Sebuah Usaha Melupakan

Sebuah Usaha Melupakan
Part 22


__ADS_3

Saat ini Kim Taehyung sedang berada di restoran mewah di pertengahan pusat kota Seoul.


"Silahkan tuan, makanannya sudah siap" Ucap pelayan restoran itu.


Taehyung hanya sekilas menatap makanannya lalu segera menyuruh pelayan itu pergi.


"Aku harus menghabiskan ini dengan cepat, Ara menungguku" Ucap Taehyung yang dengan cepat menyantap makanannya.


Setelah selesai makan Taehyung segera meminta bill pembayaran, tak lupa juga ia memesan makanan untuk di kirimkan kepada Yoora di apartemennya.


Taehyung mengendarai mobil mewahnya menuju ke rumah sakit tempat dimana Aera dirawat dengan kecepatan sedang.


Empat puluh lima menit kemudian ia sampai di rumah sakit tersebut, lalu berjalan menuju ruangan dimana Aera di rawat.


Ia mengetuk pintu ruangan Aera, tidak kunjung ada yang menjawab Taehyung menerobos masuk begitu saja.


Ia kaget mendapati ranjang rumah sakit yang sudah tertata rapi.


"Kemana ia? Apa sudah pulang?" Tanyanya pada diri sendiri.


Ia akhirnya memutuskan untuk menanyakan Aera kepada pusat informasi.


"Apakah pasien atas nama Jung Aera Arunika di pindahkan ruangan?" Tanya Taehyung pada seorang wanita yang menjaga di tempat itu.


"Sebentar kami akan mencoba mengecek nya" Jawab wanita itu.


"Atas nama pasien Jung Aera Arunika sudah pulang tadi" Lanjutnya.


"Shiit!" Umpat Taehyung.


Ia langsung mengambil telepon genggamnya untuk menghubungi Aera namun tidak ada panggilan.


Akhirnya ia menelepon Min Yoongi.


"Hyung, apakah kau bersama kekasihku?" Tanya Taehyung


"Siapa yang kau maksud? Aku tidak bersama Ahn Yoora!" Jawab Yoongi pura-pura tidak paham.


" Ah tidak, maksudku Aera Hyung" Terang Taehyung.


"Aku tidak bersamanya, dia masih berada di rumah sakit waktu ku pergi" Jawab Yoongi bohong.


"Tapi dia tidak ada di sini Hyung, kemana dia?" Tanya Taehyung kembali.


"Kau di mana Hyung?" Lanjutnya.


"Ah aku berada di Daegu saat ini, ibuku menyuruhku pulang sebentar"


"Baiklah Hyung aku akan mencoba ke rumahnya, sampai jumpa" Ucap Taehyung mengakhiri teleponnya.


...****************...


"Bagaimana Oppa, dia mengatakan apa?" Tanya Ara penasaran.


"Dia bertanya tentangmu" Jawab Yoongi terkekeh.


"Apa kau ingin menemui Taehyung?" Tanya Yoongi tiba-tiba.

__ADS_1


"Apakah boleh Oppa?" Jawab Ara.


"Asal kan aku yang menemanimu, dan kau bisa berbicara tegas kepadanya!" Jawab Yoongi mantap.


"Aku masih ragu Oppa" Jawab Ara pelan.


"Cepat selesaikan makan mu, setelah itu kita kembali ke rumah ibuku" Perintah Yoongi.


Ara dengan patuh menuruti perintah Yoongi, tidak lama kemudian mereka menyelesaikan makannya.


Setelah membayar Yoongi menggandeng tangan Ara menuju ke parkiran mobil.


Sesampainya di dalam mobil Yoongi mengulangi pertanyaan nya sekali lagi.


"Apa kau masih mencintai Taehyung?"


"Haha, Oppa! Jelas aku masih mencintainya, sangat. Bahkan aku juga masih sangat menyayangi nya. Tapi kali ini aku udah pasrah tidak berharap apapun lagi dari dia apalagi berharap buat bersama lagi" Jawab Ara.


"Benarkah?" Tanya Yoongi.


"Oppa meragukan omonganku? Aku bukan tipe orang yang mudah goyah Oppa!"


"Baiklah aku percaya, lusa kita akan kembali ke Seoul" Ucap Yoongi.


...----------------...


Taehyung saat ini berada di mansion keluarga Ara.


Para maid mengatakan bahwa Ara tidak pulang sudah beberapa hari ini.


Namun Taehyung sama sekali tidak menyerah, ia terus mencari Ara.


Setelah berpamitan kepada para maid dan penjaga Taehyung segera melajukan mobilnya menuju Play House.


Tidak butuh waktu lama agar Taehyung sampai di tempat itu, sebab ia mengendarai mobilnya di atas rata-rata kecepatan umumnya.


