Sebatas Nikah Kontrak

Sebatas Nikah Kontrak
P


__ADS_3

Pindah Rumah


Reza dan Nayla hanya diam saja saat melihat bu Neneng pergi. Keduanya tampak sedih melihat kepergian bu Neneng yang begitu marah ketika mengetahui kalau Reza telah menikah lagi dengan Vera.


“Maafkan aku Nayla karena telah melukai hati kamu dan ibu kamu,” ucap Reza sambil menggenggam tangan istrinya.


“Nggak apa-apa mas yang penting Mas tetap sayang sama aku dan anak kita nantinya.”


Kemudian Reza mengelus perut Nayla yang masih kecil sambil berkata.


“Mas berjanji akan selalu sayang sama kamu dan anak kita. Kamu jangan nakal ya Sayang,” ucap Reza sambil mengelus dan mencium perut Nayla.


Nayla yang merasa bahagia dengan perlakuan Reza langsung mengelus kepala suaminya saat Reza menyandarkan kepalanya di paha Nayla.


Reza tampak gemas melihat Nayla yang memakai daster batik yang cukup ketat sehingga lekuk dadanya terlihat jelas. Reza yang rebahan di paha Nayla langsung membuka kancing daster itu sehingga kedua bukit kembarnya terlihat jelas.


“Mas...” ucap Nayla sambil memegang tangan Reza yang hendak masuk ke dalam dadanya.


Reza hanya tersenyum. Kemudian dia bangkit dari tidurnya dan duduk di samping Nayla. Setelah itu dia langsung mencium pipi Nayla sedangkan tangannya memegang bukit kembar yang menantang. Saat sedang hamil seperti ini kedua bukit kembar Nayla semakin menantang karena ukurannya semakin besar dari biasanya membuat Reza semakin tidak tahan ketika melihatnya.


Gejolak syahwatnya yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun langsung diluapkannya di sofa yang ada di ruang tengah.


Ciuman Reza semakin panas apalagi saat mencium bagian dada yang tampak montok, sedangkan Nayla hanya menggeliat kegelian.


Saat tangan Reza akan membuka daster Nayla, Nayla langsung tersadar kalau mereka sedang di sofa sehingga Nayla mengajak suaminya untuk masuk ke kamar.


“Mas, jangan di sini nanti takutnya Vera pulang,” ucap Nayla khawatir.


Reza yang khawatir kalau tiba-tiba Vera pulang atau ada tamu sementara mereka melakukannnya di sofa langsung mengangkat tubuh Nayla dan langsung dibawanya ke kamarnya.

__ADS_1


“Kita mau ke mana Mas?” tanya Nayla saat ada dalam gendongan Reza.


“Kita di kamar aku aja ya, biar lebih puas.”


Sengaja Reza membawa Nayla ke kamarnya karena di kamar Reza terdapat kamar mandi. Jadi rencananya setelah selesai melakukan aktivitas itu bisa langsung masuk kamar mandi dan mandi.


Setelah Nayla direbahkan di atas tempat tidurnya kemudian dia mengunci pintu kamarnya. Dia langung melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti tadi. Tidak memerlukan waktu lama keduanya pun selesai melakukan aktivitas itu.


Setelah rebahan menghilangkan rasa lelah sehabis bercocok tanam, kemudian Nayla pergi ke kamar mandi. Melihat Nayla menuju ke kamar mandi, Reza kemudian mengikutinya dari belakang. Saat Nayla akan menutup pintu kamar mandi, Reza langsung ikut masuk sehingga keduanya di dalam kamar mandi itu.


Nayla langsung mandi di bawah pancuran dari shower. Dia membasahi seluruh tubuhnya yang terasa sangat segar. Reza yang berdiri di sampingnya tidak ketinggalan juga membasuh seluruh tubuhnya dengan air yang begitu sejuk.


Saat Nayla akan mengakhiri mandinya tiba-tiba tubuhnya ditarik Reza sehingga keduanya saling berhadapan. Melihat dada Nayla yang tampak lebih besar dari biasanya Reza kembali mengulangi aktivitasnya.


“Mas, mau apa lagi?” tanya Nayla heran.


“Aku ingin mengulanginya lagi Nayla....”


