
Yoongi telah tiba di depan unit apartemen milik Taehyung, ia memencet bel yang ada di samping pintu.
Saat semuanya sedang asyik menikmati sarapan paginya, Jimin yang tengah duduk di ruang tamu mendengar suara bel dan berjalan membukanya.
"Ah kurasa itu Yoongi Hyung yang datang" Ucap Jimin sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan membuka pintu.
"Hyung masuklah, kenapa lama se .. kali .." Ucap Jimin terputus putus karena melihat Aera bersama Hyung nya itu.
"Hyung! Kenapa Aera bisa bersamamu?" Tanya Jimin.
"Taehyung hampir gila karena mencarinya!" Ucap Jimin dengan penuh penekanan.
"Masuklah, dulu Hyung" Perintah Jimin.
Yoongi memasuki apartemen Taehyung dan Aera mengekor dari belakang.
"Duduklah disini dulu, aku akan menemui mereka semua" Ucap Yoongi pada Aera.
"Dimana mereka semua?' Tanya Yoongi.
"Di ruang makan" Jawab Jimin.
"Apakah Yoora ada di sini?" Tanya Yoongi lagi.
"Dia sedang keluar membeli beberapa cemilan" Ucap Jimin.
Dari kejauhan Namjoon dan Seokjin melihat kedatangan Yoongi namun sama sekali tidak memberitahu yang lain.
"Ehemm .. " Yoongi berdehem keras untuk menyapa mereka semua.
"Hyung! Kapan kau sampai?" Tanya Hoseok.
"Baru saja!" Jawab Yoongi.
"Setelah selesai makan bisakah aku berbicara denganmu Hyung?" Tanya Yoongi sambil melihat Seokjin.
Sementara Seokjin hanya menaikkan sebelah alisnya dan mengangguk.
"Namjoon, Jimin dan Hoseok ikutlah juga bergabung dengan kami" Ucap Yoongi.
"Sudahkah kau sarapan pagi Yoon?" Tanya Irenne.
"Sudah, aku sudah membeli makan tadi saat di perjalanan" Jawab Yoongi.
Yoongi duduk di samping Taehyung, melihat Taehyung dengan penuh teliti. Mengamati Taehyung dari atas sampai bawah dengan detail.
Dalam hati Yoongi berkata "Brengsek! Bisa-bisanya manusia ini tidak mengetahui apa-apa!"
Namun tanpa di duga saat mereka masih berada di ruang makan, mereka mendengar suara teriakan.
"Ya! Aera. Aku merindukanmu, maafkan aku selama ini Aera. Aku benar-benar tidak tahu" Ucap Yoora.
Taehyung yang mendengar suara Teriakan Yoora yang menyebut nama Aera langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari ke arah sumber suara tersebut dan diikuti oleh para Hyung nya.
Saat Taehyung benar-benar melihat sosok yang ia rindukan, ia berdiam diri sepersekian detik lalu berlari ke arah Aera yang duduk di ruang tamu dengan perut yang sudah sedikit membesar.
"Aera, apa kabar? Aku hampir gila karena mencarinya" Ucap Taehyung.
__ADS_1
Aera tidak menjawab, ia melihat Yoongi sekilas. Setelah mendapatkan anggukan dari Yoongi Aera menarik tangan Yoora dan Taehyung untuk duduk di kursi ruang tamu.
Sementara para Hyung dan juga Jungkook kembali ke meja makan.
"Hyung mari kita bicara, Namjoon,Jimin,Hoseok mari ikut!" Ajak Yoongi.
"Jungkookie, tolong bersihkan semua piring bersama Irenne nuna!" Perintah Jimin yang mendapati tatapan tajam dari Seokjin, namun Jimin mengabaikannya.
"Ishhh! Keterlaluan sekali" Protes Jungkook.
"Sudahlah kerjakan saja! Mereka akan membicarakan sesuatu hal yang sangat penting!" Tegur Irenne.
"Ah yaaa nuna"
...----------------...
Mereka ber lima sedang berada di ruang televisi. Sementara Yoongi bingung harus mengatakan apa terlebih dahulu.
"Aku rasa Jin Hyung belum mengetahui soal ini" Ucap Yoongi.
"Kenapa kenapa?" Aku tidak mengetahui apa?" Tanya jin.
"Apakah tentang kehamilan Aera?" Ucap Namjoon gamblang.
"Bagaimana kau bisa tahu Joon?" Tanya Yoongi.
"Jiminie yang mengatakannya semalam" Jawab Namjoon.
"Aera hamil? Sudah berapa bulan?" Tanya Jin.
"Kenapa kau tidak mengatakan hal ini kepada kami Jim? Kenapa kau membantunya untuk menutupi kehamilan Aera?" Tanya Yoongi.
"Taehyung menyuruhku untuk merahasiakan hal ini dulu dari kalian semua, karena saat itu Taehyung mempunyai keyakinan jika ia bisa bersama Aera lagi nantinya" Ucap Jimin.
"Aku benar-benar bingung kali ini, kasihan sekali dia. Bagaimana jika nanti kita satu per satu akan menikah dan meninggalkan Aera sendiri?" Ucap Namjoon sendu.
