
Saat Jimin, Jungkook, Hoseok dan juga Namjoon membopong tubuh Taehyung memasuki apartemen milik Taehyung, Yoora terlihat begitu panik melihat Taehyung.
"Kenapa dengan Taehyung?" Tanya Yoora pada semua.
"Dia banyak meminum malam ini" Jawab Namjoon mewakili.
Yoora berjalan menuju dapur mengambil baskom berisi air untuk membasuh muka Taehyung.
"Maaf, aku ingin membasuh mukanya. Agar ia segera sadar" Ucap Yoora pelan.
"Ah yaa" Ucap Namjoon canggung.
Namjoon menatap Yoora tajam, memperhatikan apa yang tengah dilakukan Yoora pada Taehyung.
"Bolehkah aku berbicara padamu?" Tanya Namjoon.
"Ah baiklah, kita bisa berbicara di sana" Ucap Yoora sambil menunjuk ruang televisi.
"Jimin, dan Hobi Hyung ikutlah denganku. Biarkan Jungkook yang membasuh wajah Taehyungie" Perintah Namjoon.
Yoora memimpin jalan dan mereka bertiga mengikuti dari belakang.
"Silahkan duduk" Ucap Yoora.
"Apa yang ingin kalian bicarakan?" Lanjut Yoora.
"Maaf kita membicarakan hal ini disaat tidak tepat" Ucap Namjoon meminta maaf.
"Santai saja, kau teman Kim Taehyung. Kalian bisa menganggap ku sebagai teman juga" Ucap Yoora sambil tersenyum manis.
Namjoon tiba-tiba memegang dadanya, ia merasakan dadanya berdesir hebat ketika melihat senyum Yoora.
"Ahh yaa yaa" Ucap Namjoon gugup.
"Namjoon Hyung, kau tidak apa-apa?" Tanya Jimin.
"Ah tidak tidak"
"Jadi apa yang ingin kalian bicarakan denganku?" Tanya Yoora.
"Mengenai Jung Aera dan Kim Taehyung, apakah kau sudah mengetahuinya?" Ucap Jimin.
"Aku hanya mengetahui jika ternyata mereka sepasang kekasih, Aera teman dekatku. Kita selalu bersama selalu ketika masih di Los Angeles" Ucap Yoora sambil menunduk.
"Ya, aku tahu. Lalu apakah kau tahu jika saat ini Jung Aera sedang mengandung anak dari Kim Taehyung?" Tanya Jimin.
Pertanyaan Jimin tentu saja membuat Hobi dan Namjoon terkejut.
__ADS_1
"Kenapa kau berkata seperti itu Jim? Apakah benar Aera hamil?" Tanya Namjoon.
"Hah? Benarkah? Maaf aku tidak tahu. Aku bahkan baru tahu jika mereka sepasang kekasih ketika satu hari setelah hari pertunangan kami waktu itu"
"Lalu di mana Aera sekarang? Aku benar-benar ingin bertemu dengannya dan meminta maaf padanya" Lanjut Yoora.
"Bahkan kami juga tidak tahu dimana keberadaan Aera saat ini" Ucap Jimin.
"Tapi aku rasa, kali ini Aera di jaga dengan orang yang tepat" Ucap Jimin menebak-nebak.
"Siapa?" Tanya Yoora.
"Apa yang akan kau lakukan jika tiba-tiba saja Aera kembali ke sini lagi? Apa kau akan melepaskan Taehyung begitu saja jika benar Aera hamil?" Tanya Namjoon yang masih panik
"Hyung!" Ucap Jimin sementara Namjoon hanya meliriknya sekilas.
"Aku tidak mencintai Taehyung seperti seorang kekasih, aku mencintainya sebagai idol. Tidak lebih, aku bahkan sudah berencana untuk membatalkan pertunangan ini. Terlebih ... " Ucap Yoora yang menggantung.
"Terlebih apa? Apa kau tahu sesuatu tentang semua ini?" Tanya Jimin menyelidik.
"Sebentar aku akan menelepon seseorang" Ucap Jimin yang merogoh handphonenya di saku celana.
Terdengar dering telepon namun tidak kunjung di jawab.
"Jimina, duduklah" Ucap Hobi kali ini.
"Baiklah aku akan menceritakan, tapi tolong. Bantu aku pergi dari sini" Ucap Yoora memohon.
*FLASHBACK ON*
Saat itu keluarga Ahn pulang ke New York setelah menghadiri acara dari perusahaan ayah Kim Taehyung.