Ia segera menerobos masuk menemui Clara, si pemilik club malam.


"Apakah kau tahu di mana kekasihku?" Tanya Taehyung tanpa basa-basi.


Clara yang terkejut melihat kedatangan Taehyung terdiam sesaat.


"Hah, apa maksudmu?" Tanya Clara.


"Aku tahu kau pasti menyembunyikan kekasihku!" Bentak Taehyung.


"Haha, apakah dia masih kekasihmu? Bukankah kau sudah mencampakkannya?" Pancing Clara.


"Sialan! Kenapa kau kembali menerima dia kembali di sini. Padahal sudah jelas kau berjanji padaku! Dasar pelacur!" Teriak Taehyung yang merasa frustasi.


"Dia yang memberikan ku penawaran menarik, jadi mana mungkin aku bisa menolaknya. Bahkan belum ada satu hari dia di sini dia sudah tidur bersama beberapa pria lain, dan aku mendapatkan banyak keuntungan darinya!" Pancing Clara lagi.


"Benar-benar sialan kau Clara! Berani-beraninya kau menjadikan kekasihku seperti itu! Dimana dia sekarang!" Bentak Taehyung sambil menggebrak meja di ruangan Clara.


"Apakah kau tahu? Saat ini ia berada di Las Vegas untuk menggugurkan janinnya!" Bohong Clara.


"Tidak tidak mungkin! Bagaimanapun itu anakku! Jika terjadi hal yang buruk padanya kau orang yang pertama kali aku cari!" Ancam Taehyung penuh penekanan.

__ADS_1


Taehyung segera keluar dari ruangan Clara dan berlari menuju mobilnya.


Sesampainya di mobil Taehyung memukul kencang kemudi dan berteriak.


"Ini tidak boleh terjadi, anakku tidak boleh di gugurkan!" Racau Taehyung.


"Bodohnya aku mau menerima perjodohan itu! Aku berniat melindunginya!"


"Kenapa jadi seperti ini, kenapa aku harus menyakitinya!"


Taehyung meracau sendiri di dalam mobilnya, menangis. Menyesali semuanya.


"Andai saja aku tidak menerima perjodohan itu, mungkin saja aku masih bersama Aera hingga saat ini!" Teriak Taehyung.


Saat merasa sudah sedikit lega Taehyung mengendarai mobil sportnya menuju ke arah Gangnam. Ya ia menuju ke club malam.


Entah kenapa saat ini ia benar-benar ingin mabuk!


Saat sudah sampai di sana ia memesan tempat privat untuk dirinya sendiri.


Saat sudah memasuki room pesanannya, ada dua wanita cantik dan sexy yang akan menemaninya.


Tapi Taehyung membentak dan menyuruh mereka untuk keluar.


"Keluarlah! Aku tidak membutuhkan kalian!" Bentak Taehyung.


Wanita itu keluar dengan badan yang gemetar karena bentakan dari Taehyung.


Taehyung memesan minuman dengan kadar alkohol yang tinggi, tak lupa juga ia menghubungi Jimin dan Hoseok untuk menemaninya di sana.


"Arrghhh! Kemana kau Aera" Racau Taehyung dengan meneguk minumannya.


"Kenapa kamu meninggalkan ku? Kenapa kamu tidak memberikan aku satu kesempatan saja!"


Tidak lama kemudian Jimin, Hoseok datang dan ternyata ia tidak hanya datang berdua. Melainkan bersama Namjoon dan Jungkook. Mereka langsung saja masuk kedalam room untuk menemui Taehyung.


"Ya Taehyung a, kenapa kau seperti ini?" Tanya Jimin.


"Kenapa dia seperti ini? Bukankah dia tidak bisa meminum alkohol" Ucap Namjoon.


"Hyung kau kenapa?" Ucap Jungkook.


"Aera benar-benar pergi meninggalkanku!" Jawab Taehyung sambil meneguk kembali minumannya.


Namjoon meraih gelas yang Taehyung pegang, mencegahnya meminum alkoholnya kembali.


"Tenanglah, ayo ku antarkan pulang! Pikirkan ini dengan kepala dingin. Jangan seperti ini!" Ucap Jimin.


"Yoora saat ini pasti sedang menunggumu di rumah, pulanglah Hyung" Perintah Jungkook.


"Berhentilah menyebut nama itu! Aku benar-benar muak mendengar nama itu! Aera meninggalkanku karena dia!" Teriak Taehyung.


"Berikan gelasnya padaku, biarkan aku meminum ini hingga habis!" Teriaknya.


"Aku rasa dia sudah sangat mabuk" Ucap Namjoon.


"Jungkook bantu aku membopongnya ke mobil!" Perintah Jimin.

__ADS_1


"Aku akan membawa mobilnya dan mengantar dia pulang!" Lanjut Jimin.


...----------------...


__ADS_2