
Saat mereka sudah sampai di ruang tamu, Seokjin langsung menghampiri Yoora. Seokjin melihat Irenne Yang sedang memegangi tangan Aera sedangkan Jungkook terlihat memegangi kencang Taehyung.
"Ada apa ini?" Tanya Seokjin.
"Mereka berdua bertengkar hebat Oppa" Ucap Yoora takut.
Seokjin berjalan menghampiri Irenne dan Aera, sedangkan Yoongi menatap khawatir kepada Aera.
"Sayang ini ada apa?" Tanya Seokjin pada Irenne.
"Aku tidak tahu pastinya seperti apa, tapi yang jelas Taehyung memaki Aera" Ucap Irenne.
Taehyung menatap Yoongi dengan tatapan tajam, sedangkan Jimin menghampiri Taehyung.
"Kau kenapa bro? Dimana Kim Taehyung yang ku kenal? Yang selalu mengahadapi apapun dengan kepala dingin!" Ucap Jimin.
Tiba-tiba Kim Taehyung bangkit dari duduknya dan menarik Aera dengan paksa. Yoongi yang mengetahui itu langsung menarik kembali Taehyung untuk duduk.
"Lepaskan aku!" Ucap Taehyung penuh penekanan.
"Ada apa denganmu? Kenapa seperti itu denganku?" Tanya Yoongi.
"Lepaskan aku bajingan!" Umpat Taehyung pada Yoongi.
Semua yang berada di sana benar-benar kaget mendengar Taehyung memaki Yoongi seperti itu.
"Hei Taehyung-a jaga ucapanmu!" Bentak Seokjin.
"Taehyung-ahh tenangkan dirimu!" Ucap Jimin.
"Hyung jangan seperti itu, hargai Yoongi Hyung" Ucap Jungkook.
"Diam kalian semua, kali ini jangan ikut campur!" Teriak Taehyung.
"Biarlah Taehyung mengeluarkan unek-unek nya" Ucap Hoseok.
"Ada apa denganmu?" Tanya Yoongi pelan.
Taehyung langsung menarik kerah baju Aera menuju balkon, sementara Yoongi mengikuti Taehyung dari belakang.
"Taehyung-a lepaskan, dia sedang mengandung anakmu!" Ucap Yoongi.
"Ohh, jadi Hyung mengkhawatirkan pelacur ini?" Ucap Taehyung.
"Jaga bicaramu Taehyung-a! Dia sedang mengandung darah dagingmu. Jangan perlakukan dia seperti ini" Kata Yoongi.
"Benar kata ayahku! Aku jadi ragu jika anak yang ada dikandungan nya adalah anakku" Ucap Taehyung.
"Ada yang ingin aku tanyakan pada kalian berdua. Kenapa kau bisa bersama dengan gadis murahan ini Hyung? Apa dia juga menjajakan tubuhnya padamu?" Tanya Taehyung dengan senyum mengejek.
Ara semakin tersudut dengan perkataan Taehyung, dadanya semakin sesak mendengarkannya.
__ADS_1
"Oppa, aku ingin pulang" Ucap Ara pada Yoongi.
"Sebentar, masuklah ke dalam. Biar aku yang berbicara pada Taehyung" Jawab Yoongi.
"Sebentar, aku akan mengantarnya masuk!" Lanjut Yoongi.
"Cih pemandangan seperti apa ini!" Umpat Taehyung.
Setelah mengantar Aera di ruang tamu, Yoongi segera menemui Taehyung.
"Bisakah kau membicarakan hal ini dengan kepala dingin?" Tanya Yoongi.
"Kenapa? Apa aku salah jika aku marah melihat wanita yang ku cintai ternyata bersama dengan orang lain? Sementara aku hampir gila mencarinya?"
"Hyung, aku mohon kembalikan Aera padaku!" Lanjut Taehyung.
"Awalnya aku mengantarnya kesini untuk membujuknya agar kembali lagi bersamamu, apalagi setelah tahu alasan apa yang benar-benar membuatnya ingin pergi. Namun ternyata aku salah besar telah mengantarnya kesini! Bukan kebahagiaan yang ia dapatkan di sini namun hinaan!"
"Apakah kau tahu jika perkataanmu tadi benar-benar bisa mengguncang hati dan jiwanya kembali? Kenapa kau tidak bisa mengontrol emosi mu? Tidak kah kau melihat perutnya yang sedikit membuncit tadi? Dia mengandung anakmu Kim Taehyung!"
"Gunakan akal sehatmu Kim Taehyung! Selama ini jika kau membuat kesalahan aku selalu diam dan menasehati mu dengan pelan, bahkan aku sama sekali tidak pernah meninggikan suaraku. Tetapi kali ini maaf, kamu keterlaluan. Dia perempuan! Jika memang dia seorang pelacur tidak seharusnya kamu mengungkit hal itu kembali, apalagi kamu tahu alasan apa yang membuatnya seperti itu!"
