
Saat ini Min Yoongi dan Jung Aera sudah sampai di rumah milik ibunya. Yoongi menyuruh Ara segera memasuki kamarnya untuk beristirahat.
Ara menuruti perintah Yoongi untuk segera masuk ke dalam kamarnya. Namun ia masih ragu dengan perkataan Yoongi tadi, akhirnya ia menanyakan hal itu kembali.
"Oppa, benarkan lusa kita akan kembali ke Seoul?" Ucap Ara berjalan kembali menghampiri Yoongi.
"Hem" Jawab Yoongi sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Benarkah aku boleh menemui Taehyung Oppa? Aku janji hanya sebentar dan untuk mengakhiri semua ini" Pinta Ara.
Yoongi sebenarnya ingin menolak permintaan Ara , namun Yoongi bisa apa selain mengiyakan permintaan itu karena Yoongi bukan siapa-siapa Ara.
"Ya, dan aku yang akan mengantarkan mu langsung!" Jawab Yoongi tegas.
"Ia Oppa, terimakasih! Aku seperti menemukan sosok Haneul Oppa lagi di hidupku" Ucap Ara sambil berkaca-kaca.
"Sudah, sekarang tidurlah. Hari sudah semakin malam" Perintah Yoongi lembut.
Ara segera berlalu menuju kamarnya, sesampainya di kamar ia langsung merebahkan tubuhnya. Mengelus lembut perutnya yang sedikit buncit.
"Apapun yang terjadi nanti, eomma akan selalu bersama dengan kalian. Semua akan baik-baik saja sampai kalian lahir di dunia ini" Ucap Ara lembut.
...****************...
Yoongi yang sedang tiduran di sofa depan ruang televisi memandang langit-langit ruang televisi. Memikirkan kembali perkataan Aera untuk kembali ke Seoul dan menemui Kim Taehyung.
"Ish kenapa ia bersikeras untuk menemuinya! Gadis itu benar-benar mengingatkanku pada Haneul-a" Keluh Yoongi.
Ia tersenyum sembari mengingat awal pertemuannya dengan Jung Haneul dan Choi Mua.
*FLASHBACK ON*
Saat itu di taman kampus New York ada sepasang kekasih yang sedang santainya berjalan sambil bergandengan tangan. Yoongi yang berlari dengan tergesa-gesa tidak sengaja menabrak Jung Haneul, Yoongi hanya terduduk dan meminta maaf.
"Maaf, aku tidak sengaja. Aku buru-buru karena aku sedikit terlambat untuk mengikuti acara musik" Ucap Yoongi.
"Dimana ada acara musik?" Tanya Mua pada saat itu.
"Di gedung auditorium, mari ikut denganku untuk menonton" Ajak Yoongi.
"Ayoo" Teriak Mua.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ke ruang auditorium kampus.
"Hei siapa namamu? Ku lihat cara bicaramu seperti orang Korea" Tanya Haneul.
"Aku Min Yoongi, ah ya aku berasal dari Korea Selatan. Aku tinggal di Daegu" Ucap Yoongi.
"Dan siapa namamu?" Tanya Yoongi sambil menunjuk wanita di samping Haneul.
"Ah aku Choi Mua" Jawab wanita yang di samping Haneul pada saat itu.
Dan begitu cerita singkatnya mereka bertemu. Hingga sekarang mereka sesukses ini.
__ADS_1
Sebelum Yoongi menjadi seorang idol di Agensi Haneul Yoongi bekerja sebagai pengantar makanan dan Haneul menawarkan kerja sama padanya sebagai idol.
Setelah mereka berdua berkerja sama akhirnya terbentuk semua grup yang beranggotakan 7 orang termasuk dengan Yoongi.
Hubungan Yoongi dan Haneul baik-baik saja, hingga Haneul mempercayakan semua saham dan urusan perusahaan kepada 7 artisnya tersebut.
Bahkan sebelum kematian Haneul ia sempat menelepon Yoongi untuk meneruskan perjuangannya untuk agensi dan menitipkan adik satu-satunya padanya.
*FLASHBACK ON* Saat Haneul yang masih di Indonesia menelepon Yoongi.
"Ya! Hallo. Kenapa meneleponku tiba-tiba, kau merindukanku?" Ucap Yoongi pada Haneul.
"Yoongi-a, kau dimana? Bisakah aku berbicara denganmu tanpa ada yang mendengar ini?" Pinta Haneul.
"Ya ya, aku berada di dalam studio. Ada apa?" Tanya Yoongi.
"Apakah berita yang ku lihat di media itu benar? Apakah Kim Taehyung menerima perjodohannya dengan Ahn Yoora?" Tanya Haneul.
"Hufft .. "
Yoongi menghembuskan nafas kasar dari mulutnya, sembari ia mengatur nafasnya.
"Benar, dan yang aku takutkan hanya Aera. Ia menunggu Taehyung hingga saat ini. Ia masih mengira jika Taehyung berada di Paris" Ucap Yoongi.
