Sebuah Usaha Melupakan

Sebuah Usaha Melupakan
Part 24


__ADS_3

Yoongi saat keluar dari kamar tidak melihat siapapun yang berseliweran di rumah itu. Mencoba ke kamar ibunya namun nihil, tidak ada ibunya. Bahkan ia mengetuk-ngetuk pintu kamar Ara pun tidak ada jawaban.


"Huft, ini masih pagi. Kemana mereka?"


Saat ingin membuat omelette tidak sengaja Yoongi melihat nasi goreng kimchi yang sudah tersaji di meja makan, tanpa berpikir panjang ia langsung saja mengambil piring dan memakan nasi goreng itu.


...****************...


"Ya Oppa! kenapa memakan duluan, kenapa tidak menunggu kami?" Ucap Ara.


"Aku sudah sangat lapar, akan semakin kelaparan jika aku menunggu kalian" Jawab Yoongi dengan mulut penuhnya.


"Isshh kau!" Ucap Ara sambil memukul pelan lengan Yoongi.


"Yak! Tolong ambilkan gelas untukku minum!" Perintah Yoongi yang melihat Ara berlalu ke arah dapur.


Ara mengambilkan piring untuk bibi dan dirinya tanpa membawa gelas permintaan Yoongi. Lalu dengan cueknya Ara mengambilkan nasi ke piring untuk Min Ahnjong makan. Lalu duduk di samping Yoongi.


"Silahkan bi" Ucap Ara menyodorkan piring berisi nasi kepada Bibi Ahnjong.


"Mana gelasku?" Tanya Yoongi.


"Bukankah kau punya kedua kaki dan tangan? Kenapa harus menyuruhku?" Tanya Ara balik.


"Sudahlah, kalian ini bertengkar terus. Kau bisa mengambilnya sendiri Yoon" Ucap Ibu Yoongi menengahi.


Dengan kesal Yoongi berjalan mengambil gelasnya sendiri. Sesampainya di meja kembali Ara berbicara padanya.


"Oppa, besok jadwal ku untuk periksa ... "


Namun tiba-tiba Yoongi berdehem.


"Ah ya, setelah sarapan kita kembali ke Seoul. Memang benar besok jadwal kau ke dokter kulit" Ucap Yoongi sambil menginjak kaki Ara di bawah meja.


"Aduh sakit!" Teriak Ara.


"Kamu kenapa Ra?" Tanya bibi.


"Ah tidak apa-apa Bi" Ucap Ara.


...****************...


"BI kami pamit dulu ya, hati-hati dirumah. Telepon aku jika ada apa-apa!" Ucap Ara.


"Kenapa harus menelepon mu? Emangnya kau anaknya?" Ucap Yoongi mengejek.


Ara kesal lalu menginjak kaki Yoongi.


"Eomma, kami pamit" Ucap Yoongi.


"Yoon, pikirkan baik-baik hal itu. Eomma takut jika akan menjadi masalah suatu saat nanti. Apalagi saat ini ia sedang mengandung anak dari Kim Taehyung" Ucap Min Ahnjong.


"Hah, bagaimana eomma bisa tahu?" Tanya Yoongi shock.


"Eomma seorang ibu, jadi tahu bagaimana tubuh seorang wanita hamil" Ucap Ahnjong.


"Huft, aku mencintainya eomma. Aku akan menikahinya" Ucap Yoongi.

__ADS_1


"Aku akan kembali kesini lagi seminggu kemudian" Lanjut Yoongi.


"Pergilah, hati-hati"


...****************...


Di tengah perjalanan Yoongi melihat Ara yang terlihat gusar.


"Kau kenapa? Setibanya nanti di Seoul kita langsung saja ke dokter kandungan" Ucap Yoongi.


"Aku tidak apa-apa Oppa"


"Kamu bisa membohongi orang lain, tapi tidak dengan aku" Ucap Yoongi.


Tiba-tiba saja Yoongi memberhentikan mobilnya tepat di depan supermarket.


"Ayo turunlah ikut denganku" Ucap Yoongi.


"Tidak Oppa, aku disini saja" Ucap Ara pelan. Sambil menyenderkan kepalanya di pintu mobil.


Yoongi turun mobil, dan mengetuk pintu Ara agar ia membukanya.


"Ayo ikut" Ucap Yoongi sedikit memaksa.


"Tunggu sebentar" Ucap Ara sambil meraih kacamata dan masker.


"Pakai ini Oppa" Ucap Ara menyodorkan barang itu kepada Yoongi.


"Ah, tidak perlu!"


"Pilihlah, aku akan ke kamar mandi sebentar" Ucap Yoongi.


"Oppa mau yang mana?"


"Samakan saja sama pesanannya" Ucap Yoongi yang berlalu.