"Yoora bahkan sudah membocorkan rahasia tentang orangtuanya dan orang tua Aera pada kami Hyung, tugas kita akan semakin berat untuk melindungi mereka berdua" Ucap Hoseok.
"Kenapa dengan Yoora?" Tanya Seokjin dan Yoongi serempak.
"Orang tua Yoora yang menyabotase jet pribadi milik keluarga Aera, hingga terjadi kecelakaan seperti itu. Bahkan Yoora pun tidak tau cerita detailnya seperti apa" Terang Jimin.
Yoongi dan Seokjin sama-sama memegang pelipis mereka, pening guys.
"Lalu bagaimana dengan keputusan Ahn Yoora?" Tanya Seokjin.
"Yoora mengatakan akan meninggalkan Taehyung, terlebih ia tidak mencintai Taehyung" Ucap Namjoon.
"Hufftttt .. benar-benar membingungkan!" Keluh Seokjin sambil memijat keningnya.
...****************...
"Aera, bicaralah. Aku butuh penjelasanmu" Ucap Taehyung.
"Kau bisa tanyakan sendiri pada Yoongi oppa, kenapa aku bisa bersama dengannya" Ucap Aera.
"Taehyung-a, Yoora-a. Aku tahu kita semua korban disini. Bahkan kau Tae, orang tuamu juga korban dari kelicikan orang tuaku" Lanjut Aera.
__ADS_1
"Tapi aku mohon, kali ini saja kalian berdua dengarkan aku" Ucap Ara sambil menarik nafas panjang.
"Aku mohon lanjutkan pertunangan kalian, aku tidak apa-apa. Aku bisa mengatasi ini semua sendiri. Percaya padaku" Ucap Ara.
Ara meraih tangan Yoora, menggenggamnya dengan erat.
"Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku waktu ketika aku mengetahui pertunangan kalian? Aku hancur, sangat hancur. Di dalam hatiku berkata kenapa harus di saat aku mengandung anaknya" Ucap Ara sambil mendongakkan kepalanya ke atas.
"Ara-a, aku tahu kamu kuat. Tapi tolong kembalilah pada Kim Taehyung. Ia mencintaimu dengan tulus Aera" Ucap Yoora memohon.
"Maaf, aku benar-benar tidak bisa. Aku sudah tidak mencintainya. Aku kecewa padanya, sungguh" Ucap Ara.
"Tapi bagaimana dengan anakmu nanti? Bagaimana jika ia menanyakan dimana ayahnya?" Tanya Yoora.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, ada Yoongi Oppa yang akan selalu bersama ku dan menjagaku" Ucap Aera.
"Apa hubunganmu dengan Yoongi Hyung, Aera?" Tanya Taehyung.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa lebih baik jika berada di sampingnya"
"Apakah kau lupa saat aku di rumah sakit Yoongi Oppa mengatakan jika ia akan bertanggung jawab atas anak ini" Ucap Aera.
"Tapi aku ayahnya Aera, bagaimana bisa kau melakukan hal ini?" Ucap Taehyung marah.
"Oh ya, bahkan aku lupa jika yang mengandung anakku adalah seorang pelacur, wanita malam" Ucap Taehyung dengan penuh penekanan.
Setelah mendengar cacian dari Taehyung, Aera bangkit. Menatap mata Taehyung dengan tajam.
"Kenapa menatapku seperti itu? Bukankah benar jika kau adalah seorang pelacur yang selalu menjajakan tubuhmu dengan sembarang lelaki!" Ucap Taehyung dengan senyum menyeringai.
Plak!
Satu tamparan mendarat dengan sempurna di pipi mulus Kim Taehyung.
"Cepat! Katakan! Hina aku sepuas mu, memang benar dari awal aku sudah bisa menebak jika kau tidak akan pernah berubah!" Teriak Aera.
"Menyesal aku menemuimu ke sini! Hanya hinaan yang aku dapatkan!"
"Dasar ******! Menyesal aku telah mencintaimu!" Ucap Taehyung yang sangat terpancing emosi.
"Siapa yang menyuruhmu untuk mencintaiku? Tidak ada Kim Taehyung, sama sekali tidak ada!"
Aera dan Taehyung masih terus berargumen, Yoora bingung karena mereka berdua sama-sama tidak mau mengalah.
"Oppa .. Oppa! Eonnie! Semua kemari lah bantu aku melerai mereka berdua!" Teriak Yoora.
Irenne dan Jungkook yang berada di dekat mereka segera mendekat ke ruang tamu. Sedangkan ke lima orang itu berada di tempat yang ajak berjarak.
"Hyung, diam lah dulu. Sepertinya ada yang berteriak" Ucap Namjoon yang samar-samar mendengar teriakan.
"Ah iya, itu suara Yoora" Ucap Jimin.
"Jangan-jangan terjadi sesuatu pada Aera Hyung!" Ucap Hoseok.
Mereka semua langsung berlari menuju ke ruang tamu.
...****************...
__ADS_1