"Aku tahu maksud dari mereka ketika aku di suruh duduk bersampingan dengan Taehyung. Tentu saja saat itu aku gugup. Karena dia idolaku"
"Lalu saat sampai di dalam pesawat, ayah ku menelepon keluarga Jung untuk menanam saham di perusahaan Kim Dasom yang melebihi dari lima puluh persen saat itu. Dan ayahku mengeluarkan ide untuk menjodohkan ku dengan Kim Taehyung dengan jaminan saham keluarga Jung"
"Tentu saja aku menolak, tapi aku bisa apa? Anak perempuan di keluarga konglomerat hanya bisa menjadi boneka yang siap menerima perintah dari sang Raja, ketika di jodohkan harus siap, bahkan harus siap dengan segala hal, begitu pun dengan Aera. Saat itu ia juga akan dijodohkan dengan kakak laki-laki ku, namun Aera dengan tegas menolak dan bahkan ia saat itu dipulangkan ke Korea tanpa ada embel-embel dari magra Jung. Aku salut dengannya karena berani menolak dengan tegas dan siap menerima konsekuensinya saat itu"
"Lalu ketika Aera berada di Indonesia saat itu, orang tuanya berpura-pura merestui hubungannya dengan Kim Taehyung. Tapi nyatanya tidak, Jung Yeong Bin menelepon ayahku untuk segera melangsungkan pertunangan secepatnya, dan ayahku mengiyakan begitu saja. Lalu tibalah hari pertunangan kami, disitu aku benar-benar ingin menangis. Bukan karena aku terharu tetapi aku sedih karena harus menerima perjodohan itu"
"Apakah kalian juga tahu jika sebenarnya perusahaan ayahku dan perusahaan Jung Yeong Bin sama-sama bersaing untuk saling menjatuhkan? Bahkan jet pribadi yang di naiki oleh paman Jung kemarin berhasil di sabotase oleh ayahku, ia mengirim pilot palsu untuk menjalankan jet itu!" Ucap Yoora menangis kencang.
"Jadi semua ini benar? Karena persaingan bisnis?" Ucap Namjoon begitu shock.
"Tenanglah, kita tunggu Taehyung sampai sadar baru kita akan membicarakan hal ini kembali" Ucap Hobi.
"Kita akan tidur di sini malam ini" Jimin menimpali.
__ADS_1
"Aku akan menelepon Jin Hyung dan Yoongi Hyung agar segera kesini" Lanjut Jimin.
...****************...
Pagi harinya di saat Taehyung sudah sadar ia kaget kenapa di apartemennya ada begitu banyak orang.
"Sudah kau kau sadar? Irenne dan Yoora membuatkan sarapan untuk semuanya. Makanlah dulu" Ucap Seokjin.
"Kenapa Hyung ada di sini?" Ucap Taehyung sambil melihat sekitar. Ketika pandangannya bertemu dengan Yoora ia langsung menghembuskan nafas kasarnya.
"Huft, kenapa wanita itu masih ada di sini!" Ucap Taehyung pelan.
"Wanita siapa yang kau maksud?" Tanya Irenne dengan wajah galak.
"Ah tidak, dimana Yoongi Hyung? Kenapa ia tidak ada di sini?" Tanya Taehyung.
"Sebentar lagi ia sampai di sini, sembari menunggunya lebih baik kita sarapan dulu saja, aku pagi-pagi sekali harus repot kesini" Ucap Seokjin.
"Makanan sudah siap, ayo makan!" Ucap Irenne.
Semuanya langsung berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama.
"Wah harum sekali aromanya" Puji Jimin.
Mereka langsung saja mengambil makanan ke piring masing-masing.
Sudah setengah jam lebih mereka menunggu namun Yoongi belum terlihat sama sekali.
"Aku akan meneleponnya sekali lagi" Ucap Jimin.
Jimin berjalan keluar, dengan memegang telepon di telinganya.
"Hallo, hallo Hyung kau dimana?" Tanya Jimin.
"Ah ya, aku sedang membeli makanan sebentar" Ucap Yoongi.
"Yoongi Oppa, bolehkah aku membeli itu ... " Jimin mendengar suara perempuan.
"Ya Hyung, suara siapa itu?" Tanya Jimin penasaran.
"Kau akan tahu siapa dia nanti ketika aku sampai di sana!" Ucap Yoongi.
"Sebentar lagi aku akan sampai, sekitar 20 menit!"
"Ah ya Hyung, hati-hati!" Ucap Jimin mengakhiri panggilan itu.
...----------------...
__ADS_1