiara gadis yang diam-diam disukainya.
"Pelayan" panggil Mirza
"Mut, bisa minta tolong nggak, kamu yang kesana, kakiku pegal banget nih!" ucap Rida salah seorang temannya.
"Boleh," sahut Mutiara yang berjalan membawa daftar menu makanan ke meja Mirza.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya gadis itu sopan.
"Saya mau pesan ini, ini dan ini" ucapnya menunjuk daftar menu makanan di tangannya. Dengan gesit gadis itu mencatat semua pesanan Pria itu.
"Ada lagi pak?"
"Tidak, sudah cukup. Satu lagi, saya mau minumannya lebih dulu, saya sangat haus." ucap Mirza
Dia segera menemui koki dan memberikan daftar pesanan tersebut, "Juice nya duluan, katanya beliau sangat haus." ucap Mutiara lagi.
"Ok, sebentar," sahut Devan si pembuat minuman.
Dengan cepat dia meracik juice sesuai pesanan mutiara. "Tara.." ucapnya tertawa
"Thanks," ucap mutiara dan bersiap menyajikan nya pada pelanggan.
Baru saja gadis itu meletakkan nya diatas meja, tiba-tiba praaang... gelas itu tumpah dan mengotori meja serta celana pria itu.
"Maaf, Pak. saya tidak sengaja" ucap Mutiara kaget.
Padahal jelas-jelas pria itu yang sengaja menyenggol gelas berisi juice di depannya itu.
"Maaf?" tanya pria itu memicingkan mata.
__ADS_1
"Apa kau tau akibat perbuatan mu ini?" ucapnya dengan penuh amarah
"Lihat ini!" bentaknya
"Ini adalah kontrak kerjasama saya dengan klien yang sedang dalam perjalanan kesini, bagaimana saya harus menggantinya? apa kau pikir klien saya percaya begitu saja?" ucapnya lagi penuh emosi.
"Maaf pak, tapi tadi tangan-"
"Oh jadi kamu nuduh saya sengaja gitu!" bentak Mirza lagi.
"Saya tidak mau tau kamu harus ganti rugi sebesar seratus juta." ucapnya yang langsung membuat Mutiara membulatkan matanya.
"Seratus juta?" ulang gadis itu
"Iya, seratus juta, apa kamu pikir kontrakku itu abal-abal!" ucap Mirza masih dengan wajah penuh emosi.
Faisal tahu apa yang harus dia lakukan, dan kini saatnya dia keluar.
"Ada apa ini? kenapa ribut-ribut begini?" tanya pria itu dengan nada datar.
"Anda siapa?" tanya pria itu dengan gaya pongahnya.
"Saya pemilik tempat ini, mengapa anda memarahi pegawai saya?" tanya pria itu lagi dengan nada tidak bersahabat.
"Saya tidak terima dengan perbuatan karyawan anda ini, dia telah menghancurkan bisnis saya..Saya rugi ratusan juta rupiah akibat ulahnya." ucap Mirza terus berakting.
"Lalu, anda mau apa?" tanya nya santai.
"Saya minta ganti rugi, lima puluh juta." ucap Mirza lantang.
"Lima puluh juta?" ulang Faisal
"Iya ,jika tidak mau, saya akan memviralkan tempat ini, dan Anda akan kehilangan banyak pendapatan."
"Baiklah saya akan mentransfernya." ucap Faisal dengan lantang dan santai.
__ADS_1
"Tapi dengan satu syarat?" ucap lagi