“Kan nggak apa-apa nambah, mumpung Vera tidak di rumah,” bisik Reza.


Nayla yang mendengar ucapan Reza hanya bisa tersenyum. Kemudian dengan perasaan senang Nayla melayani suaminya untuk kedua kalinya dalam jam yang sama.


Setelah selesai bercocok tanam untuk yang kedua kalinya mereka langsung tertidur nyenyak di tempat tidur. Karena sangat nyenyak sampai-sampai keduanya tidak tau kalau waktu sudah sore.


Begitu Nayla terbangun saat diliriknya jam yang ada di dinding kamar itu ternyata sudah jam empat sore. Nayla langsung bangikit dari tidurnya dan membangunkan Reza.


“Mas.. mas Reza, udah sore,” ucap Nayla.


“Apa?” jawab Reza setengah sadar.

__ADS_1


“Udah jam empat sore Mas,” jawab Nayla.


Kemudian Reza buru-buru bangkit dari tidurnya. Keduanya langsung keluar kamar dan hendak menuju ke meja makan untuk makan siang. Tapi begitu keduanya keluar kamar dilihat Vera sedang duduk di ruang tengah sambil menonton tv.


Melihat Reza dan Nayla keluar kamar bersama-sama, Vera hanya tersenyum sinis. Sedangkan Reza merasa malu karena seperti maling yang ketauan mencuri. Reza merasa malu dan bersalah juga pada Vera karena tidak bersikap adil pada kedua istrinya, sementara sejak awal Reza sudah berjanji untuk bersikap adil. Dia merasa malu pada Vera karena tidak pernah menyentuhnya sementara pada Nayla dia sering mengajaknya tidur sama. Bahkan hari ini dia mengajak Nayla tidur di kamarnya untuk melakukan hubungan suami istri.


Sedangkan Vera diam saja tidak menunjukkan ekspresi marah membuat Nayla semakin bingung. Sebelumnya Vera tampak marah kalau Reza dekat dengan Nayla tapi hari ini saat Vera melihat Reza dan Nayla keluar dari kamar Reza, Vera tidak ada marah sedikit pun.


Nayla langsung masuk ke kamarnya sedangkan Reza yang merasa bersalah langsung duduk di samping Vera menemani Vera nonton tv.


***


Bu Neneng yang baru sampai rumahnya langsung masuk ke kamarnya. Dia merasa sangat sedih dan kecewa dengan nasib rumah tangga putrinya. Tapi dia tidak sanggup berbuat apa-apa karena Nayla sendiri menerima ini semua.


Setelah cukup lama merenung akhirnya bu Neneng pergi ke dapur untuk membuat adonan kue yang besok akan dijajakan di kantin-kantin sekolah. Biasanya bu Neneng membuat kue dengan ditemani adik sepupunnya yaitu tante Rina. Kebetulan rumah tante Rina ada di belakang rumahnya jadi kapan aja dia butuh bantuan tinggil memanggilnya. Begitu juga dengan hari ini bu Neneng langsung memanggil adik sepupunya itu.


“Kenapa cepat kali membuat kuenya Mbak, bukankah Mbak katanya mau pergi ke rumah Nayla?” tanya tante Rina heran karena biasanya kalau membuat kue sore hari.


“Mbak baru aja pulang dari rumah Nayla, Rin...”


“Kenapa cepat kali, katanya mau lama-lama di sana.”


“Ada sesuatu hal makanya mbak cepat pulang,” ucap bu Neneng sambil menangis.


Tante Rina yang merasa heran karena melihat bu Neneng menangis langsung mendekatinya.


“Ada masalah apa sih Mbak?” tanya tante Rina sambil mengelus-ngelus pundak kakaknya.


Kemudian bu Neneng menceritakan masalah rumah tangga Nayla yang sedang dimadu. Tante Rina dengan tekun mendengarkannya.

__ADS_1


Tante Rina yang mendengarnya ikut prihatin dengan Nayla yang hidup dimadu. Dia membayangkannya saja nggak sanggup apalagi kalau harus menghadapi seperti Nayla saat ini. Hati tante Rina sangat sakit kalau membayangkan hal ini terjadi pada dirinya yang harus berbagi suami dengan wanita lain.


__ADS_2