"Benar-benar bajingan! Ku kira mereka sudah berubah. Ternyata benar saja, ia menjadikan Aera sebagai Alat untuk bisnis!"
"Apa maksudmu Neul? Aku tidak paham, kenapa kau marah begitu? Ada apa?" Tanya Yoongi.
"Lalu? Kenapa mereka tiba-tiba mau menerimanya begitu saja?" Tanya Yoongi.
"Aku tidak tau rayuan apa yang orang tua Taehyung katakan padanya hingga ia mau menerima perjodohan itu. Yang pasti orang tuaku mengancam akan menarik semua saham yang ia berikan kepada perusahaan Kim Dasom jika ia tidak mengikuti perkataan Yeong Bin"
"Lalu bagaimana dengan Aera?" Tanya Yoongi.
"Ara sudah berangkat ke Korea tadi pagi, Tolong beritahu semua para member kecuali Taehyung!" Perintah Haneul.
"Aku akan kembali ke Korea secepatnya, aku titip adik perempuanku padamu Yoon karena aku yakin kau bisa menjaga Aera dengan baik untukku" Ucap Haneul sekali lagi.
*FLASHBACK OFF*
Yoongi saat ini pindah ke kamar tamu, ia memandang langit-langit kamar itu. Sesekali ia memejamkan matanya. Tiba-tiba saja ia mengingat kembali semua moment bersama Haneul dan Mua.
Teringat kembali permintaan Haneul padanya untuk menjaga Aera.
"Argh!" Keluh Yoongi.
"Andaikan kau tau jika adik perempuanmu saat ini sedang mengandung dan berusaha memulihkan hatinya kembali!" Ucap Yoongi.
Namun tiba-tiba saja Yoongi teringat dengan perkataan Ara saat di rumah sakit yang mengatakan bahwa Jimin juga tahu jika dia sedang hamil.
Akhirnya ia segera menelepon Jimin.
"Hallo Jimina" Sapa Yoongi.
__ADS_1
"Kau dimana?" Tanya Yoongi.
"Aku berada di apartemen Taehyung bersama Hoseok, Namjoon Hyung dan Jungkook" Ucap Jimin.
"Ada apa dengan Taehyung? Apa ada masalah?" Tanya Yoongi menyelidik.
"Ahh tidak, hanya saja dia mabuk Hyung"
"Tidak seperti biasanya ia mabuk" Ucap Yoongi penasaran.
"Aera pergi, dan Taehyung tidak tahu dimana ia berada saat ini" Jelas Jimin.
"Ah ya, kemana perginya? Ya Jimina! Bisakah kau besok menemuimu di studioku saat aku sudah berada di Seoul nanti?" Ucap Yoongi.
"Ah ya, Hyung" Ucap Jimin singkat.
Yoongi mematikan sambungan teleponnya itu. Lalu ia mencoba memejamkan matanya beberapa kali tapi tetap saja tidak bisa.
"Ah, apa yang sebenarnya mengganggu pikiranku saat ini? Kenapa aku tidak bisa memejamkan mataku sama sekali" Ucap Yoongi.
...****************...
Pagi harinya ketika Aera baru saja membersihkan tubuhnya, ia segera menuju ke dapur untuk membuat sarapan.
Ia mencoba memasak nasi goreng kimchi untuk dirinya, Yoongi dan ibu Yoongi.
Ia dengan cepat memasak, setelah 20 menit sibuk memasak akhirnya makanan itu terhidang di meja makan. Lalu ia segera menuju kamar Min Ahnjon untuk menyuruhnya sarapan.
Tok tok tok, Ara mengetik pelan pintu kamar Min Ahnjon, namun tidak ada sahutan.
"Bibi, sarapan sudah siap. Ayo makan" Teriak Aera memanggil.
"Kemana bibi, tidak biasanya sepagi ini sudah pergi" Batin Ara.
Lalu ia mencoba mencari keluar, dari jauh terlihat bibi membawa sekeranjang penuh belanjaan.
"Ya bibi berhentilah, aku akan membantumu"
Ara berlari-lari kecil untuk menyusul Bibi Ahnjong dan membantunya membawa belanjaannya.
"Bibi habis dari pasar? Kenapa tidak membangunkan ku tadi?" Tanya Ara.
"Bibi lihat kau tertidur pulas, tidak tega rasanya jika harus membangunkan mu" Jelas Bibi.
Mereka berjalan dengan santai, lalu memasuki rumah.
"Oh ya Bi, aku sudah masak. Nasi goreng kimchi" Ucap Ara dengan mata berbinar.
"Benarkah, Yoongi sangat menyukai nasi goreng kimchi" Ucapnya.
Dari pintu masuk Ara melihat sosok laki-laki yang tengah duduk di meja makan dengan santainya memakan masakan yang tadi Ara buat.
...----------------...
__ADS_1