Sebuah Usaha Melupakan

Sebuah Usaha Melupakan
menemukanmu membuat aku merasa cukup


__ADS_3

wajar saja kalau kamu berpikir aku akan berpaling, aku akan tertarik sama yang lain. Itu hal yang normal. Bagian dari rasa cemburu, bagian dari rasa curiga, bagian dari rasa yang seharusnya tak kamu biarkan ada terlalu lama. Kamu mengerti, membangun rasa percaya jauh lebih baik dari pada berpikir hal yang hanya membuat kita mengarah kepada hal-hal yang lebih buruk.


Mari kita saling belajar. Kamu harus pahami lagi. Kita bukan dua orang yang mencari orang terbaik lagi. Terutama aku, sama sekali tak mencari yang terbaik lagi. Aku sudah menemukanmu,aku ingin kita sama-sama meniti dan memperjuang diri kita menjadi dua orang yang saling lebih baik dari hari ke hari. Agar kelak kita kuat menghadapi hal-hal yang lebih berat lagi.


Aku tak bisa menjanjikan untuk bisa menjadi perempuan paling bahagia. Namun, aku selalu berusaha membahagiakan diriku bersamamu. Sebab aku percaya, saat aku bisa bahagia, aku akan menularkan kebahagiaan itu, begitu pun sebaliknya. Aku tak ingin menjadi seperti beberapa orang yang kukenal di masa lalu, yang berjanji paling manis, akhirnya pergi juga meninggalkan tangis.


Jangan risau lagi perihal yang tak perlu kau risaukan. Tetaplah kejar impianmu, aku telah menetapkan hatiku ingin memilihmu saja. Tak ada pikiran aneh-aneh seperti yang sering kamu ingatkan. Percayai satu hal; menemukanmu membuat aku merasa cukup. Aku hanya ingin seseorang yang bersedia saling memperbaiki diri bersamaku. Karena nanti, jika aku tak kuat lagi berjalan, aku ingin seseorang yang tetap bertahan denganku. Seseorang yang paham, bahwa yang sempurna itu tak ada. Namun, yang bersetia akan selalu menjaga apa yang ia punya.



(Not everyone really

__ADS_1


dared to let go even


though his heart was


forced to kill.)


***menenangkan rasa


Biar kudekap segala keresahanku. Biar kutenangkan segala perasaan yang menggebu. Kamu tetaplah harus bahagia. Di dalam jiwaku kamu selalu saja ada. Tak pernah ke mana-mana. Jika kelak, kau merasa lelah bertualang. Pulanglah pada tubuhku yang tabah mencintaimu. Ceritakan kepadaku segala sedihmu. Kita akan tetap bersama, sampai nanti, sampai kita tak mampu lagi menghitung hari. Meski kemungkinan yang tidak pernah kubayangkan, kau hanya mendekap menjadi bagian hati (tidak berserta raga) sebagai orang yang kucintai.


Tidak mengapa cinta. Kamu masih akan menjadi seseorang yang penting bagiku. Aku lemah untuk melupakanmu. Perasaan padamu bukanlah perasaan yang bisa kutinggal dan aku berlari menjauh. Perasaan padamu adalah rasa yang mengikuti langkah kakiku ke mana saja aku pergi. Bahkan menenangkan diri menjauh dari kota itu tak mampu menenangkan rindu. Aku tak pernah mampu menjauhkanmu dari dalam benakku. Kau masih meratui segala hal dalam hidupku.

__ADS_1


Aku selalu berharap dengan sungguh. Semoga semesta selalu mendekatkan kita, meski kita dipisahkan dengan cara yang tak semestinya. Aku menyadari satu hal. Tidak semua orang benar-benar berani melepaskan, meski sudah dibunuh paksa hatinya. Perihal perasaan, cinta. Bukanlah hal yang bisa dihapuskan dengan pemisahan paksa. Bukanlah sesuatu yang bisa mati meski kau bersikeras dan melangkah sejauh-jauhnya pergi. la akan menetap di hatimu, seperti halnya ia menetap di hatiku.



(One of the causes of


suspicion is the inability


to control oneself from


the fear of loss)

__ADS_1


__ADS_2