"Aku akan kembali membawanya pergi, dan aku akan menggantikan posisimu sebagai ayah dari janin yang ia kandung! Tidak peduli benih siapa janin itu berasal, yang terpenting aku akan selalu menyayanginya seperti darah dagingku sendiri!" Ucap Yoongi.
"Dan satu lagi, jika janin itu sudah lahir kau tidak boleh bertemu dengannya. Kau akan berhadapan denganku jika berani mengusik anakku" Lanjut Yoongi dengan penuh penekanan.
"Hyung, dengarkan aku!" Ucap Taehyung.
"Ayo ikut denganku, aku akan bertanggung jawab atas dirimu dan kandunganmu. Aku akan segera menikahi kamu!" Ucap Yoongi dengan keras agar semua yang ada di situ termasuk Taehyung mendengar apa yang Yoongi ucapkan.
"Yoongi-ssi, berhentilah! Jangan seperti itu!" Ucap Seokjin.
"Ini semua gara-gara kamu, persetan dengan perjodohan ini" Teriak Taehyung di hadapan Yoora.
Jimin kembali memegangi Taehyung ia takut jika Taehyung kembali lepas kendali.
"Pergilah kau dari sini, aku muak melihatmu!" Lanjut Taehyung.
Yoora berlari menuju kamarnya, diikuti oleh Irenne.
Sesampainya di kamar, Yoora mengambil kopernya dan memasukkan semua baju-bajunya ke dalam koper miliknya.
"Yoora-a, tenanglah. Jangan dengarkan ucapan Taehyung ia hanya sedang emosi saja" Ucap Irenne menenangkan.
"Kamu mau kemana?" Lanjut Irenne.
"Aku akan kembali ke New York mungkin, mengatakan pada orang tuaku jika mereka telah menang! Dan mengatakan selamat karena telah menjadikanku sebagai boneka!" Ucap Yoora sambil menangis tersedu-sedu.
Irenne memeluk Yoora dengan erat.
"Yoora-a, kau bisa tinggal bersamaku dan Seokjin Oppa untuk sementara waktu agar kamu tenang"
__ADS_1
"Kau tenangkan diri dulu di sini, aku akan keluar untuk berbicara dengan Seokjin Oppa, sembari menunggu Taehyung untuk menjernihkan pikirannya" Lanjut Irenne.
Irene keluar dari kamar Yoora dan memanggil Seokjin.
"Sayang bisakah kita berbicara sebentar?" Tanya Irenne pada Seokjin.
"Dimana?" Jawab Seokjin.
"Disana saja" Ucap Irene sambil menunjuk ke arah balkon.
Seokjin segera berdiri dan berjalan menuju ke balkon.
"Ada apa?" Tanya nya.
"Sayang, aku benar-benar bingung dan pusing melihat situasi yang seperti ini, tadi di kamar Yoora mengemasi semua barang-barangnya dan mengatakan akan kembali ke New York. Apa tidak sebaiknya Yoora tinggal bersama kita dulu saja?" Ucap Irenne.
"Huft, sebaiknya seperti itu saja. Kita tunggu Taehyung sedikit tenang dulu. Baru kita ajak berbicara bagaimana baiknya. Setelah ini aku juga ingin menemui Yoongi. Aku ingin menanyakan apa maksudnya tadi"
"Sayang, maafkan aku ya jika membuatmu pusing karena menghadapi situasi yang seperti ini" Ucap Seokjin pada Irenne.
"Tidak apa-apa, aku sudah menganggap mereka semua seperti adikku sendiri. Jadi aku dengan tulus membantu mereka sebisaku" Ucap Irenne.
Seokjin menggandeng tangan Irenne , mereka menemui Namjoon dan yang lainnya.
"Bagaimana Taehyung sekarang? Apa sudah tenang?" Tanya Seokjin pada Hoseok.
"Jimin membawanya ke kamar, ku rasa ia sudah sedikit tenang" Jawab Hoseok.
"Jungkook-a, bisakah kau memanggilkan Taehyung kesini?" Tanya Jin.
"Eoh, okey Hyung" Jawab Jungkook yang lalu berjalan memanggil Taehyung.
"Jimin Hyung, apakah Taehyung Hyung sudah baikan? Jika sudah Seokjin Hyung memanggil kalian berdua" Ucap Jungkook.
"Ah ya, sebentar" Ucap Taehyung.
......................
"Ada apa memanggil kami Hyung?" Tanya Taehyung.
"Apakah kau sudah lebih tenang sekarang Taehyung-a?" Tanya Seokjin.
"Aku merasa sedikit lebih baik Hyung" Ucap Taehyung
"Bisakah kita berbicara lagi tentang hal ini dengan kepala dingin?" Tanya Seokjin.
"Lebih tepatnya berbicara mengenai kedepannya" Tegas Irenne.
"Ah ya nuna, sejujurnya aku masih belum tau bagaimana kedepannya nanti. Yang jelas dari awal aku sudah memutuskan untuk menyudahi acara perjodohan itu" Jawab Taehyung.
...****************...
__ADS_1