"Ehm, steak dua sama orange juice dua" Ucap Ara kepada pelayan.


"Aera!"


Ara mendengar ada yang memanggilnya namun tidak berani menoleh. Tidak tahu kenapa ia merasa sangat kecil sekali jika bertemu dengan orang lain.


"Aera!" Panggil orang itu sambil menepuk pundak Aera.


"Mami! Kenapa ada di sini?" Seru Aera.


"Aku sudah mengatakan kepada nya, menipunya jika kau menggugurkan kandunganmu itu" Ucap wanita itu yang ternyata adalah Clara.


*Flashback on*


Sebelum Aera menemui James, Aera mengatakan kepada Clara untuk memberitahu Taehyung jika ia berkerja kembali dengan Clara.


"Aku akan membayar berapapun jika mami melakukan hal itu untukku" Ucap Ara.


"Oke baiklah, aku akan melakukannya" Ucap Clara.


"Dan satu lagi, aku dengan James tidak akan melakukan hubungan badan, aku hanya akan membuka pakaianku saja"

__ADS_1


"Intinya terserah mami saja mau mengatur seperti apa nanti" Lanjut Ara.


Mulai saat itu Aera dan Clara bekerja sama untuk membuat Taehyung hancur, hingga sekarang.


Dari jauh Ara sudah melihat Yoongi kembali, lalu ia segera menyuruh Clara pergi.


"Mami, pergilah temanku datang. Aku tidak mau ada yang melihat kita" Ucap Aera.


Saat ini perasaan Ara semakin gusar, jantungnya semakin berdegup kencang.


"Aku melihatmu mengobrol dengan seseorang, siapakah dia?" Tanya Yoongi.


"Dia temanku dari Play House, Oppa" Jawab Ara.


Dan Yoongi hanya meng oh kan saja.


"Sekitar satu jam lagi kita akan sampai di Seoul, kamu kenapa tiba-tiba terlihat gusar? Tanya Yoongi lembut.


"Entah kenapa tiba-tiba semua terasa sesak, aku tiba-tiba semakin sakit jika mengingat Taehyung Oppa"


"Sudah kah kau siap jika aku menceritakan semuanya padamu?" Tanya Yoongi.


"Cerita tentang apa Oppa?"


"Tentang Kim Taehyung, dan keluarganya" Jawab Yoongi.


"Aku muak mendengar nama mereka Oppa"


"Saranku lebih baik kamu dengarkan dulu cerita ini, terserah apapun keputusanmu bagaimana, yang penting aku sudah menyampaikan hal ini padamu"


"Iya Oppa, aku akan mendengarkannya"


"Ingatkah kau saat mengajak Taehyung pulang ke Indonesia?" Tanya Yoongi.


"Iya aku ingat Oppa"


"Lalu apakah kau ingat setelah hari pertunangan Haneul, ia menyuruhmu untuk segera pulang ke Korea?" Tanya Min Yoongi lagi.


"Saat kau berangkat ke Korea Haneul meneleponku, menanyakan padaku apakah kabar yang beredar di media itu benar jika Kim Taehyung menerima perjodohan itu?"


"Lalu Oppa?" Tanya Ara penasaran.


"Ia curiga dengan papa dan mamamu, dan ternyata benar. Kedua orang tuamu menelepon orang tua Taehyung untuk pura-pura tidak merestui mu dan orangtuamu menyuruh orang tua Taehyung menerima perjodohan itu, jika tidak. Perusahan orang tua Taehyung yang akan menjadi taruhannya. Karena orangtuamu memiliki saham sebesar lima puluh dua persen di perusahan ayah Taehyung" Jelas Yoongi.


Dada Aera semakin bergemuruh setelah mendengar cerita dari Min Yoongi.


"Percayalah Ahn Yoora tidak memiliki perasaan apapun terhadap Taehyung, kecuali sebagai idola. Dan maafkan Seokjin Hyung, dan semuanya.


Ia menjaga ini agar kamu tidak semakin kecewa dan merasa sendiri. Mereka menyembunyikan hal ini dan mengatakan jika Taehyung berada di Pasir saat itu karena perintah dari Haneul. Dan sebelum kecelakaan pesawat itu, Haneul sempat meneleponku dan berpesan padaku dan semuanya untuk menjaga kamu adik perempuan satu-satunya" Ucap Yoongi dengan mata berkaca-kaca.


"Jadi yang dikatakan Jimin Oppa saat itu adalah benar?" Ucap Ara sambil menangis sesenggukan.


"Tenangkan dirimu dulu, setelah ini aku akan mengantarmu untuk menemui Taehyung di rumahnya dan pergilah ke dokter berdua dengannya"


"Jimin semalam mengatakan jika Taehyung benar-benar hancur ketika tahu kamu meninggalkannya" Lanjut Yoongi.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2